
"Sudahlah sayang , cepat masaknya aku sudah laper" ucap Zein sambil mengecup singkat bibir Zara
" Baik lah Zein.." ucap Zara terpotong
" No...." Ucap cepat " you call me sayang , ayang , beb orrrr darling " ucap Zein dengan mengedipkan mata kanan genit
" Ishh Zein kau membuatku malu " ucap Zara
" Tunggulah sebentar aku selesaikan masaknya " ucap Zara sambil melanjutkan masak
Setelah Zara selesai memasak lalu mereka sarapan diiringi pagi yang indahhh mereka sarapan dengan cara romantis mereka , lalu mereka bersiap untuk ke kantor .
" Sayang " ucap Zein teriakku dari kamar mandi
" Apa Zein,aku mendengar nya semua sudah ku siapkan " ucap Zara sambil merapihkan tempat tidur Zein " untung aku disini ngapain sih teriak teriak , kalo aku di luar kamar nya mungkin sampe suara Zein putus juga ga bakal aku denger orang dia di kamar mandi " gerutu Zara
Klekkk... Suara pintu kamar mandi terbuka ,Zein keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan baju menampilkan tubuh dengan roti sobek nya membuat Zara terpana mereka bertatap Zein pun mendekat ke arah Zara dan mengecup singkat bibir mungil Zara
Cupp...cup...
" Zein ishh nakall..." Ucap Zara merona
" Tapi suka kan " goda Zein senyum senang
" Cepetan dong Zein ini udah telat ke kantor, hari ini kamu ke kantor papa juga kan ? " Tanya Zara
" Iya sekalian kita lunch bareng mama disana " ucap Zein
" Zein apa mama bakal merestui kita ? " Ucap Zara hati hati
" Kamu ngomong apa sih sayang , ya sudah jelas jawabannya sangat ...sangat... Setuju , dan untuk masalah keluargamu nanti aku akan meminta izin ke papamu biar nanti dia hadir " ucap Zein
" Zein sebaiknya nanti di bahas saat ada mama aja deh " ucap Zara
" Baiklah , ayo sayang" ucap Zein menggandeng tangan Zara
Sesampainya di lobby kantor tangan Zein tidak bisa melepas genggaman nya dari sampai karyawan memandang kaget dan langsung menundukkan pandangan nya
" Astaga.. tuan tampan udah jadian ya sama si Zara "
" Patah hati sekantor ini mah euyy "
" Haduh serasi banget lagi "
" Duhh ko gue yang baper sihh "
__ADS_1
" Ternyata si bos posesif juga yaa..." Ya seperti itulah bisik bisik dari karyawan nya membuat Zara jadi malu bak kepiting rebus
" Zein lepasin " bisik Zara"
" No sayang genggaman ini harus di lakukan biar semua orang tau aku milikmu dan kamu miliku " ucap Zein
" Bosss,,,ya ampunn bos PJ nya mana nih " ucap reno
" Ren kayanya si bos udah punya pawang " ucap sandi tertawa
" Sandi , Reno kalian ga kerja ? " Ucap Zara membuat Reno dan sandi bertatapan lalu membungkuk an badan dan Zara membuat sedikit tak enak hati pada kawan nya Zein sedangkan Zein hanya menatap nya datar dan menyimak obrolan
" Baik nona kami undur diri" ucap sandi dan Reno barengan sedikit menunduk
" Ish kalian ngapain kaya gitu ih aku kan cuma nanya " kesal Zara
" Sudahlah sayang duo kampret ini ga usah di ladeni ayo masuk dan bekerja " ucap Zein merangkul Zara
" Dasar bos bucin " gerutu Reno
" Ren setelah ini bau bau ada rencana dan pekerjaan berat buat kita " ucap sandi dan tertawa
" Ha..ha..ha... Itu sih elu " ucap reno mengejek dan berlalu pergi
" Cih punya temen gada yang bener " gerutu sandi dan kembali keruangan nya
" Pah,mah , aku pamit ya maaf tidak bisa ikut acara makan siang kalian " ucap reno
" Loh kenapa sayang, mama udah masak banyak hari ini kamu ikut ya ? " Ucap mama Zein
" Sandi ada janjian mah " sahut Zein asal
" Oh ya ? Sandi kamu punya pacar juga ? Kenalin sama papa " ucap papa Zein
" Oh.. e engga mah pah si Zein nih ngasal ,sandi cuma lagi ada kerjaan lain" ucap sandi sambil melirik sinis ke arah Zein
" Zein sandi Reno gimana kabar nya ? " Ucap mama Zein
" Si kampret mah udah balik kerja mah tenang aja " ucap Zein
" Iya mah si kampret udah kaya biasa lagi , udah ah mah pah aku pamit ya jangan lupa telpon aja kalo butuh apa apa bye mah pah , bye Zara " pamit sandi
"Gosah pamit Ama cewe gue, sana cabut pergi Sono lu yang jauhh bosen gue liat lu " ucap Zein sinis
" Cihh, pelit" ucap sandi sambil pergi
__ADS_1
" Kalian ini ga malu diliat mantu papa kaya bocil aja " ucap papa Zein
" Udah ah ayo makan mama udah laper lagian mama udah cape cape masak nih khusus buat putri mama yang cantik " ucap mama Zara sambil memeluk Zara
" Yaudah yu makan " ucap papa Zein
Mereka memulai makan sambil membuka obrolan yang serius
" Oh ya mah pah aku mau pernikahanku di percepat seminggu lagi " ucap Zein
" Woww sayang sangat setuju , mama sangat tidak sabar mempunyai menantu yang sempurna " ucap mama Zara
" Tapi mah aku masih mencemaskan keluargaku " ucap Zara
" Tidak perlu cemas sayang , kami sudah mengatur nya " ucap mama Zein
" Iya Zara , tapi maaf papa hanya mengundang ayahmu tidak dengan keluarga tirimu " lirih papa Zein
" Iyah pah aku masih ingin menyembunyikan identitas keluarga Zein karna aku takut jika mereka tau maka mereka akan memanfaatkan papa mama dan Zein " ucap Zara berkaca kaca
" Hey sayang sudahlah jangan menangis kamu lagi makan " ucap Zein
" Bukan seperti itu Zara , maksud papa , papa hanya ingin mengundang ayahmu hanya sebagai saksi karna mama dan papa akan memberi pelajaran karna mereka sudah memberikan luka di hatimu " ucap papa Zein
" Kalian sudah makan nya ? Ayo lanjutkan bahasannya di ruangan lain " ucap mama Zein
Ruangan kerja papa Zein memang di design khusus seperti apartemen bukan cuma kamar tidur bahkan ruang tv serta dapur juga ada , mereka melanjutkan pembahasan nya di ruang tv yang memang cukup luas di fasilitasi sofa , dan pemandangan ibu kota karna dinding yang menghalangi balkon di design dengan kaca tebal sehingga dari arah ruang tv bisa sekaligus melihat pemandangan ibukota di siang hari
" Mah pah makasih sudah menerima Zara dengan ikhlas dan tulus , Zara sangat bahagia " ucap Zara memeluk mama Zein
" Iya sayang mama akan melakukan yang terbaik untuk kalian , jangan khawatirkan apapun , karna mama papa sudah bertindak selangkah lebih maju dari kalian " ucap mama Zein sambil membalas pelukan Zara
" Maksudnya mah pah? " Ucap Zara melepas pelukannya
" Gini zar , papa dan mama sudah memberitahukan keluargamu buat Dateng ke acara resepsi tapi yang di undang hanya ayahmu dan itu tidak membuat keluarga mu keberatan , katanya bahkan jika di undang pun ibu tiri dan sodara tirimu tidak akan datang karna itu membuang buang waktu " ucap papa Zein
" Memangnya papa sudah ke rumah ayah ? " Ucap Zara
" Asisten papa kemaren pergi kesana karna maaf mama dan papa belum bisa kesana sebelum kami memberi para ****** itu balasan yang sepadan " ucap mama Zein dengan sorot mata yang memancarkan kemarahan
" Mah pah, makasih sudah peduli sama Zara " ucap Zara nangis
" Hey sayang jangan menangis , kita pasti peduli sama kamu " ucap Zein memeluk Zara
" Iya Zara kita keluarga papa janji akan membuat mereka jera , dan papa minta maaf papa juga akan memberikan ayahmu pelajaran " ucap papa Zein
__ADS_1
" Tidak masalah pah mah , karna ayahku sudah membuang ku bahkan ayah sedari dulu tidak pernah peduli kepadaku " ucap Zara menangis sesegukan di pelukan Zein menumpahkan rasa sakit yang selama ini Zara pendam sendirian
Mereka melihat Zara terpuruk dan menumpahkan kesedihan nya membuat mereka semakin iba dan membuat semakin emosi dan ingin segera memberikan pelajaran kepada keluarga Zara.