Siapa Sangka Kau KUCINTA

Siapa Sangka Kau KUCINTA
SSKK_Menginap


__ADS_3

Pagi hari di meja makan, anie dan cristian sedang menikmati sarapan mereka sebelum memulai aktifitas keseharian mereka masing-masing. Di meja makan mereka berdua menikmati suasana itu, selain mengobrol mereka juga membicarakan rute aktifitas mereka masing-masing


"kak iyan tar sore aq ada extra tambahan di kampus jadi pulangx agak telat, kakak makan malam sendirian gk p2 ya? " tanya anie sambil menghabiskan suapan terakhirnya, cristian yg mendengar penjelasan anie menjadi kurang selera makan


"yaudah, tar kakak jemput kamu dikampus ya... "


"gk usah kak, lagian aku gk tau kapan selesainya"


"gk p2... Kakak akan setia menunggu kok" merekapun saling tersenyum.



Dikampus_ anie baru keluar dari ruangan dosen untuk mengambil berkas susunan untuk pelaksanaan acara marsma yaitu kegiatan pembubaran masa mahasiswa baru dan anie adalah wakil ketua pelaksana,. Jujur saja pelaksanaan kegiatan ini hampir semua kegiatan anie yang mengambil alih sedangkan ketua hanya mengundang para dosen jurusan dan fakultas, mungkin kalah gender jadi anie diposisikan sebagai wakil saja. Anie tidak ambil pusing soal status itu karna baginya kesibukan dapat menetis rasa sepinya ya tentunya sebelum ia menikah dengan cristian, namun sekarang baginya kegiatan kampus sangat mengganggunya dan dia ingin cepat2 pulang dan bertemu dengan sang suami, ini adalah tugas terakhirnya di organisasi karna dia tidak mengambil kegiatan tambahan lagi.



Dikantin kampus anie sedang menikmati es cappucino kesukaannya dengan sepiring pisang goreng didepannya yg hargax seribuan, ia duduk sendiri namun semua mata di ruangan itu sedang memperhatikan anie yg tak peduli itu, sesekali mereka saling berbisik dengan teman disampingnya namun anie tak ambil pusing kalo itu bahan obrolan tentangnya, ia masih menikmati makanannya dengan tenang sebelum pundaknya ditepuk dari belakang oleh seseorang. Sontak ia menoleh karna keselek pisang gorengnya


"sial.. Kamu ngagetin aja deh. Apa sih maumu... "celetuk anie kesang dengan sesosok tubuh tinggi besar itu


"aelah gitu aja kesel... Keselan mana loe di gosipin anak2 ama dikagetin gue? "tanya andri langsung mengambil tempat duduk disamping anie yang juga mengambil pisang goreng dari piring didepan anie, yg membuat wanita itu melirik kesal.


"gue lebih benci pas ketemu loe. Puas"

__ADS_1


"aduuuh anie... Jgn terlalu benci deh ama gue, tar loe cinta mati loh"godanya yg membuat anie keselek dua kali. Namun andri hanya tersenyum


"andi... Jgn ngacok deh, lagian gue udah punya pasangan... "ingin sekali anie bilang kalo dia udah menikah namun ia tak mau kabar itu menghambat aktifitasnya di kampus.


"udah deh loe, jangan ganggu dia... Loe mending ngadep pak johan deh. Kayaknya ujian loe ada masalah. Beliau keliatan kesal. " jawab tania yg menepuk punggung andri dr belakang dan langsung bergegas pergi setelah mendengar penjelasan tania. Sedangkan tania langsung duduk disamping anie dengan wajah datarnya


(sekilas info: tania ini emang dibikin agak beda dan kemunculannya tiba2 karna dia tipe orang yang akan ngomong jika dia mau, dan akan berteman dgn siapapun jika ia mau. Kalo sudah dirasa tidak butuh dia akan dengan mudahnya membuang dan melupakan. Sebenernya karakter ini aq ambil dr temen dekatku. Hampir sama dengan tania cuman bedanya dia tidak memiliki teman cowok yg lebih muda dengannya.)


"ngapain loe disini? " tanya tania pada anie yg masih menikmati pisang gorengnya, dengan tatapan bingung anie hanya bisa melirik tania


"maksud loe, gue gk boleh gitu makan disini?" dengan mata yg mendelik namun tania tak ambil pusing dengan reaksi itu


"bukan gitu, tpkan seharusnya loe masih ngurus marsma" jelasnya



Jam 19.00 anie sudah sangat lelah dengan aktifitas dikampus itu,ia hampir mau mati rasanya jika aktifitas seperti ini terjadi tiap hari. Kini gadis itu menuju parkiran kampus untuk segera pulang, sebelum ia sampai di pintu keluar gedung extra ia mendati telfon masuk yang berbunyi dari dalam tas kecilnya, iapun melihat layar ponselnya dan tercantum nama panggilan disitu yg membuat senyum diwajahnya melebar, seakan mendapatkan kembali energinya


"ada apa sayang.... "sapanya dengan gembira,tentunya yang disebrang telfon itupun juga ikut senang.


"kak iyan udah disini?, diparkiran.... Yaudah aku juga baru kelar nih... Aq langsung kesitu ya... "dan langsung berlari kecil meninggalkan gedung itu.


__ADS_1


Saat sampai di depan parkiran, anie mulai mencari mobil yg ia kenal. Gk butuh waktu lama untuknya menemukan mobil yg ia cari, setelah menemukan mobil itu dengan sesosok bayangan di dalam mobilnya anie lgsg tersenyum karna ia tau siapa bayangan hitam itu, ya maklumlah penerangan disitu kurang namanya juga tempat parkiran. Saat menuju ke parkiran sesosok pria mencegat anie


"kak anie, nih dari pak joko. Katanya beliau kurang suka sama pembahasan dari kakak, kata beliu itu pembahasan disuruh tambahin lagi dan besok sore kakak suruh ngadep dia diruangannya" jelasnya sambil senyam senyum. Anie yg mendengar penjelasan itu hanya ber oh ria "oiya kak, aq boleh minta nope kakak gak.. Jujur aja aku ngefens sama kakak" terangnya lagi, anie yg mendengar itu hanya tersenyum menandakan ia tak mau memberikan nopenya, sedangkan lawan bicaranya memaklumi itu. "kalo gitu boleh donk kenalan aja, namaq ares anak akuntansi. Ponakannya pak joko" jelasnya aniepun langsung menyambut uluran tangan itu dibanding dia harus memberikan nopenya makin tambah ruwet tar, pikirnya. Obrolan itu cukup lama sehingga anie lupa akan sosok didalam mobil yg menunggunya.



"udah dulu ya, aq agak buru2 nih... Soalnya pacarq nunggu di parkiran" ares cukup terkejut dengan pernyataan itu. Tanpa pikir panjang aniepun langsung meninggalkan ares yg terus tersenyum padanya hingga ia masuk dalam mobil barulah ares pergi dr tempat ia berdiri. Aniepun bernafas lega seakan lolos dr paparazi kampus sampai ia lupa dengan suasana dlm mobil yg mencekam itu.


"maaf ya kak lama, soalnya tadi ada adik kelas" jelasnya tanpa menoleh kesamping kemudi, berasa ada yg aneh karna sang pria gak menjawab aniepun menoleh dan mendapati cristian yg menatapnya dingin "kak iyan knp?, kakak sakit? " tanyanya sambil meraba jidat suaminya, namun cristian langsung memegang tangan mungil itu dgn erat sampai yg empunya agak meringis kesakitan


"tadi itu siapa? Kamu habis ngapain sama dia sampai ngobrol asik bgt kayaknya" anie yg mendengar itu langsung tersenyum seakan paham kalau suaminya sedang cemburu, aniepun memegang tangan suaminya dengan senyuman manisnya


"kak iyan... Td itu adek kelas aku, dia cuman nyampein pesan dari dosen aku itu doank, dan lagian aku juga dah bilang kalo aku sedang ditunggu oleh kekasihku di parkiran" jelasnya. Mendengar penjelasan itu cristian tak kuat menahan senyum bahagianya 'dia bilang aq kekasihnya... Sekarang statusq berubah jadi kekasihnya dibanding sebelumnya yg tak diakuinya, sapa tau besok aku bisa dianggap sebagai suaminya di depan teman2nya'batin cristian. Cristian pun mencium singkat bibir sang istri.


"yaudah kita pulang sekarang ya. Oiya kita agak telat kayaknya gara-gara kamu td ngobrolnya keasikan alamat gk dapet jatah makan malam tar"


"ya maaf... Eh tapi kok gk dpt jatah makan malam. Emank bok nah ama bok uli gk masak gitu? "


"kita malam nih pulang kerumah orang tuaq sayang, td mama telfon minta kita nginep disana barang2 mu juga udah aku siapin tuh dibelakang" jelasnya sambil menunjuk ruang tengah mobil yg berisi tas


"emang kita nginep disana brp hari kak? "


"2 hari doank kok" jelasnya aniepun langsung memeluk cristian yg sambil mengemudikan mobilnya menuju rumah mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2