Si Bucin

Si Bucin
klien gatal


__ADS_3

Setelah acara makan malam yang gagal Yuna dan ayah tirinya memutuskan untuk pergi ke perusahaan Alex dan meminta maaf .


" Tuan , ada tuan Andi beserta anaknya ingin bertemu anda " ucap sandi formal


Zein tidak langsung menjawab ucapan sandi ia hanya melirik ke arah Zara sebagai persetujuan Zara yang mengerti langsung menganggukan kepalanya tanda kalo ia setuju


" Izinkan dia masuk " ucap Zein pada sandi


"Baik tuan " ucap sandi menunduk dan pergi


Yuna serta ayahnya langsung masuk dengan senang , Yuna melirik Zara sekilas dengan sinis tapi Zara hanya menggeleng .


" Silahkan duduk " ucap Zein datar


"Terimakasih tuan "ucap Yuna dengan gaya centilnya dengan sedikit paha terbuka yang sengaja di pamerkan . Zara melotot melihat perlakuan Yuna dengan segera ia ke pentry untuk membuatkan kopi dan hidangan .


" Bagus deh dia pergi bikin gue kesel aja " ucap Yuna dalam hati saat melihat Zara keluar


" Terimakasih tuan Zein, kedatangan saaya kesini hanya ingin meminta maaf atas peristiwa semalem di rumah kami " ucap andi


" Iya tuan dan saya kesini kebetulan di tawarkan oleh perusahaan mama anda untuk menjadi model nya di acara pashion show nanti, dan saya ingin mengucapkan terima kasih " ucap Yuna


" Iya tuan saya juga memastikan kerja sama dengan perusahaan tuan " ucap Andi


" Baik, tapi saya sudah mengingatkan semalam saya tetap akan menjalin kerja sama dengan perusahaan anda "ucap Zein datar


" Iyah tuan terimakasih , oh ya saya langsung pulang saja , Yuna papa pulang duluan " ucap Andi


" Iyah pah" ucap Yuna senang


Zein tidak habis pikir kenapa yuna tidak ikut perggi dan Zein sangat kesal karna Zara tidak kunjung datang ,


" Tuan Zein saya.." ucap Yuna sambil mendekatkan posisi nya ke arah Zein hingga bagian dada Yuna sedikit terbuka dan paha nya semakin terbuka


Zein semakin geram melihatnya


" Nona , anda salah alamat sebaiknya anda cepet keluar dan untuk mengucapakan kata terimakasihnya harusnya bukan ke saya karna says tidak mengurusi butik yang di kelola oleh mama saya " ucap Zein


Yuna sedikit kesal karna perlakuan Zein, untung saja Yuna langsung segera datang dengan membawa 3 kopi karnazara belum tahu jika ayahnya sudah pergi duluan . Tiba tiba ...


"Brukkk...upss soryy " ucap Zara


"Aw... Panasss.. panas" teriak yuna

__ADS_1


Ya Zara sengaja melakukan aksi itu supaya Yuna tidak semakin menjadi, Zara menumpahkan kopi ke arah paha Yuna yang terbuka sedangkan Zein hanya tersenyum melihat aksi konyol Zara dan ia juga senang .


" Zara sialan " ucap Yuna


" Nona Yuna maaf saya tidak sengaja lagi pula anda itu slaah alamat kalo mau jual diri " ucap Zara tersenyum devil


" Tuan Zein , anda lihat bukan , bahwa karyawan anda ini sangat ceroboh dan tidak pantas bekerja dengan tuan " ucap Yuna mengadu pada Zein


" Dia tidak sengaja nona tolong di maklum " ucap Zein datar


" Tapi zeinn..."


" Cepat pergi " ucap Zein mengusir Yuna


Dengan segera Yuna mengambil tas dan berdiri menghadap Zara


" kau akan terima balasan nya , apa yang akan kulakukan dengan pembantumu sialan mu"


" Jangan sekali kali menyakiti mbok sin " ucap Zara cepat


" Cih , liat saja nanti " ucap Yuna pergi


" Yuna... " Ucap Zara emosi dan ingin mengejar Yuna tapi di tahan oleh Zein .


" Sudahlah ga akan terjadi apa apa ko , kamu tenang ya" Zein sambil mendudukkan Zara


" Syut.. Zara dengar , aku yang sudah mengerahkan anak buahku untuk menjaga mbok sin , kamu tenang ya " ucap Zein memeluk Zara


Mendengar ucapan Zein Zara langsung melepaskan pelukan nya


" Zein apa itu benar ?" Ucap Zara


" Iya " ucap Zein senyum


" Zein makasih, tapi kenapa kau baik sekali ? " Ucap Zara


" Karna aku,...." Ucap Zein tergantung


" Kenapa ? Apa kau mencintaiku " ucap Zara polos


" Jika aku mencintaimu apa aku salah ? " Tanya Zein


" Zein tapi ini terlalu cepat , aku .. aku.. " ucap Zara menunduk menangis

__ADS_1


" Sudahlah , aku memang mencintaimu terlalu cepat tapi aku sadar mungkin kamu belum siap untuk menerimaku " ucap Zein mengusap rambut Zara


Krekk.... Pintu ruangan terbuka


" Upss.. sory , silahkan dilanjut " ucap sandi menutup matanya dan kembali menutup pintu


" Aku akan kembali kerja " ucap Zein datar


" Zein.." ucap Zara tapi Zein tidak menggubris nya


Ada perasaan sesak saat Zein mengacuhkan nya entah apa Zara memang sudah mencintai Zein atau kan hanya saja sebuah kebiasaan berada di dekat Zein . Zara pun melanjutkan aktivitas nya .


" Zein kau mau makan ? " Ucap Zara


" Tidak " ucap Zein tanpa melirik Zara


Deg.. Zara merasakan sesaknya kembali , saat Zein mengacuhkan tanpa menatap nya lagi seketika air mata Zara keluar, Zarapun kembali lagi dengan aktivitasnya


Hari semakin sore membuat 2 insan yang sedang bekerja semakin kelelahan Zein segera mengajak Zara pulang , selama kejadian tadi , Zein mendiamkan Zara sehingga di mobil pun sama sama dalam mode diam


" Ayo " ucap Zein datar dan keluar


" Zein.." ucap Zara dengan pasrah dan mengikuti Zein


Sesampainya di apartemen, Zara dan Zein tak saling sapa , mereka langsung masuk kedalam kamar masing masing , hingga acara makan malam pun tiba Zara sedang menyiapkan makanan nya dan menunggu Zein keluar kamar namun tak kunjung keluar , Zara yang khawatir dengan keadaan Zein pasalnya dari pagi hingga malam Zein belum memakan apapun .


Kring....hp Zara berbunyi dan segera mengangkat nya


" Halo Yanti " ucap Zara lirih dan mengeluarkan air mata


" Zara kenapa ? " Ucap Yanti di telpon dengan nada khawatir


" Yanti.. aku..aku..huhuhu...." Zara tak meneruskan ucapannya nya tapi malah menangis , Yanti yang khawatir segera mengajak ketemuan di cafe biasa yang memang buka selama 24 jam .


####


" Tuan Reno aku mau izin ketemuan sama Zara , tolong izinkan aku tuan " ucap Yanti


" Yaudah tapi jangan lama " ketus Reno


" Makasih tuan , saya akan secepatnya kembali " ucap Yanti senang dan langsung pergi ...


" Heyyyy dasar gadis nakal, kenapa dia tidak pamit cium ke gitu Salim ke gitu " gerutu Reno

__ADS_1


( Ciahhhh emang kalian jadian ya bangren? Sadar diri dong bangrenn nyatakan dulu baru bucinnn πŸ˜πŸ˜‚ )


( Suka sukalah Thor )


__ADS_2