Si Bucin

Si Bucin
acara hancur


__ADS_3

" mama kenapa bengong sih ? Dan apa maksud dari ucapan nyonya Wijaya ? " Ucap Andi


" Mama hanya tidak menyangka bahwa acara anak kita ini hancur padahal kita rencana nya akan mempermalukan Zara ini malah sebaliknya , dan apa yang di ucapkan oleh istri Wijaya itu hanyalah sebuah omong kosong aku pun tidak tau aib apa maksudnya " ucap Yuni


" Huh yasudahlah ini semua gara gara anak sialan itu pernikahan mewahku hancur mah awas kau Zara " ucap Yuna


" Kau masih menyalahkan Zara ? Bukankah ini semua salahmu sendiri? Huh cape aku ayo cepet pulang " ucap Alex sedikit berubah dan langsung pergi


" Alex..tunggu..." Teriak Yuna


" Jangan sampe Alex mencampakkan mu Yuna karirmu sudah hancur akibat ini , dan apa itu tadi video aksi liarmu sangat tidak senonoh " ucap Andi dan berlalu pergi


" Mah..papa dan Alex menyalahkan ku " lirih Yuna


" karirmu tidak akan hancur sayang apalagi kamu sudah di kontrak oleh nyonya Wijaya . Kamu tenang dulu mereka hanya lagi terbawa suasana emosi karna acaranya hancur . Kita pulang yu " ucap Yuni menggandeng tangan anaknya


" Iya mama benar karirku masih naik daun apalagi aku di kontrak oleh ibunya Zein " ucap Yuna


-------


Sesampai nya dirumah keluaraga Andi , Yuna dan Alex sedikit bertengkar karna permasalahan acara nya


" Kenapa sih hah kamu belain si zara? Bahkan saat aku terpojok pun kamu tak sedikitpun membelaku " ucap Yuna


" Bagian mana yang harus ku bela Yuna ? Coba jelaskan ? Memang itu kenyaataan nya bukan bahwa kamu dan ibu kamu memang sama sama ****** " ucap Alex


Plakkk


Satu tamparan mengenai pipi Alex yang di suguhkan oleh Yuni


" Kau kurang ajar kenapa kau mengatai anakku ****** hah? Kau juga sama sama menikmati bukan ? Jangan pernah mengatakan anakku seperti itu " ucap Yuni


Kring..kring....


" Ya hallo ? " Ucap Andi


" Tuan bagian direktur keungan telah mengundurkan diri" ucap asisten Andi


" Apa?? Kenapa bisa ? " Ucap Andi kaget


" Saya tidak tau tuan tapi ada rekomendasi yang cocok dan disarankan oleh tuan Wijaya " ucapnya


" Ya sudahlah urus sebagaimana mestinya saja dan jangan lupa kasih uang tutup mulut juga ancaman kepada direktur keuangan baru " ucap Andi lalu mematikan telpon nya


" Sudahlah kenapa kalian malah berantem seperti ini , aku semakin pusing apa kalian tidak tau bahwa saat ini perusahaan sedang mengalami masalah besar " ucap Andi


" Iya dan itu di sebabkan oleh anak sialmu " ucap Yuni dan berlalu pergi


Tiba saat malam di rumah kediaman Yuna dengan suasana yang masih sedikit penuh kekesalan atas musibah yang di alaminya membuat hubungan antara Yuna dan Alex sedikit renggang

__ADS_1


" Mbokk...sin... " Teriak Yuna


" Iya nona , ada apa ? " Ucap mbok sin menghampirinya


" Yuna bisa ga sih kamu kalo sama yang lebih tua ga usah pake toa " ucap Alex


" Apasih kamu hah orang sama pembantu juga sah sah aja kan ? Udadeh mending kamu diem aja duduk , mbok cepet siapin makanan kami mau makan" ucap Yuna


" Maaf nona , tapi stock bahan makanan sudah habis dan bibi belum di kasih uang buat membelinya " ucap mbok sin


" Apa ? Kenapa kamu tidak bilang hah ? Dasar pembantu tidak becus " ucap Yuna marah


" Haduhh.. ada apasih kalian ribut mulu hah ? Pusing kepala mama " ucap Yuni menghampiri


" Ini loh mah jam segini belum ada makanan , aku kan udah laper " ucap Yuna


" Mama lupa ngasih jatah belanja , yasudah mbok tolong belanja sekarang nih uang nya " ucap yuni sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah ya


" Huh udah laper tau.." ucap Yuni


" Kamu kan tinggal pesen Yun gausah marah marah " ucap Alex


" Aku tuh kesel tau ga, mood aku ancur gara gara mantan kamu tuh " ucap Yuna


" Cih memang nya aku tidak kesal hah? Bahkan aku malu sekarang teman kolega aku membully aku di grup kantor , kau tau ?? Mereka menertawakanku karna aku menikahi seorang model dengan latar belakang ****** " ucap Alex


" Kenapa hah? " Sudahlah malas aku berdebat denganmu " ucap Alex berlalu pergi


" Belum genap sehari kalian menyandang status suami istri tapi ribut udah kaya hidup bersama bertaun taun " ucap Yuni


" Ini juga gara gara maamah tau ga , ga becus ngurus acaranya kenapa bisa kecolongan sih mah hah" ucap Yuna sambil nangis


" Dengar yah Yuna daripada kamu menyesalinya mending kamu bujuk Alex dan berubah jadi baik didepan dia lalu kamu porotin uang nya " ucap Yuni


" Iya mamah benar " ucap Yuna sambil menghapus air matanya


" Yaudah gih " ucap Yuni senang


----------


Di Mension keluarga Wijaya sedang berbahagia karna rencana mereka untuk memberikan efek jera berhasil


" Kamu puaskan sayang ? "Ucap mama Zein pada Zara


" Sangat sangat puas mah , entah kenapa aku malah jadi seperti orang jahat " Zara terkekeh miris


" Tidak nak , terkadang kita memang perlu sedikit punya rasa dendam hanya untuk memberi efek jera bagi mereka yang menyakiti kita , tapi tetap kita harus menjadi baik kembali setelah melakukannya . Lalu setelah ini apa yang akan kamu lakukan untuk keluarga tirimu ? " Ucap papa Zein


" Entahlah pah aku hanya ingin fokus ke acara pernikahanku dulu " ucap Zara

__ADS_1


" Bagus lah , itu lebih penting sayang " ucap Zein


" Tapi mama masih belum puas mempermalukan mereka " ucap mama Zein


" Kenapa ma? " Ucap papa Zein


" Mama ingin mereka benar benar menjadi gelandangan dan Karir Yuna harus jatuhh " ucap mama Zein sambil menatap kosong


" Ah iya mah , bukannya butik mama modelnya itu Yuna kan ? " Ucap Zara


" Iya mah karna beberapa hari yang lalu Yuna datang ke kantor Zein " ucap Zein


" Iya karyawan mama yang mengusulkan tapi setelah mama pikir pikir mama akan membatalkan kontrak nya karena untungnya kita belum ada tangan kontrak , untuk apa dia ke kantormu Zein ? " ucap mama Zein


" Dia mau modus mah " ucap Zara


" Moduss?? " Ucap mama Zein bingung


" Iya dia mau ngucapin terimakasih karna sudah mau mengontrak dia sebagai model nya mungkin, sekaligus dia mau ngegoda Zein , masa nih ya mah lah si Yuna pake pakaian seksi paha terbuka dada terbuka ckkk dasar ulat bulu emang apalagi kalo bukan namanya modus kan mah lah , kesel aku " ucap Zara cemberut


Mereka yang mendengarnya hanya tersenyum


" Oh ya lalu apa Zein tergoda ?" Ucap mama Zein


" Oh tentu tidak mah karna singa betina ku cemburu dan langsung marah bahkan dia menumpahkan kopi panas pada kulit ulet bulu itu " ucap Zein menggoda zara


" Cihh cemburu apaan " elak Zara


Hahhaaa...


Mereka semua menertawakan Zara


" Ihh apaan sih , oh ya lalu mengenai perushaanku bagaimana pah ? " Ucap Zara


"Papa sudah menggantikan bagian keuangan dengan orang kepercayaan papa , jadi kita tunggu info yang dia dapat baru kita akan bergerak mengatasi permasalahan nya " ucap papa Andi


" Kamu ga usah khawatir sayang bahkan aku dan papa akan turun langsung memantau perusahaan bunda nanti " ucap Zein


" Iya terimakasih pah, Zein , aku gamau semua aset jatuh ke tangan para benalu itu meskipun di kelola oleh ayah tapi aku tidak akan pernah Sudi memberikan nya karna dia pun tidak pernah memberiku uang bahkan aku harus banting tulang untuk biaya hidupku saat itu " ucap Zara


" Yaampun sayang segitu menderita nya kamu ? " Ucap mama Zein iba


" ya begitulah mah ,Mah apa boleh nanti di acara pernikahanku hidangan nya dari toko ku ? " Ucap Zara


" Tentu sayang , mama pun belum pernah berkunjung dan mencicipi kue dari toko mu besok kita kesana oke " ucap mama Zein


" Iya maaksih mah " ucap Zara sambil memeluk mama Zein


"Lihatlah Yuni ini adalah awal kehancuran keluargamu " ucap mama Zein dalam hati

__ADS_1


__ADS_2