
Pagi hari diatas ranjang yg besar itu tidurlah seorang gadis cantik dengan pose yg anggun nan menawan, kedua mata tajam itu tak hentinya menatap tubuh mungil yg tak bergerak diatas ranjang itu
Cristian terus mengagumi tubuh itu yg masih terlelap tidur, sepoian angin menghampiri tubuh mungil itu membuat rambut hitamnya menutupi sebagian wajah mulus anie, cristian yg menyadari itu langsung menghampiri istrinya yg masih tertidur dan lgsg menyingkirkan rambut nakal itu agar pesona wajahnya tak mengganggu pandangannya.
"kak iyan ngapain disini pagi2?" anie yg sudah terbangun sedari tadi tak di duga oleh cristian
"kamu sudah bangun? Knp msh terpejam saja?" selidik cristian yg masih mengelus wajah mulus itu yg berada disampingnya dengan posisi masih tertidur
"aku tak ingin mengganggu kak iyan yg terus mengagumi wajahku ini" dengan p.d nya anie bilang begitu sambil tersenyum pada ian yg juga membalas senyum seakan ketauan gerak geriknya sedari tadi.
"kau ini dari td mlm membuatku terus gemas padamu" dan langsung tanpa permisi cristian mencium lembut bibir istrinya itu yg masih setengah sadar dari bangun paginya. Anie yg menerima serangan pagi2 masih belum sadar dan hanya diam sambil sesekali memelekkan mata tak percaya, sedangkan cristian masih saja menciumi istrinya itu dan tangannya menelusup ke balik baju piyama yg di gunakan anie.
Anie yg merasa pinggulnya dielus2 oleh tangan besar itu mulai merasakan desiran yg hebat seakan ada sengatan listrik di tubuhnya dan kembali memejamkan matanya dan membalas ciuman itu, tangan mungilnya merangkul erat di leher cristian,ian yg menerima balasan dari sang istri tersenyum puas dan semakin mendalam dan intim dalam ciumannya, kini tangan besar itu semakin berani menelusuri gundukan kenyal yg masih terbungkus oleh kain lembut mencoba menerobosnya, namun anie yg langsung merasakan itu langsung melepaskan rangkulan tangan dan ciumannya mendorong tubuh beras itu dari atas tubuhnya dengan ter engah2 karna nafasnya terbagi karna moorning kiss yg panas itu
"kak, jangan... " dengan memelas dan merapatkan kedua tangannya diatas dadanya dan memalingkan wajahnya kesamping, cristian yg melihat itu tersadar dan langsung beralih duduk di samping ranjang anie.
"kamu mandilah,... Terus sarapan... Kakak tunggu dibawah ya" jelasnya tanpa melihat anie dan langsung keluar dari kamar itu
Anie yg menyadari cristian seakan kecewa langsung mengutuki dirinya sendir
'sial... Knp aku slalu menolak sih.... Tp aku benar2 belum siap dan takut...' sesalnya sambil mengucek2 wajahnya dan langsung menuju kamar mandi.
Dikampus...
Disepanjang perjalanan banyak mahasiswa yg menyapa anie namun yg disapa hanya diam dingin dan terus berjalan dengan tatapan kosong.
Tiba diruangan
"ini pak, tugas yg bapak kasih sudah saya selesaikan" dengan wajah datarnya anie langsung menyerahkan tugasnya dan langsung dusuk berhadapan dengan pak joko dosen pembimbingnya sekaligus seperti bapaknya sendiri karna pak joko slalu tau apa yg dipikirkan anie dan anie selalu ngobrol sesukanya dengan dosennya itu
__ADS_1
"kamu kenapa? Ada masalah lagi dengan suamimu!" ya di kanpus itu hanya pak joko yg tau dengan status baru anie itu yg sekaligus seperti anaknya sendiri.
"mmhaaaah... Gitu deh pak" deng lusuh anie bersandar dikursinya sedangkan pak joko hanya tersenyum
"langsung aja cerita, knp kamu hanrus nunggu saya bertanya padamu anie" jawabnya yg langsung tepat sasaran dan itu semakin membuat anie kesal
"ahh bapak gk asik deh.... Gk peka. Pantesan aja anak2 banyak yg gk suka sama bapak." ketus anie yv masih membuat pak joko tersenyum
"ngapain buat anak2 suka sama saya, toh istri saya sudah sangat suka sama bapak" jawabnya sambil mengecek tugas yg di serahkan anie, anie yg mendengar penjelasn itu langsung tersadar dan antusias untuk bertanya
"eemh... Pak joko saya boleh tanya gk? Mungkin ini termasuk pertanyaan yg pribadi dan agak sensitif" hati2nya sambil mendekat ke meja pak joko, sedangkan yg ditanya langsung memasang wajah serius
"silakan" merekapun membuat posisi seperti sedang melaksanakan interviuw kerja
"emmm... Bapak, pas minta mlm pertama sama istri bapak berjalan lancar gk?" dengan wajah yg blussing anie mencoba menyembunyikannya tapi pak joko beliau langsung tersedak dan batuk kecil mendengar pertanyaan berani itu dari mahasiswa kesayangannya itu dan langsung tertawa kecil saat melihat wajah anie yg memerah
"jangan bilang kalau suamimu tidak melakukan itu anie?" selidiknya dan anie langsung kaget dan mengangkat wajahnya mencoba untuk mencari jawaban yg pas,tp sebelum anie menjawab, pak joko malah ketawa kecil dan merapikan meja kerjanya
"iiih bukan gitu pak, hanya saja saya belum siap. Mau gimana donk" sambil melipat kedua tangannya menjadi bantal kepalanya di atas meja pak joko
"dengar ya nak, menurut pandang bapak yg selaku pria. Dimana pria tifak akan bisa menahan nafsunya jika berhadapan dengan wanita yg paling ia cintai apalagi status yg sah, sangat mustahil menahannya selama itu. Tapi hal itu bisa terjadi dengan 2 alasan" anie yg mendengar itu langsung sangat antusias
"apa itu pak?"
"1 karna ia mencintai wanitanya lebih apapun, rasa cinta dpt melindungi dan membuat bahagia pasangan itu prioritas utama"
"yg kedua?" Tanya anie setelah paham
"ke 2 simpel.....dia tidak mencintaimu" anie langsung terdiam dan beralih tertawa remeh
__ADS_1
"aaaah gk mungkinlah pak. Aku tau kok kalo kak iyan mencintai saya" angguknya yakin, sedangkan pak joko hanya mengangkat kedua bahunya seakan terserah.
"saran bapak mah, jgn terlalu mengekang diri sendiri anie. Cobalah untuk memahami kondisimu sendiri. Kebahagiaan terbesar suami adalah dapat memiliki istri sepenuhnya. Tidak baikloh anggurin suami terlalu lama, tar diambil tetangga" ledek pak joko
"iiih bapak mah, doanya serem amet"
Anie yg dlm perjalanan pulang hanya termenung memikirkan apa yg dikatakan pak joko tadi, membuatnya memikirkan sebuah ide untuknya dan cristian. Kini mobil itu melaju dengan cepat untuk kembali pulang kerumah.
Saat dirumah anie tak menemukan suaminya, dan ia melihat jam tangan yg menunjukan jam 2 siang. Iapun langsung menelfon cristian
"halo, kak iyan lagi dimana dan ngapain?" sambil menghempaskan tubuhnya di kursi santainya di kamar cristian.
"ah,kakak lagi dikantor sayang, habis makan siang dan mau rapat bentar lagi, ada apa tumben nelfon?" selidiknya yg sambil merapikan pakaiannya bersiap untuk keruang rapat
"hmmm... Gk cuman nanyak aja,..." sunyi... " kak, hari ini masih ulang tahunku kan?" tanyanya sambil memainkan kursi yg ia duduki sambil putar2
"tentu saja..." senyum cristian dan menunggu sautan istrinya disebrang sana
"aku masih berhak untuk meminta kado ulang tahunku kan?" pelannya
"papun yg kamu minta, selama kamu bahagia kakak akan berusaha memberikannya padamu sayang" senyum anie sumringah
"aku ada 2 permintaan untuk kado ulang tahunku ini" beranjak dari tempak duduknya dan berjalan beralih ke meja dimana terdapat bingkai foto wedding mereka yg tersenyum terpaksa, anie hanya tersenyum seakan menyesali momen itu.
"katakanlah..."
"pertama aku mau dinner sama kak iyan, dikafe dimana kita pertama kali bertemu"
Cristian mencoba mengingat sejenak dan kembali tersenyum
__ADS_1
"baiklah... Nanti malam kita akan dinner disana, lalu yg ke 2?" selidik cristian dan hanya disambut tawa kecil dari anie
"setepah kado pertama selesai, akan aku kasih tau" cristian hanya tersenyum dan menyudahi telfon mereka.