
Pria besar itu hanya tersenyum sinis seakan berhasil menodai gadisnya
"kalian sedang apa?" pergok mama maya yg mulai kawatir setelah melihat anie ketakutan dan hendak ingin menangis, dan itu juga membuat anie dan leo kaget
"ah tante maya, gk ada apa2 kok tan, hanya saja td anie hampir saja kejatuan pisau dr atas lemari tapi karna saking kagetnya ia malah gigit bibirnya dan terluka" jelas leo. Dan mama maya langsung mengecek keadaan anie sambil kawatir, namun anie hanya diam tak bersuara. 'brengsek kau leo, aku tak akan tinggal diam setelah apa yg kau lakukan padaku berulang kali' batin anie sambil berlalu pergi dengan mama maya.
Dikamar leo mulai frustasi karna tak dapat menahan diri jika sudah berhadapan dengan anie, ia seakan terbius dan ingin segera mendapatkan obatnya jika melihat anie disekitarnya, ia sendiri tak tau knp ia bisa segila ini pada anie. Leo mulai memikirkan sebuah cara agar anie dapat menjadi miliknya meski ini terdengar gila bagi leo tapi hanya ini caranya agar ia bersama dengan wanitanya. Leopun mulai mengotak atik handphone canggihnya seakan membuat deadline misi rahasianya itu.
Dikamar anie, gadis itu sedang gelisah memikirkan segala cara agar ia menjauh dari lelaki psikopat itu, dan bagaimana caranya agar cristian juga tak ikut terpancing suasana buruk dengan leo. Bagaimanapun leo dan cristian sudah membaik kondiai diantara mereka dan anie tak ingin M. Mbuat mereka bertengkar lagi hanya karna seorang wanita, meski cara anie salah karna menutupi masalah pelecehan ini kpd suaminya, ia percaya kalau dirinya sendiri bisa menangani ini agar leo tak lagi mengganggunya
"sayang kamu kenapa? Kok bengong disini" tanya cristian yg mengagetkan anie dr belakang deng posiai memeluk dr belakang
"iiiiiih... Kak iyan suka banhet ya ngagetin" cetus anie sambil momayunkan bibirnya, cristian yg gemas deng tingkah anie tak tahan untuk menggodanya, kini tangan besar itu beralih mengelus perut datar sang gadis, anie yg paham akan maksd suaminya mulai mencubit tangan besar itu hingga cristian meringis kesakitan "jangan macem2 deh, masih belum kelar kak. Yg sabar ya" jawabnya dan langsung membalikkan badan dan kini mereka berhadap2an sambil saling merangkul. Cristian yg mulai terbawa suasana karna tatapan hangat sang istri kini dia mulai perlahan memajukan wajahnya dan menutup matanya, 5 4 3 2 centi lagi namun anie langsung memalingkan wajahnya sehingga yg cristian cium adalah pipi lembut itu, cristianpun langsung sadar "maaf kak, aku... A.. Aku ngantuk" jawab anie terbata dan langsung melepaskan rangkulannya dan berlalu meninggalkan cristian yg keheranan akan sikapnya.
Pagi hari setelah selesai sarapan bersama mereka sudah bersiap untuk kembali kerumah masing2 dan menjalankan rutinitas seperti biasanya, anie menghampiri omah yg sedang duduk di sofa ruang tamu, beliau sedang murung karna kebersamaan ini akan berakhir.
"omah. Omah kenapa kok sedih?" tanya anie yg langsung duduk disamping omah dan meemegang tangannya
"nak, gmn omah gk sedih, kalian akan pulang dan omah bakalan sendiri lagi disini" memelasnya, anie hanya tersenyum
"omah kno gk tinggal sama papa mama di jakarta, kan biar omah gk kesepian juga dan anie juga bisa sering2 jenguk omah"
"hem.. Kehidupan di kota besar tidak cocok untuk omah yg tua ini nak, tapi omah juga gk begitu suka hidup berjauan dengan anak2 omah apalagi cucu dan kamu tentunya" senyum omah
"anie bakalan sering2 jenguk omah jika kuliah anie libur ya. Tentunya bareng cristian" bujuknya omah hanya menggeleng kepala seakan tau hasilnya. Saat anie sedang asik ngobrol dengan omah, satu persatu mereka mulai berkumpul diruang keluarga tentunya dengan barang bawaan mera, dan mulai berpamitan pada omah. Anie dan cristian dlm 1 mobil brgkt duluan dan disusul oleh papa dan mama mereka kemudian om edi dan leo, tdnya leo ingin brg sama cristian dan anie namun omah melarang dan menturuh bareng sama papahnya leo yaitu edi agar mereka akrab kembali.
__ADS_1
Dalam perjalanan anie hanya memandang keluar jendela sedangkan cristian mulai bingung dengan sikap istrinya yg diam mulai drtd malam 'apa karna aku mau menciumnya tadi malam makanya dia marah?' bantin cristian yg tak henti2nya mencuri pandang pada anie.
"sayang kamu kenapa? Heemm" tanyanya sambil mengelus kepala anie yg langsung menoleh kearah suaminya yg sedang kawatir
"aq gk p2 kok kak, hanya kepikiran tugas kuliah aja" senyumnya dan langsung bersender di bahu cristian yg lagi menyetir
"segitu sukanya ya kamu sama tugas" godanya dan langsung membuat anie tersenyum "oiya td kamu keruangan mang roni ada perlu apa sayang?" tanya cristian yg langsung membuat anie diam
"aaah, cuman ngecek data di flesdick kak, disanakan ada komputernya" dan disambut oh ria sama cristian. Perjalanan pulang mereka menghabiskan waktu cukup lama karna buat mereka sekalian peluang untuk kencan.
Keesokan harinya diruang CEO, cristian sedang mengecek beberapa dokumen dan menyelesaikan beberapa laporan untuk miting yg akan dilaksanakan beberapa jam lagi tentunya dibantu oleh sekertarisnya. Tanpa di duga leo masuk keruangan itu dan membuat cristian kaget dan menyuruh sekertarisnya untuk keluar agar memberi ruang untuk leo menyampaikan tujuannya datang ke kantornya.
"ada apa kamu kesini, miting kitakan masih 4 jam lagi" tanya cristian
"berkas itu dibawa pulang oleh bapak tempo hari" jelas sekertarisnya dan cristian baru ingat kalau berkasnya ada di meja kerja rumahnya. Saat hendak menelfon rumahnya leo mencegat dan menawarkan diri untuk mengambilnya sendiri yg beralasan itu dokumen penting dan tak mau sembarang orang yg mengantarnya, cristianpun juga tk ingin leo kerumahnya apalagi disana masih ada anie karna hari ini anie kuliah malam.
Pada akhirnya leo menuju rumah besar milik cristian dan anie itu, cristian harus mengalah pada akhirnya dan membiarkan leo pergi karna pada waktu itu ia harus menghadiri miting dr client singapore dengan sekertarisnya. Leo senyum sumringah karna akan bertemu dengan gadis pujaannya, karna ia tau segala hal tentang kegiatan anie, ya dia menyuruh orang untuk mencatat semua kegiatan anie akhir2 ini jadi dia tau betul tentang gadisanya itu. Saat mobil mewah itu memasuki halaman minsion mewah itu, anie yg sedang mengerjakan tugas kuliahnya diruang kerja suaminya senyap2 mendengar suara mobil 'jam segini masak iya kak itan udah pulang? Bukannya td dia bilang bakalan pulang malem' batinnya dan melanjutkan tugas kuliahnya.
Anie yg masih fokus dengan kerjaannya tak sadar kalau ada sesosok pria besar memasuki ruangan itu, 'wah, tak perlu dicari ternyata dia disini' batin leo sambil tersenyum. Si telah mendptkan berkas yg dicari leo langsung menghampiri anie yg masih fokus mengerjakan tugasnya, tiba2 ia mendekap kedua bahu gadir itu spontan anie berbalik dan terkejut langsung berdiri menjauh
"yaampun sayang, se kaget itukah kamu bertemu denganku? Aku tersanjung sekali" jelasnya sambil mendekat dan tersenyum
"ngapain kamu disini... Jgn macem2 atau aku akan.. "
__ADS_1
"sssssttt... Kamu akan teriak? Heh, semua org yg ada dirumah ini akan datang kesini dan melihat kita, setelah itu cristian juga akan tau, dan dia akan kecewa padamu. Setelah itu kam yg bakalan diceraikan. Dan kamu akan menjadi milikku" senyumnya pas nuh percaya diri sedangkan anie hanya membuang muka seakan jijik
"kau mengancamku?"
"no no no... Mana tega aku mengancammu sayang, aku hanya mengingatkan saja" senyumnya sambil membelai wajah anie namun anie langsung menepis kasar.
"kau tau, ancamanmu tak pernah ada kemajuan. Kau pikir aku bodoh. Sudah cukup, aku gk bakalan tinggal diam lagi, aku sudah memperingatkanmu untuk jgn ganggu aku dan kak iyan" sambil mendorong leo dan anie menuju meja untuk mengambil handphond canggihnya dan memutar sebuah video yg berdurasi 6menit itu. Saat leo menyimak video itu ia kaget dan mulai kawatir
"bukannya aku suda memperingatkanmu untuk jangan ganggu tp kau tak peduli. Kini giliranku yg bertindak, sangat mudah bagiku menyingkirkn org brengsek seprtimu leo" ancam anie sambil maju mendekati leo, jarak mereka berdua sangat dekat dengan masing2 wajah yg kesal
"aku akan laporkan kamu kepolisi dengan bukti video pelecehan ini yg terjadi di dapur rumah omah. Hmmm kau tau, dengan 1 bukti video ini aku bisa laporkan kamu dengan berlapis2 tuduhan" ancam anie penuh kemenangan dan senyum sinis, leo hanya bisa diam.
"heeem mari aku sebutkan, pelecehan, pencemaran nama baik, dan perusak rumah tangga itu juga ada pasalnya loh hem. Oh, ajgn dilaporin kepolisi deh. Cukup sebarin ke investor mu saja kali ya. Ya setidaknya semuanya tau kelakuan mu dan bakalan cabut inves di perusahaanmu dan kamu bakalan bangkrut deh, ditambah aku yakin kamu bakalan diremehin sama papahmu" sinisnya. Leopun tak tinggal diam dan berhasil merebut hp yg ada ditangan anie
"bukti ini ada padaku. Sayang kau tak bisa apa2 lagi sekarang" ledeknya dan menjauh dari anie
"bodoh. Kau pikir aq sebodoh itu tidak mengcoppy video itu?" ancam anie tenang sambil menyilangkan kedua tangannya di tengah perut dan dadanya.
"sayang kamu gk bakalan lakuin itu kan?" kawatir leo, sedangkan anie
"heeem... Apa aku lakuin sekarang aja ya?" sambil buang muka dan kembali menatap leo yg sudah pucat pasi
"mau mu apa?" tanya leo yg mulai kesal
"simpel. Enyahlah dari kehidupan rumah tanggaku"tegas anie
"kamu akan menyesal anie, lihat saja nanti" ancamnya dan berlalu pergi. Anie yg melihat leo telah menghilang dibalik pintu itu langsung duduk lemas dan lega
"dasar cowok sinting"
__ADS_1