Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Perasaan


__ADS_3

Tidak terasa usia pernikahan mereka sudah berjalan hampir 1 tahun lamanya dengan kesepakatan yang masih terjaga antara anie dan cristian. Mereka berdua sudah mulai terbiasa dengan hidup bersama, dan saling mengerti sifat masing-masing, dan rumah yang mereka tempati yang awalnya serasa asing kini menjadi sebuah keluarga kecil dengan bertambahnya anggota pembantu lama yaitu bok uli adalah pembantu paruh baya yang diambil di rumahku bok inah adalah pembantu paru baya juga gk jauh beda umurnya dengan bok uli dia alumni dr rumah kak cristian dan pak paijo adalah supir di rumah ini mang asep adalah tukang kebun namun juga bisa di pakai sebagai supir. Lama kelamaan kondisi dirumah mulai nyaman dan terbuka antara anie dan kak cristian, mereka sering bercanda tawa atau bahkan jalan2 keluar rumah tapi sebagai saudara kakak adik dan itu mambuat anie nyaman.



Aktifitas anie berjalan lancar sebagai mana mestinya dan teman2 kampusnya juga gk ada yang tau kalau anie 1 rumah dengan seorg cowok yg sebenarnya adalah suaminya dan kerjaan kantor cristian juga berjalan lancar.



07.00 pagi ini anie mempersiapkan makanan bareng bok inah dan bok uli untuk sarapan pagi

__ADS_1


“non sepertinya aden belum turun coba non suruh turun kan dia harus berangkat kantor pagi “ kata bok inah aniepun langsung bergegas ke atas ke kamar iyan (panggilan kecil karna nama kak cristian terlalu panjang ^_^ ) yang kamarnya sebelahan dengannya oiya catatan kecil pembantu dirumah ini pada tau semua kalau anie dan cristian pisah kamar tapi bukan berarti sedang bertengkar tapi anie dan kak iyan menjelaskan kalau kami menunda momongan saja. Saat anie mengetok pintu kamar gk da jawaban dari dalam kamar hingga aniepun beranikan diri masuk kamar tapi yang didapati malah kosong saat ia mulai jauh melangkahkan kaki memasuki kamar itu sepertinya sang suami sedang ada di kamar mandi dan saat anie mebalikan badan berniat keluar diapun juga ikut keluar dan aniepun spontan berbalik hampir saja anie teriak karna yang ada di pikirannya cristian sedang berpakaian separuh badan tapi nyatanya gk, dia sudah rapi hanya saja dasinya belum di ikat


“ada apa“ kaget cristian, anie hanya menggeleng senyum dan mendekatinya tanpa permisi ia mulai mengangkat tangan dan meraih dasi itu berniat memakaikannya dan merapikannya sedangkan iyan dia membiarkan tangan itu bekerja sambil memperhatikan wanita di depannya dan sesekali dia menggodanya


“heeem istri sangat pengertian“ aniepun kaget dan mendongak karna dia jauh lebih tinggi darinya, anie hanya tersenyum dan menyuruhnya segera turun dan bergegas ke kantor.



“tar siang masuknya, kak iyan sekarang ada miting dengan klien penting dari luar negri ya?” iyan hanya mengangguk sambil menyantap makanannya “cepatlah jangan sampai terlambat dan membuat klien nya kecewa karna ku dengar org besar sangat menjunjung disiplin“ iyan hanya tersenyum sambil melihat anie. saat mau berangkat kerja seperti biasa anie mengantarnya sampai depan teras rutinatas tiap cristian mau berangkat kerja bukan sebagai adik atau istri tapi ini sudah menjadi kebiasaan yang memang anie kehendaki sendiri “ini tasnya… take care ya“ kata anie sambil menjulurkan tas dan tersenyum kearahnya “adik yang baik“ senyumnya dan tanpa pamit cristian mengecup keningitu sambil mengambil tasnya, aniepun agak kaget dan tersenyum entah kenapa hatinya berdetak berbeda, kencang dari biasanya ‘kak iyan “ serga anie agak kaget “kenapa… gk suka atau kamu lebih suka aku kecup di pipi ? atauuu!“ senyum nakal itu mulai menggoda entah kenapa anie sudah mulai terbiasa dengan godaannya, aniepun memukul kecil ke arahnya dan tersenyum dan iapun berlalu pergi dengan pak paijo supirnya, aniepun tak lepas pandangannya kearah mobil itu berlalu hingga hilang.

__ADS_1



Siang ini seperti biasa anie kuliah dan setelah selesai menunggu kuliah ke dua masuk anie menghabiskan waktunya di perpustakaan mencari bahan tugas atau sekedar membaca2 saja tapi siang ini sangat menyebalkan karna sedari tadi ia sampai di kampus dari parkiran sampai masuk kelas beberapa cowok berbeda memberikannya mawar merah meski hanya setangkai tapi kalau ada 25 cowok yang memberi bunga tangkai bisa menjadi se puket bunga mawar merah dan saat anie tanyakan siapa yang menyuruh, mereka hanya jawab terima dia maksudnya apa coba dan saat anie sampai di kelas sudah berdiri sesosok cowok berbadan kekar sispeck yang hampir di puja2 oleh kaum hawa dari kalangan fakultas Hukum yang anie juga ambil, dia memberikan sepuket bunga mawar putih dan saat anie melihat ke arahnya dia adalah Andri “terimalah niat baik pertemananku ini ani, aku ingin menjadi temanmu dan sapa tau besok lusa, sebulan kita bisa menjadi sahabat atau bahkan sepasang ...“ wajah percaya diri itu sungguh menyebalkan


“oooh jadi bunga ini dari kamu… tapi maaf saya gak butuh teman seperti kamu...dah ah, soal lebih dari sekedarteman kayaknya jangan halu deh” sergahnya dan berlalu masuk kelas meski semua anak kelas melihat kearah mereka berdua dia tetap bersikeras ingin mendapatkan pengakuan itu dr anie, hingga pada saat siang hari anie menuju taman belakang kampus disana memang sepi jarang di datengi anak kampus karna kondisi yang sunyi sering kali di gunakan oleh anak2 kampus untuk mejeng pacaran yang memang buat kalangan yang bokek entah kenapa anie pergi ke tempat itu, niatnya buathanya ingin kabur dari cowok yang bernama andri yang sedari tadi membuntuti anie hingga nekat masuk jam kampus yang sama dan duduk disamping anie membuat semua mata di dalam kelas itu tertuju pada anie, karna jujur selama anie kuliah belumpernah ada cowok yang seberani itu mendekati anie dan kini anie kesal hingga membuatnya tidak konsen dengan materi yang disampaikan oleh dosen saat itu.



Saat materi kuliah selesai dia langsung kabur dari kelas itu menuju taman ini dengan suasana hati Kesel banget tapi tiba2 hpnya berbunyi di saku dan yang awalnya senyu itu menurun sekarang mulai sumringah karna yang tertera di layar hp adalah “kak iyan“ aniepun langsung mengangkat telfon itu “ada apa kak? Tumben nelfon..,oh udah selesai kok.. ok aq akan segera kesana .. baik bos“ mengakhirinya ternyata dia minta tolong soal berkas pentingnya ketinggalan di rumah dan minta diambilkan sekalian dianterin dasar pelupa. Aniepun segera menuju rumah.

__ADS_1


Dari rumah anie terburu2 menuju kantor iyan tanpa mempedulikan sapaan dan tegoran dari bok inah, menuju kantor anie sumringah karna seharian ini anie di buat dongkol oleh tingkah andri tapi entah mengapa tiap anie mengingat iyan hatinya mulai gugup bukan cemas atau takut seperti awal ketemu dan hidup bersama dan ini sudah terjadi dalam waktu lama ini dan anie juga sudah mulai terbiasa dengan godaan nakalnya pada dirinya kadang senneng dan kadang juga kesal, kadang juga merasa sepi dan kangen dan cemas jika iyan gk da kabar atau pulang larut malam dari kantor entah ya wajarlah mereka hidup bersama hampir 1 tahun lamanya dan sudah mulai tahu tentang diri masing-maing, apa yang terjadi dengannya sekarang jika anie memikirkan itu kadang bingung sendiri.


__ADS_2