
Pagi yg cerah, anie dan cristian sedang menikmati sarapan mereka sebelum melakukan rutinitas seperti biasanya.
"oiya sayang kakak lupa, td mlm mama telfon, katanya besok ada acara kumpul dirumah omah. Jd nanti kita berangkat kerumah oma siangan aja. Besok kamu absen kuliah ya" tanya cristian
"oke, tapi besok ajakan kak yg disana, gk sampek beberapa hari?"
"kayaknya sih gk yank, tp buat jaga2 kamu izin 2 hari aja ya, takutnya ada acara tambahan juga, lagian kamu kan udah lama gk ketemu omah pasti bakalan ditahan lama kamu disana" ledek cristian anie hanya tersenyum
"oke, tar kabarin aja kalo mau brgkt, ketemu dirumah aja ya. Aku ada kelas jam 10 doank."
"oke sayang".
14.15 anie sudah packing semua bawaannya termasuk punya sang suami semuanya jadi 1 koper sedang dan tas kecilnya yg isi dompet, hp dan power bank ya karna perjalanan dr rmh ke rumah oma memakan waktu 5 jam belum lagi macetnya. Saat anie sudah selesai dengan beres2nya tiba2 bel rumah berbunyi, tak cukup lama bok uli masuk kekamar anie
"non, diluar ada den leo nunggu non anie" aniepun kaget dan bingung, ngapain leo kerumahnya, kalo alasannya cari cristian seharusnya dia tau kalo cristian ada di kantor jam segini. Tanpa pikir panjang aniepun menghampiri leo yg sedang duduk di ruang tamu, melihat anie berjalan kearahnya leo langsung melempar senyuman dan mempersilahkan anie untuk duduk
"mas leo ngapain kesini?, kalo nyari kak iyan, dia masih dikantor jam segini" tanyanya namun leo hanya tersenyum
"aku kesini mau jemput kamu kok, gk lagi nyari cristian. Lagian cristian gk nelfon kamu kalo aku mau kesini? Lagian dia sendiri loh yg ngajuin agar kamu suruh bareng sama aku kerumah omah" anie hanya menggeleng gk percaya, saat anie hendak ingin menelfon cristian untuk klarifikasi soal ini, tiba2 leo mencegah
"cristian gk akan angkat telfon kamu anie, dia lagi ada miting penting. Makanya kamu suruh bareng sama mas. Udah yuk tar keburu malem nyampeknya, cristian bakalan nyusul tar" yakin leo. Anie hanya bisa percaya. Mau gimana lagi saat anie hendak mengambil brg2nya di kamar anie sempat menelfon suaminya namun tak diangkat sehingga diapun mengiriminya pesan singkat, Karna anie tak mau mereka bertengkar lagi hanya karna masalah kabar.
__ADS_1
Saat diperjalanan anie gelisah karna tak ada balesan chat dr cristian sedangkan leo dia tersenyum di sepanjang jalan entah apa yg membuatnya slalu tersenyum, saat anie mulai mencoba menghubungi suaminya lagi namun hanya suara operator yg terdengar. Anie mulai kesal dan lagi hp batrenya mulai low karna memank dia tidak mengechas sedari td malem karna lupa
"ya ampun, aku lupa bawa powerbank" paniknya sambil melihat kearah leo, sedangkan yg dilihat hanya tersenyum sambil mencari2 otg mobil, anie yg melihat leo sedang mencari2 mulai paham dan membantunya juga termasuk di dasbord mobil namun nihil
"kayaknya ada di mobil satunya deh an, soalnya mobil satunya baru masuk mobil kemaren dan hanya mobil ini yg bisa dipakek."
"mas leo gk bawa powerbank?" tanya anie sedangkan leo hanya menggeleng. Anie mulai sedih karna dia ingin sekali mendapat kabar dr sang suami "aq boleh pinjem hpnya mas leo gk?" tanya anie sedangkan leo mulai memasang wajah aneh dan langsung sigap menjawab
"hpq mati nih, dr td malem lupa di case. Maaf ya" jawabnya padahal hpnya baru saja dia matikan seolah2 kehabisan batre. Anie mulai betek dan leo paham akan itu, dia tak ingin gadis itu sedih "udah tar lagi sampai kok, kita udah setengah perjalanan nih. Mas yakin cristian juga sudah ada di perjalan" yakinnya dan anie hanya mengangguk tanpa melihatnya dan mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"selamat sore pak, maaf mengganggu perjalanan anda. Didepan sedang ada longsor berat sehingga menutupi jalan total, untuk berjaga2 agar kemacetan tak terlalu parah dan menghambat perjalanan anda, kami mohon untuk anda mencari jalan pintas lainnya karna kondisi ini cukup memakan waktu lama" jelas petugas itu setelah leo bertanya arah pada petugas itu merekapun melanjutkan perjalanan melalui jalan pintas ya tentunya jalan pelosok namun tak membuat pusing karna jalannya hanya ada satu arah hanya saja akan memakan waktu lama juga.
Dalam perjalanan anie mulai lelah dan mengantuk hingga tak sadar kalau tidiri mulai tertidur, leo yg mendapati anie sudah tertidur pulas dengan majahnya yg menghap kearahnya mulai curi2 pandang pada anie yg terlelap tidur. Kini tangan besar itu mulai meraih kepala sang gadis dan mengelusnya lembut nan pelan dengan tersenyum senang kini tangan itu beralih mengelus pipi lembut halis nan putih itu, anie yg disentuh tak merasakan apapun karna kalah dengan rasa kantuk dan lelahnya. Leo tak hentinya mengelus kepala anie sambil tersenyum dan fokus menyetir seakan anie miliknya kini.
Tak berapa lama anie terbangun dari tidurnya, ia melihat kesekeliling kalo kendaraannya telah berhenti dan menepi tapi tak ada seorangpun disana termasuk leo. Pria disampingnya tidak ada dan melihat ke depan mobil yg ternyata kap mobil terbuka dan keluar asab, aniepun buru2 keluar dan menuju depan mobil ternyata leo ada disitu sambil mengipas2 asab didepan wajahnya
__ADS_1
"kenapa mas, mogok ya? "cemas anie yg ternyata dianggukin oleh leo
"kamu tunggu didalam aja anie, suasananya mulai petang. Aku sudah nelfon montir terdekat butuh waktu setengah jam sampai disni" jelas leo tanpa melihat anie dan sambil mengecek mesin mobil
"loh bukannya hpmu habis batre mas?" slidik anie dan leopun kaget
"ya... Emank.. Cuman td aku sempetin nelfon montir sebelum benar2 habis batrex" jelasnya dan anie tak mau ambil pusing itu tempat itu sepi tak ada 1 pun kendaraan yg lewat.
Cukup lama untuk menunggu montir dtg namun tak kunjung datang, anie mulai bosan dan uring2an sedangkan leo masih sibuk dengan mesin mobilnya. Anie mulai beranjak dr tempat duduknya menyusuri lokasi disitu, disebelah kiri jalan tebing sedangkan sebelah kanan banyak semak2 namun ada jalan setapak memasuki semak2 itu, tadinya anie hanya melihat saja namun ia tergiur untuk menyusuri jalan itu karna ada seekor kepiting yg jalan cepat memasuki semak2 itu sehingga membuat anie penasaran 'hah.. Kepiting kok bisa ada disini kalau bukan di sungai atau... ' batinnya tanpa ragu ia memasuki jalan setapak itu tentunya tanpa sepengetahuan leo.
Anie terus menyusuri jalan setapak itu meski agak susah karna ranting2 yg lebat, namun ia terhenti karna mendengar desiran air dan terus berjalan setelah sampai. 1..2..3.. "aaaaaaaaaaaaaaaagh...."teriak anie cukup memekakkan telinga dan leo yg mendengar itu langsung panik setelah mencari kesekitar kalau gadis itu tidak ada, ia mulai panik dan mencari asal suara itu dan teriak memanggil anie, sedangkan anie yg mendengar teriakan leo memberi aba2 agar leo menghampirinya sekarang. Leo masih kawatir dan terus menuju asal suara itu dan anie masih terus2an teriak, leo semakin kawatir hingga tak terasa sakit karna ia menerobos paksa ranting yg menghalang. Saat sampai di tempat tanpa ada semak2 penuh cahaya jingga dan pasil yg lembut "pantai!" serunya dan tiba2 ia dikagetkan dengan tepukan pundak di belakangnya
"bagus kan mas... Sumpah aku kagum banget sama tempat ini, cahaya sunset yg mulai hilang aaaaaaaaaargh"teriak anie sambil belarian menjauhi leo yg masih bengong melihat anie namun juga kagum karna anie berlarian sambil melepas senyum yg sangat bahagia dan itu membuat leo terhipnotis. "mas leo, ayo sini... "teriak anie dr kejauan dan leopun tersadar dan sambil tersenyum iapun berlari mengarah ke anie seakan mereka saling kejar2an ditepibpantai.
"heeemmm sansutnya udah mau habis, tapi langitnya masih terang. Aku bersyukur banget dengan kejadian hari ini, karna aku bisa menemukan tempat baru ini" kagum anie tanpa henti menatap kedepan sambil duduk berdampingan dengan leo, tanpa sepengetahuan anie leo tanpa henti menatap anie kagum. Entah apa yg ada dipikirannya, saat anie hendak menoleh kearah leo tiba2 benda asing itu menempel dibibir lembutnya, anie shock dan terbelalak atas perlakuan leo itu yg tiba2 menciumnya dan kini tangan besar itu mulai merangkul pinggul anie yg masih duduk menhadap kedepan sedangkan leo mulai melumat bibir mungil itu, anie masih shock atas kejadian itu sehingga ia tak tau harus merespon apa. Leo mulai melumat lembut bibir itu, kini anie kembali sadar dan berusaha mendorong tubuh besar itu yg terus berusaha menempel padanya, kekuatan leo tak dapat di kalahkan kini lumatan itu semakin ganas dan menggigit pelan bibir bawah anie sedangkan anie masih berusaha meronta dan mengnangis. Leo mengeratkan rangkulannya dan memperdalam ciumannya, entah kekuatan dari mana kini anie berhasil mendorong leo hingga tersungkur ke pasir dan anie buru2 berdiri sambil mengusap kasar bibirnya dan tak henti menangis. Leo yg mendapati sang gadis menangis mulai panik dan ingin menjelaskannya namun saat ia berdiri dihadapan anie, anie langsung menampar keras leo hingga ia agak tersungkur
"Brengsek, apa yg kamu lakukan mas?" dengan suara yg masih bergetar dan tak percaya, leo yg melihat anie menangis terisak2 mulai menyesal dengan perbuatannya.leo mendekat seakan ingin menenangkan anie namun yg didekati malah mundur seakan ketakutan. Tiba2 suara seseorang disamping mereka ternyata montir bengkel sehingga anie memalingkan wajahnya seakan menyembunyikan tangisannya pada org asing itu sedangkan leo menyambut montir itu.
__ADS_1