
" anak itu " geram ayah Zara sambil mengepalkan tangan nya di bawah meja " tuan kenalkan , ini anak saya Zara dia memang seperti itu selalu bikin ulah ,kami mohon maaf " ucap ayah Andi yang terlihat malu kedatangan Zara dan segera menjauhkan Zara dari ruang makan namun Zara segera menepis tangan ayahnya " tuan tunggu sebentar ya " ucap Andi namun sandi dan Zein terlihat seperti biasa datar tak menggubris perkataan Andi
" Zara " ucap Andi pelan sambil menyentuh tangan Zara
" Lepas " ucap Zara dingin
" Apaan kau ini hah? Kau ingin membuat keributan di depan klien ayahmu ?" Ucap yuni
" Mah udah biarin Zara duduk juga disini , ayo Zara sini " ucap Yuna berpura pura
" Cih menijikan " ucap Zara yang melihat kepura puraan yuna
" Apa ?" Ucap Andi dengan nada tinggi
" Tuan maaf kan keributan di rumah kami , Zara ini memang anak sial yang memang suka sekali membuat onar " ucap Yuna
Sandi yang sedari tadi diam akhirnya buka suara " memangnya anak anda membuat keributan apa di acara makan malam ini ? , Bukan kah dari tadi yang membuat keributan itu anda sendiri ? Bahkan dari tadi dia hanya diam padahal kalian lah yang sedari tadi banyak omong " ucap sandi sambil menatap tajam ke 3 orang tersebut
Mereka hanya bungkam dan mengalihkan pembicaraan
" Silahkan kamu segera pergi ke kamar kamu Zara " ucap Andi kembali ke kursinya
" Ayo duduk " ucap Zein pada Zara
Mereka terkejut kecuali sandi dan Zein . Zara segera duduk di dekat Zein
" Hey kau jangan di situ ayo di dekatku" ucap Yuna yang tak terima saat zara duduk berdekatan dan so kenal pada zein
" Kau mau makan apa ? " Tanya Zein yang sengaja mengalihkan pertanyaan yang dilontarkan oleh yuna
" Tidak tuan dia terbiasa makan tahu tempe saja dia alergi daging dan sayuran " ucap Yuna cepat
" Ahh perhatian sekali adikku ini ya kau memang tau apa yang dulu aku makan ketika aku Disni ya , ahh perhatian sekali " ucap Zara drama
Yuna berdelik kesal dan semakin ingin menghajar nya namun ia gengsi tak mau merusak acara ayahnya
" Tuan anak saya ini sedari kecil memang sedikit kampungan dan dia memang alergi daging " ucap Yuni mengompori nya
__ADS_1
" Ibuku tersayang bagaimana bisa aku makan tahu tempe seperti dulu sedangkan sekarang aku bahkan bisa membeli pabrik tempe nya jadi aku sudah tak terbiasa dengan makanan sederhana seperti dulu meskipun itu menyehatkan tapi aku terbiasa dengan tempe yang mahal dan lebih segar bukan tempe atau atau tahu dengan harga yang murah dan basi " ucap Zara
" Kau... Memang kau siapa hah?? Kau itu hanya anak pembawa sial anak kampung " ucap Yuni yang terlanjur emosi
" Upss.. kau lupa bahwa aku lah disini nyonya rumah ini dan kalian ingat baik baik ,,,, ( Zara menjeda ucapannya ) kalian hanya numpang " ucap Zara sambil menekan kan kalimat terakhir
" Tuan ayo kita lanjut saja acaranya , oh ya dimana sekretaris mu tuan ? Ucap Andi mengalihkan pembicaraan
" Dia disini " ucap Zein sambil melirik ke arah Zara sambil tersenyum
Keluarga itu masih belum mengerti apa yang di maksud oleh Zein seketika perasaan mereka seperti gelisah apakah yang dimaksud nya Zara ? Ah tidak , mereka membuang pikiran itu jauh jauh karna tidak mungkin yang di maksud oleh Zein adalah Zara .
" Siapa tuan ?" Ucap Andi
" Dia sekretaris ku, Zara Maharani " ucap Zein
Sontak mereka tak percaya dengan ucapan Zein
" Tuan anda yakin ? Bahkan Zara hanya staff biasa di kantor biasa " ucap Andi
" Nona Zara adalah sekretaris tuan Zein Wijaya , dia bergabung dengan perusahaan kami sudah sangat lama " ucap sandi
" Ahh benar begitu na ?? Ucap Andi drama " kalau begitu ayah senang sekali "
" Ah iya Zara ternyata kau disana menjadi sekretaris di perusahaan terkenal ya ? Anak anakku memang membanggakan , 1 sekretaris di perusahaan terkenal dan 1 nya lagi jadi model papan atas " ucap Yuni ikut drama " tuan Yuni adalah model bahkan dia akan mengikuti acara fashion show di Paris nanti , Yuna juga ..."
"Stop, saya tidak ingin mendengarkan ocehanmu ayo kita pergi saja " memotong pembicaraan Yuni
" Tuan bagaimana bisa wanita ini bekerja di perusahaan mu ? Kau tau tuan ? Dia ini seorang simpanan om om . Dan tuan harus tau kalau Zara ini ..." Ucap Yuna dengan perasaan kesal amarah yang bercampur aduk
" Cukuppppp, sekali lagi kau mengatakan keburukan orang lain apalagi karyawanku , maka kerja sama ini saya akan batalkan " ucap Zein membentak Yuna hingga semua orang terkejut
" Jangan tuan " ucap Andi cepat karna takut Zein akan membatalkan kerja samanya " Yuna cepat minta maaf " ucap Andi
" Apa ?? Memang aku salah apa pah ? Dia ini emang simapanan om om " ucap yuna
Plakkkk.... 1 tamparan mendarat di pipi Yuna
__ADS_1
" Kau itu cuma serpihan debu bagiku "
" Kau tak pantas mengataiku dengan pikiran kotormu " ucap Zara
Tak ada yang berkutik satupun karna Meraka sangat canggung karna ada Zein dan sandi. Yuna merasa terpojok dan hanya bisa menangis
" Kerja sama berlanjut , tapi kau ajarkan anak tirimu adab, sebelum orang lain akan membalasnya lebih dari ini " ucap Zein pada Andi dan berlalu pergi diikuti oleh Zara dan sandi
" Tuan maaf kan kami , tuan tunggu bahkan kita belum sempat makan dan membicarakan topik kerjasama kita tuan " ucap Andi mengejar langkah Zein tapi Zein tetap acuh
Yuna merasa kesal karna Zein mengacuhkan nya dan Andi kaget karna belum saja mereka makan tapi Zein sudah ingin pergi , sedangkan Zara dia terlihat kesal karna Zein malah mengajaknya pergi padahal dia masih ingin bermain main .
Setelah kepergian Zein Andi menjadi marah besar
" Kalian lihat ? Kenapa kalian malah memojokan Zara seperti tadi hah? Dimana harga diri kalian? Ucap Andi memarahi Yuna dan Yuni
" Kenapa kau marah hah? Yuna memang benar , lagi pula kerja sama juga tetap terjadi kan ?" Ucap Yuni tak mau disalahkan
" Papa jahat , kenapa papa diam saat aku terpojok hah? " Ucap Yuna berlalu pergi
Brakkk.. Yuna menutup pintu kamarnya dengan keras
Arghhh... Teriak Andi yang merasa frustasi
" Sudahlah lah lupakan " ucap Yuni menenangkan Andi namun Andi tak menghiraukan nya ia malah berlalu pergi dari hadapannya
# di mobil #
" Zeinnn kenapa kita cepat sekali sih harusnya kita berlama lama disana " ucap Zara
" Aku takut kalo kita kelamaan disana kau akan berulah semakin jauh " ucap zein
" Menyebalkan " ucap Zara tanpa melihat ke arah Zein
" Aku takut kau akan terluka Zara " ucap Zein dalam hati
Aciee... Cocwittt banget sihh babang zeinnnn
__ADS_1
" Zein kita langsung pulang ? " Tanya sandi
" Makan malam dulu di cafe terdekat , ajak juga si kampret " ucap Zein yang menyuruh sandi untuk mengajak Reno dan diangguki oleh sandi