
***Apa kabar jiwa?
Masihkah terluka?
Apa kabar hati?
Masihkah menyimpan lara?
Air matamu,masihkah bersimbah? Kadang kamu harus mengakui kebodohan diri sendiri
Bertahan untuk sebuah luka
Bertahan untuk seutas duka
Kebaikan semu itu kamu artikan sebuh ketulusan
Cinta palsu itu kamu maknai sebuah kesetiaan
Waktu demi waktu berlalu
Kamu habiskan untuk menjadi kotak sampah kepalsuan
Hari demi hari berganti
Kamu gunakan untuk menjadi wadah duri kebohongan
Kamu biarkan hatimu terluka dan terluka lagi
Kamu biarkan wajahmu basah bersimbah air mata setiap hari
Hidupmu yang indah berubah jadi kemarau panjang
Panasnya yang terik kamu biarkan menyiksa batinmu
Kamu tau dia tak setia
Namun kamu masih bertahan di sisinya
Kamu tahu hatinya tak seindah parasnya
Namun kamu masih menetapkan hati padanya
Duhai jiwa yang baik
Hentikan langkahmu sejenak
Biarkan nuranimu beranjak mencari kebenaran Tuhanmu
Hingga jiwamu mampu membedakan yang baik dan yang palsu
Duhai jiwa yang lugu
Sudah saatnya diammu tak hanya berdiam diri
Membiarkan luka datang bertubi-tubi
Tanpa peduli meski wajahmu telah pucat pasi
Ada apa denganmu?
Kamu biarkan hatimu hancur hanya karena kamu takut kesendirian
Kamu biarkan jiwamu porak poranda hanya karna takut kesepian
Kamu rela habiskan malam gulitamu bersama air mata
Kamu rela lewati siang terikmu bersama luka
Coba kamu tanyakan pada dirimu sendiri
Mengapa kamu takut kehilangan Padahal kamu tahu tidak ada yang abadi di dunia ini
Mengapa kamu takut sendirian Padahal kamu tahu Semua akan pergi sendiri
Duhai jiwa yang mulai lelah
__ADS_1
Allah maha tahu bahwa manusia adalah insan yang lemah
Kamu tak akan pernah sanggup lewati malam tanpa bintang
Kamu tak akan pernah sanggup melintasi siang tanpa sinar yang benderang
Jadi mengapa kamu masih berpura-pura bertahan
Sementara kamu sudah sehancur ini
Kamu harus kuat tapi bukan pura-pura kuat
Diammu saat ini belum menyelamatkan jiwamu
Kamu masih membiarkan jiwamu terluka diatas luka
Kamu masih enggan pergi untuk alasan yang tak pasti
Diamlah lalu pergi menjauh
Tinggalkan lukamu karna Tuhanmu Tinggalkan cinta palsumu untuk cinta suci tuhanmu
Jangan sia-siakan air matamu untuk menangisi makhluk
Jangan buang-buang waktumu untuk meratapi kepalsuan
Hentikan harapmu pada manusia atau kamu akan kecewa
Hentikan cintamu yang tak pasti tujuannya
Atau kamu akan terluka
Kembalilah kepada penciptamu
Hanya cintanyalah yang tak pernah padam
Kembalikan rindumu yang selama ini salah tujuan
Sebab Allah telah lama menunggumu
Diam lalu pergi menjauhi kepalsuan yang akan menyelamatkan hati dan jiwamu dari cinta semu
(Dikutip dari : Ninik Handrini dalam*** musikalisasi "Ikhlaslah Saat kamu Memilih Diam Lalu Pergi Menjauh)
Hari itu adalah hari yang telah lama Raka nantikan. Sebuah penantian yang penuh dengan kesabaran. Di balkon rumahnya, ia berdiri dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.
"Broo, gue udah dapetin informasi dimana sekarang Casandra,"ucap seseorang dari telpon.
"Memangnya, dia sekarang tinggal dimana?" balas Raka dengan nada menyelidik.
Sampai saat ini, Raka memang belum sepenuhnya bisa
move on dari cinta masalalunya itu. Meski Husna sudah berada di sampingnya. Namun, baginya ia merasa masih perlu mengetahui apa alasan wanita itu meninggalkannya. Meskipun keluarganya sudah menjelaskan tentang perselingkuhan yang dilakuka Casandra dan Kevin. Akan tetapi, ia ingin mendengar secara langsung pengakuan dari mulut wanita itu sendiri.
"Dia sekarang tinggal di rumah orang tuanya, di Australi. Dia juga sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun. Saat ini dia bekerja sebagai seorang pengacara muda,"jelas Frans.
Frans adalah sekretaris sekaligus sahabat terdekatnya. Ia memang meminta Frans untuk mencari tahu dimana keberadaan Casandra. Sebagai seorang sahabat, Frans tahu persis bagaimana Raka begitu mencintai wanita itu.
Frans akan melakukan apapun demi kebahagiaan sahabat sekaligus bosnya itu. Frans merupakan laki-laki dengan jiwa temperamental yang sangat tinggi. Ia tidak segan-segan untuk menyingkirkan nyawa seseorang dari jasadnya, jika sampai mengetahui bosnya dikhianati. Bahkan hingga saat ini adik angkat Raka yaitu Kevin terus berusaha untuk bersembunyi dari kejaran sang pemburu berdarah dingin itu.
"Apakah Casandra benar-benar menikah dengan Kevin?"tanya Raka.
"Menurut informasi yang gue terima, saat ini Casandra adalah seorang singgle mother. Ia hanya tinggal bersama mama dan papanya saja di Australi. Bahkan di kantornya, ia juga diketahui adalah wanita singgle parent. Menurut teman-teman sekantornya, Casandra memiliki anak tanpa ikatan pernikahan," jelas Kevin.
"Lalu siapa ayah dari anak itu? Apakah Kevin atau laki-laki lain?" tanya Raka dengan perasaan kacau.
"Soal itu gue minta maaf Ka sama loe. Karna informasi tentang anak itu sangat minim. Casandra benar-benar menutup rapat informasi tentang anaknya. Bahkan, ia akan menuntut siapapun yang berani mengekspos berita tentang anaknya," jelas Frans.
" Ok thank you ya," ucap Raka.
Raka kemudian memutuskan sambungan teleponnya. Kini pikiran Raka dipenuhi dengan pertanyaan siapa ayah dari anaknya Casandra? Mengapa Casandra begitu menutup rapat perihal putranya?
Ia tidak bisa memungkiri kesalahan yang pernah dilakukan dengan Casandra di masa lalu. Hubungan yang terjalin antara dirinya dengan Casandra adalah hubungan yang tidak sehat. Mereka sering kali melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri. Raka sempat berpikir apakah anak Casandra itu adalah anaknya? atau anak dari laki-laki lain?
Lalu bagaimana hubungan Casandra dengan Kevin?
__ADS_1
Menurut informasi dari Frans, Casandra memiliki anak tanpa status pernikahan. Jadi kesimpulannya Casandra dan Kevin tidak pernah menikah.
Raka benar-benar disibukkan dengan pikiran-pikiran masa lalunya. Ia seakan lupa untuk memikirkan hati dari wanita yang saat ini tengah berdiri di belakangnya dengan secangkir kopi hangat di tangannya.
"Maaf mas, Husna mengganggu waktunya. Husna kesini hanya untuk mengantarkan kopi ini," ucap Husna. Sebenarnya wanita itu sudah lama berdiri di belakang suaminya. Ia mendengar semua percakapan Raka dengan Frans di telepon. Namun, ia memilih untuk diam dan bersikap biasa saja.
"Adek, apa adek sudah lama disitu?" tanya Raka pada istrinya.
Kini laki-laki itu merasa sedikit bersalah pada istrinya. Bagaimanapun ia sudah menikahi wanita itu. Seharusnya, ia mulai belajar untuk menerima istrinya dan melupakan mantan kekasihnya itu. Namun semua itu tidaklah mudah. Butuh waktu dan proses panjang.
"Alhamdulillah, adek sudah cukup lama disini mas. Maaf tadinya adek merasa tidak enak kalau harus mengganggu mas. Soalnya mas tadi masih menerima telpon," jelas Husna.
"Apa adek mendengar semua pembicaraan mas?"tanya Raka.
"Iya mas, adek dengar," ucap Husna singkat.
Ia tidak berniat untuk bertanya perihal obrolan suaminya di telepon. Karna menurut Husna, biarlah Raka sendiri yang akan bercerita padanya tanpa ia harus bertanya terlebih dahulu.
"Apa adek tidak mau mengetahui apa yang barusan mas bicarakan di telepon?" tanya Raka.
"Maaf mas, bukankah di awal perjodohan mas meminta agar Husna tidak boleh mencampuri urusan pribadi mas. Sebagai seorang istri, sudah menjadi kewajiban saya untuk taat pada ucapan suami. Tentu selama apa yang diucapkan oleh suami itu tidak bertentangan dengan perintah Allah,"jelas Husna.
Kemudian Husna meletakkan kopi yang ada di tangannya pada sebuah meja mini yang ada di tempat itu. Kemudian Ia hendak kembali ke ruang tamu
untuk berkumpul dengan ibu Dewi dan pak Aditya.
"Mas, adek balik ke rung tamu ya. Soalnya ayah dan bunda disana," ucap Husna.
Raka hanya terdiam menatap istrinya itu. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa saat ini. Ia yakin jika saat ini, Husna tahu kalau dirinya masih memikirkan dan mencintai wanita lain. Namun, sikap Husna yang begitu sabar membuat Raka merasa bersalah pada wanita itu.
Husna membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya. Namun, Raka meraih dan menahan pergelangan tangan istrinya agar tidak melanjutkan langkahnya. Hal itu membuat Husna terjatuh pada tubuhh Raka. Kini kedua insan yang sudah terikat tali pernikahan itu tengah mencoba untuk merobohkan dinding pembatas di antara mereka.
"Dek, mas minta maaf,"ucap Raka.
Kini hanya kata maaf yang bisa diucapkan Raka pada istrinya itu.
"Minta maaf untuka apa mas?" balas Husna.
"Untuk hati ini dek. Mas gak bisa membohongi perasaan mas.
Kalau kenyataannya sampai saat ini sepenuhnya mas masih belum bisa melupakan Casandra,"jelas Raka dengan suara getir.
Ia tahu jika ucapannya itu pasti akan menyakiti hati istrinya. Namun, sepahit apapun kenyataannya, ia lebih memilih untuk berkata jujur pada istrinya.
" Mas, panggil Husana sembari melepaskan pelukan Raka. Adek senang mas mau jujur tentang perasaan mas ke adek. Bolehkah adek bertanya sesuatu?"tanya Husna.
"Adek mau tanya apa?"Ucap Raka sembari menggenggam pergelangan tangan istrinya itu.
"Berapa lama mas pacaran dengan Casandra?"tanya Husna.
" Sekitar tiga tahun. Memangnya kenapa dek?tanya Raka.
" Iya gak kenapa-napa sih mas. eemm... menurut adek sih, ya wajar aja lah kalau mas itu belum bisa mencintai adek seperti mas mencintai Casandra. Mas kan sama Casandra pacaran udah lama banget. Udah tiga tahun.Sementara sama adek kan masnya baru pacaran selama satu bulan,"jelas Husna.
Sontak saja ucapan Husna itu menimbulkan getaran-getran kecil di hati Raka. Ia seakan tidak percaya jika istrinya akan breaksi seperti itu. Kini ia semakin yakin bahwa Husna adalah wanita yang memang pantas untuk menjadi istrinya. Baginya Husna adalah wanita dengan tingkat kesabaran yang sangat tinggi. Sudah kesekian kalinya ia menyakiti hati dan perasaan istrinya itu dengan sikap maupun dengan lisannya. Namun, wanita itu masih saja bisa bersabar.
Raka mencoba untuk melepaskan ikatan penutup wajah Husna.Perlahan-lahan ia membuka cadar yang menutupi wajah istrinya itu. Kini dapat ia lihat dengan jelas kecantikan wajah dari istrinya.
Raka meletakkan tangannya di belakang kepala Husna. kemudian sebuah kecupan mendarat dengan sempurna di kening Husna.
" Dek, izinkan mas untuk menjalankan kewajiban mas sebagai seorang suami,"ucap Raka sembari menatap intens ke arah istrinya.
Husna memahami maksud suaminya itu. Lalu ia hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka masuk ke kamar
Setelah berada di atas ranjang. Raka meminta Husna untuk berbaring. Lalu ia meletakkan tangan kanannya di atas pucuk kepala istrinya. Kemudian membaca doa sebelum melakukan hubungan suami istri.
Kini sinar mentari pagi seakan tengah menjadi saksi bisu dari kisah asmara kedua insan yang sedang memulai babak baru kehidupan mereka.
Assalamualaikum...Hai semua apa kabar nih? Putri doakan semoga sehat selalu ya.Sahabat putri semuanya maaf ya baru bisa up lagi. Putri sedikit cerita kalau sebenarnya putri itu udah nulis ceritanya tapi harus di periksa ulang.Itu karena putri sering banget dapet masukan kalau di cerita putri itu masih banyak typo nya.Jadi sebelum di ajukan putri bener-bener harus baca ulang kalau-kalau aja ada yang kurang atau salah. Jadi mohon dimaklumi ya.Semoga cerita ini bermanfaat.
Happy reading pembaca
kesayanganku. Mohon untuk memberikan komentar,like,rite,and vote nya.Terimaksih.
__ADS_1