Si Bucin

Si Bucin
bertemu Alex dan Yuna


__ADS_3

Setelah menuju kantor zein dan Zara hanya masih saling diam tak banyak bersuara tak ada perdebatan bahkan melirik pun seakan enggan tetapi mereka masih terikat perjanjian , Zara merutuki kebodohan nya sendiri saat ia mencari alasan yang sangat konyol pada teman se divisinya kali ia akan dipindahkan ke cabang lain tapi nyatanya ia malah menjadi asisten sementara . Ruangan mereka hanya tersekat oleh dinding kaca ,Zein sengaja menempatkan Zara di ruangan nya agar Zein bisa memantaunya langsung kinerja Zara .


" Duhh kenapa nih gue malah jawab hal konyol gitu sih gimana kalo pas pulang atau lagi rapat kita ketemu trus gue mau jawab apa ya, masa iya gue bilang kalo gue jadi asisten si bos sialan itu " ucap Zara dalam hati


" Sibodoh ini ngapain ngelamun bukannya kerja " ucap Zein dalam hati dan melirik ke arah Zara


" Ehemm..ehemmm" ucap Zein


Zara tersadar lalu langsung melihat ke arah Zein dan Zara mendapatkan tatapan tajam dari Zein nyali Zara seakan menciut


" Hehe..tu..tuan..apa ada yang bisa saya bantu ? Apa mau saya buatkan kopi ? " Ucap Zara senetral mungkin


" Tidak " ucap Zein datar


" Kau kerja jangan melamun , kau mau ku tambahkan hukuman mu dengan yang lebih berat? " Ucap Zein


" Jangan tuan " jawab Zara dengan cepat


" Iya saya akan selesaikan kerjaan nya tuan" ucap Zara dan langsung mengerjakan nya


Saat istirahat tiba, Zara melihat kerjaannya masih menumpuk membuat Zara tidak bersemangat untuk menyelesaikannya, Zein memerintahkan Zara untuk membeli makanan ke cafe sebrang .


" Hei bar bar " panggil Zein


Zara sengaja tidak menggubris teriakan Zein meskipun Zara tau panggilan itu ditujukan untuk dirinya , Zein yang merasa di acuhkan merasa kesal dan dengan penuh penekanan Zein mengucapkan nama Zara dengan lengkap.


" Zara Maharani " ucap Zein


" Iya tuan ada yang bisa saya bantu ? " Ucap Zara tanpa bersalah


" Kau sengaja tidak menggubris ucapan ku? " Ucap Zein dengan kesal


" Memang nya anda memanggil saya tuan ?? Bukankah tadi anda hanya berteriak mengucap hei bar bar? " ucap zara


" Itu panggilanku untukmu bodoh , kau sangat bar bar " ucap Zein


" Huft , sekarepmu aelah tuan, ada apa memanggilku " ucap Zara


" Kau tidak lihat jam ? " Ucap Zein


" Ya tau ,ini waktu jam istirahat " ucap Zara


" Saya lapar cepat kau belikan makanan untuku ke cafe sebrang " ucap Zein


" Tuan bisa kan menyuruh asisten setia anda untuk membeli makanan ?"


" Heiiiii apa kau lupa isi surat perjanjian ? " Ucap Zein


" Baiklah tuan , mana uangnya biar saya beli " ucap Zara


" Pake saja kartuku yang kemarin" ucap Zein


" Ya " ucap Zara dengan malas dan berlalu pergi


" Kayanya gue mesti lewat belakang deh biar temen temen gue pada ga liat " ucap Zara lirih


Sesampainya di cafe , Zara merasa lega tapi kelegaan itu berubah menjadi rasa benci .


" Akhirnya sampe juga , cihh rupanya si ulet bulu lagi sama si sampah " ucap Zara dan memesan makanan


" Hai Zara " ucap seseorang


" Bagaimana malam indah nya? Apa simpananmu, eh maaf maksudku apa pacar barumu memberikan tempat tinggal yang mewah ? " Ucap seseorang


" Pacar baru ? " Ucap Alex


Sapaan tadi itu dari Yuna , dia sengaja mempermalukan Zara di depan banyak orang termasuk di depan mantan Zara yang saat ini sudah menjadi keksaih Yuna


" Iya sayang , sekarang Zara tidak tinggal di rumah karna Zara sudah pergi dan diusir oleh ayah " Ucap Yuna


" Apa itu benar Zara ? Kau diusir ? Lalu sekarang kamu tinggal dimana ? Ucap Alex


" Dia tinggal bersama simpanan barunya sayang , ternyata saat dia menjadi kekasihmu Zara menjadi simpanan om om " ucap Yuna


" Kau menghianatiku Zara? Cih ga habis pikir apa kau sudah gila ? Untung saja kita sudah selesai , aku tak mau memilikimu yang sudah bekas orang lain " ucap Alex


Zara yang sudah berusaha diam dan malas meladeni mereka tiba tiba hatinya bergemuruh setelah mendengar ucapan Alex hingga tanpa berpikir panjang Zara langsung memberikan pelajaran untuk mereka berdua


" Plakk.."


" Plakkk.."


Zara langsung menampar Yuna dan Alex sehingga membuat Yuna marah


" Kau..." Ucap Yuna sambil memegang pipinya


" Zara kurang ajar kamu " ucap Alex

__ADS_1


" Kenapa ?? Apa aku salah memberikan hadiah mahal ku untuk kalian berdua? Itu pantas untuk kalian, jangan sekali kali kau berusaha menghancurkan nama baiku Yuna maka kau akan menerima balasan yang setara dengan rasa sakitku " ucap Zara


" Aku tidak ada waktu mendengar ucapanmu " ucap Zara pergi dan mengambil pesanannya


" Ahhh sialan Zara awas kau " ucap Yuna teriak


" Sayang kenapa Zara jadi seperti itu ? " Ucap Alex


" Aku tidak tau sudahlah kita pergi saja aku mau ke lokasi untuk melanjutkan pemotretanku " ucap Yuna pergi


" Okey,,honey tunggu " ucap Alex mengejar Yuna


# di kantor #


Zein mengetahui apa yang terjadi pada Zara di cafe sebrang saat ia akan menyusul Zara Zein pun mengurungkan niatnya karna zein tidak perlu turun tangan untuk membantu Zara karna Zara sendirilah yang memberikan pelajaran kecil untuk bedebah itu , Zein yang merasa Zara akan datang sebentar lagi dia akan berpura pura tidak tau mengenai kejadian tadi


" Kau sengaja ingin membuatku mati Disni Zara? " Ucap Zein


" Maaf tuan tadi mengantri " ucap Zara


" Kenapa kau cuma beli makanannya 1 ? Ucap Zein


" Memangnya harus berapa ? Ini hanya untuk tuan saja , aku tidak merasa di kasih pesanan banyak " ucap Zara


" Kau kenapa lemot sekali , apa IQ mu sangat rendah hingga tidak bisa menyimpulkan perkataan ku? " Ucap Zein


" Tuan kau jangan merendahkan IQ ku gini gini aku itu termasuk mahasiswa teladan di universitas ku " ucap Zara dengan kesal


" Cihh, cepat suapi aku " ucap Zein


" Tuan ini tidak ada di perjanjian itu " ucap zara


" Tapi aku sedang sibuk dan lapar jadi aku akan kerja sementara kau harus menyuapi ku " ucap zein


" Kerjaan ku gimana tuan? " Ucap zara


" Selesaikan setelah menyuapi ku " ucap Zein


Dengan terpaksa Zara menyuapi Zein dengan perasaan kesal tapi berbeda dengan Zein dia terus tersenyum melihat wajah kesal Zara selang beberapa menit sandi sabga sistem setia Zein tidak sengaja melihat pemandangan itu membuat sandi salah tingkah dan segera pergi dari ruangan zein


Krekkkk...


" Ha yaampunn soryy gue ganggu waktunya, silahkan dilanjut makannya " ucap sandi sambil pergi


" Cihh aneh " ucap Zein


" Saya kenyang , makan lah " ucap Zein


" Tuan ini bekas tuan saya , saya ,,"ucap Zara ragu


" Kau jiji dengan bekasku? " Ucap Zein menatap tajam


" Ti...ti..dak tuan , saya akan memakan nya di meja saya" ucap Zara kembali ke meja


Sore menjelang petang Zara masih disibukan oleh pekerjaan nya,Zara sengaja mengambil lemburan agar dia tidak berpapasan dengan teman se divisi nya .


" Zara ayo pulang " ajak Zein


" Tapi tuan saya belum selesai " ucap Zara


" Selesaikan besok " ucap Zein


" Baiklah tuan " ucap Zara memakai masker


" Kau kenapa pake masker? Kau sakit ?? Atau kau kelelahan? " Ucap Zein sedikit khawatir


" Enggak tuan,, aku, cuma cuma ... " Ucap Zara bingung


" Ayo kita ke rumah sakit " ajak zein


" Saya tidak sakit tuan " ucap Zara cepat


" Lalu ? " Tanya Zein bingung


" Saya hanya ingin memakainya tuan hari ini bolehkah saya menngunjungi toko saya tuan ? Ucap Zara


" Ayo ku antar " ucap Zein


" Tidak tuan , saya bisa pergi sendiri " ucap Zara


" Sandi..... " Teriak Zein


Dengann cepat sandi menghampiri nya


" ya bos " ucap sandi


" Kau urus rapat besok dan aturkan jadwal pagi pagi " ucap Zein

__ADS_1


" Beres Bro" ucap sandi


Sesampainya di toko , zein mendampingi Zara , 2 karyawan yang tidak terlalu sibuk langsung menghampiri mereka


" Mbakkk Zara...." Ucap karyawan menghampiri


" Hai Dila Hay fitri ... Gimana kabar kalian " ucap Zara


( Jangan heranin Zein ya guyss tau sendirilah Zein pasti hanya menyimak bak bodyguard Zara πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)


" Owh ya gimana tokonya ada kendala? " Ucap Zara


" Alhamdulillah ga ada mbak , owh iya mbak kemaren ada yang nanyain mbak kesini " ucap Dila


" Siapa Dil ? " Ucap Zara


" Mbok sin " ucap Zara


" Apa ? " Ucap zara sambil melamun


" Iya mbak " ucap Dika dan Fitri


" Mbakkk ga papa kan ?" Ucap Fitri


Zara tersadar oleh sentuhan Zein


" Ada apa ? " Ucap Zein


" Zeinn " ucap Zara sambil menyentuh tangan Zein


" Kenapa " ucap Zein


" Zein kita kerumahku ayo " ucap Zara panik Medan menarik tangan Zein


Zein langsung menuruti perintah Zara tanpa bertanya sebab ia tau bahwa Zara sedang mencemaskan orang yang sudah mengasuhnya sejak kecil . Sesampainya di rumah Zara mereka di sambut dengan tatapan tajam dari ayahnya hingga menyebabkan pertengkaran


" Aku akan menemanimu " ucap Zein sambil memakai masker


" Baiklah " pasrah Zara


Zein menendang pintu rumah Zara hingga terbuka dan terlihat beberapa orang yang sedang bersantai mereka pun kaget dengan kedatangan Zara , tapi Zara tak memperdulikan tatapan tajamnya , Zara langsung berteriak keras memanggil mbok sin


Brakkkk....


Mbokkk.... Mbokkk sinn.... Mbokk...


" Heyy kau tak punya sopan santun hah? " Ucap Yuni memarahi Zein


" Kau berani sekali datang lagi kemari " ucap Andi


" Ohh pah pasti mereka kesini ingin meminta maaf dan meminta papah untuk mengizinkan Zara tinggal disini lagi " ucap Yuna


" Zara kau cepat ke dapur bawa mbok sin " ucap Zein


" Hey jangan lancang masuk rumah orang ya , pembantu mu itu sudah ku pecat sejak kau masih ada Disni " ucap nya bohong


" Ya mbok sin tidka ada disini " ucap Andi


" Mbokkk... " Ucap Zara menghampiri mbok sin yang sedari tadi menguping di balik tembok , Zara pun memeluk mbok sin dan menangis di pelukannya begitu juga dengan mbok sin dia tersedu sedu serta merasa lega bahwa putri yang sejak lama ia rawat baik baik saja


" Ya ampun non Zara " ucap mbok sin menangis


" Mbok maafin aku " ucap Zara


" Non tidak punya salah jangan minta maaf, syukurlah non baik baik saja " ucap mbok sin


" Mbok ayo kita pergi dari sini , ikut aku " ucap Zara


" Tidak non " ucap mbok sin


Mendengar penolakan mbok sin Yuni Andi serta Yuna merasa senang


" Kau tidak tuli bukan ? " Ucap Andi


" Cepat pergi dari sini karena mbok sin tidak akan bisa kabur dari rumah ini " ucap Yuni


" Mbok kenapa ? " Ucap Zara


" Non bibi sudah betah disini , non Zara pasti akan repot jika bibi ikut dengan non " ucap mbok sin


" Tidak bi , tolong ikut aku mbok aku tidak punya siapa siapa lagi selain mbok , tolong jangan tinggalkan aku " ucap Zara memeluk erat mbok dan menangis


" Non jangan cemaskan mbok , non ini demi kebaikan non" bisik mbok sin


" Maksudnya bi ? "Bisik Zara


Aduhh apa ya kira kira guyss jangan lupa ikuti terusss yaa 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2