Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Kecepakatan


__ADS_3

Setelah proses pernikahan selesai ia sudah resmi menjadi istri dari Cristian Ferdian Prakoso dan dia sudah sah menjadi istri atas nama Anie Fetrika Qurbianty Ruby ferdian ( makin panjang aja nih namaku karna aksen keluargaku tidak diizinkan hilang dan malah di tambah aksen keluarga dari pihak suami) itulah yang akan tercantum di akte keluarga barunya, setelah semua selesai kini Anie dan cristian menuju rumah baru yang memang sudah di persiapkan untuk mereka berdua sambil mengendarai mobil sport keluaran jerman mereka berdua sudah memasuki wilayah rumah baru itu dengan taman yang luas nan hijau, banyak bunga mawar merah dan putih yang mengitari jalan dari awal gerbang hingga memasuki kawasan teras rumah yang berlantaikan 2 dengan cat putih bersih berpadu dengan kuning keemasan, mobil telah berhenti di depan teras rumah dan cristian segera keluar dan juga membukakan pintu untuk istrinya dan mengajaknya masuk kedalam rumah, jujur saja anie terpaku oleh isi dan luas rumah itu di sisi kanan sebelah pintu utama adalah ruang keluarga dan ada pintu kaca menuju halaman terbuka yang hijau dan ada kolam renang beserta waduk dan properti pendukung, sepertinya selera cristian cukup unik untuk setelan yang mewah tapi berkesan alami dan sejuk dan tempat istirahat juga yang asri dengan nuansa pedesaan sebelah kiri ada ruang makan bersebelahan dengan dapur sisi lurus dengan tangga menuju lantai dua lantai bawah ada 2 kamar yang khusus di sediakan untuk tamu dan belakang adalah kamar pembantu dan tempat cuci baju dan garasi ada di sebelah kanan luar samping rumah sedangkan lantai dua hanya ada 2 kamar juga dan lebih dominan panjang ke samping kanan karna disana sudah tersedia ruang istirahat beserta sebuah piano besar berwarna putih nan elegan,di sampingnya lagi adalah balkon menuju halaman depan rumah. Sekarang anie diajak untuk masuk kesebuah kamar oleh cristian, ia agak takut dan canggung begitu juga kawatir entah apa yang akan terjadi selanjutnya tapi dia malah berkata “ disini kamarmu , tenang saja kita tidurnya terpisah kok aku tau kamu tidak menginginkan pernikahan ini terjadi tapi karna factor kedua keluarga kita, jadi kamar kita terpisah ini sudah aku persiapkan untukmu di luar dugaan keluarga kita jadi jangan kawatir,” diiringi dengan senyuman dan menutup pintu kamar itu dan menghilang di balik pintu itu huuuft anie terlihat sangat lega karna mereka tidak sekamar jujur saja ia masih belum siap. Anie mulai menelusuri kamar itu sebelum bersih2 badan dan muka karna meke up dan busana kawinan ini.



20.00 malam hari perut ani sudah mulai keroncongan sialnya dirumah ini sdg tidak ada pembantu apa yang harus ia lakukan tanpa pikir panjang lagi anie turun ke lantai satu menuju dapur alangkah kagetnya anie dapati disana sudah ada cristian tampaknya dia sedang kerepotan menyiapkan sesuatu anie pun memaku diam di tempat sambil memperhatikan dia dari belakang yang sedang kesusahan menyalakan kompor dan menyiapkan bumbu entah apa yang dia masak sambil tersenyum geli akan tingkahnya itu yang anie dapati sedang memakai celemmek dan kerepotan di dapur mondar mandir kebingungan dan pada akhirnya dia menyadari kalau anie sedang menperhatikannya diapun langsung kaget dan salting, aniepun juga secara spontan berhenti tersenyum dan memakai wajah datar


“eee kamu sudah turun heeem, mau makan apa biar aku siapkan” sambil garuk kepala yang sepertinya itu tidak gatal, aniepun langsung memasuki wilayah dapur dan berdiri di hadapannya yang sekarang sedang menatapnya tapi anie sedang mencari2 celemmek untuk dia pakai namun tak didapatinya, tanpa permisi aniepun langsung melingkarkan tangannya ke leher cristian nampaknya dia kaget namun diam, namun anie masih dengan sikapnya berusaha santai meski ia juga kaget dengan tingkahnya itu


“maaf saya hanya mau melepaskan celemek ini, biar saya saja yang menyiapkan makan malamnya sebaiknya kamu duduk saja dan tunggulah sebentar lagi“ sambil melepaskan celemek itu dan aniepun langsung memakainya dan mulai bekerja menyiapkan makan malam, saat cristian menjauh dari dapur dan menuju kursi makan sambil menatapnya bekerja sana sini menyiapkan makannan, anie cukup bingung dengan apa yang akan ia masak karna persediaan makanan cukup lengkap

__ADS_1


“heeem kamu mau makan apa?” langsung menoleh ke arah cristian yang didapati kaget seakan2 baru kepergok sedang memperhatikannya


“eee sepertinya lebih enak makan spageti saja.. ya ku rasa itu “ sambil glagapan aniepun langsung memasak. Saat makanan sudah siap di hidangkan di atas meja anie langsung ambil posisi yang berhadap2an dengan cristian “slamat makan“ tuturnya sambil tersenyum ke arah anie yang juga membalas senyuman itu.


Saat selesai makan “waaah ini terasa nikmat dan kenyang… masakanmu bennar2 enak“ pujinya, anie hanya tersenyum dan trims sunyi sejenak hingga akhirnya cristian angkat bicara


“eee ani boleh kita bicara sebentar?” tanyanya dengan nada serius aniepun menatapnya sejenak dan membolehkan dan diapun langsung menuju ruang tamu yang diikuti oleh istrinya itu dengan agak cemas dan bingung, merekapun duduk berhadap2an juga hingga dia angkat bicara


“mungkin kita bisa mulai dari awal“ aniepun langsung mengangkat pandangannya kearahnya dengan wajah bertanya2 apa maksudnya

__ADS_1


“kita bisa anggap sebagai saudara kandung saja jadi gk akan ada rasa canggung,cemas dan takut” anie masih bingung dengan solusi itu apa maksudnya “ saudara kandung?” tanya anie “ya .. kamu bisa anggap aku sebagai kakak kamu dan aku gk punya adik dengan kita menganggap satu sama lain sebagai kakak adik semuanya akan berjalan indah bukan, dan kita bisa kenal satu sama lain secara perlahan dengan kata lain kita mulai dengan hubungan itu untuk lebih lanjut nanti kita... bisa bicarakan lagi” anie masih bingung tapi sepertinya solusi itu cukup bagus dengan begitu mereka tidak perlu cemas dengan kejadian kedepan karna gk akan terjadi hal2 aneh meski tetap anie merasa harus waspada karna bagaimanapun mereka adalah suami istri. Aniepun tersenyum padanya dan begitupun dia sepertinya cristian juga mengerti itu


“ baik jadi kita sudah sepakat kita akan memulai hubungan atas dasar kakak adik dulu, aku akan memanggilmu dengan sebutan kakak begitu?” cristianpun mengangguk “rasanya aneh memanggil seseorang dengan sebutan itu secara tiba2 “ aniepun tersenyum begitupun cristian.


”Heeem sebelum itu boleh aku meminta sesuatu padamu? “ tanya anie


“ya tentu… apa itu?”


“ heeem kita menikah secara diam2 dan aku masih kuliah apakah kamu mau kalau hubungan ini disembunyikan dari lingkunganku sampai aku siap?” dengan cepat cristian tersenyum dan menjawab iya

__ADS_1



__ADS_2