Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 35 "Pedang dan Pukulan"


__ADS_3

Berada didalam penghalang dan melihat pertarungan antara Hendry dan Vedova yang tidak seimbang, membuat Brain merasa sangat khawatir. Brain terus mencoba untuk menghancurkan penghalang tersebut, namun semakin iya mencoba, penghalang tersebut semakin menghimpitnya.


"Hey Simi, apa kau bisa melakukan sesuatu untuk ini" kata Brain.


(Menjawab. Penghalang ini terbuat dari kekuatan Title Jiwa Diligent Man. Analisa penghalang masih dilakukan)


"Apakah mungkin orang itu juga bisa bicara dengan Sistem nya"


(Menjawab. Pengetahuan ku belum sampai ketahap itu)


Mengetahui hal tersebut, Brain yang tidak ingin hanyut dalam pemikirannya akan kekuatan Vedova, kemudian memberikan perintah kepada Simi untuk fokus mencari cara agar iya bisa keluar dari penghalang tersebut.


***


"Man Of Steel, Gerbang Ketiga"


Aura merah yang sebelumnya menyelimuti Vedova telah berubah menjadi aura biru, panas yang bisa dirasakan disekitar tubuhnya semakin bertambah kuat.


Hendry yang berada sekitar 20 meter dari Vedova dapat merasakan hawa panas yang dikeluarkan oleh tubuh Vedova. Walaupun begitu tidak membuat Hendry gentar, iya justru terlihat semakin bersemangat.


"Jadi kau mulai serius yah" kata Hendry.


Pertarungan Pedang melawan tinju kembali berlanjut, Hendry yang terus mempertahankan Great Swordsman's Perception masih bisa menandingi Gerbang Ketiga milik Vedova.


"Great Swordsman's Perception Enhancement"


Meningkatkan kekuatan persepsinya Hendry berhasil menahan dan menghindari semua serangan yang dilancarkan Vedova, tidak hanya itu Hendry juga mampu membuat Vedova menerima damage, namun semua luka yang diterima oleh Vedova bisa langsung sembuh berkat kemampuan dari Job Priest nya.


Sial regenerasinya sangat menggangu.. Aku harus bisa mengalahkannya secepat mungkin, jika tidak.. aku yang akan kalah karena kehabisan tenaga.


Terus melancarkan serangannya, Hendry memikirkan hal tersebut dan karena terlalu memikirkan lawannya, membuat Hendry harus terkena pukulan dari Vedova dan hanya dengan sekali pukulan, Hendry langsung terlempar cukup jauh, bahkan damage yang iya rasakan begitu menyakitkan.

__ADS_1


"Sebagai pemimpin orang-orang pengangguran itu, kau cukup hebat.. tapi sayang, kau salah memilih lawan" kata Vedova berjalan mendekati Hendry.


Didalam penghalang berbentuk kurungan hewan liar, Brain yang menyaksikan hal tersebut dibuat semakin khawatir. Kekhwatiran nya disebabkan karena Vedova kembali meningkatkan kekuatannya.


"Sial.. kurungan ini" kata Brain.


Ditempat Hendry berada, iya yang telah berdiri juga merasakan jika aura yang dikeluarkan Vedova lebih kuat dibandingkan sebelumnya, namun semua itu tidak membuatnya takut, sebab sebagai pemimpin dari pasukan pembebasan iya tentunya sangat percaya diri dengan kemampuan yang iya miliki.


"Aku akui, kau memang orang yang sangat kuat.. tapi kau memilih jalan yang salah.. menggunakan kekuatanmu untuk menindas orang lain, tidak ada bedanya dengan seekor binatang" kata Hendry.


Mendengar perkataan tersebut, membuat Vedova merasa tersinggung. Dengan kekuatan yang sudah iya tingkatkan, Vedova kemudian berniat mengakhiri pertarungan ini secepatnya.


Sosok Vedova kembali menghilang dari pandangan Hendry dan dengan sangat cepat iya telah berada di belakang Hendry kemudian melancarkan pukulannya.


"Apakah kemampuan mu hanya sebatas ini" kata Hendry yang kembali bisa menyadari niat dari Vedova.


Mengayunkan pedangnya kebelakang, Hendry kembali dibuat terkejut tatkala sosok yang iya serang ternyata hanyalah sebuah bayangan.


Tidak berhenti sampai disitu, Vedova lalu melanjutkan serangakaian serangannya, pukulan demi pukulan terus iya lancarkan dan Hendry yang menerima semua itu hanya bisa bertahan sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Chopped Sword Rotation"


Memutar badannya, Hendry mencoba melepaskan diri dari serangan kombo yang dilancarkan oleh Vedova. Teknik tersebut mengeluarkan angin berputar mengelilingi Hendry dan itu telah berhasil membuat Hendry menjauhkan Vedova.


Hendry yang masih berlindung didalam pusaran angin kemudian dengan cepat bergerak mendekati Vedova. Melihat hal tersebut Vedova hanya bisa tersenyum, Sebab apa yang Hendry lakukan, dianggap Vedova sebagai bentuk penyerahan diri.


"Internal Region Zona Zero"


Seketika setelah Hendry mendekati Vedova, iya langsung menggunakan teknik wilayah nya. Didalam Internal Region Zona Zero milik Hendry, Vedova tiba-tiba telah berada didalam kondisi seseorang yang tengah akan dihukum pancung.


Seperti panggung eksekusi, dalam kondisi berlutut, tangan dan kaki yang terikat dan kepalanya yang telah berada di sebuah pengekang kayu, itulah keadaan Vedova sekarang.

__ADS_1


"Ini luar biasa, Zona Zero milikmu dapat langsung membuatku menjadi seperti ini" kata Vedova yang terlihat tidak takut dengan apa yang akan terjadi padanya.


Didalam Internal Region Zona Zero milik Hendry, iya akan berperan sebagai algojo yang akan melakukan eksekusi, namun sebelum melakukan eksekusi, Hendry terlebih dahulu wajib memberikan tuntunan kepada orang yang akan dieksekusi (Vedova).


"Dengan ini tamatlah riwayat mu, kau adalah pendosa yang tidak terampuni.. terimalah kematian mu" kata Hendry bersiap menebas kepala Vedova.


Mengayunkan pedangnya kearah leher Vedova, pedang yang seharusnya bisa melepaskan kepala dari tubuh itu, tiba-tiba patah setelah menyentuh leher Vedova. Tidak hanya mematahkan pedang Hendry, panggung eksekusi yang terlihat kokoh itu juga hancur bersamaan dengan teknik Internal Region Zona Zero milik Hendry yang menghilang.


"Apakah teknik itu adalah kemampuan terbaikmu" kata Vedova yang berjalan ke arah Hendry.


Menggunakan Internal Region Zona Zero membutuhkan banyak stamina dan menguras banyak energi sihir. Hendry yang saat menggunakan teknik itu dalam keadaan stamina dan energi sihirnya telah banyak berkurang, sekarang mengalami keadaan dimana tubuhnya sudah tidak dapat lagi iya gerakan.


Melihat keadaan Hendry, Brain yang masih berada didalam penghalang hanya bisa meronta bagaikan hewan liar yang dikurung. Didalam pikirannya, Hendry sebentar lagi akan dieksekusi oleh Vedova.


"Hey hentikan itu, jangan lakukan itu" kata Brain.


Suara teriakan Brain sama sekali tidak dihiraukan oleh Vedova. Terus berjalan mendekati Hendry yang sudah berlutut lemah, Vedova yang telah berada tepat dihadapan Hendry kemudian mengangkatnya dengan mencengkeram leher Hendry.


"Akan ku ajarkan padamu.. bagaimana cara memutuskan kepala dengan baik dan benar" kata Vedova.


Hanya bisa pasrah menerima kenyataan yang akan menimpanya, Hendry yang malang hanya bisa terdiam menunggu saat ajal menjemputnya.


Menggenggam erat leher Hendry, darah yang keluar dari mata, hidung dan telinganya berkahir dengan lehernya yang terlepas dari tubuhnya. Hal itu sangatlah mustahil dilakukan, namun kenyataanya Vedova telah melepaskan kepala Hendry dari tubuhnya hanya dengan menggunakan kekuatan cengkraman tangannya.


(Mengkonfirmasi. Analisa penghalang telah selesai dilakukan)


Penghalang yang hancur, tidak bisa membuat Hendry kembali hidup. Hanya kemarahan yang terlihat disana dan itu telah membuat Brain melepaskan gelombang energi sihir yang sangat kuat.


"Sesama pemilik Title Jiwa.. siapa diantara kita berdua yang lebih kuat" kata Vedova sambil melempar kepala Hendry ke arah Brain.


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...

__ADS_1


__ADS_2