Seribu Luka

Seribu Luka
13


__ADS_3

Mentari pagi terbangun dari tempat peraduannya meninggalkan sejuta kenangan di hari kemarin dan berusaha untuk merangkai cerita yang lebih baik di hari ini. Semilir angin pagi bertiup pelan menggerakkan setiap dedaunan dan rerumputan yang sudah terlihat basah oleh embun semalam. Sejuknya udara pagi menemani Fahri berangkat ke kantornya. Setibanya di kantor, ia bergegas menuju ruang kerjanya. Di atas mejanya terlihat tumpukan file yang tersusun rapi. Satu, dua file telah selesai ia baca. Ketika akan melanjutkan mengambil file berikutnya, matanya tertuju pada kertas berwarna coklat klasik. Kemudian diraihnya kertas tersebut. Ia memperhatikannya dengan seksama. Di atas permukaan kertas tersebut terpampang nama sepasang insan yang tidak asing baginya.


"Undang pernikahan Raka dan Husna," batin Fahri.


Seketika tubuh Fahri bersandar lemas pada kursi putarnya itu. Entah kemana mengupaya tenaga Fahri. Ia kini mencoba untuk memejamkan matanya, kemudian beristigfar dengan lisannya. Ia berharap agar apa yang kini dilakukannya itu bisa meringankan rasa sakit akan kehilangan Husna. Luka di hatinya belum sembuh, kini hatinya harus tergores kembali oleh sebuah kenyataan pahit dalam hidupnya.


" Ya Allah mengapa sesakit ini rasanya," Ucap Fahri sembari meletakkan telapak tangan di dadanya.


Namun Fahri segera menguatkan hatinya. Ia meyakinkan dirinya jika Allah mengatur hidupnya. Ia kembali membuka matanya sembari terus beristgfar hingga rasa sakit itu sedikit mereda.


****


Hari yang tertera di dalam undangan pun akhirnya tiba. Ribuan tamu undangan sudah tampak berdatangan di rumah pak Irwan. Fahri terlihat duduk di tengah-tengah tamu undangan. Sebelum acara ijab kabul dimulai, pak Irwan melangkah mendekati Fahri. Kemudian ia duduk di sampingnya. Mereka tampak sedang membicarakan masalah yang sangat penting.


"Nak Fahri, Bapak mau minta tolong sesuatu padamu,"ucap Pak Irwan.


"Maaf pak, apa yang bisa saya bantu?"tanya Fahri.

__ADS_1


"Bapak minta tolong kamu bersedia menjadi saksi nikah dari pihak keluarga kami,"kata pak Irwan.


"Maaf, menjadi saksi pak?"tanya Fahri kaget.


"Nak Fahri bersedia kan, nak?"Pak Irwan kembali bertanya.


"Ya, InsyAallah pak,"jawab Fahri sambil menahan nafasnya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya, nak Fahri,"ucap Pak Irwan.


Acara ijab kabul pun akan di mulai. Raka melangkah menuju ke tempat yang telah disiapkan. Dengan hati yang masih kesal dan langkah yang berat, ia terus melangkah. Tak tampak kebahagiaan di raut wajahnya.


Sementara itu, Fahri tampak menguatkan hatinya. Ia menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan. Ia seolah membisikkan sesuatu pada hati dan pikirannya.


"Aku harus kuat,"bisik Fahri pada batin dan pikirannya.


Dengan separuh jiwa yang dimiliki, Fahri bangkit dari tempat duduknya. Lalu melangkah menuju tempat ijab kabul. Fahri duduk di samping Pak Irwan. Pandangannya sesekali tertuju pada Raka. Rasa pilu mengisi setiap bagian relung hatinya. Namun, ia tampak tegar ketika separuh jiwanya telah hilang dari raganya.

__ADS_1


Proses ijab kabul pun telah selesai. Ditemani umi dan adiknya, Husna melangkah menuju tempat prosesi ijab kabul tadi. Kemudian ia duduk di samping Raka. Sesekali pandangannya tertuju pada Fahri. Tampak jelas kesedihan sedang membingkai hati Husna. Ekspresi kebahagiaan semu ditunjukkannya pada semua tamu undangan yang hadir.


Jiwa Fahri semakin terguncang dan tercabik-cabaik ketika Raka memakaikan sebuah cincin di jari tangan Husna. Fahri tampak menahan air mata yang telah memenuhi pelupuk matanya. Rasanya, ia ingin segera bangkit dari tempat duduknya. Kemudian meninggalkan tempat acara itu. Namun, sekuat tenaga ia menahan langkahnya dan mencoba untuk berdamai dengan jiwanya yang tengah bergejolak menahan rasa cemburu yang tengah membuncah di hatinya.


Raka dan Husna berjalan beriringan menuju ke pelamina. Bayangan mereka kini telah hilang dari hadapan Fahri. Fahri hanya mampu menyaksikan wanita belahan jiwanya itu tengah bersanding dengan sahabatnya di pelamina.


Lalu bagaimana dengan kisah cinta Fahri Selanjutnya?


Mampukah Fahri bangkit dan merangkai kembali serpihan jiwanya?


Akankah Fahri akan melabuhkan hati dan cintanya ke wanita lain?


Bagaimana pula dengan kehidupan rumah tangga Raka dan Husna?


Apakah benih-benih cinta akan tumbuh di hati mereka?


#Jangan lupa ikuti kisah mereka selanjutnya ya!#

__ADS_1


__ADS_2