Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Hari Bersama


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur, kedua pasangan baru yang sedang dimabuk kasmaran sedang ada dirumah tidak ada rencana apa-apa untuk hari libur ini. Meskipun terbilang hari libur tapi bagi kedua insan manusia ini tidak ada alasan untuk dijadikan sebagai malas-malasan, jadi mereka masih sibuk dengan tugas yang menumpuk. Setelah sarapan pagi mereka berdua kembali keruangan masing-masing, Anie sedang mengerjakan tugas makalah dikamarnya untuk dipresentasikan dalam materi pak joko yaitu dosen hukum peradilan, sedangkan cristian masih sibuk mengecek email dan tugas laporan diruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamarnya.



Masuk jam siang anie sudah selesai dengan tugasnya dan sedang merenggangkan otot-otonya


“heeeeemmmm.... kak iyan sedang apa ya jamsegini?” pikirnya tanpa pikir panjang ia langsung menuju kamar suaminya namun tak mendapatinya diruangan besar itu dan beralih mencari keruangan kerjanya belum sempat ia memasuki ruangan itu bok uli mengagetkannya dari belakang yang sambil membawa minuman untuk tuan mudanya.


“biar aku aja yang bawa kedalem bok, makasih ya” sambil menyuruh bok uli untuk kembali bekerja. Aniepun memasuki ruangan sakral itu karna jujur cristian paling tidak suka ruangan kerjanya dimasuki sembarangan orang dan tentunya tidak boleh mengganggu dia yang sedang bekerja itulah poin utamanya.



Cristian yang masih fokus dengan leptop dan berkas ditangannya tidak menyadari sang istri yang sudah berada disamping meja kerjanya dengan cangkir teh hangat di tangannya, anie masih fokus menatap sang suami yang rajin bekerja dirumahnya itu tanpa terganggu sedikitpun hingga dia tak sabar untuk menggodanya.


“udah kali pacarannya dengan tugas kantor, ampek istri sendiri dianggurin dirumah” sambil menaruh tes di samping leptonya cristian spontan menoleh kearah suara itu dengan senyuman

__ADS_1


“eh sayang... maaf ya, habis tugasnya banyak banget dan harus diselesaikan buat besok” dengan wajah memelasnya. Sebenanya anie tak tega untuk mengganggunya namun dia bosan karna tidak ada teman main dirumah dihari liburnya, sedangkan tugas kuliah sudah ia selesaikan. Dengan berat hati aniepun meninggalkan cristian diruangan kerjanya karna tak mau mengganggunya.



Anie kini berada dikamarnya, tepatnya ia sedang bermain stick uno sambil tengkurap dilantai kamarnya tentunya ditemani si empush kucing kesayangannya, meski sang kucing lebih memilih tidur disamping anie yang sedang asik bermain sendiri. Meski permainan ini seharusnya tidak dimainkan sendiri tapi karna tidak ada orang yang bisa diajak main jadi anie fine2 aja. Anie tidak memiliki agenda untuk hari liburnya saat ini karna ia berharap sang suami akan mengajaknya untuk menghabiskan hari libur bersama namun sayang suami malah masih sibuk dengan kerjaan, jadi anie lebih memilih berdiam saja dan tak tau harus berbuat apa. Anie masih fokus dengan permainannya itu sambil tengkurap hingga tak sadar kalo tingkahnya itu sedang diperhatikan oleh sepasang mata di depan pintu kamar yang sedang terbuka,dengan senyuman yang gemas pria itu perlaman melangkah memasuki kamr itu


“kok main sendirian sih, sampai suami sendiri di cuekin” balasan ucapan untuk lontaran anie tadi diruang kerjanya, seakan paham anie hanya mendengus kesal sambilter senyum kecil. Cristianpun mengambilposisi tengkurap dengan berhadap-hadapan dengan anie, seakan ingin ikut andil dalam permainan stick nano, meski permainan itu sudah berjalan seperempatnya namun anie tidak mau mengulang permainan itu jadi mau tidak mau hanya bisa dilanjutkan.



“di usia berapa kau menemukan cinta pertamamu?” mendengar pertanyaan itu anie langsung terbelalak sangat antusias ingin mendengar jawaban atas pertanyaan itu dengan senyuman penasarannya, sedangkan cristian hanya melirik kearah anie dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan


“ayo jawab...gak boleh boonk loh ya” tegas anie sedangkan cristian masih menatap anie lekat


“16 tahun”jawabnya singkat namun tetap masih memandangi anie, anie bingung seakan tak percaya

__ADS_1


“ waow...siapa dia? Orangnya seperti apa? Dia dimana sekarang? Apa dia lebih dari aku? Kak iyan bertemu dengannya? Sesering apa? Apa dia bekerja di..” pertanyaan yang bertubi-tubi itu muncul namun belum sempat anie menyelesaikan pertanyaannya tangan besar itu menutup mulut anie dengan jari telunjut dan dengan senyuman lembut di wajahnya membuat anie luluh dan kembali diam setelah cristian melepaskan jari telunjuknya di bibir mungil merah muda itu. sambil berguling mengarah ke samping anie dan menggeser tubuh anie sehingga kini posisi tubuh cristian berada diatas tubuh anie dengan berhadap-hadapan tangan besar itu memegang tangan mungil mulus dan menguncinya seakan tak bisa bergerak


“syang kamu cemburu?” anie tak menjawab karna kini debaran jantungnya sangat keras dan cepat “kamu taukan kalo kakak sangat, sangat cinta sama kamu... kamu takkan tergantikan dihati kakak selamanya. Percayalah hanya kamu seorang” dengan tatapan yang lembut tangan kiri besar mengelus puncak kepala anie sambil sesekali cristian memperhatikan wajah mungil itu yang mulai memerah, untungnya cristian tak mendengar detakan jantung anie yang seperti larian kuda.



Posisi itu masih membuat anie berdetak takkaruan begitupun cristian, kini wajah maskulin dengan jenggot halus itu mulai mendekat. Seakan tau apa yang akan terjadi selanjutnya anie mulai memejamkan matanya dengan nafas yang tak menentu dan tangan yang masih dikunci oleh sang pria, semakin lama nafas itu semakin terasa panas, kurang beberapa inci sepasang bibir itu bertemu. Namun cristian tak ingin menikmati bibir mungilitu secepat itu,ia masih ingin melihat wajah yang dia kagumi dengan seksama ia melihat dan menelusuri bentuk wajah sang istri, sedangkan anie masih setia menunggu sentuhan lembut itu dengan mata terpenjam. Anie mulai kesal karna ciuman yang ditunggu tak kunjung datang hingga ia membuka mata dan ingin tau apa yang dilakukan sang suami, saat membuka mata mereka saling bertatap-tatapan seakan terpana dengan sinar mata masing-masing cristian tak sanggup mengangguri bibirmerah muda merekah dan terasa lembut itu sehingga dia menyentuh bibir bawah itu dengan lembut. Anie masih membuka mata karena kaget atas perbuatan suaminya, anie tau kalo suaminya itu selalu bertindak spontan tanpa diduga namun dia masih saja belum terbiasa dengan itu.


Mereka menikmati ******* nikmat itu, cristian tak memberi ruang untuk anie mengambil alih gerakan bibir itu. “hmmmm..mm” desah anie setelah bibir mungil bawahnya terasa sedikit nyeri karna ulah gigitan sang pria, cristian tak memberi ampun pada sang istri. Ciuman itu semakin dalam dan ganas, cristian mencoba membuka ruang dibibir anie mencoba untuk masuk kedalam rongga mulut itu, anie yang mendapati sang suami memberikan ciuman yang takbiasa spontan terkejut dan mencoba mendorong tubuh besar itu yang menindih tubuhnya namun cristian tak mengubrisnya karna kalah dengan nafsu yang sedang membara, cristian masih terus mencoba membuka mulut anie yang mulai merapat dan menolak ciuman itu. seakan tau sang wanita sudah tidak menikmati ciumannya , dia mulai sadar dan berhenti atas tindakannya itu


“maaf sayang,... kakak..” dengan nafas yang saling ter engah-engah mata anie mulai sayu, seakan tak mau melihat wajah sedih itu anie menarik kembali cristian untuk mendekatkan wajah mereka dan mulai menciumnya. Namun ciuman kali ini lembut, seakan tau maksud sang istri cristian mulai kembali mencoba membuka mulut anie untuk dapat menelusuri rongga mulutnya dan anie menerima itu.


“ sayang... boleh kakak..” dengan pertanyaan mata, anie mulai paham atas apa maksudnya


“maaf kak,... aku belum siap” dengan wajah yang langsung dibuang kesamping seakan tak ingin melihat respon sang pria, anie mulai kawatir, namun tangan besar itu menangkap wajah mungil sang istri dan membelai lembut. Dengan senyuman cristian hanya menggeleng seakan memberi kelonggraan untuk nya sendiri akan slalu siap menunggu.

__ADS_1


__ADS_2