
****Anie_****
Aku dimana, kenapa mulutku di bekap mataku juga kenapa ditutup, tubuhku terikat sangat kencang membuatku sakit, kak iyan kamu dimana tolong aku, aku takut. Suasana dalam ruangan ini sangat membuatku pengap dan gelisah.
Seingatku td aku sedang membahas materi dengan adik kelasku dan tiba2 aku melihat kak iyan diparkiran, sangat senang rasanya saat pria pujaan hati berinisiatif menghampiriku di kampus, tapi tiba2 di sebrang jalan sebuah mobil mencegat jalanku dan memaksaku masuk kedalam mobil dan menghimpitku ditengah kursi penumpang. Mereka memegangiku sangat erat dan membekap mulutku. Ya disaat itulah aku tak sadarkan diri. Dan kini aku ada disini, tapi ini diman? Tapi rasanya aku ada diatas ranjang dan suasana disini sangat sepi, ya pasti aku ada disebuah ruangan.
3 jam kemudian, anie masih berusaha melepaskan ikatan tali pada tangan dan kakinya meski gerakannya mulai lemah ia masih berusaha dan akibatnya pergelangan tangannya memerah gegara gesekan tali di pergelangan tangannya, ia masih meronta berusaha melepaskan ikatannya. Tiba2 terdengar suara samar2 dari kejauan.
__ADS_1
Ceklek, suara pintu terbuka, ternyata benar aku ada disebuah ruangan, mari kita dengar siapa orang dibalik semua kejadian ini. Suara langkah kaki mulai mendekat dan anie hanya bisa diam menunggu respon orang tersebut.
"sayang, apa kabar aku kangen sama kamu. Bagaimana denganmu?" suara besar itu terdengar sangat dekat dikupingku dan tangan kasar itu menyentuh kulip wajahku membuatku sangat jijik, aku masih belum bisa mengenal suara ini, suara ini seperti tertutup oleh sesuatu. "sayang, akhirnya sekarang hanya ada kita berdua, heeemmm wangimu sangat sedap membuatku tak tahan untuk mencicipinya" sungguh menjijikan saat deru nafas besar itu menyentuh bulu kudukku, aku hanya bisa meronta menjauh darinya. Kak iyan aku takut, tolong aku, aku ingin menangis tapi tangisan ini tertahan karna kain yg membekap mata dan mulutku. "haaaaaah, sepertinya kau tak bisa mengenaliku ya... Sayang sekali sayang... Tapi tak apa, karna mulai sekarang kau akan menjadi miliku" pria ini sungguh sudah gila, seseorang tolong aku, aku sangat takut.
Anie yg mulai takut dengan pria yang tak dikenalnya yg berhasil menculiknya, kini dia hanya bisa pasrah saat pria itu mulai menyentuh dan membelainya. Anie yg masih terikat sangat kencang mulai meronta tanpa disadari tangannya sudah mengeluarkan darah segar yg lumayan banyak, namun yg pria tak sadar karna terlalu fokus membelai wajah anie seakan ingin mendekapnya.
"sayang, apa yg kamu lakukan! Kenapa tanganmu berdarah?" kawatirnya dan tanpa pikir panjang ia melonggarkan ikatan di tangan anie, dan seketika saat ikatan itu longgar anie langsung melepaskan tangannya dari ikatan tali itu dan mendorong pria itu kuat2 tanpa sepenglihatannya pria itu terjatuh dari ranjang, dan anie langsung membuka penutup matanya dan langsung mencari penculik itu, betapa kagetnya saat ia melihat penculik itu yg terkapar kesakitan dibawah ranjang itu
__ADS_1
"mas leo.!!!" hatiku langsung sakit,tubuhku semakin bergetar hebat seakan tak percaya kenapa ia berbuat senekat ini pada istri sepupunya. Dia benar2 gila "brengsek. Apa yg kamu lakukan? Kenapa aku bisa ada disini?" aku berusaha melepaskan ikatan yg ada di kakiku dan aku harus keluar dari sini sebelum bajingan itu menangkapku dan kembali mengikatku lagi.
"sayang kau mau kemana. Sini, jangan berontak atau kau akan celaka" ancamnya yg berhasil menangkapku dan kini aku terikat kembali dan dihempaskan diatas kasur namun bedanya sekarang tanganku diikat di kepala ujung ranjang tangan kanan dan kiriku.
"mas leo apa yg kamu lakukan, aku mau pulang. Aku mau ketemu kak iyan. Pliiish lepasin aku" tangisku tak bisa dibendung lagi, kini pecah sejadi2nya, dan pria itu mendekatiku mencoba menghapus air mataku namun aku tak sudi kulitku disentuhnya, dia hanya menghelas nafas dan tersenyum. Dia duduk disamping ranjang yg jaraknya sangat dekat denganku, mencoba tersenyum seganteng mungkin namun bagiku itu sangat menjijikkan
"kau tau kenapa aku sampai berbuat seperti ini? Kau tau kenapa aku sangat mengingin kanmu sayang.?" kini aku menatapnya dengan tatapan sangat membencinya
"karna aku duluan yg mencintaimu, bukan cristian. Kita sudah pernah ketemu sebelum kau bertemu dengan cristian. Seharusnya aku yg menjadi suamimu bukan pria brengsek itu" sentaknya yg semakin membuatku tak mengerti dan marah, apa maksudnya
"kau yg brengsek, lepasin aku. Aku gk tah apa yg kau bicarakan, pertemuan apalah itu. Pliiiish biarin aku pulang" rengekku yg kurasa akan sia2 jika memintanya untuk melepaskanku.
__ADS_1
"hei hei hwi... Ayolah coba kau ingat2 sayang, kita dulu pernah bertemu, bahkan kau menolongku." omong kosong apa ini, apa maksudnya. Pembicaraan ini membuatku muak dan tak ingin melanjutkan lagi, aku hanya bisa menangis sejadi jadinya dan meronta mencoba membuka ikatan di tanganku ini, tak peduli sesakit apa, berdarah sebanyak apa yg penting aku bisa keluar dari tempat ini dan bertemu kak iyan.