
Sesampainya di Mension Wijaya Zara di sambut hangat oleh kedua orang tuanya
" Selamat datang tuan nona , mari silahkan nyonya dan tuan sudah menunggu " ucap pelayan
" Iyah bi terimakasih " ucap Zara
" Zein kau itu jangan terlalu kaku , jawab sapaan mereka " ucap Zara sambil menyenggol lengan Zein
" Kau itu tau apa suka suka lah " ucap Zein sambil berjalan
Para pelayan yang tadi menyambut Zein berbisik bisik
" Nona muda sangat cantik sekali , dan sopan ya baik lagi "
" Iyah semoga tuan muda bisa berubah , yu kebelakang "
# diruang makan #
" Panjang umurr yang di omongin akhirnya Dateng juga " ucap ibunya Zein
" Iyah mah pah maaf Zein dan Zara terlambat tadi ada keperluan sebentar " ucap Zein
" Iya om tante kami mohon maaf " ucap Zara aga nunduk
" Tak apa sayang ayo silahkan duduk " ucap ibunya Zein
" Pahh,, jangan kaku dong liat nih calon mantu mama jadi takut liat muka garang papa " kekeh ibunya Zein
" Iya silahkan Zara " ucap papa Zein
" Iya terimakasih om tante " ucap Zara sambil duduk
" Duh bisa bisa nya gue Dateng ke rumah macan , ternyata turunan juga nih si kaku dari papanya " ucap Zara dalam hati
" Zein kapan kalian akan meresmikan hubungan ke jenjang yang lebih serius " ucap papa Zein
Sementara Zein dan Zara kaget mendengar ucapan papa Zein hingga keselek secara bersamaan
Uhukk..uhuk...
" Loh sayang kenapa pada keselek sih ayo minum dulu " ucap mama Zein
"Pah mah Zein mau jelasin kita ini sebenarnya ga pacaran , Zara ini karyawan Zein lah mah " Jelas Zein
" Loh loh... Memang nya kenapa?" Ucap papa Zein
" Kenapa dia bilang ? Ya ampun pertanyaan konyol apa ini ? " Ucap Zara dalam hati
" Si papa ngapain sih nanya kaya gitu " ucap Zein dalam hati
" Ya kita ga bakalan nikah mah pah kan kita emang hanya sekedar atasan dan bawahan " ucap Zein
" Lagi pula kita ini ga cocok om tante jadi mana mungkin kita bisa pacaran " ucap Zara
" Sayang dari seribu pasangan untuk mendapatkan kecocokan itu hanya sekitar 10-15% selebihnya pasangan itu bersikap secara berlawanan dan saling melengkapi " ucap mama Zein sambil mengusap tangan Zara
__ADS_1
" Baikalah Zein kita tidak akan memaksa kalian untuk menikah secepatnya , tapi papa harap kalian bisa saling mengenal dulu " ucap papa Zein
" Ga mungkin pa , aku ga mau nikah sama gadis ceroboh seperti dia " ucap Zein
" Hey tuan apa aku terlihat antusias untuk menyetujui permintaan om tante ? Jangan harap " ucap Zara
" Kau berani padaku hah? " Ucap Zein
" Cukup Zein Zara , lanjutkan makan nya ganti obrolan lain " ucap papa Zein
Zara dan Zein menyudahi perdebatan mereka sedangkan kedua orang tua Zein hanya tersenyum tipis melihat mereka saling diam dan akhirnya mama Zein langsung membuka topik pembahasan baru
" Zara kamu tinggal sama siapa ? Apa bisa kami bertemu orang tua mu ? " Ucap mama Zein
" Tante aku tinggal bersama papaku dan ibu tiriku serta saudara tiriku " ucap Zara lirih
" Mah tolong lah jangan bahas keluarga Zara , lihat dia jadi sedih kan ? " Ucap Zein
" tak apa Zein " ucap Zara
" Maaf sayang mama membuatmu sedih " ucap ibunya Zein
" Zein kau bawa Zara istirahat di kamar kamu nanti , biar kamu yang di kamar tamu" ucap papa Zein
" Apa ? Sebenernya anak kalian itu siapa sih ? Dia ( tunjuk ke arah Zara ) atau aku ( nunjuk dirinya sendiri) ? " Ucap Zein
" Zein..." Ucap mama Zein sambil menatap tajam
" Cihh ternyata si kaku takut juga sama mama nya dasar anak mamih " ledek Zara dalam hati
" Dasar anak nakal , kau pikir kami tidak tau tujuan mu ? " Ucap mama Zein
" Zein bebasin hukuman Zara atau kalian menginap disini? " Ancam papa Zein
" Pa..papa tau ? " Ucap Zein gugup
" Memangnya apa yang tidak tau dari dirimu Zein? " ucap papa Zein senyum sinis
" Huh baiklah papa memang hebat, lihatlah Zara kali ini kau menang " ucap Zein
" Memang kita lomba " ledek Zara
" Kau..." Geram Zein
" Zeinn..sana pergi antarkan zara untuk istirahat " ucap mama Zein
" Iyah mah , ayo cerewet" ucap zein
" Tante ,om apa aku tidak merepotkan? " Ucap Zara hati hati
" Sayang kenapa manggilnya om tante terus sihh , panggil mama papa seperti Zein memanggil kita " ucap mama Zein
" Iya zara kau sudah menjadi anggota keluarga kita , anggaplah sepeti itu " ucap papa Zein
Mata Zara berkaca kaca hingga tumpah air matanya
__ADS_1
" Boleh kah aku memelukmu Tante " ucap Zara yang sudah dibasahi air mata
" Tentu dong sayang , sini mama peluk , panggil mama ya" ucap mama Zein sambil memeluk Zara
Selama beberapa menit Zara masih menangis di pelukan mama Zein , Zara memang sudah ingin merasakan kasih sayang kedua orang tuanya hingga tuhan segera mengabulkan nya .
"Pah apa kita akan terus di ruang makan menonton drama ini? " Sindir Zein
" Iya zein seperti nya mereka melupakan kita " ucap papa Zein sambil tertawa kecil
Mereka yang merasa tersadarkan langsung menyudahi pelukan nya
" Maafkan aku pah " ucap Zara canggung
" Tak apa sayang , sudah sana istirahat siapkan mental buat esok hari karna kamu akan berhadapan dengan singa lapar di sepanjang hari " ucap papa Zein
Zein merasa tersindir hanya memasang wajah kesal mereka terus meledek Zein
" Cepat lah " ucap Zein
" Mah pah aku duluan ya terimakasih untuk semuanya " ucap Zara
" Iya sayang " ucap mama Zein
Sepeninggal Zara dan Zein kedua orang tua Zein pindah ke ruang tv dan mengobrol disana
" Pah mama pengen menantu seperti Zara , cepat lakukan sesuatu " ucap mama Zein
" Mama tenang aja karna cepat atau lambat Zein akan langsung jatuh hati pada Zara " ucap papa Zein
" Apa itu benar pah ?" Ucap mama Zein dengan perasaan senang
" Iyah mah , apa mamah tidak sadar sejak tadi kalian pelukan Zein ikut sedih dan bahkan menanyakan tentang keluarga Zara Zein sangat mengkhawatirkannya " ucap apal Zara
" Ah iya ya pah kenapa mama ga nyadar ya , Zein kan orang nya kaku dingin dan tak ingin tau tentang orang lain tapi tentang Zara , ahh zeinnkuu rupanya kau sudah menemukan pawangmu " ucap mama Zein
" Mah , apa mamah kenal dengan nama Yuni danira ? " Tanya papa Zein
" Seperti nya nama itu tidak asing pah tapi siapa ya " ucap mama Zein
" Coba nanti cari di grup sosialita mama " ucap papa Zein
" Memangnya kenapa lah? Papa punya selingkuhan ?? Papa tega sama mama? " Ucap mama Zein dengan rasa sedikit amarah
" Syuttt , sayang kenapa begitu bicara nya , papa tidak akan selingkuh mana berani papa seperti itu " ucap papa Zein memeluk mama Zein
" Lalu kenapa papa bertanya Yuni Danira ? " Tanya mama Zein
" Jadi begini mah menurut mata mata papah Yuni Danira itu ibu tirinya Zara dan dia memperlakukan Zara dengan buruk sedari kecil dan mamah tau ? Bahkan Yuni danira itu musuh dari ibunya Zara " ucap papa Zein
" Apa ? Jadi mereka memperlakukan Zara ku seperti hewan ? Termasuk papanya juga ? Ya ampun kasian ya lah Zara itu , ayo lah lakukan sesuatu bikin mereka jera rasanya mama ingin menghajarnya saja " geram mama Zein
" Mama tenang aja , kita kebagian ko untuk membalas mereka tapi sebelum itu kita lihat dulu sampe mana Zein membalas mereka " ucap papa Zein
" Iya pah semoga Zein bisa melindungi Zara " ucap mama Zein
__ADS_1