Si Bucin

Si Bucin
tercyduk


__ADS_3

Di area ruang meeting seseorang sedang memikirkan nasibnya , susi berusaha tenang dan akan mencoba membujuk sang pemilik butik dan putranya atas kejadian yang ia buat .


" Haduh yaampun mampus gue ini gimana kalo gue di pecat " gumam Susi yang tak tenang


Krekkkk


pintu pun terbuka lebar menampilkan 2 orang yang diliputi dengan kemarahan


" Nyoo..nya... Tu.. tuan " ucap Susi menunduk yang melihat kemarahan di mata 2 orang tersebut


" Atas dasar apa kau menghina menantuku? " Ucap mama Zein datar


" Maafkan saya tuan , nyonya , saya tidak bermaksud menghinanya tapi.." ucap Susi terpotong


" Tapi kau menyiksanya begitu hah??? " Teriak Zein


" Tu..tuan nyonya aku aku minta maaf aku tidak tau jika itu calon istri tuan Zein " ucap Susi ketakukan


" Lantas jika itu bukan menantuku kau akan melakukan hal seperti tadi kepada customer ku ? Sudah berapa lama kau bekerja disini Susi ?" Ucap mama Zein murka


" 3 tahun nyonya " ucap Susi


" Apa disini kau diajarkan untuk melayani customer kaum bawah seperti itu ? Susi dengar yah butik ku bukan cuma buat kalangan atas tapi bisa untuk kalangan bawah , kau tau itukan ?"ucap mama Zein murka


" I..iya nyonya " ucap Susi ketakutan


" Lantas apa itu tadi hah?? Kau memperlakukan calon istriku seperti itu ? Kau menyiksanya ? Seperti ini ??" Ucap Zein sambil menjambak rambut susi persis seperti yang Susi lakukan pada Zara


" Aw...tuan..jangan...ini sakit...tuan kumohon lepaskan aku minta maaf " ucap Susi kesakitan


" Segini saja kau sudah kesakitan apa kabar dengan calon istriku yang kau hina bahkan kau tak segan segan menyiksanya ?? " Ucap Zein murka


" Zein kau jangan seperti itu lepaskan dia" lerai mama Zein


" Diam mah aku hanya mencontohkan apa yang dia perbuat " ucap Zein sambil melepaskan jambakan nya


Di ruang kerja nyonya Lina , Zara mulai tersadar " aw..aduhh" ucap Zara dengan posisi berganti jadi duduk


" Nona sudah sadar ? Nona sebaiknya anda tiduran dulu " ucap cucu membantu Zara


" Tidak apa " ucap Zara sambil melihat ke arah sekelilingnya yang tidak menemukan Zein dan mamanya


" Mm...maaf nona apa ...apa nona mencari nyonya Lin Dan tuan Zein ? " Ucap cucu hati hati


" iya dimana mereka ? " Ucap zara


" Mereka di ruang rapat nona ada urusan sebentar mereka menitipkan nona pada saya , apa nona butuh sesuatu ? Apa nona masih terasa sakit ? Biar saya panggil dokter " ucap cucu dengan cerewet


Zara tersenyum " tidak apa aku hanya sedikit pusing tapi ini tidak apa apa kau tenang saja , aku hanya ingin menyusul mereka tolong tunjukan dimana ruangan nya " ucap Zara sambil berdiri


" Jangan nona!!! Anda baru sadar saya tidak mau nona kenapa napa sebaiknya nona istirahat disini dan tunggu saja mereka disini pasti sebentar lagi mereka datang " ucap cucu


" Maaf mbak tapi aku tidak bisa , aku takut mereka berbuat kasar seperti rekanmu kepadaku aku takut Zein hilang kendali tolong antar aku kesana " ucap Zara lirih


" Tapi nona, saya takut mereka memarahiku karna membawa nona kesanaa " ucap cucu


" Ayo kau tenang saja ini biar jadi urusanku " ucap Zara


" Baiklah nona mari " ucap cucu sambil membantu Zara berjalan


Krekk....

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka mereka langsung melihat kearah pintu


" Sayang " ucap Zein memeluk Zara dan menciumnya " kenapa kesini apa ada yang sakit ??" Ucap Zein


" Sayang kamu sudah sadar ? Kamu tak apa kan ? " Ucap mama Zein menghampiri Zara


" nyonya..Tuan...maaf ta..tadi no..na.." ucap cucu gugup


Zara tersenyum melihat tingkah cucu " aku yang memaksa mbaknya buat nganterin kesini "ucap Zara menjelaskan


" Kenapa tidak tunggu disana ? " Ucap Zein


" Tidak kalo aku disana kamu bisa hilang kendali " ucap Zara


Zein dan mama Zein hanya terkekeh melihat tingkah Zara yang merajuk


" Zein , mah aku sudah tak apa biarkan dia kembali kerja " ucap Zara


" Tidak sayang " ucap Zein


" Iya sayang mama dan Zein sedikit memberi dia pelajaran " ucap mama Zein


" Hey cepat minta maaf pada calon istriku" teriak Zein pada susi


" Zein.." ucap Zara mengusap lengan Zein untuk memberi sedikit ketenangan


" Susi cepat dan mulai hari ini kamu saya pecat silahkan segera pergi setelah kamu minta maaf " ucap mama Zein


" Mah jangan seperti itu biarkan ia tetap bekerja Disini " ucap Zara


Susi yang mendapat pembelaan dari Zara segera meminta maaf menangis di depan kaki Zara


" Nona..saya minta maaf atas kejadian tadi. Tolong jangan pecat saya kumohon nona " ucap Susi sambil menangis


Susi pun berdiri menghadap zara


" Nona maafkan saya " ucap Susi


" Iya saya maafkan " ucap Zara


" Sayang maaf mama dan Zein tetap kekeh untuk memecat dia " ucap mama Zein


" Tapi mah itu keterlaluan " ucap Zara


" Sayang kami hanya memecat tidak menyiksanya dari segi mana nya yang keterlaluan , ayo mending sekarang kamu istirahat biar dia jadi urusan mama " ucap Zein merangkul pinggang Zara


" Tapi Zein kasian dia " ucap Zara


" Ya ampun nona bahkan saya sudah greget sedari dulu karna sikap angkuh Susi bisa bisa nya nona kasian sama si borokok itu , baik banget nona Zara ini " ucap cucu dalem hati


" Iya kamu istirahat lah nak, Zein sana bawa Zara istirahat " ucap mama Zein


Zein hanya mengangguk dan meninggalkan ruangan


"Cu terimakasih sudah menemani Zara silahkan kembali bekerja " ucap mama Zein pada cucu


" Sama sama nyonya , baiklahhh saya permisi " ucap cucu sedikit menunduk dan berlalu pergi


Setiba di ruangan nya Zein mendudukkan Zara di sofa " kamu membuatku khawatir sayang, aku merasa mau hampir kehilangan separuh jiwaku " ucap Zein memeluk Zara


Zara tertawa "ha..ha..ha.. Zein .. Zein.."

__ADS_1


" Hey apa yang lucu " ucap Zein kesal


" Kamu lucu Zein sangat lucu ha...ha...ha.. "ucap Zara kembali tertawa


" Sayang....." Ucap Zein kesal


" Huhh..Zein kenapa lebay sih ? Mana Zein yang garang seperti tadi hah ?? Memang nya aku ini kenapa sampe kamu hampir kehilangan separuh jiwa ckkk..lebay kamu " ucap Zara


" Kamu membuatku khawatir sayang aku bahkan tadi memarahi mamah karna mamah lelet mengobatimu " ucap Zein


" Iya iya maafkan aku ya ,, cup..cup..cup... Jangan kesal gitu ah " ucap Zara mengusap pipi Zein


" Kiss dulu " ucap Zein


" Dihh kamu tuh ya " ucap Zara malu


" Kenapa?? Ayo cepat hitung hitung sebagai hukuman karna kamu membuatku khawatir " ucap Zein


" Baiklah ... " Zara mengalah


Cup


1 kecupan di pipi kanan Zein


" Disini " ucap Zein sambil menunjuk pipi kiri


Cup


Zara menurut dan mengecup pipi kiri Zein


" Disini " ucap Zein menunjuk bibir nya


Cup


1 kecupan di bibir Zein


" Lagi lagi " ucap Zein senyum jahil


" Zeinnn.. " rengek Zara


Zein tertawa hahahaha... Cup.....


Zein mencium Zara


" Hmmmmm" ucap Zara memberontak


Zein tidak menggubris Zara dia asik mencumbui Zara hingga.....


Krekkkk.... Pintu terbuka


Zein wijayaaaaaaaaa teriak seseorang


Mereka langsung kaget " mamah " ucap Zein dan Zara barengan


" Kalian itu tidak tau tempat yah ? Dasar anak muda zaman sekarang " ucap mama Zein sambil menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke meja kerjanya


" Maaf mah " ucap Zara tersenyum kikuk


" Pasti Zein yang memaksanya kan sayang , anak itu memang mesum " ucap mama Zein


" Ckk..mama aja yang ga tau kondisi tiba tiba Dateng ganggu aja " gerutu Zein

__ADS_1


Mama Zein langsung melototi anak bungsunya


__ADS_2