Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Gusar


__ADS_3

Setelah selesai kuliah anie berniat menemuin cristian di kantor untuk mengungkapkan perasaannya itu karna butuh waktu hampir 2 minggu anie meyakinkan perasaannyasehingga dia menjaga jarak dengan pria itu hanya untuk menyakini perasaan ini tapi sekarang anie benar2 yakin kalau dia benar2 telah jatuh cinta padanya bennar2 jatuh cinta.



Saat sampai di kantor anie langsung menuju ruangan kerjanya tapi sekertarisnya memberitaukan padanya kalau cristian sedang keluar dan gk ada di ruangannya dan sepertinya akan lama karna sedang ada miting di luar kantor dengan kliennya jadi mau gk mau anie pergi dan berencana menemuinya di rumah saja ya meski agak kecewa tapi di iyakan pada dirinya sendiri untuk pergi dari kantor dan menuju rumah tapi sebelum pulang anie berniat membeli sesuatu yaitu sebuah kado kecil karna selama dalam masa pernikahan dan masa menjadi istri anie belum pernah membelikan sesuatu yang special kepada suaminya itu dan dia berencana untuk shoping membelikan dasi yang memang pilihannya hanya untuk suaminya.



Saat sampai di toko dan sedang memilih2 dasi untuk pria kantoran, pelayan disitu juga mengarahkannya ke pilihan yang lebih bagus dan tanpa sengaja dan tanpa sepengetahuannya seseorang menepuk pundak anie dari belakang saat anie akan menoleh ternyata dia adalah andri


(oiya selama 2 bulan ini anie sudah terbiasa dengan sikap andri yang selalu membuntutinya dan tidak pernah kehabisan akal untuk mendapatkan perhatiannya meski anie tidak menganggapnya)



Anie kaget sekaligus kesal karna andri tidak hanya membuntutinya dikampus saja tapi juga diluar


“kamu sedang apa disini? Trus sendirian!” tanyanya dan anie hanya mengangguk dan mengangkat tangannya yang sedang memegang dasi untuk menunjukkannya


“gue sedang memilihkan dasi yang bagus untuk gue beli. Sudah terjawabkan pertanyanmu? Sekarang enyahlah dari hadapanku“ andri hanya tersenyum tanpa mempedulikan jaaban anie


“kamu beli dasi untuk siapa? Pacarmu ya!” slidiknya anie hanya tersenyum kecil tanpa menjawabnya pertanyaan itu, dan tanpa sadar anie meminta andri untuk menjadi modeln percoba annya, dan andri tentunya tidak menolak itu. setidaknya buat anie saat ini andri tidak begitu menyebalkan.



Aniepun sesering mungkin mencocok2an dasi yang ia pilih sedari tadi hampir 1 jam lebih anie memilih dasi yang bagus dan cocok tentunya dengan saran dari andri dan pelayan toko hingga pilihannya jatuh pada dasi yang berwarna merah marun agak gelap kehitamman dan itu di setujui juga oleh para pendukungnya.



Hari ini anie sungguh bersenang2 meski hanya memilih sebuah dasi tanpa lelah yang kurasakan karna itu demi seseorang yang bennar2 ia cintai, yaitu suaminya.

__ADS_1



Saat sampai dirumah dengan wajah senang sumringah sampai2 di tegor oleh bok inah dan bok uli tapi anie hanya membalas senyuman saja dan langsung menuju kamar.



Saat ini anie sedang menunggu kepulangan suaminya dari kantor meski masih sore jam 16.00 dia tetap menunggunya diruang tamu sambil menbaca2 majalah


“pokoknya perasaanku harus tersampaikan sekarang jika kak iyan pulang nanti, iya harus karna aku sudah gak tahan lagi nyimpan ini lebih lama lagi“ gumam kecil, malampun sudah muncul dan lama kelamaan semakin larut tapi belum juga suara mobil terdengar, anie mulai kawatir karna dia belum pulang juga gadis itu mulai mencoba menelfonnya dan berniat mananyakannya apa dia pulang telat tapi tak kunjung diangkat hingga anie mondar mandir sendiri di ruang tamu sambil sesekali melihat ke luar melalui jandela, dan gerak geriknya sepertinya tetangkap oleh bok inah


“non mungkin aden sedang ada kerjaan sehingga pulang malem dan saking sibuknya dia sampek lupa ngabarin, jadi tenanglah sebentar non“ tenang bok inah sambil mengelus pundak gadis itu yang jauh lebih tinggi dari dirinya aniepun mulai tenang dan kembali duduk karna menurutnya itu ada bennarnya juga


“saya ambilin minum ya non biar non tenang nunggunya“ tanyanya tanpa menunggu jawaban diapun langsung pergi menuju dapur.



Malam yang panjang dan tanpa terasa anie ketiduran di sofa ruang tamu hanya karna menunggu pria yang membuatnya hatinya gusar pulang, hingga pada akhirnya bok uli membangunkannya berniat menyuruhnya untuk pinda kekamar dan tidur di dalam dan aniepun lansung sadar dan menanyakan


“aden gk pulang non” ucap nya aniepun langsung menoleh


“tadi aden nelfon kalau dia malam ini menginap di kantor karna pekerjaannya sangat banyak hingga gk bisa pulang, jadi lebih baik non tidur di dalam saja. Tadi bibik juga bilang kok ke aden kalau non nungguin kepulangan aden“ gadis itupun kecewa karna penantian dan perasaannya belum bisa tersampaikan hari ini dan malam ini. Aniepun langsung beranjak dari tempat itu tanpa menunggu kelanjutan pembicaraan bok uli dengan rasa kecewa berat dia menuju kamar dan menghempaskan tubuhnya ke kasur.



Keesokan harinya anie masih mengharapkan kepulangan suaminya tapi nihil, matanya yang sedari tadi melirik ke pintu keluar tak kunjung menemukan sosok pria itu sampai anie selesai sarapan dan berangkat kuliah dengan rasa kecewa.



Saat sampai di kampus anie bertemu dengan andri sebelum masuk kelas dia menanyakan soal dasi yang dibeli bersamanya dia menanyakan apakah pacarnya suka dengan hadiah dasi itu, tapi anie hanya membalas dengan senyuman datar.

__ADS_1



Saat selesai kuliah anie langsung bergegas pergi dari kampus menuju toko buku membeli beberapa buku pendukung tugas dan tentunya buku tips menyatakan cinta, saat anie memilih buku tiba2 saja dia bertemu dengan Tania teman barunya itu.



Anie ingin sekali menyapax langsung namun rasa kawatir menghampirinya, ia tak tau harus memulainya seperti apa sehingga membuatnya kelabakan dan tanpa sadar ternyata tania sudah memergokinya yang sedang kebingungan disebrangg pandangannya itu. dengan tersenyum kecil tania menghampiri anie yang masih tidak sadar dengan sikap kelabakannya itu,



“loe kenapa?” tanya tania yang langsung menepuk pundak anie dan langsung tersadar dan melihat kearahnya dengan senyuman kecil.


“ah.. loe disini juga? Sedang beli buku apa?” mencoba menetralisirkan suasananya, karna ini baru pertama kali anie menyapa seseorang yang menurutnya akan lebih bagus jika dia benaran menjadi temannya.


“yang jelas gue sedang tidak mencari buku tentang cinta” jawat tania yang sedang melirik kearah 4 buku tumpukan yang teratas dengan tulisan tips menyatakan cinta yang di pegang anie, membuat anie langsung menyembunyikan buku yang dipegangnya itu dan tersenyum kecut seakan ketauan.


“ah ini hanya... tidak bukan, gue yang mau baca kok...hah” jawabnya gugup namun tania menertawakan anie dengan suara kecilnya


“bagaimana kelanjutannya kemaren?...”


“ah... gue masih belom ketemu dengan dia..entah mengapa gue ngerasa dia sengaja menghindari gue” jawab anie seakan tau dengan pertanyaannya itu


“gimana loe bisa seyakin itu?” dengan tetap memilih buku yang sedang ia cari di rak buku tanpa melihat kearah anie


“ya karna sebelumnya gue duluan yang ngehindari dia, saat gue sendiri bingung dengan perasaan gue” jawab anie sambil terus melihat kearah tania yang tak kunjung berhenti mencari buku


“temui dia lah... bukannya loe tau dia dimana. Jangan menunggunya terlalu lama,itu gak baik” penekanan kata terakhir dengan suara yang meyakinkan anie seakan tania langsung menyuruh anie untuk menemuinya langsung.


__ADS_1


Pertemuan kedua anie dengan tania yang tentunya secara tidak sengaja itu membuat anie kepikiran terus dikamar besarnya saat ini, perasan campur aduk yang ia rasakan, menemukan teman yang cocok dengannya dan disaat anie butuh seseorang tania slalu ada dan memberikan solusi yang bisa membuat anie tenang meski solusi simpel seperti itu namun anie entah mengapa selalu bisa menerima solusi itu.


__ADS_2