
“bukan itu… soal cemburu? Maksud kak iyan apa?”
“oooh itu ya aku pikir kamu kabur tadi karna cemburu dan kecewa melihat kakak dengan gina melakukan itu, jujur saja aq merasa sangat senang jika memang kau kabur karna cemburu, kenyataan memang bennar2 sering membuatku kecewa
“ jelasnya sambil tersenyum kecil kearah anie sedangkan anie masih bingung dengan ucapannya itu, hingga pada akhirnya mungkin sikapnya yang terlalu begok ini dan gk peka membuatnya tidak tahan untuk mengungkapkan semuanya. Diapun langsung memegang kedua pundak anie dengan keras dan mengguncangnya sekali seakan2 dia mencoba menyadarkan anie dari sikap gk pekanya
“hem ani plish lihat sisi lain dari diriku ini… aku sayang sama kamu sayang banget tapi bukan sebagai kakak tapi sebagai seorng yang bennar2 sayang kamu, tau apa artinya ? aku bennar2 cinta sama kamu,jauh di lubuk hati ini aq sangat mencintai kamu sangat… tapi kenapa kamu gk pernah peka dengan sikapku, kamu pikir seorang pria tiba2 mau di jodohkan dan menikah cepat dengan keadaan yang sangat mapan dan usia yang seharusnya menghabiskan waktu di lingkungan luar dan hidup dengan seorang wanita di satu atap bersikap baik manis dan kelihatan perfek di depan wanita itu.. kamu fikir si pria itu gk mengharapkan sesuatu dari wanita itu meski dia tidak ingin meminta, kamu pikir di dunia ini ada pria se bodoh itu… aq sangat2 menanti dimana kamu akan sadar dengan perasaanku ini ani… plish lihatlah aku yang bennar2 mencintai kamu.” Sambil melepas genggamannya di pundak anie dan semua kata2 itu membuat wanita itu kaget dan gk percaya
“pliiish liat aku yang bennar2 mencintai kamu.” Sambil berlalu. Anie masih mematung di tempat meresapi semua perkataan itu entah apa yang sedang dia rasakan saat ini.
Beberapa hari setelah pernyataan cinta cristian kepada anie mulai ada sesuatu yang beda didirinya, anie mulai menghindar darinya jarang ngobrol paling ngobrol hanya seperlunya saja dan jarang bertemu meski dirumah hanya berpas-pasan saja dan di meja makan meski cristian sering kali mengajaknya ngobrol dan masih mencoba menggodanya tapi dia gk pernah mengungkit masalah malam itu lagi, apalagi tidak pernah terucap kata maaf atau menyesal karna sudah bilang seperti itu.
Ini sudah 2 minggu anie menghindarinya dan cristian skrg lebih sering terbuka mengungkapkan perasaannya kepada wanitanya entah itu ucapan atau tindakan dan perhatiannya bukan sebagai kakak tapi lebih menjurus ke kekasih atau mungkin suami. Kejadian akhir2 ini sangat membuat anie stress, dari ungkapan perasaan dan perubahan sikap suaminya, tugas kampus yang kejar deadline, organisasi dan rentetan kegiatan lainnya ditambah lagi cowok gila yang akhir-akhir ini suka buntuti kemanapun anie pergi yaitu andri.
Kini anie sedang berada di ruangan sepi penghuni yang emank disediakan untuk anak berprestasi dalam menyelesaikan tugas yang tentunya didalam ruangan itu penuh dengan berbagai fasilitas pendukung, karna saat ini anie sedang terikat kerja sama dengan pak Rarkie yaitu dosen ilmu politik internasional dalam mengikuti perlombaan esain internasional jadi dia harus tiap hari berkonsultasi dengan pak rarkie dan menyetorkan hasil revisi tiap pertemuan.
__ADS_1
Anie benar-benar tidak ada waktu untuk bisa merasakan hal yang biasanya wajar dirasakan anak seusianya saat ini, karna baginya hal itu tidak ada untungnya sama sekali dan tidak memiliki manfaat sama sekali, makanya saat dia merasakan hal yang membuatnya gusar saat ini memang sangatlah membuatnya kewalahan untuk berkonsentrasi karna saat dia ingin serius, bayangan laki-laki itu selalu muncul dan berhasil menggoyahkan konsentrasinya.
Dia ingin meminta solusi atas masalahnya ini namun dia tidak tau harus pada siapa,berbagai cara ia lakukan dari mencari solusi di internet namun solusi itu semakin membuatnya bingung, ingin bercerita kepada seseorang tapi dia sadar dia tidak memiliki hubungan dekat dengan teman sekolah maupun kampus, jika dia meminta solusi atas perasaannya pada orang yang tidak dia kenal itu sangat memalukan baginya, bercerita pada kakaknya...oh itu akan semakin membuat dirinya memalukan di depan kakaknya itu.
Kini anie benar-benar frustasi atas apa yang dirasakannya, belum pernah ia merasakan peracasaan semacam ini, hingga tanpa sadar ia mengerang frustasi. Hingga tanpa sadar beberapa saat kemudian anie dikejutkan dengan suara sapaan seorang perempuan di ruangan itu yang duduk di sampingnya
“tidak hanya...sesuatu aja...”
“gue Tania, jurusan ekonomi Bisnis...” sambil mengulurkan tangannya namun anie tidak merespon itu,sehingga tania sendiri yang meraih tangan anie seakan dia tidak mau tangannya diangguri
“gue suka menyendiri, dan gue gk punya temen dikampus ini, jadi kamu beruntung sekali karna telah menjadi teman pertamaku” dengan percaya dirinya tania mengatakan itu dengan senyuman manis membuat anie melongo dengan ucapannya barusan.
“ya meski gue gk banyak memiliki teman, tapi bukan berarti gue gk tau apa-apa soal situasi dan kondisi, terutama soal cinta” jelasnya seakan memergoki sikap anie yang sedari tadi bingung atas nama perasaannya.
__ADS_1
“jadi gak usah ditahan...biarkan mengalir begitu aja, akan indah kok, apalagi kamu bisa menikmatinya...” anie semakin bingung dibuatnya atas penuturannya itu.
“dari mana loe tau kalo gue sedang strees dengan perasaan gue, loe kan gak da sosialisasi yang luas.” Jelas anie seakan ingin menjatohkan percaya diri itu.
“tuh loe ngaku...” kini anie diam seakan tidak bisa melawan lagi
“mhaaah... ya, akhir-akhir ini gue sering dibuat bingung sendiri dengan perasaan gue sendiri, sebelumnya gue belumpernah merasakan seperti ini,ini benar-benar mengganggu..” akhirnya anie angkat bicara dan mencuruahkan isi hatinya tanpa mempedulikan prinsip kalo berteman akan membuang waktu.
“trus perasaan loe bagaimana?” tanyanya sambil mengetik kembali tugasnya di leptopnya tanpa melihat ke arah anie, tapi anie juga tidak mempedulikan itu karna baginya lebih nyaman seperti itu dan selagi dia masih mau mendengarkannya.
“ya tentu saja perasaan ini sangat menyiksa dan gue benci ini...” tegas ani sambil membuat wajah kesal dan menutup catatannya tanpa melihat tania
“bukan itu maksud gue, tapi perasaan loe saat loe bersamanya, saat loe tidak melihatnya, memikirkannya, mehat dia bersama wanita lain..?” tanyanya bertubi-tubi dan kini tania melihat kearah anie yang membuat dia semakin kaku dan bingung mau jawab apa,karna dia sendiri bingung dengan perasaannya.
“ aku...aku nyaman dengannya, tidak melihatnya membuatku kawatir, liat dia bersama wanita lain membuatku marah.” Jawab anie terbata-bata
“bodoh... itu namanya loe suka ama tuh cowok, apalagi coba...” tegas tania melihat ke arah anie yang bingung tak percaya
“secepat itu dan segampang itu..? gak mungkin..lagian kita udah sepakat untuk tidak ada rasa lebih” cegahnya..
“oke, agap aja gue keliru menilai...apa jawaban ini membuatmu senang dan tenang disini?” jawab tania sambil menunjuk ke dada anie “enggakkan?” seakan tau apa yang ada dipikiran anie tania senyumkecil. “nyatakan sebelum terlambat” tegasnya dan kembali mengerjakan tugasnya dan anie masih dengan keadaan bengong seakan tak percaya namun sekarang perasaan yang tadinya membuat dia bingung seakan sirna karna percerahan dari tania teman secara tiba-tiba muncul membuatnya menemukan solusi itu.
__ADS_1