Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 50 "Evolusi Sistem Pengendali Kutukan"


__ADS_3

3 Hari berlalu setelah pertarungan Brian melawan jenglord, suasana di Valley of Misfortune atau lebih tepatnya di Benteng Bowl terlihat begitu meriah. Dark Elf yang telah berhasil mendapatkan kembali apa yang menjadi hak mereka, melakukan pesta perayaan yang itu telah berlangsung selama 3 hari berturut-turut.


Disalah satu rumah didalam Benteng Bowl. Disana, Brain yang masih belum sadarkan diri ditempatkan. Ditemani oleh ketiga Dark Elf bersaudara, Brain terus diawasi. Sesekali para Dark Elf yang mempunyai kemampuan penyembuhan juga datang untuk mencoba menyadarkan Brain.


Apakah aku sudah mati.


(Anda belum mati tuan, apa yang anda alami sekarang, merupakan efek dari proses evolusi Title Jiwa yang ada didalam Sistem Jiwa anda tuan)


Siapa.. siapa kau, apakah kau itu Simi.


(Benar tuan, aku adalah Simi sang Sistem, Title Jiwa Manusia Terkutuk sekarang telah berevolusi menjadi Title Jiwa Pengendali Kutukan. Sekarang tinggal menyelesaikan proses pembaruan Sistem)


Perkataan mu sekarang terdengar lebih lancar, aku sampai tidak mengenalinya. ngomong-ngomong bagaimana dengan kutukan kematian itu


(Hal itu masih dalam proses tuan)


Begitu yahh..


Percakapan yang terjadi di alam bawah sadar itu kemudian terhenti untuk beberapa saat dan Ditengah keheningan itu, Brain hanya bisa berharap untuk bisa segera sadar.


(Proses pembaruan Sistem telah selesai. Kutukan kematian telah dibatalkan)


Mendengar pemberitahuan itu, Brain menjadi sangat lega. Tidak lama setelah itu, Brain kemudian dapat melihat informasi status yang iya miliki.


[Ras : Manusia | Kelas Mage Level 100 | Kelas Fighter Level 80 | Job : Cursemancer | Job : Cursed Stick Fighting | Title Jiwa : Pengendali Kutukan]


Tidak hanya melihat itu, Brain juga melihat informasi mengenai beberapa kemampuan spesial baru yang iya dapatkan. Melihat semua itu membuat Brain cukup bingung sebab, penjelasan mengenai semua kemampuan spesial itu tidaklah tertulis disana.


(Apakah tuan ingin aku menjelaskan semua kemampuan spesial itu)


Sepertinya itu nanti saja.. sekarang aku ingin kembali ke kehidupan nyata dulu.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Brain akhirnya mulai sadarkan diri. Membuka matanya, Brain melihat Lesdrie yang hendak keluar dari ruangan tersebut. Tidak lama berselang, Lesdrie kembali dengan ditemani kedua saudarinya dan beberapa Dark Elf lain yang iya tidak kenal.


Tujuan para Dark Elf mendatangi Brain tidak lain untuk mengucapkan terimakasih dan setelah perbincangan singkat, mereka lalu mengajak Brain untuk pergi sebuah bangunan yang cukup besar. Disana semua Dark Elf yang jumlahnya tidak sampai 300 telah berkumpul.


Ekspresi para Dark Elf yang sebelumnya tidak enak untuk dilihat, sekarang telah berubah 180 derajat. Senyum yang terpancar di wajah mereka terlihat saat mereka bertemu dengan Brain.


Ungkapan rasa terimakasih yang diwakili oleh Zijoor disambut oleh tepuk tangan semua Dark Elf yang ada disana, dilanjutkan dengan acara makan bersama, terlihat jelas kebahagiaan dirasakan oleh semu Dark Elf yang ada ditempat itu.


Ditengah acara itu, Brain yang mulai merasa tidak nyaman, meminta izin untuk meninggalkan mereka. Ditemani Lesteen, Brain kemudian di antar ketempat lain yang ada di dalam bangunan tersebut.


"Terimakasih atas semua yang sudah kau lakukan" kata Lesteen yang berjalan di depan Brain. "Aku juga mau minta maaf, karena sudah berpikiran jahat tentangmu"


"Tidak masalah.. semua itu bisa dialami oleh siapa saja, dengan perbedaan ras, wajar saja kalau kau melakukan itu"


Beberapa saat berjalan, mereka berdua akhirnya sampai di ruangan yang mereka tuju. Itu adalah ruangan yang cukup besar. Jika dilihat, ruangan itu berfungsi sebagai tempat pertemuan tertutup khusus, dengan meja dan kursi yang terlihat mewah menghiasi ruangan tersebut.


"Sepertinya aku akan segera pergi dari tempat ini" kata Brain.


Melihat Lesteen yang berusaha membujuknya untuk tetap tinggal, Brain akhirnya memutuskan untuk menginap beberapa hari lagi disana.


Ditengah obrolan mereka berdua, Brain tiba-tiba mengingat Mooi yang berada didalam Portal. Dengan sopan Brain lalu meminta Lesteen untuk meninggalkannya sendirian dan tentu saja, tanpa menanyakan alasannya, Lesteen kemudian pergi dari ruangan tersebut.


Setelah Lesteen pergi, tanpa membuang-buang waktu, Brain langsung membuka Portal Dimensi Harta dan masuk kedalam. Kondisi didalam portal masih terlihat sama seperti terakhir kalinya.


Berjalan kearah istana didalam Portal, Brain kemudian dikejutkan oleh penampakan makhluk yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Sambil berlutut, makhluk itu kemudian menyapa Brain dengan sangat sopan.


"Selamat datang tuan.. aku sangat berterimakasih atas semua yang tuan lakukan untukku"


hee.. siapa, siapa perempuan ini.. apakah dia Mooi.


Memikirkan hal tersebut, Brain kemudian melihat informasi status muncul di depan matanya. Melihat itu, Brain tidak bisa lagi meragukan sosok yang ada di depannya, yang tidak lain adalah Mooi Haar itu sendiri.

__ADS_1


"Mooi.. apa yang terjadi denganmu, apa kau baik-baik saja"


"Aku baik-baik saja tuan"


"Aku tidak menyangka kau bisa jadi seperti ini.. tolong berdirilah"


"Ini semua berkat tuan yang telah mengalahkan makhluk itu.. ini adalah perwujudan ku yang sebenarnya" kata Mooi yang kemudian berdiri dari posisi berlutut.


Penampakan Mooi Haar sekarang terlihat begitu mempesona, dengan tubuhnya yang sexy, dibalut dengan gaun sederhana berwarna putih. Rambut hitamnya yang panjang, terlihat juga 2 tanduk berwarna merah tumbuh di bagian atas dahinya, melingkari bagian atas kepalanya layaknya sebuah mahkota.


"Maaf tuan.. ada satu hal yang aku ingin katakan kepada tuan"


"Apa itu"


"Saya Mooi Haar Charmant, ratu dari kerajaan Charmant, memohon kepada tuan, agar tuan mau menjadikan saya sebagai bawahan" kata Mooi sambil membungkukkan sedikit badannya.


Melihat Mooi memohon, Brain kemudian memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan ada tidaknya manfaat yang akan iya dapatkan.


"Kalau itu yang kau inginkan.. lakukan saja sesukamu"


Setelah melanjutkan beberapa percakapan, Brain yang telah memastikan kondisi dari Mooi, kemudian keluar dari Portal Dimensi Harta.


"Akhirnya aku bisa sedikit bersantai.. baiklah, sekarang aku harus memanfaatkan waktu luang ini sebaik-baiknya.. aku harap semuanya akan baik-baik saja"


Setelah semua yang telah Brain lalui, dari hanya seorang remaja yang sekarat karena tidak memiliki Sistem Jiwa, bertemu seseorang yang merubah nasibnya dan mendapatkan Sistem Jiwa, bergabung bersama mereka yang mencari keadilan, sampai menghadapi beberapa kali bahaya yang mungkin dapat mengambil nyawanya, juga telah Brain jalani.


Sekarang apa yang ada didepan, semuanya tergantung dari Brain sendiri. Menjadi seorang petualang untuk melihat semua kebenaran yang ada di dunia ini atau tinggal menetap di suatu daerah untuk hidup dengan damai, tidak ada satupun yang dapat menggangu Brain untuk memilih jalan mana yang akan iya pilih.


[Bersambung]


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...

__ADS_1


__ADS_2