
Terlihat raut wajah tegang dari para anggota pasukan pembebasan, malam ini mereka akan melakukan sesuatu yang dimana hal itu akan mempertaruhkan masa depan mereka.
Ditengah ketegangan itu, tak ada satupun diantara mereka yang berbicara. hanya berdiri melihat sang pemimpi pasukan pembebasan yang terlihat akan memulai mengucapkan sepatah kata.
"Malam ini kita akan menyelesaikan semua hal yang selama ini kita perjuangkan. Aku yakin kalian pasti sudah siap menunggu saat-saat seperti ini" kata Hendry membuka pidatonya.
"Telah banyak yang kita lalui, nyawa rekan-rekan kita yang telah hilang dan semua pengorbanan yang kita berikan. Aku yakin semua itu tidaklah sia-sia"
"Setelah kita pergi dari tempat ini, resiko kematian mungkin tidak akan bisa dihindari. Namun aku yakin, semua itu bukanlah menjadi hambatan yang berarti"
"Hanya satu tujuan kita, hanya satu harapan kita dan hanya satu yang harus kita dapatkan. Itu adalah kemenangan untuk membebaskan wilayah ini dari kekuasaan yang biadab"
Menutup perkataannya Hendry lalu mengangkat pedangnya keatas sambil berbalik kearah pintu gerbang menuju distrik bagian dalam dan hal itu telah membakar semangat dari semua anggota pasukan pembebasan yang berada disana.
Dengan gagah Hendry mulai melangkahkan kakinya dan hal itu juga diikuti oleh mereka yang ada dibelakangnya. Aura yang memancarkan jiwa semangat menyelimuti pergerakan mereka.
Terlihat pintu gerbang besar yang menghubungkan distrik 9 dan distrik 1 mulai terbuka. Melihat hal itu mereka dibuat sedikit terkejut namun itu tidak membuat semangat mereka menjadi hilang.
Seperti yang sudah kupikirkan, penghianat itu masih berada di antara kami.. sialan.
Memikirkan hal tersebut, Hendry kemudian kembali mengucapkan kata-kata penyemangat untuk rekan-rekannya.
"Ini adalah takdir kita. Pintu gerbang yang terbuka itu, menandakan dukungan untuk kita. Jangan berpikir macam-macam, fokuslah untuk meraih kemenangan" teriak Hendry.
Langkah kaki mereka mulai semakin cepat dan setelah melewati pintu gerbang itu, mereka melihat para anggota dari asosiasi telah menunggu kedatangan mereka disana.
__ADS_1
"Ini adalah rintangan pertama kita" kata Hendry menyemangati rekan-rekannya.
Tepat setelah Hendry mengatakan hal tersebut, beberapa anak panah yang diselimuti api terbang kearah mereka. Melihat hal itu Hendry yang berdiri paling depan langsung menghalau serangan tersebut dengan menggunakan pedangnya yang memiliki atribut sihir angin.
Peperangan di distrik 1 akhir pecah, dimana pasukan pembebasan yang berjumlah 50 orang, melawan anggota dari asosiasi Shield dan Liberation yang berjumlah 100 orang. Walaupun jumlah anggota pasukan pembebasan hanya setengah dari jumlah pasukan lawan, tidak membuat mereka terlihat kesulitan.
Disini Brain telah banyak mengahabisi lawannya, hanya dengan menggunakan kelas Fighter yang iya miliki, iya mampu membuat lawannya mati seketika. Brain mencoba untuk menghemat tenaganya dan iya terus menyerang musuh dengan menargetkan titik vitalnya.
Hendry, Zhipheng, Randalf, Layla dan Daria mereka semua juga terlihat telah banyak menumbangkan lawannya dan hal itu telah membakar semangat anggota pasukan pembebasan yang lain.
Ditengah kekacauan itu, beberapa warga distrik 1 yang bersembunyi didalam rumah, kemudian keluar dari rumah mereka dan terlihat mereka membantu anggota asosiasi yang terluka.
Selain membantu anggota asosiasi yang terluka, beberapa warga juga ikut menyerang pasukan pembebasan dan hal itu membuat pasukan pembebasan merasa sangat terganggu.
"Dasar kalian pengganggu, karena kalian kami jadi kekurangan makanan"
Cacian dan hinaan dari para warga membuat mereka pasukan pembebasan merasa bimbang. Walaupun begitu, menyerang warga sipil bukanlah tujuan mereka.
Beberapa saat peperangan berhenti, namun tiba-tiba di langit distrik 1 terlihat pola sihir muncul begitu banyak dan dari pola sihir itu keluar batu meteor yang langsung menghujani wilayah tersebut tanpa pandang bulu.
Rumah yang terbakar, abu yang berterbangan dan nyawa yang melayang menjadi pemandangan selanjutnya. Sebelum serangan itu muncul para pasukan pembebasan yang didesak oleh warga, mereka terlihat berkumpul di satu titik dan karena hal itu membuat Hendry dapat melindungi semua rekan-rekannya dari serang sihir meteor tersebut.
Seperti sebelumnya, Disini Hendry kembali menggunakan tekniknya untuk menciptakan penghalang yang berupa kurungan yang terbuat dari baja.
Setelah hujan meteor itu berhenti, Hendry kemudian membatalkan tekniknya dan apa yang mereka saksikan adalah setengah dari distrik 1 telah hancur.
__ADS_1
"Jadi kau menggunakan itu untuk bertahan dari serangan sihir ku sebelumnya yah" kata Strega Cagna yang terlihat melayang di langit.
"Apa yang kau lakukan, apa kau tidak memikirkan warga yang berada disini" teriak Hendry marah.
"Mereka semua hanya orang-orang bodoh yang tidak layak untuk dilindungi" kata Strega.
Perkataan Strega juga tidak hanya didengar oleh mereka pasukan pembebasan, tapi perkataan itu juga dapat didengar oleh beberapa warga yang selamat.
"Nona Strega, tolong selamatkan kami" teriak beberapa warga di sana.
Melihat dan mendengar hal itu, Strega Cagna kembali menggunakan sihir meteornya, namun hal itu dapat di antisipasi oleh Randalf dengan menggunakan sihir cermin cahaya. Setelah pola sihir meteor Strega terbentuk, pola sihir Randalf juga muncul disana dan hal itu telah membuat meteor itu masuk kedalam cermin cahaya milik Randalf.
"Serahkan perempuan gila ini ke kami, kalian pergilah dan pastikan kemenangan untuk kita" kata Randalf.
Mendengar ucapan tersebut Hendry kemudian membagi kelompoknya, dimana Randalf, Layla, Daria dan setengah pasukan pembebasan akan tinggal di distrik 9. Sedangkan Hendry, Zhipheng, Brian dan pasukan pembebasan yang tersisa akan maju menunju ke distrik central.
"Serahkan perempuan itu ke mereka bertiga, untuk teman-teman yang lain, bantulah para warga" kata Hendry kemudian bergerak menuju pintu gerbang yang mengarah ke distrik central.
Diketahui, Seluruh anggota asosiasi Shield dan Liberation yang berada di distrik 1 telah habis dibantai oleh sihir meteor yang dilesakkan Strega sebelumnya dan sekarang musuh yang tersisa hanya tinggal Strega Cagna seorang.
Beberapa warga yang selamat juga tidak lagi memusuhi pasukan pembebasan, itu semua karena mereka telah dibuat kecewa oleh perkataan dan kelakuan dari Strega Cagna.
"Keputusan kalian membagi kelompok adalah pilihan yang salah, apa kalian pikir aku akan membiarkan itu, dasar kalian para pengangguran sialan" kata Strega kemudian mensumon 2 makhluk yang dikenal sebagai Alkonost.
Alkonost adalah makhluk yang berasal dari mitologi Slavia, kepala dan badan makhluk ini layaknya seperti manusia, tangan mereka berupa sayap dan kakinya digambarkan seperti kaki burung.
__ADS_1
Kedua Alkonost yang di summon oleh Strega memiliki atribut sihir yang berbeda, dimana yang satu memiliki atribut api dan yang satunya memilki atribut es. Setelah mensumon makhluk itu, Strega kemudian memerintahkan mereka untuk mengejar kelompok Hendry, sedangkan iya akan bertarung melawan Randalf, Layla dan Daria.
...----------------...