
Pagi hari di perusahaan viktori diruangan CEO,cristian sangat kesal dengan diri sendiri hari ini. Seakan tak percaya dengan sikapnya yang membuat gadisnya masih marah dengannya sehingga membuatnya tidak semangat untuk bekerja dan terus menerus menyalahkan diri sendiri. Ya sejak kejadian malam itu anie tak mengijinkan cristian untuk melanjutkan pembicaraan itu dan lebih memilih mengunci pinti kamar dan tidur agar suaminya itu tidak menyusul kedalam kamar dan melanjutkan pertengkaran. Meski mereka sudah salingmengakui dengan perasaan mereka dan blak-blakan melakukan ciuman yang panas namun peraturan awal masih diterapkan yaitu tidur terpisah, karna anie masih belum siap melayani sebagai istri seutuhnya, dan untungnya cristian masih terima itu dan menghargai pendapat gadinya.
Namun pagi ini sebelum cristian mau brangkat kekantor hubungannya dengan istrinya masih dalam kondisi marah-marahan, cristian sudah mencoba untuk mendinginkan suasana denga pembicaraan kecil biasanya namun pada akhir pembicaraan itu berujungan dengan kejadian tadi malam. Cristianpun brangkat ngantor dengan kondisi kesal karna anie lebih memilih masuk kamar dan tak mengantarnya kedepan teras seperti biasanya.
Seakan ada yang hilang pagi ini,cristian lebih banyak marah-marah kepada setiap karyawannya yang masuk keruangannya untuk menghadap. Hingga sekertaris nya menghubungi agus agar bisa menenangkan cristian karna marah-marah pada karyawannya. Setelah Agus mendengar penjelasan dari sekertaris bossnya itu dia langsung menghampiri cristian diruangannya.
Ditempat lain, Universitas K jurusan Hukum Internasional sedang mengadakan bazaar amal untuk korban bencana di lampung. Anie ambil bagian jaga stand yang temanya kafetarian, menjualmakanan dan minuman berbagai saset kopi. Pengunjung yang datangpun cukup banyak yang antri bahkan bisa dibilang hanya tempat anie yang paling banyak pengunjung dibanding stand lainnya,karna mereka mengantri bukan hanya untuk makanan namun karna disana yang jaga dan menjadi pelannya adalah anie. Ya cukup sulit buat rika ketua stand cafetarian sekaligus ketua kelas mengajak anie gabung dalam standnya karna anie tipe orang yang sulit diajak ngobrol dan bergabung dalam kegiatan beginian tapi setelah beberapa kali rika mengajak anie dengan alasan untuk kebaikan akhirnya anie setuju ikut andil dalam kegiatan ini.
Meski dalam kondisi hati yang buruk, anie tidak mau orang-orang disekitarnya tau soal itu sehingga dia lebih memilih ikut gabung dalam pelaksanaan stand ini itung-itung mengalihkan kemarahannya dengan melayani para pengunjung yang sedari tadi tidak berkurang-kurang.
“anie istirahat dulu gih disana,dari tadi loe udah banyak ngelayani sekarang biar bergantian aja,oke” suruh rika sambil mempersilahkan anie untuk duduk bareng anak-anak yang isirahat bergantian, dan aniepun mengangguk berjalan pergi
“wah hebat ya, juallan kita laris eh... ini berkat anie nih..” sambilmengelus lengan anie seakan bersyukur dan diiyakan oleh anak-anak ditempat duduk itu, anie hanay tersenyum dan permisi kebelakang stand untuk pergi menelfon.
Di belakang stand hendak ingin telfon tiba-tiba andri menghampiri anie dan memberikan es cappucino dan duduk disampingnya. Anie yang menerima es cappucino itu langsung duduk setelah ditarik duduk oleh andri.
“loe kenapa? Kok kayak lusuh gitu...kekurangan vitamin?” candanya anie hanya tersenyum kecil
“ini gak loe racunikan?” tanyanya sambil mengarahkan minuman itu ke andri, dan adnri menggeleng rekas sambil tersenyum
“loe ada masalah apalagi ama pacar loe?”
“gaka ada... gue baik-baik aja...ngarep banget ya gue tengkar ama pacar gue?” sambil sesekali menyeruput es cappucino rasa kesukaannya
__ADS_1
“hemmm... ya meski gue sangat mengharapkan perpisahaannya” lirik andri yang membuat anie langsung mendelikkan mata seakan memberi pertanda kalo itu gak akan pernah terjadi
“tapi gue lebih berharap loe bahagia anie, meski berat karna itu bukan dengan gue... tapi gue akan terus berusaha buat dapetin loe, karena lelaki manapun tidak akan rela wanita yang ia cintai bersanding dengan laki-laki lain” mendengar perkataan andri itu membuat anie tersadar dengan posisi yang dirasakan suaminya pada saat dia marah tadi malam. Seakan flesbeck dan bertukar posisi mungkin itu juga akan dia lakukan jika suaminya menghilang tanpa kabar.
Aniepun beranjak dari tempat duduknya dan beralih pergi meninggalkan andri setelah ia mengucapkan terimakasih atas nasehat dan es cappucino yang ia berikan.
“rika... tugas gue sampai disini ya, ada urusan yang harus gue selesaikan,,, dengers nih...” mohon anie sama ketua stand dan diperbolehkan. Sebelum anie berganti pakaian stand rika memberikan anie bekal makan siang yang menunya dari cafetarian itu sendiri, Kini anie melajukan mobilnya kesuatu tempat.
Diruangan CEO, cristian sedang uring-uringan mengerjakan dokumen kantor yang menumpuk. Aguspun masuk ruangan setelah mengetok pintu karna dia tidak ingin kenak marah lagi, meski dia teman dari bossnya namun dia juga takut kenak marah dengannya. Langsung duduk dihadapan cristian beralih kesituasi sebagai teman.
“loe kenapa lagi... masalah ama pacar loe masih lom beres,? Mau gue bantuin apa agar loe gak uring-uringan gini. Loe tau gak sih, masalah loe dengan pacar loe itu malah dilampiaskan ke karyawan loe. Semuanya pada takut tau” jelas agus membuat cristian mendengus kesal dan menghempaskan diri kebelakang kursinya sambil menengadahkan kepalanya dan menerawang langit-langit ruangan itu.
“dia gak maafin gue...” frustasinya “gue udah ngelakuin banyak cara buat dia, tapi dianya malah marah sama gue.” Dengan keadaan lusuh
Anie sedang berada diruangan kantor cristian,kedatangannya membuat suaminya kaget dan juga tentunya juga agus. Mereka semua saling bertatapan,sehingga cristian taanpa ragu dan memaksa agus untuk segera keluar. Kini agus paham, gadis itulah yang berhasil membuat temannya dapat berubah drastis dan seketika agus juga mengagumi gadis itu karna selain dia milik cristian, dia juga sangat menawan.
“kamu sedang apa disini?” tanya cristian setelag agus menghilang dibalik pintu ruangan itu, dan anipun mendekat kearah meja
“aku kesini untuk minta maaf atas sikapku,malam tadi dan pagi tadi... maaf ya kak” dengan wajah memelas dan menunduk. Cristianpun mendekati anie yang berdiri tertunduk,diapun memeluk anie erat, gadis itupun membalas pelukannya.
“maaf aku kemaren membuat kak iyan kawatir, dan gak mau dengerin kak iyan juga”
“udahlah, gak p2 setidaknya kita sama-sama tau aja”
“sama2 tau apa?” sambil mendongakan wajahnya yang polos itu
“sama2 menyadari kesalahan masing-masing dan... sama2 gak bisa berantem lama-lama” aniepun mengiyakan itu dan kembali membenamkan tubuh kecilnya didalam dekapan sang pria yang bertubuh besar kekar itu. tak berlangsung lama cristianpun melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Dengan posisi yang duduk berhadap-hadapan di meja kerja cristian, anie yang sedari tadi memperhatikan cristian yang fokus bekerja dan mengagumi kalau suaminya itu sangan mempesona dengan kegiatan itu. namun lamunannya buyar ketika cristian membuka suara karna tak tahan diperhatikan terusmenerus oleh istrinya itu
“kamu bawa apa itu?”sambil melihat bungkusan plastik di atas mejanya
“ah iya lupa aku, aku bawa makanan untuk kak iyan” aniepun membuka bungkusan plastik itu dan cristian langsung mengesapingkan berkas dan laptopnya dimeja itu seakan memberi celah untuk tempat makan. Sambil memperhatikan istrinya yang menata satu persatu makanan itu
“tadi anie ada bazaar gitu di kampus dan bantu-bantu disana, pas mau kesini ama ketumnya dikasih makanan ini. Aku gak tau sih isinya apaan aja,lagian sekarang kan udah masuk jam makan siang” jelasnya sambil membuka makan itu satu persatu yang ada 4 jumlah dan isisnya makanan ringan dan berat. Cristian yang melihat itupun hanya tersenyum
Anie mencoba memberikan makanan spagetti bulgogi kepada suaminya namun cristian tak menyentuh makanan itu
“kenapa gak dimakan?, enak loh kak” namun cristian dengan senyuman memundurkan tubuhnya untuk bersandar dan masih menatap wanitanya yang sudah mulai menikmati makanannya
“mau aku suapin?”tanya anie bercanda namun cristian mengiyakan membuat anie terkejut, namun iya tetap melakukannya namun tak sampai karna jarak yang jauh membuat anie kesal. Cristian mengisyaratkan anie untuk mendekat kearahnya, dan anie berjalan mendekati tempat duduk cristian. Sebelum sampai mengambil kembali makanannya cristian langsung menarik tubuh mungilitu untuk duduk dipangkuannya dan memeluk tubuh mungil itu sambil tersenyum menggoda. Anie yang mendapati tindakan itu memberontak menciba melepaskan diri namun gagal karna kalah kuat
“kak iyan... malu ah, ini di kantor” namun cristian hanya tersenyum
“minumanku mana?” tanya cristian membuat anie kaget dan melihat keatas meja, dengan menepok jidat anie hanya bilang kalo dia lupa dan berniat mengangkat telfon diatas meja itu untuk memberitaukan ke pihak ob untuk membawakannya minuman namun belum sempat meraihnya cristian mencegah dan mendekatkan wajah mereka hingga sangat dekat, anie yang menerima perlakuan itu hanya diam mematung. Cristianpun mengendus
“bau cappucino”
“ah iya tadi aku sempet minum es cappucino da kampus,kak iyan mau? Biar aku pesankan di kafee langgananku” tanya anie
“mau... tapi nunggunya lama. Kakak maunya sekarang” dengan tatapan bingung anie hanya memiringkan wajahnya dan cristian tersenyum “kakak nikmati sekarang ya” tanpa aba-aba cristian langsung mengarahkan dagu mungil itu mendekati wajahnya. Seakan tau maksud dari sang suami, anie langsung memenjamkan matanya dan mulai merasakan hembusan nafas besar memburu diwajahnya
Bibir itu mulai bertemu, lumatan demi lumatan mereka nikmati. Anie berdehem seakan mencari celah untuk bernafas namun sang pria tak memberinya kesempatan dan semakin gencar memburu bibir mungilnya. Anie mulai mengeratkan rangkulannya di leher cristian dengan tangan kanan yang membelai lembut wajah sang suami yang mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar jenggot kecil dipipinya membuat sensasi merinding geli ditangannya namun tak menghentikan lumatan ciuman mereka. Cristian mulai membenamkan ciumannya semakin dalam dibibir sang istri dan anie tidak ingin mengecewakannya dengan mencoba mengimbanginya. Adagan itu berjalan cukup lama sehingga menyisakan bekas memerah dibibir sang istri dan nafas yang terengah-engah.
"Trimakasih cappucinonya. sangan manis"goda cristian setelah melihat istrinya yg masih ter engah2 atas perbuatan suaminya yang tak memberi ampun atas ciuman tdi...
__ADS_1
anie hanya tersenyum dan kembali memeluk erat tubuh kekar itu dalam pangkuan sang suami.