Si Bucin

Si Bucin
mandi bareng


__ADS_3

Pagi menjelang sekitar pukul 5 Zara segera bangkit dari tidur nya rasanya seperti mimpi dia bisa tidur dengan nyenyak biasanya dia di bangunkan oleh alarm berjalan seperti teriakan teriakan yang membuat zara bikin badmood di pagi hari , Zara segera membersihkan badannya serta ia akan membuatkann sarapan untuk keluarga Wijaya .


Zara segera menuju dapur dan menyiapkan sarapan untuk keluarga Wijaya , seperti baisa dilagi hari keluarga Wijaya tidak ada yang memakan nasi maka para pelayan serta Zara hanya membuat sandwich dan susu


" Nona mau apa ? Biar bibi siapkan " ucap pelayan


" Tidak bi , aku mau bantu menyiapkan nya sini Bu biar aku saja " ucap Zara


" Jangan nona " jawab pelayan


" Tidak apa bi , biar aku yang teruskan bibi tolong kerjakan yang lain saja "


" Tapi nona kalau nyonya dan tuan marah gimana " ucap pelayan dengan takut


" Tidak akan bi , percaya sama aku , biasanya keluarga ini sarapannya apa bi? " Ucap Zara


"Biasanya kalau pagi hanya dengan sandwich dan susu saja nona , mereka tidak memakan nasi di pagi hari " ucap pelayan


" Apa harus sandwich setiap pagi? " Tanya Zara


" Tidak juga nona , yang penting tidak nasi , roti bakar atau bahkan hanya dengan roti atau selai saja " jawab pelayan


" Baiklah bi biarkan aku yang membuat sandwich spesial untuk sarapan nya , bibi kerjakan yang lain saja " ucap Zara


" baiklah nona " ucap pelayan hendak pergi


" Tunggu bi " ucap Zara dengan cepat


" Iya nona ada yang bisa bibi bantu? " Ucap pelayan


" Apa bibi sudah sarapan? " Ucap Zara


" Sudah nona " ucap pelayan dengan senyum


" yasudah silahkan dilanjut bi " ucap Zara


" Iya nona terimakasih " ucap pelayan dan berlalu pergi


Setelah hampir selesai Zara di kejutkan oleh mama zein


" Pagi sayang " ucap mama Zein


"Pagi juga mah," ucap zara


" Lagi bikin apa sayang " ucap mama Zein


" Bikin sarapan mah , maaf kalau sarapan buatan Zara tidak sesuai di lidah mamah " ucap Zara


" Sudah pasti enak dong sayang , tapi harusnya jangan repot repot kan ada pembantu disini , oh ya gimana tidur nya nyenyak ? " Ucap mama Zein


" Gak papa mah biar Zara aja , iya mah nyenyak " ucap Zara dengan senyum bahagia


" Syukurlah semoga kamu betah ya sayang , sini biar mama bantu " ucap mama Zein


" Gak usah mah sebentar lagi udah kelar ko tinggal di siapin aja ke meja " ucap Zara


" Owh yasudah ini biar mama aja kamu tolong bangunin Zein aja ya di kamar tamu " ucap mama Zein


" I..iya mah kalo gitu aku bangunin Zein dulu ya " pamit Zara


" Iya sayang " ucap mama


Sesampainya dikamar tamu Zara mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam zara pun terpaksa masuk ke kamar untung nya kamar tamu tidak di kunci oleh Zein , dengan langkah pelan Zara masuk dan disuguhkan pemandangan yang membuat hati Zara terpesona


Tuk...tuk...tuk....


" Zein...cepet bangun" ucap Zara berkali kali


" Ni anak kenapa ga nyaut sih apa gue masuk aja kali ya , tapi gimana kalo dia lagi mandi trus gue lancang masuk ke dalem , ya ampun bingung banget sih " bimbang Zara

__ADS_1


" Bodo amat masuk aja deh " yakin Zara lalu membuka pintu


Krekk..


" Ya ampun, ciptaanmu indah sekali ya Allah hishh ngapain sih gue bilang gt " ucap Zara dalam hati


" Zeinn bangun" ucap Zara sambil menarik selimut Zein


" Bentar lagi mah " ucap Zein


" Apa ? Jadi dia menganggap kalo gue ini nyokap nya? " Ucap Zara dalam hati


" Hmm seru nih " ucap Zara dengan senyum devil


" Zein.... Bangunnn.. hey anak nakallll" teriak zara dengan asal menirukan gaya mama Zein


" Iya mah " ucap Zein dengan kaget dan langsung bangun


" Hahaha...haha.."


Zara tertawa lepas karna tingkah Zein , Zein yang menyadari kalo itu bukan mama nya langsung memasang wajah kesal dan dan menatap tajam Zara , Zara hendak berlari tetapi Zein langsung menahannya


" Hmmm mau kemana ,, kau sudah membuat pagi ku buruk dan kau harus tanggung jawab , mandikan aku cepat " ucap Zein


" Apa ??? "Ucap Zara


" Apa kau gila tuan Zein? Benar benar kau ini ya , sana mandi sendiri" tolak Zara


" Itu hukuman mu karna kau telah membuat pagiku menjadi buruk " ucap Zein


" salah sendiri tidur kaya kebo" ucap Zara tak mau disalahkan


" Apa kau bilang?? Kau menyamakan ku dengan kerbau ?? Cihhh habiskauu " ucap Zein


" Sudah sana mandi " ucap Zara mendorong Zein hingga ke kamar mandi


" Hey hey.. ga usah dorong dorong bodohh" teriak Zein hampir jatuh


Zara terpeleset hingga ke bathub yang sudah di isi air Zein yang melihat Zara terpleset tertawa puas


" Hahahaha rasain kau cerewet " ucap Zein


" Zeinnn cepat bantuinnnn ishh awas kau dasar sialan " gerutu Zara


" Hahaha.. itu karma Zara maharaniii" ucap Zein yang masih tertawa


Mendengar teriakan dan keributan yang terjadi di dalam kamar mandi tamu mamah dan papa Zein segera menghampiri mereka


" Zein kenapa ribut ribut , ini masih pagi " ucap mama Zein yang masuk ke kamar


Zein pun menoleh dan menjawab


" Mah pah hahhaa.. " ucap Zein yang masih tertawa


" Kenapa tertawa ? " Tanya papa Zein dengan heran


" Mana menantu mama Zein , mm.. maksud mama mana putri mama " ucap mama Zein


" Cihh" kesal Zein


Mamah.... Papah.... Teriak dari dalem kamar mandi


" Loh , Zein kamu apakan Zara " ucap papa Zein


" Zara sayang kamu kenapa? Ya ampun apa kalian mandi bareng, kamu kan udah mandi Zara ? " Tanya mama Zein yang melihat Zara masih di dalam bathup


"Nggakkkkk" ucap barengan


" Zara terpeleset mah, hahahaa" ucap Zein sambil bantuin Zara bangun dari bathup

__ADS_1


" Ya ampun sayang kirain mandi bareng " ucap mama Zein


"Kamu ga papa kan Zara ? " Ucap papa


" nggak mah " ucap Zara


Zein menjelaskan apa yang terjadi Zara pun takut Zein keceplosan kalo tadi sempat menirukan gaya mama Zein dengan segera zarapun membekap mulut zein lalu Zara memberikan alesan agar Zein segera mandi dan Zara langsung menutup pintu kamar mandi zein


" Hahaha,,, mah dia itu karma karna tadi dorong dorong Zein terus Zara juga ni..mm.." ucap Zein terpotong


" Mahh,, pahh ini udah telat hari ini Zein ada rapat katanya , zeinn ayoo mandii " ucap Zara menggiring Zein


" Kalian ini ada ada saja , yasudah lah ayo kita pergi , Zara cepat ganti baju tadi mamah udah telpon sandi buat bawain baju ganti kamu " ucap mama Zein


" Iya mah makasih " ucap Zara


Sepeninggal kedua orang tua Zein muka Zara masih tertekuk kesal karna Zein hampir membongkar aib nya


" Awassss kau zeinnn dasar boss sialan " teriak Zein di depan pintu kamar mandi


" Kau teriak apa bodoh aku tidak dengar hahaaha " teriak Zein dari dalam


Setelah bersiap Zein dan Zara berpapasan saat akan menuju ruang makan mata Zara terus menatap tajam Zein dan Zein hanya menertawakan Zara , hal itu menjadi tontonan kedua orang tua Zein


" Pah kayanya pagi ini Zein sangat senang " ucap mama dengan senyumnya


" Iya mah , papa jadi kangen suasana rame seperti ini saat masih ada kalanya Zein " ucap papa Zein


" Iya mama jadi rindu gimana kabar nya ya pah dari kemaren kakanya Zein belum menelpon kita " ucap mama Zein


" Pagi mah pah " sapa Zein sambil duduk


" Siang Zein " kekeh mama dan papa Zein


" Hpfttt" Zara menahan tawa


Zein menatap tajam Zara dan Zara mengalihkan pandangan ke arah lain


" Sarapan lah zein ayo zara" ucap papa Zein


" Iya pah " ucap Zein dan Zara lalu memakan sandwich nya


" mah ini sandwich nya aga beda yah mah " ucap Zein


" Beda gimana sayang? " Tanya mama Zein


" Entahlah mah rasanya beda dari biasanya " ucap Zein


" Lebih enak mana ? " Tanya papa Zein


" Ini mah ,, pasti resep baru ya mah ya " ucap Zein


"Hahaha ,, Zein ini sandwich spesial bikinan Zara " ucap papa Zein dan tertawa


" Apa ?" Zein kaget


" Kenapa Zein ? Enak bukan ? " Ucap mama Zein


" Engga mah biasa aja " gengsi Zein


Zara yang mendengar respon dari Zein terlihat kesal dan merutuki perilaku Zein sementara kedua orang tua Zein hanya menggelengkan kepalanya karna tingkah Zein . Setelah pernyataan tadi , Zein enggan berbicara entah karna malu atau apa tapi Zein buru buru untuk berangkat ke kantor dan mengajak Zara


" Mah pah aku duluan berangkat ya , cepet kau " ucap Zein


" Ati ati ya Zein kalian jangan berantem terus tar jauh jauhan malah kangenn" ledek mama Zein sambil mencium anaknya dan calon mantu (eaaaaa...calon mantu cenah😁)


" Zara kalau Zein membuatmu kesal sepanjang hari jangan canggung pukul saja dia , hahaa " ucap papa Zein


" Iya pah " ucap Zara

__ADS_1


Zein memandang Zara dengan tatapan kesal dan segera keluar


" Mah pah aku berangkat makasih ya,, " ucap Zara menyalami kedua orang tua Zein dan pergi menyusul Zein


__ADS_2