Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Malam Yang Mencekam


__ADS_3

20.00 diruang keluarga anie dan cristian sedang menikmati malam dengan menonton tv dengan sejumlah alat perangkat tempur untuk menonton bersama, posisi anie yang sedang selonjoran disofa panjang dengan bersender di dada bidang cristian dengan posisi tangan yang sedang memegang toples cemilan, sedangkan kristian duduk santai tentunya tubuhnya yang dimanfaatkan oleh istrinya untuk bersandar dan tangan kiri yang lurus bersender di punggung sofa panjang dan sesekali ia mengambilcemilan dari toples yang dipegang sang istri. Mereka berdua tampak sangat harmonis, tawa bersama karna tontonan tv serta diskusi yang sengit juga karna tontonan di tv. Cukup lama mereka menghabiskan waktu malamhari dengan acara menonton tv, ya sejak tadi pagi mereka tidak beranjak keluar dari rumah besar itu, karna mereka menghabiskan libur dirumah saja.



Setelah bosan dengan nonton bareng mereka masuk ke kamar masing-masing tentunya dengan perpisahan good night kissnya. Suasanya malam ini sedang gerimis tentunya dengan kilatan-kilatan cahaya langit yang bergemuruh, sebenarnya anie kurang suka dengan suasana seperti ini karna enurutnya suara petir itu terdengar seperti amukan yang seram,tapi untungnya gemuruh itu tidak cukup menggelora ditelinganya.



Anie selesai dengan berganti piama tidurnya dan siap untuk tidur karna waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, besok pagi dia harus bangun untuk melakukan kewajibannya sebagai istri, ya meski mereka masih tidur terpisah bukan berarti anie tidak tau posisinya saat ini hanya saja dia masih belumbisa melakukan kewajiban istri yang sebenarnya (hahaha pada penasaran episode pelaksanaan malam pertama nie yeee). Anie sudah menelusupkan tubuhnya didalam selimut tempat tidurnya sebelum ia benar-benar terlelap tidur tiba-tiba “PTIAAAARRRRRRR....DRAAAAR” suara petir dengar sangat keras disertai hujan yyang deras tentunya langsung disambut dengan teriakan histeris anie didalam kamar yang langsung duduk dari tempat duduknya “AAAAAHRG...KAK IYAAAAN” dengan tilinga dan mata yang ditutup membuat anie sangat ketakutan malam itu dan dengan tiba-tiba lampupun ikut padam.



Cristian yang mendengar teriakan anie setelah petir terdengar, hatinya langsung kacau dan bergegas ke kamar samping tempat anie berada. Kilatan-kilatan cahaya petir mulai bermunculan suara sambaran semakin kencang, cristian panik karena tak kunjung menemui anie ditempat gelap itu

__ADS_1


“sayang kamu dimana? Dengan panik menelusuri kamar gelap itu dengan hati-hati


“kak iyan...hiks..kak iyan dimana..hikss.. aku takut” dengan suara tangis yang ditahan. Akhirnya cristian menemukan anie yang berada di atas kasur dengan keadaan duduk memeluk dengkul, ia langsung memeluk tubuh kecil itu dan menenangkannya, anie yang mendapat pelukan hangat itu langsung berubah tenang namun tangisannya masih enggan berhenti. Cristian berteriak memanggil bok inah dan bok uli untuk membawakan penerangan.


“maaf den adanya hanya lilin, senternya habis batrenya belum bok beli” jelas bok uli yang sambil menarok semua lilin2 hidup itu disekujur kamar itu sambil dibantu bok inah. Kini ruangan itu sudat terang benderang dengan cahaya lilin namun suasana diluar masih membuat anie takut hujan deras dan kilatan cahaya petir beserta bunyi gemuruh masih terdengar keras sehingga anie enggan melepaskan pelukannya pada tubuh kekar dan besar itu.



Cristian yang mendapati sang istri masih takut dengan suasana malam ini, tetap dengan setia menemani dan memberi usaran lembut pada rambut panjang wangi nan lembut itu untuk bisa menenangkannya.


“pembohong. Petirnya masih ada kak sentak anie setelah petir itu hilang, cristian yang mendengar itu langsung menelus punggung anie memberi ketenangan.


__ADS_1


Setelah beberapa lama, hujan mulai mereda dan petirpun mulai hilang. Kini anie sudah terlelap tidur dengan tangan yang masih merangkul erat pingung sang suami, ya cristian masih setia menemani anie ranjang tidurnya namun ia tak berbuat macam-macam hanya menemani hingga sang empunya terlelap, dengan posisi duduk dan tak hentinya mengelus kepala sang istri cristian sebenarnya tak tahan dengan posisi ini, ia sangat ingin menyerang sang istri dan menyalurkan rasa cintanya yang begitu dalam namun ia tak mau perbuatannya itu menyakiti anie, sehingga ia tahan sekuat mungkin nafsuya itu.


“mau sampai kapan kamu menguji kesabaran kakak sayang,kakak takut kakak gak akan kuat dan malah menyakitimu.” Bisiknya sambilmengelus wajah mulus itu disampingnya yang terlelap tidur.



Setelah dikira semuanya aman, cristian mencoba melepaskan pelukan sangistri yang merangkul pinggulnya sangan erat itu, perlahan namun pasti pelukan itu mulai melonggar dan cristian mencoba beranjak dari ranjang besar itu berniat kembali kekamarnya sebelum akal sehatnya hilang dan menerkam tubuh mungil yang tak berdaya itu. setelah rangkulan itu terlepas dan berniat untuk membenarkan posisi anie yang tertidur


“sayang, jangan pergi. Temani aku disini” terdengar suara lirih memohon, sepertinya anie sedang mengigau membuat cristian hilang kendali dan kembali ke tempat tidur it


“sial,... aku gak bisa menunggu lagi” tegasnya dalam hati dan langsung mengambil posisi diatas tubuh anie yang sedang terlentang tak berdaya itu. cristian mulai menelusuri wajah itu dengan sentuhan tangannya seakan sangat kagum dengan ciptaan tuhan itu, ia mulai mencium wajah itu perlahan mulai dari dahi, pipi kanan kiri, hidung, dagu dan terakhir bibir mungil kecil merah muda itu terasa sangat lembut, kecupan pertama terjadi sangan singkat dan ia kembali melihat wajah pulas itu seakan tak merespon, cristian kembali mencium bibir mungil itu lama. Dia mulai melumat bibir lembut itu sebuah ciuman penuh cinta itu terjadi cukup lama dan anie mulai mendesah, mendengar desahan itu cristian semakin intim melakukan ciuman itu, ia mulai ******** bibir bawah anie sehingga empunya mulai merespon balik dengan kecupan juga. Cristian berhenti sesaat dan melihat wajah sang istri ternyata ia masih terlelap tidur, cristian tersenyum dan bermaksuk melakukannya lagi dan lebih, sebelum bibir itu kembali menempel


“kakak...kak iyan” seuara mungil itu terdengar sehingga membuat cristian tersadar

__ADS_1


“sial... apa yang gue lakukan..”kesalnya sambil menjauhkan diri dari anie, ia sadar perbuatannya ini tidak baik, jika anie tau dia akan marah padanya. Cristian pun pergi dari ruangan itu karna tak ingin kembali dikalahkan oleh nafsu.



__ADS_2