
Pagi hari dikamar anie dan cristian jam weker sudah berbunyi dan pertama kali yg bangun tentunya anie, dengan malas ia mengambil posisi duduk dan hendak mau ke kamar mandi namun tercegat dengan tangan besar yg masih melingkar di perutnya, ya tadi malam mereka berdua tidur dengan posisi berpelukan lebih tepatnya cristian memeluk anie dari belakang. Aniepun melepaskan tangan besar itu dari perutnya dan melangkah menuju kamar mandi hendak menyegarkan tubuhnya.
Di dapur omah dan mama maya sedang sibuk menyiapkan sarapan dan anie baru tiba diruangan itu sambil mengambil posisi untuk membantu mereka, mereka yg tau itu langaung menyambut dengan senyuman hangat, sebenarnya dirumah itu ada banyak pembantu namun karna sekarang adalah hari keluarga jadi oma dan mama maya ingin melakukan semuanya sendiri agar lebih spesial apalagi baru dapat mantu baru ya meski udah hampir 1 tahun umur perkawinannya mereka masih terbilang baru lah ya.
Setelah mereka selesai dengan sarapan, para laki2 dirumah itu berniat pergi ke perkebunan stroberri dan gubis yg dimiliki oleh omah untuk mengecek perkebunan itu sekalian bersilaturrahmi sama pengurus dan pekerja diaana itu juga sebagian rutinitas tiap mereka main kerumah omah agar mereka tau perkembangan secara langaung. Namun kali ini anie juga ikut serta dibanding kumpul yg sebelumnya yg hanya menemani oma dan mama dirumah saja, skrg anie diajak oleh pak fadlan agar tau lokasi dan perkembangan perkebunan mereka, lokasi perkebunan dari rumah hanya setengah jam dilalui mobil.
Saat sampai dilokasi kebun stroberri anie takjub karna sebelumnya ia tak tau kalau kebun stroberri bisa seluas ini apalagi sensasi memetik langsung dr pohonnya dan dimakan saat itu juga, ia sangat antusias dengan itu hingga dapat terbaca oleh cristian dan langsung memberi anie leluasa untuk menikmatinya. Tanpa ragu anie langsung menjalankan keinginannya itu tanpa mempedulikan para lelaki yg sedang diskusi itu, saat semuanya serius, anie sudah agak jauh dari pandangan mereka cristian tak menyadari kalu leo juga ikut pergi meninggalkan diakusi itu untuk menyuaul anie yg sedang asik menikmati suasanya kebun itu.
__ADS_1
"segitu sukanya dengan stroberry?" ledek leo yg berada di belakang anie
"mas ngapain disini?" kaget anie dan langsung melangkah menjauh, nqmun leo tak mau memberi jarak jauh dari anie
"heeey... Jgn takut gitu donk, aku gk bakaln macem2 anie. Mana tega coba. Aku hanya mau minta maaf" sambil mengulurkan tangannya, namun anie tak mau percaya begitu mudah dan langsung pergi dari hadapan leo, sedangkan leo gemas dengan tingkah anie dan mengikutinya.
Cristian yg masih mengamati pembicaraan fadlan dan edi mulai sadar kalau leo sudah tidak ada bersamanya, iapun pamit pada bapak2 untuk mencari anie karna iatrinya telah jauh dari pandangannya. Anie mulai takut dan berjalan lebih cepat karna leo mengikutinya, meski perkebunan itu luas dan banyak pekerja namun waktu itu pekerja sedang istirahat makan siang sehingga terlihat sangat sepi.
"apa yg mau kamu omongin?" tanya anie tanpa melihat wajah leo
"hey, pliace jgn takut seperti itu padaku. Aku.. "kata2 leo terhenti saat cristian mulai menepuk pundak leo dr belakang
__ADS_1
"kalian disini sedang apa?" sambil menghampiri anie dan merangkul pinggulnya, anie hanya diam dan lega melihat suaminya berada disisinya
"ayo balik, papa sama om edi nungguin kita di waduk" jelasnya dan menggiring anie pergi dr tempat itu tanpa memperdulikan leo yg mematung.
Malam hari di teras belakang rumah, suasana sedang rame. Keluarga besar itu sedang berkumpul disana mengadakan barbeqiu untuk makan malam, mama maya dan anie sedang mempersiapkan meja makan, oma sedang duduk santai memperhatikan anak dan cucunya bersanda gurau sedangkan pihak lelaki memanggang sayuran, daging dan sosis untuk barbeqiu.
"cristian tolong ambil bahan2 selanjutnya untuk di panggang" pinta papa dan cristianpun menghampiri anie yg sedang menyiapkannya di meja, sambil menggoda dengan tingkah nakalnya yaitu memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan mencium kilat pipi meronanya sehingga sontak membuat anie malu karna disampingnya ada mama maya dan omah
"iihs kamu ini, bisa gk lakuin itu pas lagi gk ada orang aja nak" ledek mama sedangkan cristian hanya tersenyum dan mengambil bahan2 yg disodorkan anie yg dipinta papa. "oiya sayang, bisa tolong ambilkan saos tomat sama mayones di dapur? Kayaknya bibik lupa nyiapin disini" pinta mama yg langsung dianggukin anie dan berlalu pergi menuju dapur. Saat anie sedang mencari 2 bahan itu di dapur yg lokasinya cukup jauh karna ada di pojok bangunan rumah besar itu, ia mulai kuwalahan mencarinya dan saat mengecek di lemari atas ternyata ada namun itu terlalu tinggi hingga sulit untuk di gapainya, saat anie mulai meraih saos tomat tiba2 dari belakang serasa ada tubuh besar menempel padanya dan meraih saos tomat itu dan perlahan menutup kembali lemari itu, dengan posisi yg masih membelakangi, anie mulai kawatir jika sesosok itu adalah orang yg dibencinya. Sesuatu yg keras dan besar menyentuh pantatnya sehingga membuat anie semakin takut, ia berpikir sejenak 'jika aku langsung berbalik, akan lebih bahaya lagi. Bahaimana ini' kawatirnya, namun setelah tubuh besar itu mundur memberi celah untuk anie berbalik. Ketika anie berbalik dan mendapati sesosok tubuh besar itu ternyata. "kamu.. " belum sempat anie menyelesaikan kata2nya bibirnya langsung dibungkam oleh seauatu yg lembut dan ganas. Kini bibir mungil itu dilahap dengan ganasnya dan tak memberi celah untuk anie mengarur nafasnya, anie mulai meronta kesakitan saat bibirnya di gigik kecil oleh sang pria hingga membuat anie mendorong kasar
"brengsek apa yg kamu lakukan." teriaknya kesal sambil menghapus kasar bekas ciuman itu
__ADS_1