
Sesampainya di butik mama Zein Zara disuruh pilih baju sesuai selera , sebenernya Zara ingin memakai baju pengantin dengan design yang dibuat oleh dirinya sendiri tapi Zara tidak enak hati karna berhubung hari pernikahan sebentar lagi
" Sayang coba kamu pilih dulu , kayanya pegawainya lagi sibuk di belakang deh , Zein sana ikuti Zara untuk pilih baju dan mama akan keruang kerja dulu mau liat laporan Minggu ini " ucap mama Zein
" Iyah mah " ucap Zein dan Zara yang langsung memilih baju
" Sayang aku mau ke toilet bentar yah kamu duluan aja pilih bajunya nanti aku nyusul " ucap Zein
" Iya sayang jangan lama " ucap Zara
" Iya ,, cup " Zein mengangguk dan memberi kecupan di kening Zara sebelum pergi
Selama memilih baju Zara di hampiri oleh 2 karyawan mama Zein , cucu dan Susi
" Nona mau cari gaun yang mana ?? " Ucap cucu ramah
"Oh ini mbak saya mau fitting baju sama calon suami saya " jawab Zara
" Wah mbakk memang nya mbak sanggup ya bayar butik disini ? " Ucap Susi yang melirik penampilan Zara dari atas ke bawah
Cucu langsung menyenggol tangan Susi dan berbisik " sus kamu ga boleh gitu , inget disini itu terbuka untuk umum " bisik cucu
" Heh liat dia kesini tanpa membawa tas dan soal penampilan ya sekarang kan banyak yang modus " bisik Susi
" Nona maafin rekan kerja saya ya " ucap cucu sedikit membungku
" Iya tak apa , kalo gitu apa mbak bisa Anter saya ke memilih baju pengantin yang memang kebetulan sudah di sediakan oleh nyonya Lina " ucap Zara
Cucu sedikit mengingat jawaban Zara dimana cucu sudah di titipkan pesan oleh mama Zein untuk mengantar seseorang yang mau fitting baju " ah nona apa sudah ada janji dengan nyonya Lina ?" Tanya cucu hati hati
" Iya saya kesini bareng nyonya Lina serta calon suami saya " ucap zara
" Baiklah nyonya ayo mari saya antar " ucap cucu dan berlalu pergi
Hingga Zara dan Susi beradu tatap sinis
" Ini nona silahkan dipilih " ucap cucu sambil menunjukan beberapa koleksi gaun
" Iyah terimakasih " ucap Zara
Setelah memilih Zara pun akhirnya memutuskan untuk mencoba gaun yang ia pilih " mba saya boleh coba yang ini ? " Ucap Zara
" Iya nona sebentar saya ambil kan " ucap cucu
" Ini nona sepertinya selera nona sangat bagus sekali nona juga terlihat sempurna memakai gaun itu , ayo nona di coba wahh pangling pasti " ucap cucu girang
" Eh eh.. enak aja ini baju mahal koleksi terbaru mbak udadeh jangan so soan beli disini sana pergi , ga liat itu harga nya hah ? " Ucap Susi yang tiba tiba nyamperin Zara dan cucu lmyang langsung merebut gaun nya
" Susi apa apaan sih " sewot cucu
" Udah gapapa mba biar saya tangani" ucap Zara santai sedangkan cucu menampilkan wajah yang panik dan dan pucat karna takut mama Zein akan marah
" Memangnya butik ini gaboleh di beli oleh kalangan saya yah ?" Ucap Zara santai sambil tersenyum sinis
" Cih Anda pikir ini pasar tempat obralan ? Hey mending sebelum saya panggil satpam karna anda tidak mampu bayar sebaiknya dari sekarang silahkan anda pergi " ucap Susi angkuh
" Wah wah sepertinya nyonya Lina salah memperkerjakan karyawan seperti anda yang mahal adab yah " sinis Zara
__ADS_1
" Kurang ajar kamu yah " ucap Susi sambil menjambak rambut Zara
" Aw..hey.. lepasin mbak gila .. " ucap Zara kesakitan
" Nona " ucap cucu khawatir dan mencoba melerainya tapi Susi tidak bisa di lerai " Susi lepasin nona ini adalah tamu istimewa butik ini " ucap cucu
" Kamu jangan di bodohi , dia itu hanya wanita kampung yang mencoba menipu kita " geram Susi lalu mendorong Zara hingga ke sudut etalase " brukk"... Zara pun terjatuh dan keningnya mengeluarkan darah segar
" Nona"...ucap cucu membantu zara
" Sayang "... Ucap Zein berlari menghampiri zara
" Aw.. aduh.." ucap Zara kesakitan sambil memegang kepalanya
Sedangkan Susi yang mendengar Zein menyebut kata " sayang " membuat otak Susi traveling memikirkan nasibnya dan mencoba menenangkan dirinya " tidak tidak.." ucap Susi menggeleng karna terpikir nasibnya akan buruk
" Sayang kamu kenapa ? Pasti ini sakit ayo kita ke rumah sakit " ucap Zein khawatir
" Tidak sayang ini hanya sakit sedikit nanti juga baikan " ucap Zara lirih
" Tuan Zein " ucap cucu panik dalem hati
" no..nona..ayo ..ayo bangun saya bantu " ucap cucu
Zara pun di bantu berdiri oleh Zein dan cucu dan menuntunnya hingga duduk di kursi
" Sayang kita ke ruang mamah ya ? " Ucap Zein
" sayang ??Mamah???? I.. itu artinya ?? Lirih Susi terduduk dilantai dengan lemas
" Ayo sayang kita ke ruang mamah dulu " ucap Zein membopong Zara
" Aku pusing sayang " ucap Zara melemah dan menjatuhkan kepalanyake dada bidang Zein
" Sayang... Sayang..." Ucap Zein sedikit menepuk pipi Zara
" Nona , tu..tuan.. nona pingsan sebaiknya cepat di obati dulu " ucap cucu gugup
Tanpa menjawab perkataan cucu , Zein langsung menggendong Zara ala bridal style dan buru buru ke ruangan mama nya
" Buka pintunya " ucap Zein pada bodyguard yang menjaga di pintu luar ruang kerja mama Zein
Krekk
" Silahkan tuan " ucapnya sambil membukakan pintu
Mama Zein melihat ke arah pintu hingga terlihat panik " yaampunnn sayang , Zara kenapa? " Ucap mama Zein
Zara di rebahkan di sofa " mah tolong obatin Zara mah " ucap Zein panik
" Iya iya sayang kamu tenang ya mama obatin dulu " ucap mama Zein sambil menyiapkan p3k
" Sayang kumohon bangun, kamu sadar ya , sayang maafin aku" ucap Zein yang terus terusan mencium tangan Zara
" Mahh cepetannn apa perlu Zein bawa kerumah sakit ? " Ucap Zein sedikit frustasi
" Iya sayang ini sebentar " ucap amma Zein langsung menghampiri Zara dan mengobatinya
__ADS_1
" Mah tolong Zara mah " ucap Zein sedikit berkaca kaca
" Iya Zein sabar , ini luka kecil ko kamu tenang lagian kenapa Zara bisa sampe kaya gini sih " ucap mama Zein khawatir sekaligus kesal karna tingkah Zein yang berubah sedikit cengeng
" Mah, luka kecil gimana hah ? Mama liarkan Zara sampe pingsan " kesal Zein
" Syut.. diem kamu , bikin pusing aja cepat ceritakan kronologi kejadian nya " ucap mama Zein
" Aku juga ga tau persis mah soalnya tadi aku.. aku " ucap Zein gugup karna takut mamanya akan lebih marah jika tau Zein meninggalkan Zara sendirian
" Kenapa? " Ucap mama Zein tajam
" Itu tadi ..aku ke toilet sebentar mah " ucap Zein lirih dan menunduk bersalah
" Oh jadi kamu ninggalin Zara sendirian gitu hah?? " Ucap mama Zein sedikit berteriak
" Syut...mah ,jangan berisik dulu kasian Zara " ucap Zein
" Kamu itu kenapa ninggalin Zara sendirian sih ? Kamu tinggal bilang ke bodyguard kamu suruh jagain Zara ? Atau panggil pegawai mama , dimana otak kamu Zein " ucap mama Zein kesal
" Iyah mah Zein ngaku salah maafin Zein , mending mamah liat aja deh cctv nya biar jelas " ucap Zein
" Iya mama mau lihat kejadian nya seperti apa " ucap mama Zein dan menggerakkan mouse
" Mah Zara belum sadar gimana ini mah ??? " Ucap Zein khawatir
" Zein, kamu ga liat tadi ammah udah obatin Zara kamu yang tenang dong sebentar lagi Zara pasti sadar " ucap mama Zein kesall dan kembali pokus ke layar
" Mah " ucap Zein
" Apa zein Wijaya ???" Ucap mama Zein kesal
" Volume nya dong besarin mah Zein pengen lihat " ucap Zein
Mama Zein langsung memperbesar layar dan volumenya mereka fokus dan terlihat shock, marah, dan iba atas kejadian itu. Marah kepada karyawan dan iba terhadap Zara , sedangkan zein menahan amarah dan mengepalkan tangan nya " mah aku mau beresin bedebah itu " ucap Zein dengan tatapan penuh amarah
" Iya Zein mama juga akan memecat dia kamu tenang aja , kamu jagain zara mama langsung kasih Susi pelajaran " ucap mama Zein
" Mah dia ada di ruang rapat sekarang mama kesana aja dan jangan langsung memecat , Zein mau karyawan mama minta maaf dulu sama Zara dan Zein akan turun tangan agar dia merasakan sakit seperti Zara " ucap Zein yang jiwa mafia dan psycopat nya terpanggil
Sedangkan mama Zein hanya bergidik ngeri membayangkan pelajaran yang di kasih boleh Zein kepada Susi , dia tidak bisa menghentikan aksi Zein sebelum Zara sendiri yang menghentikan nya " Zein kamu tenang dong udah kamu diem aja disini biar mama yang handel " ucap mama Zein
" Mamah mau disini jaga Zara atau aku sendiri yang sekarang harus turun tangan ? " Ucap Zein kesal
" Huh.. baiklah Zein .. kita kesana sekarang , dan Zara biar di jaga oleh cucu " ucap mama Zein sambil membuka hp
Krekk... Pintu terbuka " nyonya memanggil saya ? " Ucap cucu sedikit menunduk
" Jangan takut cu, kamu tolong jaga menantu saya disini ya , saya akan keruang rapat " ucap mama Zein
"Nyonya...." Ucap cucu
" Iya kenapa cu ? " Ucap mama zein
" Nyonya , tuan maafkan saya karna saya tidak bisa melerai pertikaian itu dan saya minta maaf karna tidak bisa menjaga nona " ucap cucu menangis
" Cu, sudahlah kamu tidak salah , saya pergi dulu ya " ucap mama Zein
__ADS_1
" I..iya nyonya terimakasih " ucap cucu
Mereka pergi meninggalkaan Zara yang sudah di jaga oleh orang kepercayaan mamah Zein juga di jaaga oleh bodyguard dengan langkah terburu buru Zein sudah siap meluapkan amarahnya