
Disebuah retoran keluarga, anie sudah sampai tentunya dengan pakaian yg bagus nan elegan namun simpel. Ya sebelumnya anie sudah memberitahukan pada cristian kalo mereka akan datang terpidah karna anie tau jarak kantor rumah dan retoran cukup jauh jadi dia beinisiatif untuk berangkat masing2 yaitu cristian dr kantor dan anie dari rumah.
Saat memasuki restoran anie tak melihat 1 pun pengunjung di dalam restoran itu, ia jadi bingung dan tiba2 1 pelatan datang menghampirinya tentunya dengan seragam vip yg biasanya dipakai oleh pelayan lantai atas yg memang diuntukan kelas vip
"nona anie, silakan ikut saya" sopannya dan anie dengan heran mengikuti intruksi pelayan itu yg menuju lantai atas dan sebuah ruangan kaca
"silakan masuk nona, tuan sudah menunggu di dalam" barulah anie sadar kalau hanya cristian yg bisa membuatnya takjub dengan kejutan seperti ini, setelah pelayan itu membuka pintu dan mempersilahkan anie masuk barulah anie melihat sesosok pria tinggi dengan punggung lebar tegap membelakanginya memandang jendela
"kak iyan..." sapanya pelan dan ternyata itu cristian suaminya dengan setelan baju berbeda saat ia pergi kekantor pagi ini. Melihat kearah anie dengan senyum tanpan membuat anie yg memandangnya tenang.
"hem...kapan kak iyan mempersiapkan ini semua? Aku pikir kita akan makan malam biasa, gk harus menyewa 1 restoran hanya untuk kita berdua kak" tanyanya dan cristian menghampiri anie memegang kedua tangan anie dan menariknta kedekapannya sehingga tak ada jarak antara mereka
"sayang, ini permintaan kencan pertamamu padaku selama kita nikah. Bukan berlebihan kan buatku untuk mengistimewakan semuanya. Tolong jangan protes" bujuknya sambil membelai wajah mungil anie yg langsung disambut senyuman meronah malu itu. Cristian langsung mempersilahkan duduk, dan mereka menikmati setiap momen makan malam istimewa itu.
Setelah selesai makan hidangan utama, selama proses itu cristian tak hentinya tersenyum bahagia dan itu disadari oleh anie. Anie sangat bahagia melihat suaminya bahagia karna baginya baru sekarang ini ia melakukan yg membuat suaminya sangat bahagia, kini ia sadar kalau cristian adalah segalanya bagi dirinya dan ia yakin kalo suaminya sangat mencintai dirinya.
__ADS_1
"aku gk mau kehilangan kamu kak, apapun yg terjadi kita akan slalu bersama selamanya" sambil memegang tangan cristian yg langsung membuat cristian tercengan tak percaya seakan ada yg aneh dengan anie, dari permintaan dinner dan kata2 yg menurutnya langka sekali untuk diucapkan oleh anie. Dengan senyuman dan beralih memegang tangan anie erat
"jangan pernah kamu tinggalkan aku sayang. Karna jika itu terjadi aku akan lenyap dari bumi ini. Kakak gk tau apa yg membuatmu seperti ini, tapi satu hal yg harus kamu tau bahwa saat ini kakak sangat bahagia. I love you my wife" langsung mencium punggung tangan anie yg langsung disambut senyuman hangat anie.
Saat makanan penutup datang dan cristian hendak menyantapnya tiba2 anie beranjak dari tempat duduknya dan berdiri disamping cristian, cristian memperhatikan anie yg terus memberinya senyuman lembut. Kini anie berlutut disamping cristian dan memegang kedua tangan besar prianya yg spontan membuat cristian kaget dan memperhatikan anie
"aku hanya ingin mengutarakan perasaanku yang sesungguhnya. Aku mohon dengarkan aku saja" pintanya sambil memdongak karna posisi cristian yg duduk dan anie berlutut didepannya seakan posisi sungkeman hehehe. Mendengar permintaan sang istri cristian juga antusias dan tersenyum lembut namun hatinya berdebar cepat
"kita disatukan karna perjodohan,jujur aku sangat benci akan hal itu terutama sama kak iyan. Awalnya aku tak akan sanggup menghadapi itu karna aku akan menjadi milik orang yg tidak aku cintai sama sekali, namun kak iyan memberiku pencerahan dengan adanya perjanjian antara kita yaitu ikatan sebatas kakak adik, itu membuatku lega" dengan senyuman lembut tak hentinya anie dan cristian saling menatap
"aku mwncintai cristian, sangat mencintaimu. Hanya kak iyan yg mampu membuatku seperri ini. Jadi untuk pertama kalinya aku ingin melakukannya dengan benar dan tanpa ada paksaan" dengan wajah serius dan yakin anie memgang kedua tangan cristian dan mendekatkannya pada wajahnya sambil menatap cristian yg seakan ingin menangis mendengar pernyataan itu.
"cristian ferdian prakoso, bersediakah kau menikahiku?" tanya anie dan itu sebuah lamaran yg seharusnya dilakukan oleh cristian. Sedangkan cristian yg mendengar itu tiba2 menitikkan air matanya tanpa ekspresi diwajahnya sedangkan anie tersenyum lembut menantikan jawaban dari sang suami.
"aku tau kita sudah menikah bahkan umur pernikahan kita mau memasuki 1 tahun, tapi pernikahan sebelumnya adalah karna perjodohan dan ketidakmauanku, jadi lamaran ini adalah pernikahan yg ingin aku lakukan tanpa ada paksaan diantara kita berdua dan itu murni karna cinta, aku sangat mencintaimu kak iyan." yakin anie dan disaat itupula cristian langsung berlutut dan memeluk anie sambil terisak bahagia. Tak pernah ia sebahagia ini sebelumnya dan aniepun juga ikut menangis bahagia, mereka berpelukan dengan kondiai duduk dilantai.
__ADS_1
"jadi...kak iyan maukan menikah denganku lagi?" tanya anie setelah suasana dapat dikontrol kembali dan melepaskan pelukannya perlahan, cristian dengan wajah merah dan masih terisak menangis
""aku akan mengutuk diriku di neraka jika aku gak mau menerima lamaran langka ini dari wanita yang sangat aku cintai. Tentu saja aku menerimanya sayang" kembali memeluk erat anie. Suasana itu berjalan cukup lama...
Dalam perjalanan pulang anie dan cristian tak hentinya tersenyum sambil bergandengan tangan dan berulang kali pula cristian mencium punggung tangan istrinya itu.
Saat sampai di teras depan rumah cristian buru2 membukakan pintu mobil dimana anie berada bak seorang putri yg sedang menerima pelayanan dari supirnya, anie tersenyum. Saat cristian hendak menggandeng tangan anie untuk membawanya masuk dalam istana mereka tiba2 anie menolak dan cristian langsung memasang wajah bingung. Aniepun tersenyum dam memberikan kode pada sang suami untuk menggendongnya dan tanpa basa basi cristian langsung menggendong permaisurinya masuk kedalam rumah, bak brigthe style ceistian menggendong anie membawanya kekamar anie yg masih terpisah dengan kamarnya. Saat sampai dikamar cristian menurunkan anie perlahan dikasur sigle yg besar itu. Tradisi itu masih diterapkan yaitu mengelus wajah mungil anie dan membeeinya kiss night nya sambil tersenyum cristian bermaksut keluar kamar dan saat sampai di ganggang pintu tiba2 anie mencegatnya dan menutup pintu kembali malahan dia mengunci pintu kamar itu.
"sayang apa yg kamu lakukan?" tanya cristian yg kini berada di balik punggung anie yg habis mengunci pintu yg menyerobot di depan cristian. Dan membalikkan badan perlahan dan menatap cristian yg jauh lebih tinggi darinya. Jarak mereka hanya beberapa centi
"kak iyan lupa ya, permintaanku ada 2, 1 permintaan sudah terlaksana dan kini tinggal 1 lagi dan aku mau itu terlaksana sekarang" jelasnya diakhiri dengan wajah gugup, sedangkan cristian bingung dengan isyarat wajah istrinya itu
"baikalah...sekarang apa yg istriku inginkan?" tanyanya dengan senyuman lembut sambil membelai wajah mungil itu. Anie yg tanpa ragu2 langsung mengeratkan rangkulannya pada pinggul cristian yg membuat siempunya kaget karna tubuh anie sekarang sangat menempelel dengan tubuh besarnya. Twrasa hangat dan panas dekapan anie mwmbuat cristian kawatir, kawatir tidak bisa menahannya, sikap anie yg memancing syahwad cristian membuatnya gila
"aku.. Aku...aku ingin menjadi istri seutuhnya buat kak iyan. Hadiah yg seharusnya aku berikan saat kita menyadari perasaan kita masing2. Tidak, seharusnya ini terjadi saat kita sudah melaksanakan pernikahan" dengan wajah memerah menundukkan kepala dan membenamkan ke dada bidang cristian, anie mulai terdiam sunyi sambil memeluk erat criatian. Sedangkan cristian mematung tak percaya
__ADS_1
'apa ini...apa yg harus aku lakukan. Akal sehatku akan musnah jika dia melakukan ini... Apa yg harus aku lakukan. Bukankah ini yg slalu aku tunggu. Melakukannya dengan wanita yg paling aku cintai. Bagaimana ini... Keadaan yg slalu aku tunggu akhirnya datang juga' batin cristian dengan wajah tenang dan membalas pelukan anie dengan tersenyum bahagia. Tanpa aba2 ceistian langsung membopong tubuh mungil itu yg masih menyembunyikan wajahnya pada bahu cristian menuju tempat tidur yg luas itu. Kini pria besar itu membaringkan permaisurinya di tengah ranjang besar itu dan perlahan mulai mendekati tubuh mungil itu yg sudah siap untuk terbenam dalam tubuh besar cristian