Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Pertengkaran


__ADS_3

Siang hari di ruangan prievateroom yaitu ruangan khusus untuk ank2 berprestasi dan bla bla seperti penjelasan sebelumnya. Anie sedang mengerjakan tugas esain akhirnya sebelum dikumpulkan ke Dosen dan di daftarkan ke kompetisi internasional, dengan suasana hati yang sumringah karna harinya kini telah dihiasi dengan perlakuan romantiss suaminya itu yang tak pernah ia bisa menyangka kalau cristian memiliki sisi yang sangat romantis dan manja pada anie, sehingga kadang kewalahan untuk mengatasi sifat tak terduga suaminya itu.


“sukses!!!” suara yang mengejutkan dari arah belakang senghingga membuat anie menoleh kaget, dan ternyata itu tania.


“ih... loe tuh ya, suka banget deh muncul tiba-tiba... kayak jelangkung tau gak...” ketus anie sambil membenarkan duduknya dan tanpa basa-basi tania duduk disamping anie dan langsung mengerjakan tugasnya yang menumpuk, anie hanya memperhatikan itu.


“pertanyaan gue belum dijawab tuh... udah beberapa hari gk ketemu, seharusnya udah sukses.” Tanyanya tanpa menoleh dan dengan masih sibuk fokus dengan leptopnya.


“loe lagi ngerjain apa sih?... sini gue bantu sapa tau bisa...” tawar anie yang seketika membuat tania menoleh kearah anie dengan wajah seriusnya sehingga membuat tania sedikit memundurkan wajahnya karna tania menoleh dengan posisi wajah yang dekat dengannya.


“denger ya,gue tau loe bisa dalamsegala bidang. Tapi gue mau ini usaha dari gue sendiri, jadi trimakasih atas tawarannya... lagian kita beda jurusan dan gue yakin loe gk bakalan paham secepat itu.” senyumnya singkat dan langsung beralih posisi semula, anie hanya melotot tidak percaya dengan kata-kata tania seakan dia diremehkan secara mentah-mentah. Anie tidak mempermasalahkan itu karna tania udah pernah menolongnya.


“yaudah terserah loe nerima gaknya, lagian gue Cuma mau nawarin diri aja” ketusnya dan mengalihkan diri untuk mengambil handphone yang ada disakunya yang tiba-tiba berdering dan ketika melihat layar hendphone itu dia kembali tersenyum ketika sebuah pesan masuk untuk memberitahunya untuk segera datang kelokasi yang di perintahkannya. Tanpa basa-basi dan senyum sumringah aniepun segera beranjak dan meninggalkan tania yang masih tetap fokus dengan kerjaannya dan ani juga nyelonong pergi tampa pamit.




Di Perusahaan Viktor yang bergerak dibidang financial yang cukup terkenal di jakarta adalah anak dari perusahaan Prakoso, dan dipimpin oleh Cristian Ferdian Prakoso. Ya kini cristian sedang sibuk dengan pekerjaan kantor yang menumpuk karna kemaren-kemaren diabaikan karna masalah dengan istrinya, namun kini dia ingin sekali cepat-cepat membereskan berkas itu agar ia cepat pulang dan merencanakan hari bahagianya yang sempat tertunda dengan wanitanya itu.




Cristian sangat gelisah dan gusar, bukan hanya karna urusah kerjaan yang menumpuk namun juga karena sesuatu yang benar-benar membuatnya geram yaitu kabar istrinya yang tak jua memberi kabar dan membalas pesan maupun telfonya sedari tadi.


“heh,loe kenapa bos?” tegur Agus (agus adalah Manager di perusahaan yang dipimpin oleh cristian, dan dia juga teman cristian sedari kuliah) yang tiba-tiba masuk keruangan CEO tanpa mengetok pintu, membuat cristian kaget dan mendongak kearah agus dengan tatapan kesal


“loe bisa gak kalo masuk tuh ketok pintu dulu, ini ruangan Boss, and I’am Boss” dengan tangan yang dilipat di dada.


“oke gue ulang lagi” kembali keluar pintu dan mengetok pintu dan setelah cristian menyilahkan, aguspun masuk


“Boss, jamistirahat udah mau habis, loe gak mau makan...tugasnya bisa di tinggal sebentarkan? Lagian loekan Boss!!!” tekan kata terakhir itu membuat cristian tertawa kecil dengan tingkat sahabatnya itu yang masih dengan gaya sopan dan berdiri di depannya tanpa dipersilahkan duduk. Namun setelah cristian tertawa seakan itu kode untuk agus agar bersifat biasa selayaknya seorang teman, iapun langsung duduk dengan kondisi santai.


“makan yuk, laper nih”


“makan sendiri aja sana,gue masih sibuk nie. Lagian gk ada temen lagi loe disini selain gue. Bosen kali keluar berdua ama loe terus, tar dikira gue gay” ketus cristian sambil terus mengerjakan tugas kantornya yang tak memperdulikan agus yang tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


“aelah cris, kayak loe punya yang laen aja selain gue...” godanya manja jijik gimana gitu ^o^... cristian hanya melirik, dia gak tau aja kalo cristian udah menikah. Ya sampai saat ini meski pernikahan mereka sudah mau jalan 1 tahun namun tidak ada yang tau kalo mereka sudah menikah, hanya keluarga terdekat yang tau.


“lagian gue liat, loe gak hanya tertekan gara-gara dokumen itu, tapi kayak ada sesuatu yang dipikirin loe yang membuat loe gusar... kenapa sih? Ada masalah, cerita donk...tapi kalo masalah kantor jangan cerita ke gue ya... urusan berkas gue juga masih numpuk” tegur agus dan tenyata itu benar, cristian gak nya memikirkan urusan kantor namun ada hal lain yang membuatnya kepikiran.


“iyanih,gue lagi nunggu kabar... sejak gue sampai kantor, dia gak da kabar sama sekali. Buat gue kawatir aja” jelasnya sambil memeriksa handphone yang membuat agus ternganga karna selama agus bersama dengan cristia, temannya yang satu ini belum pernah membahas soal wanita dengannya, barusekarang ini.


“sebentar...loe udah pusa wanita? Apa jangan2 loe udah pacaran???” tanyanya dengan tidak percaya. Dan cristian hanya mengangguki,biarlah dia tau sejauh ini dulu batinnya tanpa melihat agus yang tak percaya.




Disebuah Kaffe faforit langganan anie sewaktu ia Sma dan sampai saat ini,wanita itu duduk sembari bercanda gurau dengan laki-laki yang telah lama ia takjumpai karena jarak yang memisahkan.


“kakak kapan kesini lagi? Kangen tau benca kayak gini..” cemberutnya sambil sesekali meminum capucino es nya.


“ya gimana lagi... kerjaan kakak dibandung, lagian kakak kesini mau kemana? Kamu aja udah diboyong ama orang” jawabnya sambil disambut tawa kecil oleh anie


“ih... masak iya langsug ilang gitu aja, main kek kerumah... kakak belumpernah main kerumah anie loh, pindahan syukuran juga kakak gak dateng... okelah masalah kerjaan emang gak bisa di tinggal, tapi kakak jahat ih gak pernah nengok adek kerumah,apa yang terjadi ama adeknya disana” cemberutnya sambil buang muka yang membuat rudi gemas dengan tingkah adik satu-satunya itu dan mencubit pipi mulusnya itu seakan meminta maaf


“namanya cristian kak...” belum sempat anie melanjutkan kata-kanya ia langsung menepuk jidak seakan tersadar sesuatu “yaampun adek lupa..” dengan wajah cemasnya membuat rudi bertanya-tanya apa yang terjadi


“ada apa dek?”


“anie lupa membalas pesan dari kak iyan...dia pasti cemas... soalnya anie baru buka pas sebelumanie berangkat kesini kak, anie belum ngasih kabar sama sekali ke dia... tar dia bisa marah nih” dengan wajah yang cemas anie sesegera mungkin mencari handphonnya di tas,namun sayang hendphone sedang keadaan lowbet.


“yah kak... mati...pinjem hapemu donk...cepetan” dengan cepat anie merampas hp rudy yang dijulurkan kearahnya belum sempat anie masuk kontak hp rudy langsung mengagetkan anie dengan penyataan kalau dia tidak memiliki no kontak cristian di ponselnya.


“yaampun kakak....kok bisa sih kakak gak ada nomernya...diakan adik ipar kakak, lagian sering ketemu juga kan...” kesalnya yang embuat rudi ikut kelabakan


“ya kakak ketemu dia juga karna keadaan bisnis, lagian yang telfon diakan asisten kakak,bukan kakak sendiri” pembelaan itu semakin membuat anie kesal, bisa-bisanya kakaknya tidak menyimpan nope suaminya. Dan kesalnya juga anie tidak hafal dengan nope suaminya sendiri.


“udalah...sekali doang kamu gak da kabar, lagian tar kan kamu bisa jelasin kedia, dan kakak yakin dia juga gak akan marah. Kina lama gak kayak gini, tar malemkakak harus udah balik ke bandung. Kakak masih kangen tau ama adik kakak yang cerewet dan manja ini...” tenangnya rudi untuk anie yang seakan aniepun mengalah. Merekapun kembali dengan percakapan-kecil.



__ADS_1


22.15 malam hari di minson megah berwarna putih itu sedang duduk pria berbadan tegap dengan keadaan cemas-cemas kawatir menunggu seseorang yang tak kunjung muncul dibalik pintu yang sedari tadi ia perhatikan, jam dinding yang semakin terdengar detakannya semakin membuat pria itu cemas dan sesekali ia berusaha menelfon seseorang namun selalupula yang menjawab telfonnya adalah operator.




Suara mobil memasuki minson megah itu,dan cristian yang mendengar itu langsung berdiri tegap menghadap pintu masuk dan pa beranjak dari tempat duduknya.


Anie yang berjalan masuk pintu tidak menyadari dengan sosok tubuh tegap kekar itu yang sedari tadi memperhatikannya dibalik cahaya yang redup, setelah menutup pintu dan mencoba pergi mengarah tangga 3 langkah anie dikagetkan dengan suara dehemman yang maskulin dari arah ruangan yang gelap,hanya terlihat sesosok tinggi besar berdiri menghadapnya dengan keadaan kaget yang sambilmemegang dada,anie menghela nafas dan berjalan mengarah kepada bayangan itu dan merangkul pinggul kekar sambil wajah ditempelkan ke dada sang suaminya yang berdiri tegap itu tak merespon.


“iiih kak iyan.... jangan sering-sering ngagetin aku kayak gitu ah,aku gak suka... apalagi tempat gelap kayak gini,serem tau” dengan wajah yang memelas dengan posisi masih memeluk manja, namun yang dipeluk tak merespon, sehingga membuat anie sadar kalo prianya sedang dalam suasana marah.


“kamu dari mana? Kenapa malam begini baru pulang? Kenapa sms,whatshap,dan telfonku tidak dijawab? Kamu habis ngapain? Kamu gak sedang lupa jalan pulang kan?” jawabnya kesaldengan masih tidak merespon gerakan anie yang masih bergelantungan dipinggulnya dengan erat tanpa menatapnya.



Anie yang mendengar itu langsung mendongat melihat wajah suaminya yang sedang marah... berhati-hati dengan jawaban yang akan diberikannya.


“ya maaf... tadi aku udah lihat semua mintion dari kak iyan cuman pas diakhir whatshap aq melihat kabar dari kak rudi,dia ngajak ketemuan di kafe biasa, kak iyan kan tau kalo kkak rudi jarang ada dijakarta dan aku juga jarang ketemu apalagi ngobrol lama. Jadi aku ketemu sama kak rudy dan lupa bales mintion kakak,pas ingat eh hp aku lowbet, pinjempunya kak rudi dianya gak punya nope kak iyan.” Jelas anie dengan wajah memelas merasa bersalah namun cristian masih enggan melihat ke arah anie, karna dia masih marah dan jika dia melihat wajah imut itu dia merasa akan hilang rasa marah itu.


“kak iyaaaan.... jangan marah donk.... ya,lagian akukan gak sering juga lakuin kesalahan inikan?” pembelaan anie ini membuat cristian berhasil melihat wajah gadisnya itu


“jika kesalahan pertama berhasil dilakukan,akan ada kesalahan kedua, ketiga dan seterusnya anie” dengan suara menekan sehingga membuat anie melepaskan rangkulan itu dengan wajah tak percaya karna suaminya seakan menuduhnya akan melakukan kesalahan yang sama


“kak iyan kenapa sih?... lagian aku gak lakuin dengan pria yang gak kak iyan kenal, aku ketemu dengan kakak kandungku loh... bukan pacar ataupun selingkuhanku.”tekannya membuat cristian tersadar akan amarahnya yang percuma. Berdebat dengan istrinya tidak akan membuatnya berakhir dan menang, sehingga ia memilih mengalah


“ya...bukan aku nuduh kayak gitu juga anie... hanya saja sikap kamu yang tak mmpedulikanku membuatku kesal, seakan aku dinomer duakan... kamu tidak tau sekesal dan sekawatir apa aku tanpa kabarmu sayang” kini cristian mencoba membujuk istrinya yang berbalik marah dengannya dan mencoba memeluk tubuh kecil itu namun anie melepaskan pelukan itu.


“udahlah, percuma juga ngejelasin ke kak iyan,aku capek mau tidur.” Jelas anie berlalu pergi meninggalkan cristian.





__ADS_1


__ADS_2