
💞 Istikharah menjadi pilihan pertama bagiku untuk menentukan keputusan terbaik yang akan ku pilih. Ketika Allah telah mengatur tangan kanan berpasangan dengan tangan kiri, maka aku percaya jika pengaturan Allah dilandaskan atas sesuatu yang saling melengkapi dan saling membutuhkan. Sama seperti halnya aku dengan dia. Mungkin perjodohan ini hanya satu dari sekian cara Allah untuk mempersatukan kami dalam ikatan halal pernikahan. 💞
☆☆☆☆
Waktu yang telah disepakati pun akhirnya datang menyapa. Ba'da magrib keluarga tante Dewi dan Om Aditya sudah tiba di rumah dengan kedua putra mereka yakni Raka dan Riko. Raka dan Riko memiliki usia yang tidak terpaut jauh berbeda, mungkin hanya selisih dua tahun. Jadi mereka terkesan anak kembar. Sama-sama tampan dan sukses. Mereka berdua menjabat sebagai CEO muda di dua perusahaan terbesar milik orang tuanya. Raka bekerja sebagai CEO di perusahaan pertelevisian swasta. Sedangkan Riko sebagai CEO di perusahan Penerbitan.
Tok..tok..tok..terdengar suara pintu di ketuk.
"Asalamualaikum ... suara seseorang memberi salam dari luar."
" Waalaikumsalam ...
jawab umi sembari melangkahkan kaki untuk membukakan pintu."
Ceklek...suara pintu terbuka.
__ADS_1
"Ya Allah, Alhamdulillah ...
Bu Dewi dan Pak Aditya sudah datang,"sambut Umi sembari memeluk Bu Dewi.
"Silahkan masuk Bu, pak!"
"Abinya sudah menunggu di dalam,"ucap umi dengan sopan.
"iya terimakasih bu Fatimah," balas pak Aditya.
Mereka melangkah masuk ke ruangan yang sudah disiapkan.
" Nak, umi minta tolong panggilkan kakakmu ya. minta supaya turun karna tamunya sudah datang,"ujar umi pada Hafiza.
" Iya Umi, Hafiza tinggal ke atas sebentar ya umi,"ucap Hafiza. Ia pun melangkah meninggalkan umi menuju kamar kakaknya.
__ADS_1
Sesaat Hafiza sempat menoleh ke arah tamu. Tanpa sengaja tatapan Hafiza tertuju pada sosok Riko. Ia tak bisa menutupi kekaguman pada laki-laki itu. Kekaguman akan ketampanan yang dimilikinya. Namun, pada saat itu Riko tidak menyadari jika Hafiza tengah memandang dirinya dari kejauhan. Riko tampak tengah fokus menatap layar handphonenya. Sementara disaat yang bersamaan Raka justru yang tengah memperhatikan Hafiza. Ia tersenyum ke arah gadis manis yang berlesung pipi itu. Seolah Raka tersihir akan pesona yang dimiliki oleh Hafiza. Sesaat ia merasakan jantungnya berdegup tak beraturan. Ia tersenyum ke arah Hafiza. Seperti Gayung bersambut, gadis itu pun membalas senyuman Raka.
Bagi Raka sendiri pertemuannya dengan anak-anak pak Irwan,yang merupakan pemilik pondok bukanlah yang pertama. Saat ia menjadi santri, ia pernah bertemu dengan Hafiza dan juga kakaknya Husna. Pada saat itu Hafiza masih Smp. Jadi ia masih terlihat biasa-biasa saja. Berbeda dengan saat ini. Ia terlihat dewasa dan terkesan sangat menarik.
" Semoga aja Bunda jodohin aku dengan Hafiza, bukan sama kakaknya."
"Perempuan aneh yang selalu menutupi wajahnya itu," batin Raka.
Hafiza yang sudah berada di depan kamar kakaknya mencoba mengetuk pintu.
"Tok...tok...kak, apa Hafiza boleh masuk?" tanya Hafiza.
" Masuk aja dek," jawab Hana dari dalam.
Ceklek...
__ADS_1
suara pintu kamar Hana yang sudah terbuka.
Hafiza melihat kakanya sudah selesai bersiap-siap. Namun, masih duduk di depan meja riasnya itu. Ia seolah masih ragu untuk keluar dan bertemu dengan Raka. Laki-laki yang pernah memarahinya dengan kasar.