
Zein dan zira menoleh ke arah perempuan tersebut , ekspresi Zein langsung kaget dan perempuan itu menghampirinya dengan memarahinya di depan umum, zira yang tak tau apa apa jadi ikutan merasa takut padahal Zein sudah memakai masker tetapi perempuan itu masih mengenali Zein
" Zein kau membohongi ibumu serta keluarga mu ?? Hah ?? Jawabbb!!! Apa ini Zein kau berkencan ? Hmmm??? Ayo alesan apalagi ini ? " Ucap wanita itu sambil menjewer telinga zein
" aduh duhhh mahhhh sakit ,,,(Zein mengerang kesakitan) lepasin Zein dong mah malu Zein akan jelasin ,,hancur sudah wibawaku " ucap Zein terdengar malu dan pasrah
Yaa dan itu adalah ibunya zein , setelah melihat ke arah samping anaknya Tiba tiba ekspresi ibunya Zein berubah menjadi lembut
"Baiklah cepat jelaskan" ucap ibunya zeinn"ucapnya sambil melepaskan jewerannya
" Hai sayang?? Lagi belanja apa ? " Ucap ibunya Zein sambil merangkul zira
Zein yang melihat itu langsung melotot karna tidak percaya dengan apa yang ia lihat , karna ibunya berubah begitu lembut terhadap zira
" Hai Tante ( sambil aga nunduk ) , ahh engga Tante itu aku, aku.... " Ucap zara gugup
"Ga usah gugup sayang , saya mamahnya anak tengil ini "ucap ibunya zein
" Dia lagi aku ajak belanja mah " sambung Zein dengan ketus
" Hey memang nya mamah lagi nanya sama kamu ? Sudah mendingan kamu jelasin aja siapa dia ke mamaah " ucap ibunya Zein
" Huhhh,,,, yasudah nanti aku jelaskan di rumah , aku malu mah gara gara mamah wibawa ku hilang " kesal Zein
" Yasudah mamah tunggu kamu dirumah bawa pacar kamu ke rumah kenalin sama mamah "
" Tante aku,,," ucap zara
" Sudah tak apa sayang nanti kamu ke rumah ya , kita makan bareng keluarga, mamah mau bayar dulu ke kasir " ucap ibunya Zein dengan ramah senyuman dan mengusap punggung Zara
" Iya iya mah nanti aku ajak Zara ke rumah , udah sana mamah pergi ganggu aja sih " ucap Zein dengan ketus
" Awas kau " ucap ibunya dan berlalu pergi
Setelah kepergian ibunya Zein , Zara memarahi Zein juga karna Zein tidak sempat menjawab dan menjelaskan kalo mereka bukan seorang kekasih
" Zein kenapa ga langsung jawab sih kalo kita ga pacaran " kesal Zara
" Apasih ini main marah-marah aja mau saya pecat kamu? " Ucap Zein
Zara langsung kaget dan.....
" Ya ampun tuann maaf , saya bukan marahh,,, maksud saya kenapa tuan tidak menjelaskan nya sekarang kalo kita ga pacaran " ucap Zara dengan takut dan menunduk
" Hey,,,,kenapa memangnya? Suka suka saya dong ? Mau di jelasin kapan aja dimana aja " ucap Zein
" Cape saya ngomong sama tuan,skarepmu ae lah tuan , udah ah saya mau lanjut belanja sini uang nya cepet kasih" ucap Zara tanpa rasa takut dan segan lagi
" Apa? Jadi kamu malak saya ? " Ucap Zein
__ADS_1
" Ya ampun tuaaaann zeiiiinnn kayanya setelah telinganya di jewer ingatan tuan sedikit berkurang ya? Tujuan kita kesini apa ? " Kesal Zara
" Belanja lah ngapain lagi? Kamu pikir kita kesini mau berternak? Trus maksudmu saya ini pikun hah, ?"Ucap Zein
" Ya ampunn tuan muda Zein Wijaya yang terhormat (geram Zara) , ya mana uang nya sini ? Biar aku yang belanja " ucap Zara
" Nih " ucap Zein sambil memberikan kartu kredit limited edition
" Nah gitu dong dari tadi " ucap Zara senang dan berlalu pergi
" Gue udah kaya suami yang terdzolimi " gumam Zein terkekeh
Selama menemani Zara berbelanja Zein sudah seperti suami yang siap siaga , Zein mendorong troli belanja an yang sudah menggunung ditumuki oleh makanan ringan dan bahan makanan, sementara Zara masih memilih apa yang mau di beli . Setelah hampir 2 jam akhirnya Zara memutuskan untuk pulang dan ingin segera memasak karna perut Zara sudah lapar , Zein yang disuruh untuk mendorong dan troli hingga ke kasir dan membawa belanjaan hanya bisa pasrah .
" Tuan zein anda...."ucap Zara yang terpotong oleh pembicaraan Zein
" Zein, biasakan diluar kantor tidak usah formal . " Ucap Zein
" Huh baiklah , Zein apa ada keperluanmu yang mau di beli lagi ?
" Gada" ucap Zein
" Yasudah ,Zein tolong anterin ke kasir , aku akan bayar " Ucap Zara
" Heyy kau pelantara itukan kartuku " sinis Zein
" Kau memuji ku ketika ada maunya saja .kau kan yang dihukum kenapa mesti aku yang membawa nya sudah seperti bodyguard saja " ucap Zein kesal
Ketika sedang berdebat , sahabat sekaligus karyawan Zein melihat ke arah mereka dan menghampiri nya . Sahabat Zein tidak menyangka bahwa seorang Zara Maharani bisa menyuruh bosnya tanpa segan sehingga mereka mengejek dan menertawakan kelakuan Zein yang tunduk sekali ketika di perintah oleh Zara .
" Heyy Bro" ucap sandi menepuk pundak Zein ,dan Zein pun menoleh
"Hay guysssss wahh liat siapa ini , seorang ceo yang terkenal dingin bisa dengan gampang nya di perintah oleh karyawan nya ? " Ejek reno sambil tertawa
" Diam kalian, kau Zara kurang ajar sekali kalo bukan karna kasian saya sudah pecat kamu " ucap Zein kepada Zara
Zara yang mendengarnya langsung tidak terima mereka meneruskan peredabatan nya hingga sandi dan Reno kewalahan menengahi perkelahian mereka yang sudah banyak orang melihat dan tertuju kepada mereka
"Tuan Zein kau memang menyebalkan"ucap Zara kesal
" Heyy apa an kalian ini sudah lah , liat tuh banyak sekali orang yang tertuju pada kalian , Zein kita hanya " ucap sandi
" Iya kita bergurau zein, kau ini kaku sekali, lagian gada salah nya seorang laki laki membantu calon istri nya , kalian itu serasi ahhahaaa " ucap reno
" Renooooo " geram Zein
Sandi yang merasa diperhatikan juga oleh semua yang ada di pusat perbelanjaan segera mohon maaf hingga membuat Zein dan Zara melongo
" Maaf nona nona tuan tuan dan nyonya nyonya silahkan kembali melanjutkan aktifitas berbelanja nya , ini ada sedikit kesalahan pahaman keluarga biasalah namanya juga rumah tangga " ucap sandi
__ADS_1
" Hah?? "Ucap Zein dan Zara berbarengan
" Udah kalian itu suami istri ga baik Lo berantem di tempat umum gini " ucap reno mengikuti drama sandi
" Sialan " ucap Zein sambil menyenggol tangan Reno
Salah satu pengunjung memberi saran kepada Zein dan Zara agar tidak melanjutkan perdebatannya
" Yasudah pa/bu mendingan kalian lanjutkan saja masalah nya di rumah ga baik berantem di depan umum kayanya kalian pengantin baru ya ?" Ucap ibu pengunjung sambil terkekeh
" Itu Bu anu kita .. " ucap Zara terpotong
" Iya Bu kami memang baru saja terimakasih saran nya , sayang yaudah kita ke kasir yu gausah di bahas lagi, permisi semua kami mohon maaf ya " ucap Zein yang mengikuti drama sandi sambil berjalan merangkul Zara
Zara pun hanya menurut dan berlalu ke arah kasir dengan perasaan kesal . Sementara Reno dan sandi masih menertawakan bagaimana bisa Zein mengikuti drama Reno dan sandi
" Hahhaaa.. Zein.. Zein baru awal aja udah bucin sampe rela ngilangin wibawa demi sang calon istri " ejek sandi
" Udah diem lu juga pasti kalo udah ketemu cewe lu ilang juga harga diri lu " ucap sandi
" heh , sembarangan lu , kagak lah enak ae lu ngomong gitu , gue ga punya cewe , gimana mau ketemunya " kesal Reno
" Ya nanti " yakin sandi terkekeh
" Kapan ? So tau Lo " ucap reno
" Nanti malem di persimpangan lampu merah , hahaha" ucap sandi dengan tergelak tawa sambil kabur ke luar pusat perbelanjaan
" Kampret lu sandi Morse " kesal Reno yang segera mengejar sandi
Setelah dari kasir mereka berjalan keluar dan menuju ke mobilnya , Zein yang terlihat kerepotan membuat Zara resenyum dan ikut membantu Zein membawa belanjaan nya
" Hey tak usah kau mau apa ? " Ucap Zein
"Zein kau sudah kerepotan , banyak sekali belanjaan yang kau bawa , itu sangat berat sini biar aku bantu "
" Tak usah Zara biar aku semua yang bawa kau duluan saja ke mobil "
" Zein kamu sudah sangat lelah biarkan aku ikut membantumu " ucap Zara kekeh
" Kau ini keras kepala sekali Zara , yasudah kamu bawa yang ringan saja " ucap Zein mengalah
" Oke Zein " ucap Zara senang
Huhh bang Zein dan mbak Zara tadi aja ribut karna gamau disuruh bawa belanjaan sekarang ribut lagi rebutan mau bawain belanjaan ππ
Mereka segera memasuki mobil dan menaruh belanjaan nya di jok bagian belakang , Zein melajukan mobilnya hingga ke apartemen paling mewah di ibukota Jakarta
__ADS_1