
Di gelapnya malam di distrik central, sudah 5 jam berlalu setelah pasukan pembebasan mulai melakukan penyerangannya. Semua suara keributan yang terdengar akibat pertarungan mereka, mulai menghilang bagaikan ditelan gelapnya malam.
Dari semua pasukan pembebasan, yang selamat tinggal beberapa orang saja dan dari kubu musuh, mereka masih tersisa cukup banyak namun tidak ada satupun yang bisa mereka lakukan selain menunggu pertarungan antara Vedova melawan Brain selesai.
Setelah Vedova membunuh Hendry dengan sangat keji, Brain yang sebelumnya dikurung didalam penghalang yang dibuat oleh Vedova, kini telah berhasil keluar dari penghalang yang berbentuk kandang hewan tersebut.
kemarahan Brain atas semua perbuatan Vedova telah membuatnya mengeluarkan aura yang sangat besar dan apa yang ada dipikiran Brain sekarang hanyalah untuk melakukan balas dendam.
"Sesama pemilik Title Jiwa.. siapa diantara kita berdua yang lebih kuat" kata Vedova sambil melempar kepala Hendry ke arah Brain.
"Apa kau pikir bisa menyembunyikan kemampuan mu dariku.. Title Jiwa Manusia Terkutuk.. Apa maksudnya itu" kata Vedova lagi.
Saling berhadapan mereka berdua terlihat mengamati satu sama lain, namun nampak jelas perbedaan kekuatan diantara mereka berdua, dimana Brain yang masih minim pengalaman melawan Vedova yang sarat akan pengalaman.
Simi.. mungkin ini akan menjadi pertarungan kita yang terakhir, aku harap keajaiban datang untuk kita.
Memikirkan hal tersebut, Brain lalu melihat Vedova yang mulai berjalan mendekatinya. Ketidakpercayaan diri mulai menyelimuti hati Brain, walaupun begitu iya sama sekali tidak berniat lari dari apa yang ada dihadapannya.
"Tenang saja anak muda, aku akan memperlakukan mu dengan baik" kata Vedova terus berjalan mendekati Brain.
[Title Jiwa Diligent Man / Kepribadian Gavriel sang Kegigihan]
Melihat informasi yang tiba-tiba muncul dipenglihatannya, Brain kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada Simi dan dari informasi yang diberikan Simi sang Sistem, diketahui jika kemampuan yang dimiliki Vedova merupakan kemampuan dari salah satu 7 jiwa kebajikan.
Aku tidak terlalu mengerti tentang hal itu, namun yang pasti, apa kita bisa menangani orang ini atau tidak.
(Menjawab. Jika Title Jiwa tersebut belum berevolusi maka kemungkinan kita akan menang masih terbuka lebar)
__ADS_1
Baiklah itu sudah cukup..
Ditengah interaksinya dengan Simi sang Sistem, Brain yang terus fokus memperhatikan Vedova, tiba-tiba kehilangan sosoknya. Menyadari itu, dengan cepat Brain kembali menumbuhkan sayap kelelawar nya dan dengan itu iya lalu terbang ke atas untuk mencoba menghindari serangan kejutan dari Vedova.
Berada di udara, Brain kemudian menggunakan sihir kutukannya untuk memasang perangkap, Sihir kutukan level 20 Trap of Desire, penggambaran sihir ini seperti balon transparan yang mengambang disekitar Brain. Jika seseorang terkena sihir ini maka iya akan mengalami status Lazy, sihir ini juga sangat efektif untuk melawan musuh yang memiliki pergerakan cepat atau kemampuan menghilang.
Sosok Vedova yang sebelumnya menghilang, kini telah berada tepat dibelakang Brain. Walaupun terkena sihir perangkap, Vedova masih bisa melakukan serangannya.
Pukulan yang terus dilesatkan Vedova berhasil ditangkis oleh Brain dengan menggunakan kemampuan dari kelas Fighter nya. Jual beli serangan berlanjut hingga beberapa saat dan dikarenakan level kelas Fighter Brain yang masih rendah membuatnya harus beberapa kali terkena pukulan dari Vedova.
Pertarungan jarak dekat seperti ini tidak menguntungkan ku, sial..
Ditengah kegelisahannya menghadapi setiap serangan yang dilesatkan Vedova, Brain kemudian mendapatkan arahan dari Simi sang Sistem untuk menggunakan salah satu sihir yang iya miliki.
"Curse Magic. Dooddragend Rooklichaam"
Tujuan sebenernya Brain menggunakan sihir tersebut tidak lain untuk mengambil jarak dari Vedova, namun ketika menggunakan sihir tersebut Brain menyadari walaupun Vedova bisa mengantisipasinya, sihir tersebut tetap bisa memberikan efek negatif ke Vedova.
Apa yang disadari oleh Brain juga mendapatkan dukungan dari Simi sang Sistem, menggunakan sihir yang bisa memberikan efek negatif akan menjadi pilihan selanjutnya.
"Sihir kutukan yah.. apa kau pikir sihir seperti itu bisa mengalahkan ku" kata Vedova
Selesai dengan perkataannya, Vedova kembali terbang ke arah Brain, namun kali ini pergerakan Vedova bisa dilihat dengan sangat jelas oleh Brain. Sebuah pukulan melesat menargetkan wajah, dengan cepat Brain mencoba menahan pukulan tersebut menggunakan sayap kelelawar nya.
Kekuatan pukulannya berbeda dari sebelumnya.
Walaupun pukulan tersebut berhasil ditahan, Brain tetap menerima damage dari serangan tersebut dan hal itu juga membuatnya harus terlempar hingga ketanah.
__ADS_1
Tidak memberikan kesempatan untuk Brain menggunakan sihirnya, Vedova yang masih berada di udara kemudian dengan cepat mendekati Brain yang sudah berada di tanah untuk melanjutkan serangannya.
"Curse Magic. Sacred Land of Sufferers"
Tepat setelah Vedova menginjakan kakinya ke tanah, Brain kemudian mengaktifkan sihir level 53. Tanah disekitar Brain berada kemudian berubah layaknya pasir hisap dan sihir tersebut mampu menggangu pergerakan Vedova.
"Curse Magic Death Coffin"
Melihat Vedova yang sedikit melambat, Brain kembali mengaktifkan sihir lainnya, dimana setelah sihir itu diaktifkan, dari belakang Vedova muncul sebuah peti mati yang terbuka dan terlihat tangan-tangan bermunculan menarik Vedova masuk kedalam peti mati tersebut.
Beberapa saat setelah Vedova berhasil dikurung didalam peti mati, tiba-tiba peti mati tersebut hancur dan terlihat tubuh Vedova seperti seseorang yang baru saja menerima sihir penyembuhan, dimana aura hijau menyelimuti tubuhnya.
"Sudah kukatakan sebelumnya.. sihir mu tidak akan bisa mengalahkan ku" kata Vedova menyombongkan dirinya. "Dengan kemampuan dari kelas Fighter dan job Monk ditambah kelas Cleric dan job Priest yang kumiliki, semua serangan yang kau berikan tidak akan berpengaruh terhadapku"
"Sistem Jiwa.. Title Jiwa.. Suara yang kudengar dikepalaku.. dengan semua itu, tidak ada yang bisa menyaingi kekuatan ku didunia ini.. dan setelah aku membunuh mu, seseorang yang juga memiliki Title Jiwa sepertiku, aku yakin, aku akan menjadi semakin bertambah kuat" kata Vedova lagi.
Setelah mengatakan semu itu, Title Jiwa Vedova kemudian meminta izin untuk menggunakan Mode Trance. Mendengar permintaan itu tanpa pikir panjang, Vedova kemudian menyetujuinya.
(Aku adalah Gavriel sang Kegigihan. Setelah sekian lama.. Harits Chernobog akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku padamu)
Tidak mengerti apa maksud dari perkataan Vedova, Brain kemudian mendengar Simi sang Sistem juga meminta izin untuk menggunakan Mode Trance.
(Gavriel.. senang bisa kembali bertemu denganmu.. dengan itu aku ucapkan semoga apa yang kau inginkan bisa terkabulkan)
Apa.. perkataan Simi lebih lancar dari sebelumnya. Apa maksudnya ini dan siapa itu Harits Chernobog.
Selama ini saat berkomunikasi dengan Brain, Simi sang Sistem memiliki cara berbicara layaknya robot dan ketika Brain menyadari jika Simi sang Sistem bisa berbicara lurus layaknya seorang manusia normal, itu membuatnya sangat terkejut.
__ADS_1
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...