
Setelah mbok sin membisikan sesuatu akhirnya Zara mengerti dan segera pergi meninggalkan kediamannya ,Zain yang tidak mengerti hanya bisa menuruti Zara untuk segera pergi .
" Kenapa? " Ucap Zein
" Mbok sin tidak ikut? Ucap Zein
" Are you okey? " Ucap Zein
" Zeinn sudah cepat jalan kan mobilnya , aku lelah " ucap Zara tanpa menoleh ke arah zein
Tanpa menjawab pertanyaan zara lagi Zein segera menjalankan mobilnya suasana keheningan terjadi mereka sibuk dengan pemikiran sendirinya , Zara terlihat memikirkan ucapan mbok sin .
" Semoga mbok baik baik saja, semoga semuanya cepat terbongkar " ucap Zara dalam hati
Pasalnya mbok sin menceritakan kejadian tentang masa lalu dimana Zara kehilangan ibunya , banyak sekali hal hal yang menurut mbok sin tidak masuk akal Atas kejadian kecelakaan ini.
Sesampainya di d apartemen Zein , Zara bingung sendiri antara haruskah dia memberitahukan tentang rencana Zara dan mbok sin atau kan ia pendam sendiri karna Zein hanya orang asing .
" Zara " ucap Zein lembut
" Heiii.." ucap Zein memegang tangan Zara
Zara yang sedikit terkejut merasa gugup " ya Zein , maaf aku tadi melamun , sudah sampai ayo turun" ucap Zara
" Kau kenapa Zara? " Ucap Zein
" Tidak Zein aku hanya sedikit lupa , aku tidak punya baju ganti , harusnya tadi aku ke kamarku dan mengambil beberapa baju " ucap Zara
" Kau tidak usah bingung asisten ku sudah membelikan nya " ucap Zein
" Apa kau juga ..." Ucap Zara menggantungkan ucapannya
" Iya " ucap Zein sambil tersenyum jahil
" Kau tau ukuran nya Zein " ucap Zara kaget
" Tau , sekitar segini dan untuk dalaman nyaa..." Ucap Zein meragakan tangan nya berbentuk p*y*d*r* Zara
" Zein.. stop.." ucap Zara sambil membekap mulut Zein " kau itu kenapa mesum sekali Zein kenapa kau tidak ada rasa malu , aku merasa di lecehkan " ucap Zara sambil melepasnya
" Huh.. Zara kenapa aku harus malu sebentar lagi aku yang akan jadi pemilik nyaaa" ucap Zein santai
" Maksudnya? " Ucap Zara tajam
__ADS_1
" Tidak , ayo keluar katanya kau lelah " ucap Zein sambil keluar mobil
" Zein tunggu " ucap Zara mengikuti Zein
Zein merasa terpanggil segera memberhentikan langkah nya dan berbalik " ya " ucap Zein menatap Zara
" Zein apa boleh aku cerita " ucap Zara sedikit menunduk karna takut Zein menolak
" Ya cerita saja , apa ini menyangkut ibumu? Menyangkut rencanamu dengan mbok sin ? Ucap Zein
Zara selalu heran dengan Zein kenapa bisa Zein tau tentang Zara " Zein kenapa kau selalu tau ? " Ucap Zara
" Ayo cepat masuk nanti kita bicarakan di rumah " ucap Zein menarik tangan Zara
Zara merasa nyaman dengan Zein tapi waktu nya terlalu cepat untuk merasa nyaman dengan seseorang bahkan Zara sedikit takut untuk punya hubungan khusus .
" Gimana ini , sadarlah Zara kau ini cuma Upik abu sedangkan dia seorang pangeran jangan sampe aku tersakiti lagi dan lagi " ucap Zara dalam hati
" Anjir jantung gue kenapa dag Dig dug Mulu sih tiap deketan sama si cerewet ini " ucap Zein dalam hati
Sesampainya di apartemen mereka masuk ke kamar masing masing dan bertemu di ruang makan . Zein terlihat sangat tampan ketika memakai baju santai dengan kaos putih dipadukan celana coklat selutut sedangkan Zara terlihat sexy memakai piyama selutut tanpa lengan dan lingkar dada nya sedikit terbuka , rambut Zara di ikat dengan jepit terpampang jelas leher jenjang Zara dan dada putih Zara membuat Zein meneguk salivanya .
" ..glek... Ya ampun kenapa dia pake pakaian itu sih , apa dia selalu seperti ini , sialan kenapa mereka harus memilih untuk membeli pakaian seperti ini sih awas kau " ucap Zein dalam hati menggerutu tingkah laku Reno dan sandi
" Kenapa pakaianmu sangat terbuka sekali Zara "ucap Zein
" Ini karna tingkah asisten mu itu Zein aku tidak ada pilihan lain bajunya terbuka semua bahkan ada yang lebih terbuka " ucap Zara
Mendengar hal itu Zein sangat kesal " Reno sandi " ucap Zein dengan amarah nya
" Zein sudahlah , aku memang sedikit malu pasalnya aku pertama kalinya berpakaian terbuka seperti ini apalagi kita berdua disini tapi daripada tidak ada baju yasudah terpaksa " ucap Zara
" Huh yasudah , tapi ingat jangan kau keluar dengan pakaian seperti ini cukup di depanku saja " ucap Zein dengan tatapan tajam
Entah ada perasaan apa pada Zein hingga Zara sangat menuruti perintah Zein "siap boss " ucap Zara dengan gerakan hormat ,
Zein yang melihat itu hanya geleng kepala dan mengusap rambut Zara
Deg..lagi laginjantung mereka berpacu cepat 😁
" Zein aku lapar " ucap Zara
" Bukan kah sudah menjadi tugasmu untuk memasak setiap hari nya untukku , oh ya jangan lupa , besok kau bawa makan siang untuk kita " ucap Zein
__ADS_1
Sedikit ada perasaan lega untuk dirinya agar tidak keluar dari lantai ruangan Zein karna takut berpapasan dengan teman nya " ya Zein " ucap Zara dan berlalu memasak
Zein yang sedang duduk sambil memperhatikan Zara yang sedang memasak hingga dia membantu menyiapkan keperluan masak Zara mereka memasak bersama di iringi canda tawa
" Zein hahaa.... Ayo aku lapar cepat taro di meja makan " ucap Zara
" Baik tuan putri " ucap Zein tersenyum
Saat mereka makan Zara mengingat cerita tadi Dan segera menceritakan Masalaah serta rencananya
" Zein " ucap Zara
" Ceritalah " ucap Zein sambil makan
" Kecelakaan itu berasa ada kejanggalan " ucap Zara
" Ya aku tau " ucap Zein sambil menyudahi makan nya " aku tau ibumu tidak akan ceroboh memakai kendaraan apalagi itu mobil kesayangan nya bukan, aku sudah menyelidikinya tapi aku belum tau penyebab nya , aku janji akan mengungkap kasus nya " ucap Zein tulus
Zara terharu Zein bisa melangkah lebih jauh untuk menyelidikinya mata Zara berkaca kaca dan dia menangis seperti biasa Zein selalu memeluknya ketika Zara menangis bahkan Zara sudah kecanduan ketika dia merasa gelisah pelukan Zein sudah menjadi obat kegelisahan dan ketenangan nya .
" Menangislah Zara aku setelah ini kau jangan menangisinya lagi karna aku akan selalu bersamamu , aku yang bertanggung jawab melindungi mu " ucap Zein sambil mengelus rambut Zara " ceritakan apa rencanamu dengan mbok sin " ucap Zein
" Tadi mbok sin akan menjaga rumah peninggalan bundaku dan mengamankan surat rumah , aset dan sertifikat lainnya , lalu dia akan mencari tau penyebab nya karna menurut mbok sin kejadian cukup janggal " ucap Zara melepaskan pelukannya
" Baiklah lalu ? " Ucap Zein
"Dan aku akan membeli cctv untuk di tempatkan di rumahku dan memantau nya " ucap Zara
" Rencana bagus, cctv memang perlu tapi kamu jangan ceroboh " ucap Zein
" Kau tenang saja Zein jika aku ceroboh kau akan membereskan dan membantuku bukan " ucap Zara terkekeh
Zein yang mendengarnya tersenyum " gadis nakal " ucap Zein menyentil kening Zara
" Awa.. hahaha.. Zein kau jahat " ucap Zara tertawa " sudahlah aku mau membereskan ini "
" Taro saja dulu biar nanti aku suruh orang membersihkan nya " ucap Zein
" Tidak Zein kau memang orang kaya tapi ini terlalu berlebihan , ini cuma sedikit aku masih sanggup " ucap Zara menolak Zein
" Yasudah aku akan ke kamar dulu masih ada pekerjaan " ucap Zein
" Iyah Zein jangan begadang " ucap Zara
__ADS_1
" Siap nona " ucap Zein mengelus rambut Zara dan segera pergi