Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Aktifitas Langganan


__ADS_3

aaargh sakit semua, disini juga perih...uuurgh benner2 deh kak Iyan... serasa GK ada ampun buatku tadi malem" kata Anie yg berbicara sendiri di bawah shower air hangat yg membasahi tubuhnya... butuh perjuangan banget bagi Anie untuk beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi setelah Cristian keluar dari kamar membawakan sarapannya... sambil mengelus posisi perut bawahnya dan membayangkan kejadian semalam yg benar2 melelahkan namun menggairahkan baginya kini dia senyum2 sendiri dibawah hujan air kamar mandinya...


kini Anie berada di depan cermin kamar mandinya yg cukup besar itu dan cukup berembun hingga ia harus mengelapnya dengan tangannya, melihat tubuh yg masih telanjang bulat ia memperhatikan setiap inci tubuhnya yg penuh dengan jejak kepemilikan yg dibuat oleh suaminya dalam kegiatan tadi malam itu, Anie hanya bisa mendengus sejenak dan memperhatikannya. tangan mulus itu mulai meraba pelan jejak2 warna warni yg tercipta di tubuhnya itu, ada warna kemerahan gelap seperti warna memar, warna keunguan yg mana dilakukan cukup lama, dan bentuk kecupan merah. tapi kebanyakan warna unggu yg tercipta dan itu di posisi leher dan gundukanya 😆.


"kak Ian... bagaimana aku bisa menghilangkan warna sebanyak ini" bingungnya sambil meraba di setiap warna kecupan itu...


"kalo aku biarkan, nanti malah di tanya bibik dan yg lain... kan malu" sambil berusaha keras berpikir bagai mana cara menghilangkan bekas kecupan itu tiba2 terdengar suara Cristian dari balik pintu kamar mandi


"sayang... kamu GK p2?..." tanyanya yg langsung disambut Anie santai


"ya... aku GK p2.. knp emanknya?" masih tetap meraba bekas kecupan itu tanpa memperhatikan kalo Cristian ternyata sudah berada di dalam dan memperhatikan gerak gerik Anie yg bingung...

__ADS_1


"takut kamu kenapa2 karena udah hampir 1jam lebih kamu di kamar mandi" yg bersandar didinding memperhatikan Anie yg langsung terkejut karena suara besar itu dan sontak menutup tubuhnya sebisa mungkin dengan kedua tangannya... Cristian mendekat dengan perlahan sedangkan Anie kelabakan.


kini mereka benar2 berhadap2an tanpa celah dan Anie mencoba memalingkan wajahnya dan berbalik membelakangi Cristian namun dicegat oleh cristian dan malah merangkul pinggul mulus itu mencoba melihat wajah sang gadis yg memerah..


" kenapa malu... kan kakak udah liat semuanya.. bahkan seluruh bagian tubuhmu sudah kakak sentuh" tegasnya di telinga Anie yg membuat sang gadis langsung membenamkan wajah malunya ke dalam dada bidang itu, Cristian langsung memeluk penuh senyum karena tingkah sang istri itu...


di meja rias Anie terduduk di depan cermin sambil memperhatikan Cristian yg sedang mengeringkan rambat basahnya, dengan senyuman Cristian menikmati kegiatan itu dan Anie pun juga ikut tersentuh atas tindakan kecil itu, namun pandangan Anie langsung tertuju pada lehernya yg sedari tadi sempat dilupakan bagaimana cara menghilangkan bekas kecupan itu seketika itu juga wajahnya berubah menjadi serius...


"kenapa sayang?" Cristian cepat menyadari perubahan wajah Anie yg serius itu namun tetap melakukan kegiatannya yaitu mengeringkan rambut sang wanita.


"sayang... kamu tau istilah minus di tambah minus akan menjadi plus?... kakak rasa pengobatannya seperti itu" lirik Cristian kearah cermin menatap Anie yg langsung berubah kesal

__ADS_1


"jadi maksud kak Ian, kak Ian mau memberi kecupan lagi gitu disini!" tunjuk Anie ke arah bekas kecupan itu dan langsung dianggukin oleh cristian...


"enak aja...gak. kalo bekas ini GK ilang hari ini, kak Ian tidur di luar malam ini" tegas Anie dengan wajah cemberut... Cristian hanya tertawa dan mulai menghentikan kegiatan mengeringkan rambut Anie dan mengecup puncak kepala Anie dan meninggalkan Anie begitu saja di depan cermin... Anie hanya terdiam memaku di tempat duduk memperhatikan tak percaya melihat Cristian keluar kamar.


beberapa menit kemudian Cristian kembali dengan sebuah talam yg di pegang ya dan meletakkan di bawah dimana posisinya Cristian berjongkok posisi ala melamar gitu dan menghadapkan Anie kearahnya yg masih duduk di tempat semula. Cristian memperhatikan bekas2 kepemilikannya yg dibuat tadi malam 'waaah cukup banyak ya yg aku buat... apalagi di dalam sana!' liatnya kearah gundukanya Anie, sedangkan Anie juga ikut memperhatikan tatapan Cristian dan langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya "kak Ian jgn macem2 deh, ini masih siang dan aku masih capek." tegasnya dan langsung membuat Cristian tertawa kecil. iapun langsung mengambil sendok makan yg ternyata di rendam di gelas penuh dengan es batu " sini kakak obatin biar ilang" hendak memegang leher Anie namun Anie sontak menghindar "jangan dikecup kak...tar tambah gelap" takutnya namun Cristian langsung menyodorkan sendok dingin ini dan langsung menempelkannya ke bekas kecupannya itu... aniepun langsung merem merasa dingin yg menyengat langsung ke otak...


Cristian hanya tersenyum melihat reaksi istrinya itu.


bengobatan itu cukup lama dilakukannya...


"sudah..." tegas Cristian yg langsung memecahkan kesunyian dari tadi. aniepun langsung berbalik menghadap cermin, seakan tak percaya iapun langsung berbalik menghadap Cristian yg masih berjongkok di posisinya.

__ADS_1


"kak Ian kok tau pengobatan ini..." selidiknya


"jangan2 kak Ian pernah..heemmm" terdiam karna cristian langsung menyambar bibir mungil itu dengan ciuman yg cukup dalam, Anie masih kaget atas tindakan itu dan belum merespon namun ciuman itu semakin dalam dan Cristian mulai beranjak dari jongkok dengan setengah berdiri dan merangkul pinggul mungil itu seakan menarik tubuh mungil itu dalam dekapannya. aniepun merespon namun langsung di lepas oleh cristian "hanya kamu yg pertama. dan akan menjadi yg terakhir. jangan pernah berpikir yg lain lagi" dengan wajah memelasnya, seakan merasa bersalah Anie langsung memeluk erat tubuh besar itu dengan erat... "maaf".. cristianpun membenamkan kepalanya di tengkuk leher anie.


__ADS_2