
"Tarian Pedang Kegelapan"
"Tarian Pedang Suci"
Mengaktifkan skill berpedang nya masing-masing, Hoofdlange Oren dan Traitorar telah memperlihatkan pertarungan yang sangat seru.
"Oren.. aku tidak menyangka kau bisa sekuat ini sekarang"
"Tentu saja.. aku tidak akan kalah dengan makhluk yang tega menjual keluarganya sendiri"
Melakukan pertarungan sambil diselingi percakapan antara keduanya, tidak membuat mereka berdua kehilangan fokus.
Aku harus cepat.. sial.
Setelah memikirkan itu, Hoofdlange Oren kemudian mengambil jarak. Iya kemudian berniat untuk menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa untuk menyelesaikan pertarungan.
"Ada apa Oren.. apakah kau sudah menyerah"
"Menyerah.. itu tidak akan terjadi, aku bukanlah seorang pengecut seperti mu"
"Apa katamu.. baiklah Oren, aku akan mengakhiri mu dan setelah itu, aku akan memusnahkan semuanya, bahkan mereka yang sekarang bersembunyi didalam Forest Long Ears.. aku akan membunuh mereka semua"
Mendengar perkataan tersebut membuat Hoofdlange Oren sangat marah.
"Asal kau tahu Oren.. Selama ini, aku sengaja tidak memberitahukan keberadaan kalian kepada Jenglord. Semua itu ku lakukan agar aku bisa membantai kalian semua seorang diri"
"Hentikan semua omong kosong mu itu Traitorar" kata Hoofdlange Oren kemudian mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan terakhirnya.
"Kuda-kuda itu, ternyata kau sudah menguasainya yah Oren.. baiklah aku akan meladeni mu" kata Traitorar kemudian melakukan ancang-ancang yang sama seperti yang dilakukan oleh Hoofdlange Oren.
"Elf King Sword Nomina"
Mengaktifkan jurus yang sama, Hoofdlange Oren dan Traitorar langsung bergerak melakukan serangan pamungkasnya. Seperti cahaya kilat, pergerakan mereka berdua yang tak terlihat berakhir dengan saling menusuk.
__ADS_1
Terlihat pedang keduanya telah menembus badan mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian, mereka berdua lalu menarik pedangnya secara bersamaan. Memuntahkan darah, Hoofdlange Oren dibuat terkejut melihat keadaan Traitorar, bekas tusukan pedang yang iya berikan di tubuhnya, terlihat mulai beregenerasi.
"Ini adalah kekuatan yang diberikan oleh Jenglord kepadaku, kemampuan regenerasi super yang sangat luar biasa ini akan membuatku abadi" kata Traitorar.
"Sudah kuduga.. untunglah aku sudah mempersiapkannya, selamat tinggal.. Traitorar"
Mengatakan hal tersebut, Hoofdlange Oren yang mendapatkan luka yang sangat fatal, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
"Apa itu saja perkataan terakhirmu.. dasar kau siala.."
Tiba-tiba Traitorar merasa sakit di jantungnya, rasa sakit yang luar biasa itu, membuatnya langsung tersungkur dengan lututnya. Melihat ke arah pedang Hoofdlange Oren, membuatnya sangat terkejut. Sebuah cairan yang terdapat di bilah pedang itu membuatnya tersadar.
"Si.alan kau Oren.. meng.guna.kan racun yang a.ku kem.bang.kan.. buahhh" kata Traitorar terbata-bata sambil memuntahkan darah.
Sebelum memulai pertarungannya dengan Traitorar, Hoofdlange Oren sudah mempersiapkan racun yang iya simpan didalam sarung pedangnya. Racun tersebut dikembangkan oleh Traitorar dan racun itu dapat membunuh seseorang hanya dalam waktu kurang dari 1 menit.
Terbunuh oleh apa yang sudah iya ciptakan sendiri, Traitorar sang mantan raja Dark Elf dari Valley of Misfortune, akhirnya menerima kematiannya dengan tidak terduga.
***
Setelah suara itu terdengar, suasana di lokasi mereka tiba-tiba mulai berkabut. Di ikuti hawa dingin, teriakan kesakitan dari Dark Elf yang berada disana, membuat suasana itu menjadi menyeramkan.
Brain yang berada didekat ketiga Dark Elf bersaudara, kemudian mencoba menganalisa apa yang terjadi. Beberapa saat kemudian, Brain menyuruh ketiga Dark Elf bersaudara itu untuk saling berpegangan dan setelah itu, Brain langsung terbang keatas.
Melewati kabut yang menutupi Valley of Misfortune, disana Brain akhirnya bisa melihat sosok dari makhluk yang bernama Jenglord. Terlihat makhluk tersebut sedang menggunakan sihir yang membuat daerah Valley of Misfortune ditutup oleh kabut.
Seperti seorang anak kecil yang terlihat sangat kurus, kerangka tulang yang bisa dilihat dengan jelas, dibalut dengan kulit kering kecoklatan. Rambut hitamnya yang panjang mengalahkan tinggi badannya, kuku-kuku yang ada di tangan dan kakinya juga terlihat cukup panjang.
Wajahnya terlihat seperti orang tua, terdapat tanduk di dahinya dan giginya, itu terlihat seperti gigi seorang vampir namun, memiliki ukuran yang cukup panjang, bahkan gigi taring bagian atasnya tumbuh hingga melewati dagunya.
"Manusia.."
Suara Jenglord yang sebelumnya terdengar menyeramkan, sekarang terdengar sangat lucu. Mendengar itu, Brain langsung tertawa menghina.
__ADS_1
"wahahahaha.. suaramu, itu tidak seperti sebelumnya"
Ditengah tawanya, tiba-tiba Jenglord yang tersinggung langsung menyerang Brain dengan menggunakan Fire Ball. Walaupun dalam keadaan tidak fokus, Brain berhasil menangkis serangan tersebut.
"Manusia.. kau akan menerima akibatnya karena telah menertawakan ku"
Kembali mendengar suara Jenglord yang melengking, membuat Brain kembali tertawa sambil menghindari serangan Fire Ball yang di tembakan oleh Jenglord secara beruntun.
Ditengah keadaan tersebut, Brain kemudian mendengar suara dikepala nya. Itu adalah suara Mooi Haar yang berada didalam Portal Dimensi Harta miliknya, iya meminta Brain untuk mengeluarkannya dari dalam Portal.
Setelah Jenglord mengehentikan serangannya, Brain kemudian membuka Portal Dimensi Harta dan dari sana Mooi keluar dan dengan cepat menunju ke arah Jenglord sambil merubah tangan kanannya menjadi bor untuk melakukan serangan.
Serangan dadakan yang dilesatkan oleh Mooi berhasil ditahan oleh Jenglord, menggunakan sebuah Barrier transparan, Jenglord tidak hanya berhasil menahan serangan dari Mooi, iya juga menggunakan Barrier itu untuk menyerang balik dengan cara mendorong Mooi hingga membuatnya harus terlempar kebelakang.
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku padamu, bersiaplah kau.. dasar makhluk sialan" kata Mooi yang terlihat sangat marah.
Posisi Mooi sekarang berada tepat didepan Brain, melihat keadaan Mooi yang hanyut didalam kemarahan, Brain langsung menepuk pundaknya dan hal itu membuat Mooi seketika langsung mengendalikan emosinya.
"Tuan.. maafkan aku, tapi makhluk itu.. dialah yang membuat wajahku jadi seperti ini" kata Mooi.
"Tenanglah.. jika kau seperti ini, kau akan sangat mudah untuk dikalahkan" kata Brain.
"Hahahaha.. Jadi kau masih hidup, bagaimana.. apa kau menyukai kutukan wajah yang kuberikan itu" kata Jenglord.
Mendengar ucapan Jenglord, membuat Mooi yang sudah mulai bisa mengendalikan emosinya, kembali dibuat emosi. Disini posisi Brain, Mooi dan Jenglord masih berada di langit Valley of Misfortune.
"Tuan izinkan aku melawan makhluk sialan ini" kata Mooi meminta kepada Brain.
"Apa kau yakin bisa mengalahkannya"
"Aku yakin, aku bisa mengalahkannya.. degan semua yang sudah aku lakukan didalam Portal, sedikit demi sedikit, aku merasa kekuatanku telah meningkat"
Mendengar pengakuan tersebut, membuat Brain menjadi bertanya-tanya tentang apa sebenarnya yang telah dilakukan Mooi selama berada didalam Portal Dimensi Harta miliknya. Memang benar apa yang Mooi katakan, jika kekuatannya sekarang telah jauh lebih meningkat dibandingkan saat pertama kali Brain bertemu dengannya.
__ADS_1
Sangat tidak mungkin hanya dengan mengkonsumsi batu kristal energi sihir membuat Mooi bertambah kuat. Tentunya ada alasan lain kenapa semua itu bisa terjadi dan hal itu membuat Brain menjadi sangat penasaran.
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...