
Saat sampai di kantor disetiap perjalanan menuju ruangan CEO hampir semuanya kepala bagian di perusahaan itu menyapa anie dan menegornya karena mereka tau kalau anie anak dr teman dekat keluarga prakoso tapi mereka tidak tau kalau anie adalah istri dari anak tunggal prakoso ya karna yang datang di pernikahan mereka hanya pejabat penting tapi mereka tau kalau cristian sudah menikah, hanya saja mereka tidak tau siapa istrinya ^_^ .
Saat anie sampai di ruangan menuju ruangan kerja cristian di luar pintu adalah tempat kerja sekertarisnya tapi gk ada orangnya jadi tanpa ijin anie masuk keruangan itu dengan senyuman tapi tiba2 senyuman itu berubah keterkejutan dan tanpa sadar anie menjatuhkan berkas yang seharusnya di berikan pada cristian, karna yang ia dapati cristian sedang berpelukan dengan seorang perempuan yang tingginya hampir sama berambut hitam pekat dan panjang elegan nan cantik berbaju kantoran pula, anie diam beribu bahasa dan saat anie menjatuhkan berkas itu bersamaan cristian juga melepaskan pelukan nya dan menoleh ke anie dengan wajah penuh keterkejutan dan wanita itu diam terpaku juga, mereka bertiga hanya saling berpandang2n sungguh hati anie terasa sangat sakit saat melihat kejadian itu rasanya kaki sulit untuk beranjak sebelum cristian melangkah ke arah anie dan menjelaskan kejadian itu aniepun langsung mengambil langkah seribu tapi cristian mengekorinya dr belakang tapi anie berhasil lolos dengan memasuki lift.
Saat ini anie sedang mengendarai mobilnya tanpa arah dengan hati sakit dan entah mengapa pipinya mulai basah tanpa disadari dan ia mulai menangis sejadi-jadinya antara rasa sakit di hati dan rasa bingung kenapa dia menangis apa karna gara-gara melihat cristian berpelukan
“emank apa hak ku marah dia adalah kakak ku, tapi dia juga suamiku yang sah,seharusnya aku tidak melakukan ini, kita sudah sepakat untuk tidak melibatkan perasaan apalagi secepat ini dia juga berhak dengan siapapun begitupun aku, kenapa aku protes atau marah tapi kenapa dengan ku. Ada apa ini… perasaan apa ini… aku benci ini!!!” batin anie yang sambil menangis bingung. semua perkataan ini berada di kepalanya saat ini hingga dia berhenti di sebuah taman yang ada danaunya dan disana gk da orang jadi aniepun puas2in nangis di taman itu hingga perasaannya lega.
Butuh waktu 5 jam untuk membuat hatinya merasa tenang meski masih ada perasaan sakit di dada dan saat anie merogoh kantong baju untuk melihat hp karna sedari td anie gk mempedulikan getaran itu dan saat nie melihat layar hp sudah tertera 47 calling dan 78 bbm n beberapa embel2 pesan dari aplikasi lain tentu oleh satu org yaitu cristian suaminya, hatinya mulai terasa sakit lagi saat anie membaca nama itu. Aniepun memutuskan untuk pulang karna sudah malam dan dia harus menjelaskan sikapnya kepada cristian kalau sikapnya itu salah seharusnya dia gk berbuat seperti itu di depan pacarnya, ya anie meyakini kalau dia adalah pacar dari suaminya karna terlihat serasi banget salahnya juga masuk keruangannya tanpa permisi.
Saat anie sampai di depan teras rumah disana sudah menunggu sesosok lelaki yang memang sedari tadi yang membuat hati anie merasa aneh tak menentu, wanita itu mulai gugup dan entah apa yang harus dia jelaskan tentang sikapnya tadi saat anie membuka pintu mobil dengan wajah lusuh dan mata yang bengkak karna menangis lama tadi jadi anie sudah mempersiapkan kaca mata yg sekarang dia pakai, anie melihat wajah cemas itu menunggu penjelasan darinya, dari sikapnya tadi yg lari terburu2 sebelum cristian mengucapkan sesuatu anie mendahuluinya.
__ADS_1
“aku mau kekamar dulu, mau mandi bau keringat nih, kalau kak iyan mau ngobrol tar dulu ya tunggu aq mandi. bentar kok“ aniepun langsung nyelenong masuk rumah tanpa melihat wajahnya. Di dalam kamar mandi anie mulai cemas dan bingung entah kalimat apa yang harus dia berikan padanya.
Butuh 45 menit dia menyiapkan semuanya hingga mau gk mau anie turun menemui cristian dan memberikan penjelasan itu.
Saat anie menuruni tangga anie sudah melihat cristian di ruang tamu duduk diam memaku dengan pencahayaan lampu kurang, menunggu dan anie juga melihat bok inah dan bok uli di dapur yang melihat ke arah 2 majikannya yang sepertinya mereka tau sedang ada masalah diantara mereka berdua, tapi dengan gerakan isyarat anie menyuruh mereka pergi meninggalkan tempat itu karna anie butuh bicara berdua dengan cristian dan sepertinya mereka tau itu dan bergegas meninggalkan ruang itu. Aniepun berjalan mengarah dimana cristian duduk dan berdiri di depannya dan ia pun langsung berdiri melihat anie, terpaku menatapnya dan aniepun langsung memalingkan wajah dan duduk di hadapannya dia masih menunggu penjelasan istrinya itu, sunyi sesaat hingga akhirnya anie angkat bicara
“maaf seharusnya aku gk bersikap seperti itu, mamang salahku seharusnya aku masuk sesudah minta izin dari sekertaris kak iyan, tapi beliau tidak ada di tempat jadi aku langsung masuk keruangan kak iyan tapi salahku juga gk mengetok pintu dulu, aku memang bodoh maaf ya saking kagetnya melihat adegan itu aku malah kabur hehehe aku mengganggu praivessi kak iyan ya?” dengan senyuman dibuat-buat berharap cristian mengerti maksud anie itu kalau dia kabur karna malu melihat adegan itu tapi wajah itu masih belum bisa dijelaskan yang sampai sekarang menatap anie tidak percaya penjelasannya begitu saja
“bohong, kamu kabur bukan karna malu atas lihat kejadian itu kan?” tuduhnya sambil menyelidiki aksi wajah anie yang mulai dekdekan atas tatapannya itu, anie takut ketauan kalau anie kabur bukan karna malu tapi anie sendiri juga bingung kenapa dia kabur, hingga sekarang anie masih tidak tau apa jawabannya “kamu kabur karna” tiba2 bel pintu berbunyi serentak anie dan cristian menoleh ke arah asal suara itu dan tiba2 bok inah muncul dan berlarian kecil menuju pintu dan membuka pintu. 2 menit kemudian sambil menunggu bok inah muncul.
“siapa bok?“
“katanya temen non ani dari kampus dia kesini mau nanyak tugas gitu katanya non, dan sekarang sedang menunggu di luar“ lirik bok inah pada anie tapi juga sempat melirik ke arah cristian berharap cemas dan sepertinya anie tau lirikkan itu yang pertanda kalau tamu di luar pasti seorang pria kemudian bok inah berlalu kedalam.
__ADS_1
Pandangan kita masih mengekori bok inah dan anie menatap cristian yang juga menatapnya sambil gugup
“eee aku keluar dulu… sebentar“ aniepun langsung berdiri dan menuju pintu keluar sambil tergesa2 sekaligus lega. Anie bersyukur karna ada tamu setidaknya nanti di luar dia masih bisa merangkai kalimat sebagai jawaban itu, siapapun tamunya anie akan berterimakasih padanya dan saat anie melihat keluar senyuman itu yang tadi penuh syukur sekarang berubah menjadi kecut dan sinis meskipun tamunya tersenyum sumringah padanya.
“andri… ngapain kamu kesini… dan tau dari siapa kalau saya disini!” tanyanya yang masih berdiri tapi tiba2 andri menarik anie untuk duduk dan diapun juga ikutan duduk yang pertanda dia ingin bicara lama dan serius padanya tapi anie gk bisa karena dia gk mau membuat yang di dalam menunggu lama
“apa maksudmu aku ngapain disini, ya tentunya kamu tau jawabanku kan dan ternyata memang sulit untuk dapetin alamat tempat tinggalmu, ya.... tapi gk papalah memang gk mudah dapetin kamu harus penuh perjuangan“ dengan senyuman yang melebar
“tapi sekarang akhirnya aku tau kalau kamu disini jadi siap2 saja kamu keseringan di datengi tamu special ini“
“mending kamu pulang, aku lagi ada urusan yang lebih penting di banding ngurusin kamu. Pulang gih“ dengan nada ngusir sambil berdiri anie pun bermaksud masuk kedalam rumah tapi langsung di tarik oleh andri dan mencegahnya masuk
“pliiis dengerin aku, oke sebentar aja aq cuman butuh jawabanmu tolong kasih aku kesempatan sekali lagi kamu hanya cukup jawab iyya ok?” jelasnya sambil memegang kedua tangan gadis itu dengan wajah memelas itu, aniepun menghempaskan pegangan itu dan menuuju pintu berharap masuk tapi sebelum masuk dan menutup pintu “enggak mending pulang gih“ dan langsung menutup pintu. Di balik pintu andri berjalan lusu menuju mobilnya dengan wajah kecewa dan memecik kecil sedangkan anie bersandar di pintu dengan perasaan dongkol dan ngedumel sendiri hingga gk terasa dia berjalan menuju tangga dan melupakan sesuatu yang dirasa penting ya anie lupa kalau dia sedang berada di siding eksekusi oleh suaminya.
__ADS_1
Saat anie melihat cristian yang berdiri di samping jendela sepertinya dia sedari tadi memperhatikannya dari dalam, aniepun berubah pucat dan berjalan kearahnya kali ini gk duduk melainkan berdiri berhadapan sambil menatapnya diapun mengambil nafas pelan
“jadi begitu... sekarang aku mengerti atas sikapmu tadi siang di kantor sekarang aku paham tindakanmu tadi bukan di dasarkan dengan rasa cemburu melainkan hanya malu dan kaget melihat adegan itu. Jujur saja ini membuatku kecewa karna di luar dugaanku.“ jelasnya sebelum pergi anie mencegahnya dengan memegang tangannya “maksud kak iyan apa?” dengan mata yang bertanya2 “ya pria barusan itu yang namanya andri pacarmukan?“ jelasnya tanpa berusaha melepaskan genggaman anie di tangannya tapi anie tetap memegang tangannya seakan2 bukan penjelasn itu yang ingin dia dengar “bukan itu… soal cemburu? Maksud kak iyan apa?”