Si Bucin

Si Bucin
arisan sosialita


__ADS_3

" untuk memberi mereka pelajaran sayang , aku tidak mungkin diam saja ketika mereka akan menyudutkanmu, dan aku yakin mereka mengundangmu juga karna mereka punya rencana , apalagi setelah mereka tau kamu jadi sekretarisku " ucap Zein panjang lebar


Mereka mengangguk mulai memahami dan berpikir untuk merencanakan sesuatu ...... Hingga sampailah malam hari mereka masih terus membahas persoalan strategi .


" Kalian lanjutkan saja aku ke dapur dulu ini sudah waktunya jam makan malam , Reno sandi kalian makan disini ya " ucap Zara


" Tidak sayang, mereka akan pergi dan mereka masih sanggup untuk membelinya makan bahkan mereka memiliki pembantu di rumah serta apartemennya jadi untuk apa mereka makan Disini " sinis Zein


" Terimakasih tawaran nya Zara tapi sepertinya kita akan pulang saja dan persoalan tadi kita sudah sepakat untuk memakai rencana A " ucap sandi


" Iya Zara kami pulang saja karna sbayi besarmu itu sepertinya pengen manja manja jadi maaf kami tidak akan mengganggu kalian . Bro gue pamit ya " ucap reno smabol melirik Zein


" Yasudah hati hati " ucap Zara


" Cih, ayo kita ke dpaur dan masaklah untuk kita " ucap Zein merangkul Zara


Mereka makan malam sepeti biasa dan mereka langsung masuk ke kamar untuk tidur


" Cup .. selamat tidur sayang " ucap Zein mengecup kening Zara dan tidur memeluk Zara


" Selamat tidur " balas Zara tersenyum


Mereka tidur saling memeluki hingga pagi menjelang


Kring....kring...... Suara dering telpon Zara membangunkan mereka


" Mm.. Zein ada telpon hp dimana ? " Ucap Zara setengah sadar


" Di nakas , sebentar ...nih.." ucap Zein memberikan telpon


" Mama " ucap Zara membaca Nama penelpon


" Assalamualaikum , ya halo ma " ucap Zara


" Waalaikumsalam , hay sayang maaf mama ganggu kalian " ucap mama zein di telpon


" Nggak ko ma, ada pa ma? " Tanya Zara


" Sayang hari ini temenin mama arisan yu, mama mau ngenalin kamu ke temen temen mama " ucap mama Zein


" Oke ma , jam berapa acaranya ? " Ucap Zara


" Jam 9 Nan aja ke sini dianterin Zein ya sayang jangan pergi sendiri nanti juga ke acara arisan nya s Zein anterin kita dulu sebelum ke kantor " ucap mama Zein


" Oke mah Zara siap siap dulu ya " ucap Zara


" Iya sayang oh ya Jan lupa hari ini kalian fitting baju di butik mama ya suruh Zein buat nyusul kamu sekktar jam istirahat Zein aja " ucap mama Zein


" Okey mah nanti Zara sampein , Zein masih tidur " ucap Zara


" Yaudah kalian lanjut aja tidur nya ini juga masih pagi " ucap mama Zein


" Ish mama ini udah siang tau , udah dulu ya mah Zara mau bangunin Zein , assalamualaikum mah" pamit Zara


" Waalaikumsalam sayang " Jawa mama Zein


Tut....telpon di matikan


" Zein... Bangunn... " Ucap Zara menggoyangkan lengan Zein


Zein pun tersadar " mm...sayang " ucap Zein smabil mengucek matanya dan bangun " ada apa mamatelpon kamu ? " Tanya Zein sambil duduk

__ADS_1


" Aku disuruh nemenin mama ke arisan tolong anterin kita ya " ucap Zara


" Iya sayang nanti aku anterin " ucap Zein sambil memeluk Zara


" Zein aku mau mandi atau mau kamu dulu? " Tanya Zara melepas pelukan Zein


" Kamu dulu yang mandi , aku mau cek email dulu " ucap Zein bangkit


" Yaudah " ucap Zara berlalu ke kamar mandi


Setelah ritual Zara mandi Zarapun bersiap dan berdandan mengahadap cermin


" Sayang " bisik Zein memeluk Zara dari belakang


" Zein , ayo mandi " ucap Zara menghadap Zein


" Kamu cantik sekali cup...." Zein ******* bibir Zara hinggaaa


"Mmm..mm..." Zara sedikit mendesah dan mengalungkan tangan nya di leher Zein


5 menit mereka berciuman dan Zara segera tersadar " Zein ini udah siang cepetan mandi aku mau nyiapin baju kamu dan sarapan " ucap Zara


" Oke istriku cup.. " ucap Zein sambil mengecup bibir Zara sekilas


" Ish kamu masih calon juga" ucap Zara malu dan mencubit kecil perut Zein , Zein hanya terkekeh kecil dan berlalu ke kamar mandi sedangkan Zara meneruskan dandan nya lalu menyiapkan baju Zein dan sarapan


Skip......


" Hay sayang, Zein dimana ? " ucap mama Zein memeluk Zara


" Hay ma , Zein nunggu di mobil ,udah siap ? Ucap Zara


" Ayo sayang " ucap mama Zein merangkul pinggang Zara menuju mobil


" Iya papa tadi pagi udah berangkat duluan , kamu aja di depan mama di belakang " ucap mama Zein smabil masuk ke dalam mobil dan zarapun mengangguk lalu masuk mobil


" Mah nanti disana jangan ada yang bully Zara yah " pesan Zein


" Diem kamu Zein kamu pikir mama bakal biarin anak mama di hina di bully gitu " sinis mama Zein


" Ya kali aja temen mama julid " ucap Zein


" Kamu mah " ucap Zara


" Udah sana jalan alamat nya di restoran kamu " ucap mama Zein


Zein langsung melajukan mobilnya hingga menuju area parkir restoran Zein ...


" Sayang aku berangkat ya " ucap Zein mengecup kepala Zara


" Iya hati hati " ucap Zara


" Mah aku berangkat ya " ucap Zein memeluk dan mengecup kening mamanya


" Iya hati hati dan jangan lupa nanti kamu nyusul mama ke butik " ucap mama Zein


" Nanti Zein jemput mama disini aja secepatnya Zein akan jemput kalian " ucap zein


" Yasudah ayo sayang " ucap mama Zein merangkul Zara dan segera masuk ke restoran Zein sedangkan Zein langsung berangkat ke kantor


Tepat di ruang VVIP dengan view pemandangan yang jelas terlihat gedung gedung yang menjulang tinggi meja tertata rapi serta makanan mahal juga yang tertata rapi di meja , sudah terlihat ada beberapa orang temannya mama Zein yang sudah menunggunya

__ADS_1


" Hay jengg..." Teriak teman nya ke arah mama Zein


" Hay " ucap mama Zein cipika cipiki ke beberapa temannya


" Wah cantik sekali , siapa ini jeng ?" Ucap temannya melihat ke arah Zara yang tersenyum ramah


" Sayang kenalin ini teman sosialita mama " ucap mama Zein


" Iya mah , Hay Tante saya Zara " ucap Zara sambil menyalami tangan teman teman mama Zein


" Jeng ini putriku , juga calon mantuku , oh ya jangan lupa ya kalian mesti datang di acara putraku Sabtu weekend ini " ucap mama Zein sambil memberikan undangan


" Pasti jeng , oh ya ada 1 lagi yang belum Dateng itu loh yang anak nya model " ucap salah satu teman mama Zein


" Pasti jeng Yuni ya ? " Ucap mama Zein


" Iya jeng Lina katanya hari ini dia mau Dateng , tunggu sebentar ya " ucap teman mama Zein sambil mengeluarkan telpon nya


Sedangkan Zara terlihat gelisah takut mempermalukan mama Zein


" Sayang kamu tenang aja , iya itu yang mau Dateng ibu tiri kamu tapi kamu jangan khawatir mama lagi mau jalanin rencana " bisik mama Zein sambil menggenggam tangan Zara


" Iya mah" ucap Zara tenang


" Jeng Lina Zein nya ko ga diajak ? " Tanya salah satu temannya


" Iya dia tadi cuma nganterin kita sampe ke parkiran karna Zein mesti ke kantor " ucap mama Zein


" Oh ya gimana hidangannya kalian suka ? " Tanya mama Zein


" Suka banget , ayo jeng di coba hidangan nya , ah iya lupa pasti jeng sudah sering kesini dan hampir bosan kan karna setiap hari makan disini " ucap temannya


" Enggak ko , kami jarang kesini karna cukup jauh paling di restoran cabang yang Deket komplek kita aja kami sering diner disana " ucap mama Zein


" Sayang kamu kalo mau pesen yang lain pesen aja " ucap aman Zein pada Zara


" Iya Zara kamu itu sangat beruntung dapetin Zein karna Zein mau Tante jodohin ke anak Tante tapi Zein nya ga mau pantes aja ternyata calon nya Zein secantik ini tohh " goda temannya mama Zein


" iya mah ini udah cukup ko , Ah Tante bisa aja makasih loh pujian nya, Tante juga cantik anak Tante juga pasti canti " ucap Zara


" Kamu ini " gemas temannya mama Zein


Sekitar 20 menit an mereka mengobrol dengan canda tawa dan Zara sudah akrab karna memang dasarnya Zara itu ramah cerewet juga teman mama Zein itu satu frekuensi dengan Zara hingga memudahkan Zara untuk berinteraksi dimana hingga saat kedatangan seseorang Zara seperti deg deg an ...


" Hay jeng... " Ucap seseorang


Mereka semua menoleh " Hay jeng Yuni " ucap salah satu temannya, Yuni alias ibu tiri Zara datang dan menyapa ibu ibu arisan hingga Zara dan Yuni beradu tatap .


" Ya ampun Zara kenapa ada disini ? Bukannya kemaren kata kamu kerja jadi sekretaris tuan Zein ya " Ucap Yuni dengan tatapan mengejek


" Ah ya jeng itu Zara kenalkan dia..." ucap mama Zara pura pura


" Ya ampun jeng , saya sudah kenal , dia itu Zara anak tiri saya kenapa jeng Lina itu kenal dengan Zara ? Ah ya , saya tau pasti Zara salah satu pembantu di rumah jeng Lina ya ? Haduh jeng ati ati Zara itu kemaren diusir sama suami saya karna dia kerja nya ga bener apalagi dia mau nikah sama simpanan nya dan jeng tau ga ? Zara itu punya simpanan dari semenjak kuliah dulu " ucap Yuni


Pandangan teman teman mama Zein yang sedari tadi ramah pada jeng Lina hingga memancarkan sedikit kemarahan dari mata mereka karna sudah berani memojokkan calon menantu bestinya , pertemanan mama Zein tidak memandang status sosial serta ekonomi dan mereka berteman layaknya kelaurga jadi siapapun yang berusaha memojokkan salah 1 dari mereka entah benar atau tidak tapi mereka tidak akan peduli . Zara sedikit geram begitupun mama Zein yang sudah gatal ingin memberinya pelajaran tapi demi melancarkan aksinya dengan mulus dia harus sedikit sabar menghadapi sikap Yuni


" Jeng jangan asal nuduh ya Zara itu...." Bela salah satu


" Jeng .. memang nya Zara seperti apa ? " Ucap mama Zein sambil memberi kode pada temannya agar pura pura tidak tau , teman temannya langsung mengerti dan diam tapi pancaran matanya seakan akan menyerang Yuni


" Duhh jeng si Zara itu ........

__ADS_1


Penasaran kan???😂 Jangan lupa ikuti terus kisahnya


Makasih readerrss


__ADS_2