
Sudah 2 minggu berlalu, dan anie sudah selesai dengan trapi berjalanx, dokter juga sudah menyatakan kalau anie sudah sembuh. Cristian sangat bahagia karna istrinya kini sudah kembali meski tidak 100% karna sampai saat ini anie slalu menghindar saat cristian mencoba menciumnya.
Dalam perjalanan pulang dari kampus anie hanya memandang keluar jendela mobil, suasana mobil hening cristian sesekali melihat istrinya yg diam memandang keluar jendela mobil. Ia memegang erat tangan istrinya sambil sambil sesekali menciumi pundak tangan istrinya itu sambil tersenyum, anie hanya tersenyum mendapati suaminya melakukan itu. Ya sejak anie masuk kembali kekampus cristian slalu mengantar jemput istrinya itu sikapnya yg overprotektif saat ini cukup menganggu anie dalam aktifitasnya itu
"kak, bisakah kak iyan tidak melakukan ini lagi?" membuka suara
"maksudnya?"
"ya... Aku sudah sembuh kak, aku sehat. Bukannya kakak seharusnya sibuk di kantor? Aku bisa brangkat sama pulang sendiri" jelas anie, cristian yg mendengar penjelasan itu cukup kawatir dan tidak suka
"kakak hanya takut terulang lagi sayang...kakak gk mau.." ucapannya terpotong saat anie melepaskan geganggaman tangan besar itu
__ADS_1
"semuanya sudah berakhir kak, aku bisa jaga diri. Aku gk mau ngerepotin kak iyan terus" dan menyenderkan kepalanya pada lengan besar suaminya yg sedang menyetir membuat cristian tenang
"baiklah...tapi kamu harus janji sama kakak untuk slalu kasih kabar tiap kamu melakukan sesuatu.oke" dan dianggukin oleh anie cepat sambil melihat kearah cristian dengan senyuman.
21.15 dikamar anie, dia sedang mengerjakan tugas di laptopnya dengan serius tanpa menyadari cristian yg sedang berada di samping pintu yg bersender memperhatikan istrinya yg tengah serius sambil memegang susu hangat yg dibuatnya untuk anie, cristian tersenyum.
"sayang, suda malem loh. Gk capek apa habis pulang ngampus kamu gk keluar kamar sampai makan malam di kamar juga. Kakak jad makan malam sendirian dibawah, samapai sekarang kamu masih sibuk juga -_-" kesalnya sambil mendekat ke arah anie yg tengah sibuk dengan tugasnya, anie hanya tersenyum dan memberhentikan kerjaaannya sambil memutar kursinya kearah cristian yg berdiri di depannya, anie mendongak meliat suaminya yg memasang wajah datar sambil memegang segelas susu hangat yg ia tau kalau susu itu untuknya. Anie tersenyum mengambil gelas susu itu dan menaruhnya di meja belajarnya dan kembali menapat cristian yg masih wajah datarnya, ia tersenyum sejennak dan memegang kedua tangan suaminya
"sayang.... Kita kan bisa melakukannya dan mengurusnya meski kamu msh kuliah, tidak usah buru2 dan memaksakan dirimu sayang" dengan senyuman nakalnya dan anie paham akan itu
"iiiih kak iyan... Bukan itu maksudku, aku ingin cepat lulus agar aku bisa langsung mengurus perusahaan papa, bantu kamu juga dan lanjut S2 aku" jelasnya yg langsung membuat wajah cristian kecewa
__ADS_1
"loh...terus... Anak kita?" melepaskan genggaman tangan anie seakan tak percaya
"ya... Itu... Rencana tambahan sih, bukan prioritas utamanyakan" menggenggam tangan cristian dengan wajah yg tersenyum. Cristian memasang wajah tak percaya dan kesal karna anie tak dpt mengerti perasaannya. Baginya saat ini adalah keluarga kecilnya dapat memulai lembaran baru dan memiliki rencana kecil untuk masa dpn keluarga kecinya ini merencanakan memiliki anak dng wanita yg sangat ia cintai, namun impiannya sirnah karna anie memutuskan untuk menundanya untuk pendidikannya. Cristian tak dapat berbuat banyak karna baginya selama gadisnya bahagia dia akan bahagia.
'umurq sudah waktunya memiliki anak, aku tak mau kelak jika anakq lulus sekolah aku sudah berada di kursi roda dengan kondisi yg lemah dan rambut penuh uban sedangkan anie istriku akan menjadi ibu muda yg cantik. Tidak, aku harus membujuk anie bagaimanapun aku tidak mau memiliki anak setelah umurku 40 tahun' batinnya sambil menatap anie yg masih menggenggam tangannya sambil tersenyum padanya.
"sayang... Kita tak bisa terus menerus tidak mempedulikan permintaan org tua kita akan kehadiran cucuk mereka bukan? Jadi maksud kakak, tidak baik menunda terlalu lama untuk kehadiran calon anak kita" dengan suara pelan, anie yg mendengar itu hanya tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya, kini tangannya melepaskan genggaman tangan suaminya dan beralih merangkul pinggul suaminya dan mendekap erat, wajahnya mendongak keatas mengarah wajah suaminya sambil tersenyum.
"aku tau maksud kak iyan apa, hanya saja untuk urusan mempunyai anak kita tetap kembali pada perjanji awal, nunggu aku lulus kuliah yakan" senyumnya sedangkan cristian memasang wajah datar "aku juga tak mau menundanya terlalu lama untuk punya anak apalagi dari org yg paling aku cintai, makanya saat ini aku sangat sibuk agar dapat lulus cepat" bujuknya dengan membenamkan wajahnya pada dada bidang dan hangat itu. Cristian yg mendengar itu mulai tenang dan melepaskan pelukan istrinya, maju melangkah sehingga anie terduduk dimejanya sambil menatap kearah wajah cristian yg mulai mendekat ke wajahnya memegang dagu mungilnya berniat untuk menciumnya, anie mulai gemetar mengingat sekilas kejadian buruk dikamar gelap itu namun ia mencoba untuk melawan bayangan itu, nafas memburu nan hangat cristian mulai menyentuh wajah anie, anie mulai takut dan memejamkan matanya sekuat mungkin sambil memegang keras meja dibawahnya. Bibir lembut itu mulai bersentuhan,anie mulai gemetaran dan cristian tau akan hal itu sehingga dia memegang tangan anie yg mengepal di meja sambil tetap menciumnya, anie tak merespon ia masih takut dan cristian tetap pada kegiatannya ia berfikir anie harus melewati ini agar ia bisa maju dan melupakan kejadian itu perlahan. Cristian mulai mencium lembut bibir lembut istrinya namun anie masih tak merespon ia masih diam mematung dengan mata memejam paksa, cristian mulai mengeratkan rangakulannya pada pinggang anie membuat tubuh kecil itu mendekap pada tubuh besarnya tangan yg lainnya mengusap wajah kecil itu. Cristian pun melepaskan ciumannya melihat ekspresi wajah istrinya yg masih memejamkan matanya dengan tangan yg meremas bajunya dengan gemetar, cristian mencoba untuk melakukannya kembali namun kini tangannya menarik dagu anie dan bermaksud untuk membuka kecil mulut mungil itu dan anie menurut dengan mata yg masih terpejam dan remasan tangan di baju cristian. Cristian mendekatkan wajahnya kembali mencoba ciuman dengan gaya liar, saat lidahnya mulai memasuki rongga mulut anie tiba2 anie terperanjak dan spontan mendorong cristian kasar sehingga pria itu terjatuh ke kasur yg berada di belakangnya, anie langaung mengusap bibirnya dan gemetaran hendak menangis, cristian yg melihat itu langsung menghampiri anie dan memeluknya erat membawa kepala gadis itu menelusup di dada bidangnya sambil mengelus kepalanya
"sayang, tenang... Ini kak iyan... Maaf kakak gk bermaksud untuk itu, maaf... Tenang ya..." bujuknya sedangkan anie dengan tubuh yg masih dalam pelukan cristian masih bergetar ketakutan.
__ADS_1