
“Sebejat-bejat nya gue, gue gak akan tega nyakitin hati perempuan.”
Mau cuap-cuap sedikit, di part kayak gini nih masih adem ayem ye. Gak ada konflik, nanti selanjutnya bakal ada konflik kecil-kecilan🙆🏼♀️
________
Semua orang memiliki kebahagiaan nya masing-masing, entah itu dari jabatan, harta, keluarga, orang tersayang, kepintaran, dan wawasan. Semua orang berbeda, begitupun dengan kebahagiaan nya.
Yang namanya kerja keras tidak mungkin tidak menghasilkan kesuksesan. Jika tidak berhasil, jangan menyerah. Kata seorang motivator seperti ini ;
”Jika orang pintar tetapi tidak rajin dan tekun. semuanya percuma, karena ia malas-malasan.”
“Berbeda dengan orang bodoh tetapi rajin dan tekun, pasti ia selalu semangat untuk melakukan apapun dan melangkahi si anak pintar itu.”
Kebahagiaan telah di atur, mau itu waktu, tempat, suasana. Contohnya ini, kebahagiaan muncul saat malam hari di kamar seorang gadis. Membuat suasana kamar itu hidup, seperti menyala. Kebahagiaan datang tidak tau waktu, tempat, dan suasana. Mengejutkan bukan?
Boss Theo 😡
Datang ke kafe skrg, ada berita baik menunggumu.
Boss Theo 😡
Tidak ada penolakan, atau saya pecat.
Darah nya berdesir hebat. Kedua mata membulat sempurna, menutup mulut dengan telapak tangan, bahagia sekaligus terkejut. Tiba-tiba, tawanya meledak ketika melihat kontak boss nya.
Zhora sengaja tidak menulis 'Boss Theo Galak' takut suatu saat boss akan mengecek handphone pegawai. Jadi, hanya sebatas emoticon 'marah.' mewakili kejujurannya.
Zhora senang hati membalas pesan itu. Jari-jari nya menari di atas keyboard. Setelah dirasa selesai, Zhora beranjak keluar kamar menemui Lena. Meminta izin sebentar ke kafe.
__ADS_1
_______
Gadis 15 tahun dililit jaket kulit, menggesek-gesekkan telapak tangan, halaman cafe sangat dingin. Memberi beberapa lembar uang pada sang ojek online. Sesudah itu, aroma sate Padang menyeruak di sekitar hidungnya. Ternyata, ada gerobak sate Padang di kanan.
Zhora menoleh ke kiri, memandang lapar gerobak martabak. “Jadi laper..” gumam Zhora seraya memegang perut datarnya. Berharap ketika bertemu boss para cacing-cacing tidak mengeluarkan suara indahnya.
Parkiran masih ramai. kafe alantaria terlihat fantastis, berlantai dua dihiasi balkon mewah. Di depan sudah disuguhkan pemandangan taman, daun-daunan melingkar di gedung, tak lupa bermacam-macam lampu warna-warni, contohnya tumblr. Membuat kafe ini terlihat lebih menonjol dari toko lain.
Melewati antrian mobil, tangan membuka pintu berbahan kaca. Dalam satu langkah, rasa dingin menggelitiknya. Seperti ritual, gadis itu mengusap-usap lengan. Mendapati kafe tetap saja ramai, mau kapanpun itu.
Kedua langkah kakinya menuju ruang pegawai, memasukinya tanpa ragu. Pintu terbuka lebar, memberi pemandangan sang boss menunggunya dengan secangkir kopi mengepulkan asap.
“Kamu telat empat menit, Zevy.” ketus Theo, menatap tajam pegawai termuda di kafe. Theo marah tidak memandang umur. Menurutnya, jika salah ya salah, harus diberi pelajaran.
Raut wajah gadis itu berubah murung, kapan boss pensiun marah-marah? bawaannya pecat terus, lagi! Untung Zhora masih memikirkan masa depan, kalau nggak mungkin gadis itu tidak akan muncul disini.
Zhora menundukkan kepala, meremas jari-jari. “Maaf, boss. Kan cuma–”
Seperti pelangi. Setelah hujan, angin gelap, petir disana dan disini. Tetapi setelah itu muncullah pelangi dengan sejuta pesonanya. Ditemani oleh tujuh warna memekakkan mata.
“I-iya boss, maaf. Tadi di perjalanan ada nenek mau nyebrang, jadi saya bantuin, boss. Saya mohon, jangan pecat saya–” Dan dari sinilah, drama Theo dimulai. Keisengan dan kejahilan cowok itu memang benar-benar!
“Bagaimana jika saya memecat kamu?” tanya Theo, matanya memicing tidak suka. Dengan susah payah ia menahan tawa, mengulum bibir bawah.
Zhora panik, pekerjaannya baru saja berjalan lima bulan! dengan semudah menarik daun boss memecatnya? sungguh, jika ini sekedar lelucon atau prank, Zhora tidak habis pikir dengan jalan pikiran Theo.
“Ja-jangan boss. Boss tau kan, saya butuh uang untuk menafkahi ibu saya? Boss please, boss kok jahat banget, hiks,” Zhora menangis, masalah pekerjaan ia anggap penting. Demi apapun, pekerjaan sangat penting untuknya!
Theo meneguk kopi panas, meredakan rasa untuk tertawa. Bukannya kasihan, cowok itu justru menahan tawanya, ah.. gadis itu sangat lucu dimatanya. Menaruh kembali secangkir minuman hitam pekat di nakas.
__ADS_1
“Kamu tau peringatan terakhir setelah kamu terlambat?” tanya Theo. Menatap tajam gadis lucu. Zhora mendongak, lalu menghapus air mata dengan telapak tangan. Mengangguk mengartikan ia mengingat.
“Saya ingatkan Zhora, saya marah kepada pekerja disini karena mereka tidak disiplin. Kamu, masih kecil saja sudah sering terlambat. Ingat, saya marah tidak memandang umur. Jika salah, tetap salah.” Zhora menirukan gaya bicara Theo. Theo tertegun, gadis itu masih mengingat ucapan. Theo berpikir Zhora lupa.
“Dan jika kamu melakukan kesalahan lagi, saya pe–pecat.” Zhora mendadak keringat dingin, benar tidak mungkin ingatan salah. Kata terakhir ucapan membuat mood memburuk.
Theo mengangguk. “Bagus, ingatan mu boleh juga. Jadi?”
“Jadi..– sa-saya.. dipeca–”
“Hm, tadinya saya ingin memecat kamu, tapi tidak jadi karena kabar baik membuat mu selamat.” Theo memberikan secarik kertas putih. Tersenyum melihat perbedaan raut murung menjadi sangat bahagia.
“Pak.. jadi bapak tadi–”
“Memberi pelajaran. Agar kamu tidak terlambat lagi,” potong Theo.
Zhora mendesis kesal. “Bilang aja bapak mau prank, susah banget ngomongnya,” dumel Zhora bergumam.
“Saya dengar.” Zhora cengengesan. kabar baik mendengar kafe ini menjadi lebih ramai berkali-kali lipat ulah dirinya. Ia jadi mengingat kata..
“Kalau kalian mau mendengar saya lagi, kalian bisa kok datang kesini. saya bekerja bernyanyi disini, soalnya.”
kata itu, apa pelanggan disini benar-benar datang.. untuknya? Sungguh! Zhora ingin menggebrak meja di hadapannya saking bahagia. Tidak menyangka kebahagiaan datang secara mendadak.
“Saya harap jika ada pelanggan memintamu untuk bernyanyi, lakukanlah. Saya akan menaikkan gajimu lima kali lipat.” tukas Theo bernada rendah. Zhora mengangguk antusias, mengangkat ibu jari.
“Siap boss!'
_______
__ADS_1
Makin gak jelas gak sih? maaf banyak bacoooot nya ini cerita
ya intinya like lah yaa, thx semuaaa