
Sesampainya di tempat acara pernikahan Alex dan Yuna berlangsung , Zein serta Zara memilih untuk ke tempat makanan dan mengobrol disana sedangkan Alex dan Yuna terlihat kesal dan ingin segera mempermalukan Zara
" Haduhh si anak sial kemana sih ? " Gumam Yuna
" iya yah tumben si Zara belum Dateng " ucap Alex
" Udasih ngapain nunggu mereka kamu tau kan kalo kerjaan si Zara itu babunya nyonya Lina pasti dia malu lah Dateng ke acara ini " ucap Yuni
" Iya ya hahaha padahal kan kita cuma mau ngasih kenangan buat dia kalo misalkan s zara kesini " ucap Yuna girang
" Kenangan ? " Bingung Alex
" Iya kenangan tak terlupakan tepatnya kenangan buruk ..." Hahaha..... Ucap Yuni dan diikuti tawa Alex serta Yuni
Dari sudut dekat tempat makan Zein terlihat menahan amarah hingga mengepalkan tangan nya karna Zein mendengar apa yang mereka bicarakan serta tertawakan lewat perekam suara yang di pasang oleh sahabatnya di dekat pelaminan .
" Sudahlah sayang aku tak apa " ucap Zara menenangkan Zein
" Aku memang kesal karna mereka menertawakan nasibmu yang kurang beruntung tapi itu dulu tidak untuk sekarang karna sebentar lagi tertawa mereka akan berganti menjadi tangisan " ucap Zein
" Huuft" Zara membuang nafas kasar
" Bro " ucap sandi menghampiri
" Kapan akan di laksanakan acaranya ? " Ucap sandi
" nunggu komando dari papa ,Mana si kampret ? " Ucap Zein
" Dia lagi di belakang jaga jaga " ucap sandi
" Bagus jangan sampe gagal kalo gagal lu berdua gue gantung di pohon tomat " ucap Zein
"Hahaha Zein kamu itu ada ada saja sih " ucap Zein geleng
" Tenang Zein saham perusahaan Zara kini sedang turun mungkin efek dari acara gagal ini jadi gue pastiin kalo rencana kita berhasil" ucap sandi
" Turun ? Zein kumohon jangan sampe perusahaan bunda bangkrut itu " ucap Zara sedih
" Hey sayang tenang lah , justru aku sengaja akan membuat perusahaan itu bangkrut supaya kamu bisa mengambil alih perusahaan yang memang hak kamu " ucap Zein merangkul Zara
" Sungguh ? " Ucap Zara senang
" Yes dear " ucap Zein memeluk Zara
" Ehem dahlah papi udah ngasih kode gue cabut " ucap sandi kesal
" Sabar,,, sabar ,,, nasib jomblo emang begini kalo ga hapines ya ngenes " ucap sandi
Pembawa acara langsung mengumumkan acara selanjutnya yaitu pemotongan kue karna memang keluarga Zein Dateng ke acara itu sangat terlambat dari waktu yang di tentukan hingga acara akad tidak datang dan menyaksikan langsung
" Hallo semuaa masih bersemangat kan di acara ini ?? Tentu dong ini acara pernikahan model ternama jangan ditanya kita juga kedatangan tamu paling spesial yaitu keluarga Wijaya yang kini hadir di acara ini , hallo tuan nyonya " ucap pembawa acara menyapa kedua orang tua Zein
Tentu saja grup sosialita teman teman mama Zein juga hadir " wow jeng pernikahan nya lumayan lah ya " ucap teman sosialita yang sengaja mengejek
" Yaampun jeng ini tuh anak saya mahar nya denger sendiri kan tadi jeng jeng semua ?? Sayang yah jeng Lina ga hadir " ucap Yuni sombong
" Ah ya maaf saya datang terlambat " ucap mama Zein
__ADS_1
" Iya tidak apa jeng ya ampun paham ko " ucap Yuni
" Emang nya kenapa maharnya ? Bukannya cuma emas batangan 20 gram sama uang tunai 50 juta kan ? " Ucap teman nya
" Ah iya itu kan cuma sebagian tentu saja ada perusahaan juga yang memang atas nama anak saya hanya saja anak saya tidak di beritakan " ucap Yuni dengan sombong
" Jeng kamu kesini sama Zein kah ? "Ucap teman sosialita pada mama Zein
" Ah ya Zein tentu saja kesini bersama menantu saya " ucap mama Zein
" Anak itu pasti sekarang cantik sekali kan jeng pasti kalian couple an berempat kan ? " Ucap teman sosialita
" Wah anak jeng yang tampan itu kesini juga ? Yaampun suatu kehormatan sekali terimakasih ya jeng " ucap Yuni
" Acara selanjut nya kita hadirkan pengantin baru untuk segera memasuki area pemotongan kue serta 2 keluarga besarnya di persilahkan " ucap pembawa acara
Mereka yang di panggil langsung ke area tersebut hingga
" Kue nya tinggi sekali sayang " ucap Yuna dengan senang
" Tentu saja 10 tingkat itu tidak ada apa apa di banding rasa sayang aku ke kamu " ucap Alex
" Ah kamu itu pandai sekali gombal " ucap Yuna senang
" Apa Zara tidak hadir ? " Ucap Andi
" Hadir lah tuh liat anak sialmu so soan bergaya seperti kalangan atas tetep aja keliatan culun ga cocok " ucap Yuni kesal
Sampe mereka melihat langsung ke arah Zara yang memang sedang berdiri di barisan paling depan tanpa di temani sang kekasih
" Kita sambut kembali untuk nona Zara Maharani silahkan dimohon untuk segera menghampiri ke area pemotongan kue karna keluarga besar sudah hadir " ucap pembawa acara
" hallo Zara apa kabar ? " Ucap mama Alex
" Hai Tante saya baik " ucap Zara
" Zara sangat sayang sekali hubungan kalian tidak berlanjut " ucap mama alex yang memang menyukai Zara dan tidak menyukai hubungan Alex dan Yuna
" Ah ini sudah menjadi takdir Tante " ucap Zara
" Sini sayang Deket mama aja " ucap mama Alex Zara pun hanya mengangguk dan menghampiri
" Beb mama apa apan sih Deket Deket sama si anak sial itu hah ? Kenapa sikap nya beda banget kalo sma aku ? " Ucap Yuna kesal melihat keakraban Zara dan mertuanya
" Udalah sayabg mama hanya butuh waktu untuk menerima kamu " ucap Alex
" Zara sayang lebih baik kamu jangan berdiri disitu keluarga kamu kan disini " ucap Yuni
" Cih keluarga " ucap mama Alex
" Aduh besan Zara itu bukan bagian keluarga kalian jadi maaf yah ,Zara ayo kesini jangan buat malu acara anak saya , kamu sengaja tidak mau gabung karna kamu iri sama anak saya kan ? Sementara kamu hanya pembantu di rumah keluarga Wijaya kan ? Kamu iri sama nasib baik anak saya kan ? Kamu itu memang anak pembawaan sial makanya hidup kamu sial terus " ucap Yuni terbawa emosi
Hingga semua orang yang berada di acara itu ricuh menggosipkan Zara
"Mohon untuk tenang semuanya ..." Ucap pemavwa acara
" Zara kamu kerja di keluarga Wijaya ? Babu ? Simpanan om om ? Apa itu maksudnya Zara ? " Bingung mama Alex
__ADS_1
" Kenapa ? Besan kaget ? Cih bagusan anak saya dimana mana , model terkenal kebanggaan keluarga , cantik dan bukan simpanan om om . " Ucap Yuni
" Wah mama tiriku yang baik hati memang nya kenapa kalo aku babu ? " Ucap Zara menantang dan menghampiri Yuni
" Tuh kan lihat dia sendiri mengaku sebagai babu dan simpanan om om alias punya sugar Dady makanya pakaiannya terlihat wah itu dari hasil mengangkang nya dia " ucap Yuni
Plakkkkk
1 Tamparan dilayangkan oleh zara disaksikan oleh semua orang
" Kau ??? Kurang ajar sialan kau hah " ucap Yuni marah hingga mau menampar Balik tapi di tahan oleh Zara
" Harusnya kau tanya kenapa aku menamparmu mama tiriku yang sangat aku sayangi ? Dan ini tangan kotormu itu tidak pantas menyentuh kulitku ( melepaskan tangan Yuni ) saya menampar anda karna mulut anda memang kotor siapa tau dengan tamparan saya mulut anda bisa berubah " ucap Zara dengan tenang
Keluarga Andi menahan amarah hingga puncak nya
" Zara" bentak Andi
" Jangan membentaknya !!! Tuan Andi yang terhormat !! " Ucap papa zein
" Tu..tuann.. ke..kenapa kau membela nya ? " Ucap Andi sedikit gugup
Mereka yang hadir salah fokus dengan baju yang di kenakan oleh Zara , Wijaya , dan Lina mereka bertanya tanya kenapa baju mereka bisa couple dengan serasi
" Memang nya kenapa ? " Ucap Wijaya dengan tenang
" Tuan maaf ini urusan keluarga saya dan tuan sebaiknya jangan ikut campur " ucap Andi sopan
Wijaya hanya berdecih dan diam karna sang putri mengkode agar Wijaya jangan berbicara lagi
" Tuan Andi Wijaya apa kau marah ketika aku menampar istrimu tersayang hah ? Tapi kau hanya bisa berdiam saja ketika aku disiksa olehnya ? Cih menjijikan " Ucap Zara
Deg..ada rasa nyilu dihati andi ketika mendengar ucapan Zara karna memang benar Andi hanya acuh jika Zara disiksa oleh ibu tiri dan saudara tirinya padahal Zara sudah meminta tolong dan jelas jelas disiksa didepan matanya tapi Andi hanya bisa berdiam diri tanpa emmbela atau menolong Zara
Tes...tes... Air mata Zara lurus tak terbendung tapi jiwa amarah Zara segera bangkit ia tidak Sudi menangisi atas nasib buruknya
" Zara kenapa hah ? Kenapa kau iri denganku ? Padahal aku saudaramu " ucap Yuna menangis menggoyangkan bahu zara tapi di tepis oleh Zara
" Sudah berapa kali saya bilang nona muda Andi ? Saya tidak suka di sentuh oleh barang murahan " ucap Zara sambil menepis tangan yuna sedikit kencang hingga Yuna terhuyung ke belakang namun Yuna segera di tahan oleh alex
" Yuna "ucap Andi khawatir dan Yuni khawatir
" Waaawww sweett sekali kalian sangat mengkhawatirkannya " ucap Zara meremehkan
" Zara kau memang anak sialan kau pembawa sial dan kau tidak tau di untung kau tidak tau adab mulai detik ini saya putuskan hubungan antara ayah dengan anak didepan semuanya tidak ada hubungan darah lagi diantara kita tapi jangan khawatir saya akan datang untuk menjadi wali diacara niakhanmu bersama simpanan mu anggap lah itu terkahir kalo aku menemui mu " ucap Andi dengan lantang
DEG hati Zara saymbgat teriris meskipun sudah Andi ucapkan diwaktu lalu tapi kali ini hati Zara benar benar hancur
" Tuan Andi yang terhormat saya sudah tau dan jangan diulangi karna saya masih ingat waktu lalu ketika Anda memutuskan hubungan dengan saya saat itu pula saya sudah tidak menganggap anda ,saya sering mengunjungi kediaman anda UPS ralat rumah mendiang ibuku dan saya pastikan semuanya akan saya ambil alih " ucap Zara dengan tenang
" Apa?? " Ucap Yuni dan Yuna kaget serta kesal
" Kau tidak berhak atas harta itu karna sepenuhnya itu hak suami saya " ucap Yuni tidak terima
" Terserah " ucap Zara langsung menjauh dan berlalu dari area itu
Zara menangis di toilet menumpahkan rasa sedih nya
__ADS_1
Tok...tok... " Sayang buka pintunya , keluarlah aku ingin menunjukan sesuatu " ucap Zein
Krekk... pintu pun terbuka menampilkan sosok Zara yang lemah