
Para karyawan butik tunduk hormat dengan perasaan terkejut dan kepo kepada kedua orang yang masuk barusan . Pasalnya Zein tidak pernah membawa wanita ke butik ibunya, butik itu milik ibunya Zein yang sudah terkenal dan sangat recomended bagi kalangan sosialita atau pun kalangan menengah .
"Pilihkan baju yang terbaik untuk dia dan kau ikuti dia pilih sesuai selera mu " ucap Zein kepada karyawan butik dan Zara
" Baik tuan , mari nona " ucap karyawan dan menggandengnya
" Nona sangat cantik cocok sekali dengan tuan Zein , nona mau pilih dress yang model seperti apa? " Tanya karyawan
" Maaf mba aku bingung sebab cantik cantik bajunya , apa boleh mba saja yang memilihkan " ucap Zara
" Boleh kalo begitu biar nona tunggu bersama dengan tuan ya , saya akan memilihkan beberapa baju " ucap karyawan sambil mengantar zara ke arah Zein
" Sudah ? " Tanya Zein
Zara menggeleng
" Tuan Zein nona Zara menyuruh saya untuk memilihkan bajunya jadi saya menyuruh nona zara untuk menunggu Disini tuan " jawab karyawan
" Yasudah cepat pilihkan baju yang termahall dan bagus Disini " ucap zein
" Baik tuan " ucap karyawan dan berlalu pergi
" Zein apa kau sedang ingin membuatku jatuh miskin? " Ucap Zara memicingkan matanya
Zein merasa bingung dengan pertanyaan konyol Zara hingga menautkan alisnya dan tak berniat menjawab nya hingga membuat Zara kesal
" Zein jawab .. zeinn " rengek Zara sambil menggoyangkan tangan zein
" Apa maksudmu Zara apa aku terlihat sedang momoroti uang mu? Cihh bahkan uang ku sudah banyak untuk apa aku memoroti uang mu? " Ucap Zein sombong
" Sombong , lalu kenapa kau mengajakku kesini? Kau tau harganya disini khusus untuk sosialita seperti keluargamu tapi tidak denganku , Zein kau tau bahkan 1 baju saja bisa ludes tabunganku nanti " ucap zara
"Hey memangnya aku akan menyuruhmu membayar belanjaan ini? Kau tenang saja " ucap Zein
Karyawan nya datang dengan beberapa baju cantik dan sepatu cantik
" Nona silahkan di coba dulu " ucap karyawan memberikan baju pertama dan high heels nya
" Terimakasih " ucap Zara sambil menerima baju dan pergi mencoba nya
" Nona itu sangat pas sekali untuk anda , baju pertama dan high heels nya sudah cocok dengan anda , iyakan tuan? " Ucap karyawan
Deg.... Jantung mereka berdetak kencang
__ADS_1
" Cantik , mm..eu..maksudku ya luamayan " ucap Zein gugup, tersenyum tipis
" Dasar kaku" ledek zara
Beberapa pegawai berbisik
" Beruntung sekali wanita yang dibawa tuan Zein "
" Apa mereka pacraan?"
" Ya ampun tuan Zein sangat gugup "
" Pasti tuan Zein malu karna keceplosan bilang cantik hingga meralat ucapan nya padahal memang beneran cantik ada ada aja tuan Zein "
" Tolong bungkus beberapa baju dan high heels nya " ucap Zein
" Baik tuan " ucap karyawan dan segera pergi
Setelah memilih beberapa baju serta sepatu Zein sangat terpukau dengan penampilan elegan dan anggun dari Zara . Zein merasa bahwa aura cantik dari Zara bertambah semakin mempesona padahal dia hanya menggunakan lipstik tipis saja ia sungguh cantik bak bidadari . Setelah keperluan Zara dirasa cukup selanjutnya Zein kembali ke mobil dan melajukan hingga ke arah salon untuk memberi polesan untuk Zara
" Tuan anda sangat berlebihan sekali , aku juga bisa dandan sendiri tidak perlu ke salon ayo kita pulang saja " ucap Zara
" Ini sudah terlambat Zara , apartemen cukup jauh lagian kalau kau dandan sendiri pasti dandanan mu akan terlihat seperti badut Ancol , ayo " ucap Zein sambil berjalan masuk
" Hem..." Sinis Zara sambil mengikuti zein
" Rias dia secantik mungkin " ucap Zein
" Asiaaap tuan muda eykeeu rias sebentar , mari cantik"ucap madam
" Kau sudah cantik sayang hanya dikasih sedikit polesan saja sudah bisa membuat tuan muda ga bisa berpaling dari pandanganmu" ucap madam
"Kau perempuan pertama yang di bawa oleh tuan muda, apa sudah ada rencana menikah? " Tanya madam
" Tidak madam , kami hanya rekan kerja " ucap Zara sambil senyum terpaksa
" O..hh tak apa , tapi cepat atau lambat tuan muda akan segera menyatakan perasaan nya " ucap madam
Mendengar hali itu sontak Zara merinding takut
"ga kebayang bisa seatap dengan Zein bisa mati muda gue ,apa si bencong ini seorang cenayang? Mengapa dia sangat kepo sekali dan sok tau " Zara bertanya tanya di dalam hati
" Selesaiii..." Ucap madam
Zara sendiri terlihat kaget dengan wajahnya yang memang terlihat cantik
" Terimakasih madam kau hebat sekali " ucap Zara
__ADS_1
" Tentu nona anda memang sudah cantik " ucap madam
Zein yang sedang terduduk mengalihkan pandangan nya ke arah Zara yang sedang menuju kearahnya hingga Zein benar benar terpukau dan tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain
" Ayo Zein " ucap Zara
" i..iya ayo " ucap Zein lalu berdiri
" Zein kau tidak bayar ? Ah aku juga lupa di butik tadi kau juga tidak terlihat membayar belanjaan, Zein apa kau menghipnotis mereka dan mencuri belanjaan ?" Ucap Zara
"Ckkk..kau ini, kenapa selalu berpikiran buruk tentangku " ucap Zein
" Karna kau itu patut di curigai " ucap Zara
" Kau tidak usah tau nanti kau sport jantung " ucap Zein
" Kau itu selalu saja asal menjawab tidak pernah serius " ucap Zara
" Ohh jadi kau mau ku ajak serius? Kalo gitu kita menikah " Goda Zein
Plakkk..Zara memukul tangan Zein dan pergi ke dalam mobil agar tidak terlihat sedang salting sedangkan Zein hanya tertawa dan mengikuti Zara tanpa mengucap terimakasih kepada madam salon
# dilain tempat #
Yuna terlihat gelisah dan tidak baik baik saja saat kedatangan Zein dan Zara apalagi setekah Zein yang so tau tentang hidupnya Yuna merasa terancam tapi karna Yuna belum tau kalau itu Zein jadi hanya akan menganggap angin lalu tetapi hati tidak bisa bohong bahwa Yuna memang sangat takut jika semuanya terbongkar
" Sialan simpanan si Zara so tau banget " ucap Yuna gelisah
" Duhh si Alex sialan mana ga ngabarin gue lagi " ucap Yuna sambil mengotak ngatik hp nya
" Awas aja ya kalian gue bakal bikin mereka perhitungan , sebaiknya gue desak aja s Alex biar dia segera nikahin gue jadi posisi gue ga terlalu terancam " ucap Yuna dan segera pergi ke laut kamar
""Pah mah aku nemuin Alex dulu ya ke apartemen nya"ucap Yuna
" Loh sayang ini kan udah mau petang ga nunggu Alex aja yang nyamperin? " Ucap Yuni
" Iyah suruh aja Alex kesini , sekalian papa mau bicara serius sama dia " ucap Andi
" Hp Alex mati mah ga bisa di hubungin mungkin dia sibuk dengan kerjaan nya di kantor " ucap Yuna
" Ya sudah besok saja kamu temui dia " ucap Andi
" Tapi pah aku ada janji juga dengan klien malem ini makanya aku mau nyamperin Alex supaya dia nemenin aku ketemu klien untuk tanda tangan kontak " ucap Yuna
" Baiklah sayang jangan lupa kabarin papah kalo ada apa apa " ucap Andi
" Baik pah mah daahhh ,muah " ucap yuna sambil mencium kening Andi dan Yuni
__ADS_1