Shine For You

Shine For You
24. Rencana.


__ADS_3

“Perempuan itu tidak bisa dibentak, jika kamu membentaknya sama saja kamu merusak perasaan sekaligus hatinya yang lembut.”


Kadang suka insecure ngeliat cerita org lain, tapi masih ada kesempatan buat revisi sih. Gimana ya? aku bisa ngebayangin, tapi penyampaian nya itu kurang 'wow.'


Aku butuh saran dari kalian, terimakasih:)


Happy reading, my readers!⛅


♪ — ♪ — ♪


“Kak Atlas?” monolog Ozhora, dahi nya berkerut menandakan gadis itu bingung. Zhora hanya membagikan nomor pada Theo, dan rekan kerja. Tidak pernah menyebarkan pada teman sekolah, boro-boro Atlas, Artha saja tidak Zhora kasih tau.


“Oh iya, aku kan punya janji sama kak Atlas, ke Arena xx? buat apa? apa dia mau balapan, terus aku disuruh liatin, gitu?” Zhora menaruh ponsel jadul di atas nakas, tangan kanan nya mengambil ikat rambut. Mencepol asal surai kecoklatan itu, kemudian memainkan ponsel lagi.


Zhora tidak suka dengan hal-hal berbau balapan, menurutnya hanya mengkadaskan waktu. Kedua ibu jari berdansa kesana-kemari di atas keyboard, sesekali menghapus pesan yang kurang cocok menurut Zhora.


Zhrzvyhrn


Iya kak. Buat apa ke Arena Xx kalau boleh, tau?


Ozhora menekan simbol orang di ponsel, menyimpan nomor telepon cowok itu. Setelah selesai, tidak sampai dua menit Atlas sudah membalas pesan nya. Zhora mendesah pelan, tidak mendapat jawaban sesuai keinginannya.


Kak Atlas


Bsk, 08.30.


Terlalu singkat dan padat. 17 detik Zhora habiskan untuk mencerna apa yang dimaksud oleh teks yang diketik Atlas. Yang artinya, besok dijemput jam setengah sembilan malam.

__ADS_1


”Ternyata Kak Atlas singkat banget ketiknya,” kritik Zhora, sedikit terkejut dengan kebiasaan Atlas. Apa keyboard cowok itu rusak, atau huruf-huruf nya hilang semua? Zhora rasa tidak, ketika ingat Atlas anak seorang pengusaha terkenal.


Zhora memutuskan untuk membaca saja, kemudian bersiap untuk tidur. Pekerjaan Zhora semakin lancar setelah para pelanggan di Alantaria bertambah. Sikap Theo yang mulai bersahabat, menjadi salah satu penyebab kenyamanan Zhora untuk bekerja disana.


Hening memeluk Zhora, mematikan lampu tidur. Tiba-tiba, pikiran nya kembali terarah pada ucapan Xessi. Siapa gadis yang berani mencium Atlas? Siapa gadis itu sebenarnya, apa gadis itu adalah gadis yang sama, saat Zhora melihat nya waktu dekat gerbang?


Tidak mau ambil pusing, Zhora memejamkan mata. Mulai berhitung anak domba yang melewati pagar satu persatu agar mudah tertidur. Tidak lupa, mengucapkan kalimat selamat tidur sebelum pergi ke alam bawah sadar.


“Good night, ibu, papa yang entah kemana. Semoga sehat selalu, pa.”


^^^


Lain dengan gadis yang sibuk memakai masker, meneteskan cairan serum di wajah nya. Mengusap-usap pelan di sekitar wajah, lalu tersenyum menatap tampilan diri nya di cermin besar itu. Menepuk-nepuk sekujur wajah yang sudah diberi serum, agar lebih cepat menyerap.


Berjalan keluar dari kamar mandi, menghampiri meja rias yang penuh dengan makeup, masker, skincare, dan kebutuhan seorang gadis lainnya. Telunjuk berjalan mencari masker apa yang ingin ia pakai sekarang, jari nya berhenti tepat pada masker Aloe Vera. Biasa dijadikan sebagai pelembab kulit.


“Kak Elzar, kenapa gue bisa suka sama lo?” tanya gadis itu, mematikan lampu di yang menempel di cermin. Merapihkan sekilas barang-barangnya, saat melihat beberapa makeup berantakan. Berdiri, kemudian melenggang menuju kasur king-size miliknya.


Mencari ponsel di atas nakas, meraba-raba mencari bentuk benda yang dicari. Setelah dapat, Artha segera memainkan ponselnya. Polaroid, lampu tumblr, boneka-boneka lucu, serta sprei bergambar bunga menambah kesan feminim di kamar megah milik Artha.


Mengscroll beranda Instagram, tidak ada yang menarik. Biasanya, Artha suka meng-stalk akun seorang beauty vlogger, mukbang, asmr dan life hacks. Tapi, dari keempat favorit itu tidak ada yang menambah mood Artha.


Mencari username Elzar, memandangi foto yang diupload delapan bulan lalu. Foto candid memperlihatkan rokok yang berteger di bibir seksi itu, baju hitam dan celana robek-robek adalah selera Artha. Artha tidak pernah bosan memandangi foto itu.


“Ganteng banget, sih.” Artha tersenyum-senyum melihat foto yang disukai oleh ratusan ribu orang itu, sesekali menggigit bibir bawahnya. Merasa puas memandangi foto itu, Artha bersiap-siap untuk tidur. Menyibakkan selimut pink, menutup setengah tubuh.


Sebelum tidur, Artha mendapat ide cemerlang. “Besok gue chat kak Elzar, kerumah mertua sekali aja gak apa-apa lah,” Artha ingin mengunjungi Elzar, sekaligus bersapa ria dengan sang pen-donatur terbesar di SMA ALATRA.

__ADS_1


Iya, ayah Elzar seorang pria paruh baya yang berani mendonasikan banyak uang untuk membangkitkan SMA ALATRA. Tidak heran Elzar selalu selamat dari guru-guru, karena ayahnya yang memegang alih SMA ALATRA, namun diwakili oleh pamannya, Vorez.


^^^


“Siapkan dua motor yang dikhususkan untuk balapan.”


“...”


“Saya minta, mesin salah satu motor itu diganti dengan mesin yang paling murah.”


“...”


“Bagus, saya tunggu. Besok bawa motor itu ke Arena Xx, dekat toko Xx. Pilihkan untuk saya yang terbaik. Masalah uang, saya bisa membayarnya sekarang.”


Sambungan terputus, cowok itu menutup panggilan sepihak. Mematikan ponsel, lalu merebahkan tubuh di atas ranjang miliknya. Tersenyum remeh, dengan orang suruhan terbaik miliknya, semua bisa terjadi dengan mudah.


“Gue tunggu kekalahan lo, Tuan Pandora.” Cowok itu mentorehkan smirk andalannya. Tidak sabar ingin menghancurkan seseorang yang berharga menurut lawan pemain nya, agar merasakan derita yang sama.


°°°


Maaf cuma sedikit, hehe.


Next/gak?


Like yaa! terimakasih!💖


Salam, idelia as justboggi wife.

__ADS_1


__ADS_2