Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 21 "Cerita Sebelum Kemedan Konflik"


__ADS_3

Di gelapnya malam didalam kesunyian Hutan Pinusi, angin yang berhembus pelan di antara pepohonan dan bebatuan membuat suasana diwilayah tersebut begitu damai.


Pertarungan mempertahankan goa perlindungan akhirnya selesai, terlihat Brain berjalan mendekati orang yang tidak diketahui identitasnya yang dimana keadaannya terlihat sangat mengenaskan.


Bau daging hangus akibat luka bakar dan luka terbuka yang terlihat hampir di sekujur tubuh orang misterius tersebut membuat Brain yang melihatnya sedikit merasa kasihan, membayangkan betapa menderitanya iya sebelum ajal menjemputnya.


"Sangat disayangkan, aku tidak mendapatkan informasi apapun" kata Brain bicara sendiri. "Sihir itu sangat mengerikan, aku sangat beruntung hanya sehelai rambut saja yang diambil"


Penggunaan sihir level 95 Curse Magic. King Gambling Curse yang memiliki resiko setelah penggunaannya ternyata hanya membuat Brain kehilangan sehelai rambutnya, namun itu hanyalah sebuah keberuntungan sebab jika tidak beruntung Brain bisa saja kehilangan kepalanya.


(Pemberitahuan. Sihir yang Anda gunakan memiliki cooldown 60 hari)


Mendengar informasi itu, Brain berpikir untuk tidak akan lagi menggunakan sihir tersebut sebelum iya bisa membuat Title Jiwa dari Sistem Jiwa nya berevolusi.


Mengamati sekitarnya, Brain kemudian menggunakan kemampuan pendeteksi nya untuk memastikan tidak ada lagi penyusup di sekitar goa perlindungan.


Setelah memastikan keamanan disekitarnya, Brain yang masih berdiri didekat mayat orang misterius tersebut, kemudian melihat beberapa item peninggalan orang tersebut.


"Ini pedang yang bagus" kata Brain


Sesaat setelah Brain memegang pedang besar dan mengatakan hal tersebut, tiba-tiba iya dapat melihat table informasi.


[Bliksem Groot Zwaard • Atribut Sihir Petir]


"Hey Simi apa yang aku lihat ini"


(Menjawab. Itu merupakan informasi mengenai status pedang yang anda pegang)


"Kenapa baru sekarang aku bisa melihat hal seperti ini"


(Menjawab. kemampuan tersebut baru saja anda dapatkan)


"Tunggu, apakah setiap mengalahkan lawan yang kuat aku akan mendapatkan kemampuan baru"


(Menjawab. Hal itu tidak diketahui)


"Begitu yah, lalu adakah kemampuan lain yang aku dapatkan"


(Menjawab. Tidak ada)


Mendengar informasi itu Brain cukup dibuat senang, iya kemudian mengambil beberapa item lagi dari jasad orang misterius tersebut.


[Verborgen Mask • Kegunaan - Dapat menyembunyikan identitas - Dapat menyembunyikan energi sihir]


Mengetahui Item yang iya pegang, Brain akhirnya menyadari kenapa iya tidak bisa melihat status informasi dari orang misterius tersebut.


[Necklace Adelaar • Kegunaan - Memberikan kemampuan terbang layaknya seekor elang]


"Jadi ini yang membuatnya bisa terbang dengan sangat cepat" kata Brain setelah melihat status item yang iya pegang.

__ADS_1


[Schildpad Barrier • Kegunaan - Dapat membuat penghalang • Kelas Pengurung]


"Apakah item ini yang membuat penghalang sebelumnya"


(Menjawab. Benar sekali)


"Lalu apa maksud dari Kelas Pengurung itu" Sambil menanyakan hal tersebut, Brain kemudian menyimpan semua hasil jarahannya kedalam Treasure Storage Portal milikinya


(Menjawab. Penghalang dibagi menjadi 3. Kelas Pengurung. Kelas Pengekang. Kelas Penguasa)


Ditengah obrolan Brain dan Simi sang Sistem, Jerome kemudian keluar dari dalam goa.


"Bagiamana musuhnya.."


Belum sempat Jerome menyelesaikan ucapannya, iya yang telah berada di dekat Brain kemudian menyadari jasad seseorang berada didekat situ dan disana Jerome juga dapat mencium bau daging hangus.


"Syukurlah kau baik-baik saja" kata Jerome. "Menurutmu siapa yang melakukan ini" lanjut Jerome bertanya.


"Kemungkinan ini ulah dari asosiasi dan apa yang disampaikan Daria tentang kecurigaan Hendry adanya penyusup di pasukan pembebasan, itu benar adanya" kata Brain.


Mendengar perkataan tersebut, Jerome kemudian mengajak Brain untuk kembali kedalam goa dan sesampainya mereka didalam, Brain yang kelelahan memutuskan untuk beristirahat.


***


Keesokan harinya di dalam goa perlindungan, anak-anak pengungsi terlihat mereka sedang bermain-main. namun didalam keceriaan anak-anak tersebut tersimpan suatu keburukan.


Memiliki Sistem Jiwa, anak-anak pengungsi menganggap anak-anak yang tidak memiliki Sistem Jiwa sebagai pembawa penyakit kesialan.


"Dasar kau pembawa sial, jika kalian tidak terlahir di dunia ini, kami pasti tidak akan berada ditempat ini"


"Benar sekali, semua kekacauan ini disebab oleh kalian"


"Yah itu benar, lebih baik kalian mati saja"


Suara ramai anak-anak pembully membuat Brain merasa sangat terganggu, iya kemudian keluar dari tendanya dan melihat apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut.


Anak-anak ini, tidak seharusnya mereka melakukan itu.


Sambil melihat apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut, Brain memikirkan hal tersebut. Iya kemudian menegur apa yang dilakukan anak-anak tersebut.


"Apa yang kalian lakukan anak-anak" tanya Brain dengan sopan.


Melihat Brain, anak perempuan yang di bully langsung berlari kearahnya.


"Kak Brain, mereka jahat" kata anak perempuan tersebut sambil menangis.


"Hey paman, jangan dekat-dekat sama anak itu, nanti bisa-bisa paman terkena penyakit" kata salah satu anak pembully.


Mendengar ucapan dan melihat tingkah laku anak-anak pengungsi tersebut, membuat Brain sedikit emosi, namun iya sadar jika melakukan tindakan kekerasan terhadap anak-anak itu tidak diperbolehkan.

__ADS_1


"Adik-adik, kalian tidak boleh berkata seperti itu, hanya karena iya tidak memiliki Sistem Jiwa, bukan berarti kalian harus menyakitinya" kata Brain mengajarkan.


"Tapi paman, lihat badannya, sangat kurus dan dipenuhi luka" kata anak pembully lain.


"Asalkan kalian tahu, aku sebelumnya juga tidak memiliki Sistem Jiwa sama seperti dia" kata Brain sambil memegangi pundak anak perempuan korban bullying. "Apa yang kalian pikirkan tentang dia, itu semuanya salah, dia hanya terlambat saja mendapatkan Sistem Jiwa nya" kata Brain menambahkan.


"Itu benar anak-anak, kalian tidak boleh bermusuhan, apalagi saling menyakiti, berusahalah untuk berteman.. oke" kata seorang wanita muda berjalan mendekati mereka.


"Kak Riane, tapi kan.." kata seorang anak pembully.


"Apa kalian sudah lupa janji kalian untuk tidak berbuat nakal" kata Riane.


Mendengar ucapan tersebut, anak-anak pembully kompak meminta maaf dan setelah itu mereka pergi dan kembali bermain.


"Maaf atas tingkah laku anak-anak" kata Riane sambil mendekati Brain.


Harum, baunya sungguh harum.


Memikirkan hal tersebut, Brain terlihat menjadi tidak fokus, sampai iya sadar ketika Riane menyodorkan tangannya untuk berkenalan.


"kenalkan namaku Riane Klein"


Riane Klein seorang wanita muda cantik berusia 23 tahun, iya memiliki Sistem Jiwa dengan kelas Akademik level 43 dan job'nya sebagai Guru Sekolah. Rambutnya yang panjang berwarna blonde dengan gaya rambut ombre membuatnya terlihat seperti guru yang sangat penyayang.


"Namaku Brain Righet" jawab Brain Gugup.


Belum sempat berkenalan lebih lanjut, Jerome kemudian datang dan mengajak mereka untuk sarapan.


***


Suasana kebersamaan didalam goa perlindungan membuat Brain merasakan sangat bahagi, sarapan bersama-sama orang-orang terdekat mengingatkannya saat dulu berada di distrik buangan bersama Robbert dan lainnya.


Setelah selesai Sarapan, Brain rencananya akan langsung berangkat menuju wilayah Himaya. Setelah berpamitan dengan orang-orang disana, Brain kemudian mendatangi Jerome.


"Jadi kau akan berangkat" Tanya Jerome.


"Yah, aku akan pergi" jawab Brain


"Ingat Brain, jika benar penyerangan ke distrik central dilakukan, fokuslah, tidak usah pikirkan kami disini, jangan memaksakan dirimu"


Mendengar perkataan Jerome, Brain teringat sosok Robbert yang selalu mengkhawatirkannya.


"Ini adalah item yang aku dapatkan dari orang misterius sebelumnya" kata Brain sambil memberikan item Schildpad Barrier ke Jerome.


"Ini kan, item yang dapat membuat penghalang" kata Jerome.


"Iya benar" kata Brain


"Dengan Item ini aku rasa keamanan goa bisa lebih bagus lagi" kata Jerome

__ADS_1


Selesai dengan semua percakapan itu, Brain akhirnya berangkat menuju kemedan konflik.


...----------------...


__ADS_2