
dirumah Zara #
"Pahhhh...papahhhh... Maamaaahhhh... " Teriak yuna
" Ada apasih kamu Yuna , teriak teriak Mulu kaya dihutan " sahut Yuni sambil berjalan ke arah Yuna
" Iya ada apa sayang" ucap Andi
" Pah mah liat deh itu diluar ( sambil nunjuk dari jendela ) siapa tuh mobil mewah yang menuju kesini ? Kayanya itu orang kaya deh ,, wah mahhh pahh apa itu Alex ? " Ucap Sandra dengan mata berbinar
" Ahh iya sayang ( sambil liat ke arah luar ) kaya nya itu Alex " ucap Yuni
" Baiklah segera menikahlah kalo memang kalian sama sama cocok " sahut andi
" Iya dong pa " ucap Yuni
Selang beberapa menit , wajah Sandra berubah menjadi kesal dan marah
" Ha?? Mah pahhh itu beneran si anak sial ? " Ucap Yuna
" Iya ko bisa sih anakmu yang sial itu pah bisa dianterin mobil mewah ? "
" Gatau mah mungkin temen nya " ucap Andi
" Engga mungkin, temen si Zara itu udik udik semua pah, ga mungkin mereka punya mobil semewah itu,apa jangan jangan dia simpanan om om ya mah pah " ucap Yuna
" Ga mungkin Yun , Zara bukan anak seperti itu " bela Andi
" Aduhh...papa... Kamu sih terlalu sibuk kerja , si Zara itu pasti anak kupu kupu malem, liat deh baru putus dari Alex aja dia udah berani di anterin sama mobil mewah apalagi namanya kalo bukan simpanan om omm" ucap Yuni
" Ga bisa di biarin liat aja anak itu , kurang ajar sudah mempermalukan nama baikku jangan sampe ini terdengar paparazi " ucap Andi dengan sorot mata marah
# diluar #
Tok..tok... Zara mengetuk kaca mobil Zein dari luar
" Zein tunggu disini jangan keluar tanpa pakai masker , eh ralattt jangan keluar dari mobil sebelum aku kembali , paham kan Zein " ucap Zara
" Iya , sana pergi ini udh sore kau tau kita bisa bisa telat sampe Mension ku " ucap Zein
" Iya tapi kan cewe mesti dandan dulu sebentar Zein aku ga pede kalo kesana biasa biasa aja " ucap Zara
" Kau sudah cantik Zara ayo cepat bersiaplah atau aku akan keluar " ucap Zein
" Ahh Zein kau berlebihan , aku memang sudah ditakdirkan cantik sedari lahir " ucap Zara pede
" Hey jangan geer , bajumu yang sangat cantik meski itu pakaian kerja tapi menurutku itu cocok untuk seukuran bocah kecil seperti kamu" ejek Zein
" Kau mau mengajaku berdebat lagi Zein " kesal Zara
" Sudah sana pergi " usir Zein
" Huh " ucap Zara berbalik dan berjalan ke rumah sambil menghentakkan kaki kesal
# didalem rumah Zara #
__ADS_1
Zara membuka pintu .......Kreekk....
" Papah? " Ucap Zara dengan kaget
" Wahhh wahh ternyata setelah putus dari Alex kau sudah berani menampakan wujud aslimu ya Zara ,, kau simpanan om om ? " Ucap Yuna
" Pah kasih pelajaran ke anak pungut ini dong " ucap Yuni
" Iyah pah dia berani datang dengan om om simpanan nya " ucap yuna
" Cukup Yuna " bentak Zara
" Kau yang cukup Zara...... " Bentak Andi dengan amarahnya
"Tess...tes... "Air mata Zara langsung keluar
Zara tak menyangka sang ayah kandungnya sendiri sangat mudah percaya dengan hasutan sodara tirinya bahkan ia sampai membentak Zara . Zara memang berharap di sapa meskipun sekata dua kata oleh ayahnya tapi dia tak menyangka sapaan ayah nya membuat hati Zara teriris , wajah yuna dan Yuni memancarkan kebahagiaan dan tersenyum melihat Zara dan Andi bertengkar .
" Ayah..membentaku ? Kenapa yah kenapa ?? " Ucap Zara menggerakkan tangan ayahnya
" Lepas " ucap ayahnya sambil melepaskan tangan zira
Plakkkk.... Satu tamparan mendarat di pipi Zara , kali ini hati Zara bagaikan sudah mati rasa
" Itu sangat pantas bagi anak pembangkang seperti mu yang hina, yang menjijikan berani menjual tubuhnya pada lelaki , jangan pernah memanggilku ayah lagi ingat itu, aku tak Sudi memiliki anak yang bekerja hina seperti itu " ucap Andi
" Saya juga tak Sudi mempunyai ayah , yang tak bertanggung jawab dan memiliki hati busuk seperti anda " ucap Zara
Andi mendengar kata formal dari Zara untuk dirinya merasa sakit meskipun dirinya tak perduli terhadap Zara tapi kali ini Andi juga sedikit kaget dengan mudahnya Zara berubah sikap seperti itu kepada Andi meskipun itu perintah Andi tapi jauh di lubuk hati yang paling dalam Andi masih meiliki rasa sayang terhadap Zara meski kebanyakan rasa benci nya ketimbang rasa sayang
" Dulu saya memang berharap di perlakukan dengan baik oleh ayah saya sendiri, bahkan saya berharap ayah saya bisa menyapa meskipun hanya sekata saya bahagia, saya sangat mengharapkan itu Tapi dulu bukan sekarang , seperti nya diam anda terhadap saya jauh lebih baik dari pada seperti sekarang, kau Andi ... " ucap Zara
" Kau " ucap Andi ke arah Zein dengan melepaskan tangan nya
" Wahh kau pasti simpanan Zara bukan , ternyata kau sudah berani masuk kesini ya " ucap yuna
" Sekali saja kalian berani menyentuh kulit Zara atau melukai seujung kukunya , saya tidak akan tinggal diam dan akan segera membuat kalian semua hancur dalam hitungan detik " ucap Zein
" Berani sekali kau mengancam kami , siap kau hah? " Ucap Yuni
" Kami tidak ada urusan dengamu anak muda , kau adalah simpanan anak sial ini segeralah bawa pergi dari sini jangan sampai saya dan perusahaan saya terkena imbasnya oleh perilaku kalian berdua " ucap Andi
" Anda tenang saja tuan Andi ,saya akan membawanya pergi dari rumah istri pertama anda dan saya akan kembali untuk memberi anda kejutan " ucap Zein dengan penuh penekanan
Mereka kaget terkecuali Zara yang sudah mengetahui Zein , wajah Andi sangat terlihat pucat tetapi Andi berusaha tenang
" Anda tau apa tentang saya , ini rumah saya dan saya tidak mempunyai istri lagi selain Yuni danira yang saat ini masih istri saya dan tetap istri saya " ucap Andi
" Ahh anda Yuni danira ya " ucap Zein melirik ke arah Yuni tetapi Yuni membuang muka ke arah lain
" bukan kah Yuni danira ini termasuk musuh dari istri anda yang pertama Zira Maharani , wah tuan Andi anda hebat sekali, apa kalian bersekongkol saat melenyapkan Zira Maharani karna yang saya dengar desas desusnya bahwa sampai sekarang Zira Maharani belum ditemukan pasti dan menghilang bak di telan bumi , apa anda yakin kuburan yang anda buat itu adalah kuburan Zira Maharani pewaris tunggal Maharani? " Ucap Zein siniss
" Apa ?? Kenapa kau bahas itu ze..mmm" ucap Zara terpotong karna Zein langsung membekap mulut
" Diamlah Zara " bisik Zein lalu melepaskan bekapan tangan nya yang membekap Zara
__ADS_1
" Yuni danira bagaimana kalau kejutan nanti kita adakan di acara sosialita dan arisan anda ya nyonya ,, apa teman teman anda masih menganggap anda sebagai geng sosialita ? Atau dianggap sampah sosialita, Yuna danira , haduh sampe lupa ya ternyata anak sambung tuan Andi ini seorang model ya seperti nya seru sekali ya kalau video yang saya punya di beberkan ke paparazi diluar sana bahkan itu bisa menghancurkan karirmu dalam waktu sekejap ." Ucap Zein
Mereka dibuat ketar ketir oleh ucapan Zein tapi mereka hanya diam tak bersuara kecuali Yuna danira
" Kau hanya simpanan anak sial ini dasar bodoh, apa kau pikir aku takut ancaman konyol mu itu memang nya kau tau apa tentang karirku hah?? " Ucap Yuna
" Kau segeralah pergi Zara hiduplah sendiri atau hiduplah dengan simpananmu itu " ucap Andi
" Anda pikir saya ga tau tuan andi ? Ini rumah serta aset milik Zara Maharani karna dia adalah pemilik sah bahkan Zara pewaris tunggal Maharani , tuan Andi anda tidak hilang ingatan bukan , bahwa sekarang kau sudah tidak diakui pewaris oleh keluarga anda sendiri karna anda menikahi selirmu ini ? " Ucap Zein
" Lancang kau ya " bentak Andi
" Pah sudahlah dia itu so tau usir aja dia lah " ucap Yuni menenangkan Andi
" Denger ya Andi sejak saat dimana ibunda saya di kabarkan meninggal , bahkan saya sudah bisa hidup sendiri tanpa bantuan atau nafkah dari anda , saya berusaha melindungi diri saya sendiri dan sejak saat dimana kau menikah dengan Mak lampir ini (tunjuk Zara kearah yuni) disaat itu saya sudah kehilangan ayah saya meskipun secara fisik dan raga anda ada disini tapi saya merasa bahwa jiwa dan hati anda sudah ikut mati , saya akan kembali merebut apa yang menjadi milik saya , camkan itu " ucap Zara lalu pergi keluar diikuti oleh Zein
#diluar#
" Zar berhenti " memegang tangan zara
Langkah Zara terhenti , Zara berusaha menahan tangis tetapi tidak terbendung , lagi lagi, Zara menangis memeluk Zein .
" Huhuuhu... Zeinn.. " ucap Zara menangis
"Udah gausah menangisi mereka yang mebuangmu , aku yang akan membalas mereka dan membalas mantanmu itu " ucap Zein sembari mengusap rambut Zara
" Kau Yang akan membalas nya Zein ? " Ucap Zara mendongakkan kepala nya
" Iya kamua ga usah khawatir hiduplah dengan lembaran baru , biar aku yang membalas " ucap Zein sembari senyum
" Tapi apa yang yang kau rencanakan zein ?" Tanya Zara yang masih memeluk Zein
" Rahasia " balas Zein senyum jahil
" Ishh zeinn... " Ucap Zara melepaskan pelukannya dan mencubit pinggang Zein lalu masuk ke mobil Zein
" Aw.. hahaha" ucap Zein sembari ketawa melihat tingkah Zara
" Tenang Zara aku Yaang akan menjadi pelindung mu " gumam Zein dan berjalan menuju mobil
Mobil Zein melaju meninggalkan halaman rumah Zara dan berhenti di butik terkenal d jakarta
" Zein kenapa kita kesini? " Ucap Zara
" Membeli baju lah ngapain lagi , apa kau akan pergi dengan seperti ini ke Mension ku " ucap Zein
" Yaampun " ucap Zara menepuk jidatnya
" Hey nanti sakit " mengusap jidat Zara
Ahhh mulai ada nih benih2 cinta ya readerss😂
Zara yang di perlakukan seperti itu menjadi gugup dan berusaha tenang ( hati mah lagi dah Dig duggg😂😉)
" Mm...Zein maaf aku lupa apa kita akan terlambat? " Tanya Zara
__ADS_1
" Cepat keluar dari mobil dan ikuti aku " ucap Zein keluar dari mobil
Zara mengangguk dan segera keluar mengikuti Zein ke arah butik tersebut hingga......