Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 47 "Pertarungan Di Valley of Misfortune II"


__ADS_3

Traitorar adalah seorang Dark Elf, 8 tahun yang lalu iya adalah pemimpin dari Dark Elf. Traitorar adalah orang pertama yang menemukan Portal Dimensi Dungeon yang muncul di Valley Of Misfortune. Menemukan Portal itu, iya langsung membentuk tim untuk memasuki Portal guna menghancurkannya.


Hoofdlange Oren saat itu merupakan orang kepercayaan dari Traitorar, iya juga bersahabat dengannya. Saat Traitorar membentuk tim untuk memasuki Portal Dimensi Dungeon, Hoofdlange Oren juga ikut. Disana, setelah mereka menemukan Bos Portal yang tidak lain adalah Jenglord, mereka kemudian memutuskan untuk kembali terlebih dahulu untuk menyusun rencana melawan Jenglord.


Namun apa yang dilakukan Traitorar, iya yang saat itu mengetahui jika Jenglord tinggal membutuhkan waktu beberapa jam lagi untuk bisa keluar dari Portal, merasa jika mereka tidak akan bisa mengalahkan Jenglord. Traitorar kemudian melakukan penghianatan, dimana saat mereka kembali untuk menyusun rencana, Traitorar diam-diam memasuki Portal untuk melakukan kesepakatan dengan Jenglord.


Dari apa yang Traitorar dan Jenglord sepakati, Jenglord akan memberikan Traitorar kekuatan dan sebagai balasannya, Jenglord akan melakukan pembantai terhadap Dark Elf yang berada di Valley of Misfortune atau lebih tepatnya di Benteng Bowl.


***


"Traitorar, kau.. apa kau tidak memikirkan Serea.. karena kau, iya harus melihat Trasila terbunuh didepan matanya sendiri"


"Diam kau Oren.. Serea istriku, kau sudah mengambilnya dariku.. aku tidak peduli dengan semuanya, Trasila anak ku.. dia mati karena kau Oren"


Kedua pedang mereka yang saling berbenturan, diikuti dengan jual beli perkataan antara Hoofdlange Oren dan Traitorar. Pertarungan mereka terlihat begitu sengit, walaupun begitu Traitorar sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Hoofdlange Oren.


Disisi lain medan pertempuran, dimana Zijoor dan 3 Dark Elf, sedikit dibuat kerepotan mengahadapi serangan liar dari Centaur. Hampir tidak ada celah untuk Zijoor dan ketiga rekannya melancarkan serangan fatal. Pertahanan Centaur yang begitu kuat membuat mereka harus berusaha sekuat tenaga.


"Zijoor.. kami akan menggunakan itu, berikan kami sedikit waktu" teriak salah satu Dark Elf.


Mengerti apa yang dimaksudkan rekannya, Zijoor yang juga merupakan kesatria berpedang langsung mengambil alih jalannya pertempuran. Mengahadapi Centaur satu lawan satu, Zijoor langsung menggunakan seluruh kemampuannya.


"Monster sialan.. aku akan memusnahkan mu"


Meneriakkan hal tersebut, Zijoor yang telah menggunakan beberapa skill penguatan untuk dirinya sendiri, kemudian melompat kearah Centaur sambil mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Benturan kapak dan pedang terlihat mengeluarkan percikan api. Mengeluarkan serangan kombonya, Zijoor berhasil membuat Centaur terluka. Melihat ada peluang menang, Zijoor terus melancarkan serangannya.


"Zijoorr.."


Teriakan itu membuat Zijoor langsung mengambil jarak dari Centaur. Tepat setelah itu, pola sihir terbentuk di atas dan ditanah dibawah kaki Centaur. Dari bawah kakinya, pola sihir itu mengeluarkan sebuah tombak yang cukup banyak yang membuat Centaur tertusuk dan dari atas, pola sihir itu mengeluarkan hujan anak panah dan membuat Centaur langsung meregang nyawa.


***


Bersamaan dengan kelompok Zijoor yang berhasil mengalahkan Centaur, kelompok Lesteen terlihat sangat kesusahan menghadapi musuhnya. Mereka tidak mampu mendaratkan satu serangan pun dan hal itu bukan karena musuhnya yang kuat, melainkan musuh yang mereka lawan memiliki kemampuan terbang yang dapat menghindari semua serangan mereka dengan sempurna.


"Makhluk sialan itu, kita harus mencari cara untuk mengatasi kemampuan terbangnya terlebih dahulu" kata Lesteen.


Lesteen yang merupakan salah satu Archer terbaik dalam pasukan Dark Elf, sebenarnya mampu mengalahkan makhluk tersebut, namun setiap kali iya bersiap menembangkan anak panahnya, makhluk itu dengan sigap langsung mengganggu Lesteen.


"Kak Lesteen.. aku akan mencoba mengalihkan perhatiannya" kata Lestwee saudari ke 2.


Mendapatkan kesempatan, Lesteen langsung menggunakan kesempatan itu untuk menyerang makhluk tersebut dari belakang. Bersamaan dengan itu, Lestwee yang telah memancing kemarahan dari makhluk tersebut, tidak mampu menahan serangan yang dilepaskan oleh makhluk tersebut dan hal itu telah membuatnya sekarat.


Melihat saudarinya terluka, Lesteen yang marah langsung melepaskan anak panahnya. Anger Bow, itulah nama tembakan anak panah yang iya lesatkan, terlihat anak panah yang meluncur itu, dialiri sihir angin yang membentuk seperti burung elang.


Walaupun sudah melepaskan salah satu teknik panahannya, Lesteen lalu dibuat tidak percaya setelah melihat makhluk tersebut mampu menghindari serangannya dengan sangat mudah.


"Sialan.. Lesdrie cepat sembuhkan Lestwee" teriak Lesteen.


Seperti seseorang yang berputus asa, Lesteen terus menghujani makhluk tersebut dengan anak panahnya. Mendapatkan serangan beruntun, makhluk tersebut kemudian melakukan serangan balasan. Menggunakan sihir angin, iya menciptakan sebuah pisau udara yang dapat ditembakkan.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Lesdrie yang memiliki kelas Support kemudian memberikan peningkatan kecepatan kepada Lesteen. Karena hal itu, iya berhasil menghindari semua serangan sihir angin dari makhluk tersebut.


Makhluk yang terus terbang itu, kemudian mengarahkan serangannya kepada Lesdrie. Menggunakan sihir angin, makhluk tersebut kemudian menciptakan tornado yang cukup besar. Tidak perduli kawan ataupun lawan, sihir yang mengarah langsung ke Lesdrie itu, telah menyapu bersih semua yang dilewatinya.


Lesteen yang melihat kedua saudarinya berada dalam bahaya, tidak dapat melakukan apa-apa. Tiba-tiba iya dikagetkan dengan Brain yang terbang disampingnya dan terlihat Brain menuju ke arah Lesdrie dan Lestwee.


Setelah Brain mencapai kedua Dark Elf itu, iya langsung melindungi mereka dengan cara membungkus kedua Dark Elf itu menggunakan sayap kelelawar nya yang sudah iya perbesar. Terlihat seperti sebuah cangkang kerang, sayap kelelawar itu berhasil menahan serangan sihir Tornado.


"Apa kalian baik-baik saja" kata Brain yang telah melepaskan pelindung sayapnya.


Lesdrie yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa menganggukkan kepalanya. Brain kemudian melihat kearah makhluk yang terbang di atasnya dan tanpa membuang-buang waktu, iya langsung menggunakan sihir level 89 ke makhluk tersebut.


"Curse Magic. Cube of the Void"


Sihir yang sama seperti yang Brain gunakan untuk mengalahkan Bueno (Cpt.45) langsung membunuh makhluk tersebut tanpa bisa melakukan perlawanan.


Semua orang yang ada disana menyaksikan Brain kembali mengalahkan salah satu bawahan terkuat Jenglord dengan mudah, kembali dibuat terkesan. Tidak terkecuali dengan Lesteen, iya yang sebelumnya sangat tidak menyukai keberadaan Brain, langsung berpikir untuk meminta maaf atas apa yang sudah iya lakukan.


Degan ini pertarungan di Valley of Misfortune hampir mencapai akhir, pasukan Dark Elf yang sebelumnya berjumlah tidak lebih dari 200, sekarang tersisa tinggal setengah.


Disisi pasukan Jenglord, walaupun terlihat masih cukup banyak, namun itu sudah tidak lagi menjadi ancaman yang serius, sebab yang tersisa tinggallah pasukan mayat hidup yang tidak memiliki kemampuan bertarung.


Semua pertarungan yang berlangsung di Valley of Misfortune, terjadi secara hampir bersamaan dan sekarang pertarungan selanjutnya memperlihatkan Hoofdlange Oren melawan Traitorar. Terlihat pertarungan mereka berdua berjalan dengan sangat intens, suara benturan pedang dan percikan api yang muncul akibat benturan itu, menghiasi jalannya pertempuran mereka berdua.


Jika melihat dari energi sihir, Traitorar jauh lebih unggul dibandingkan dengan Hoofdlange Oren, perbedaan kekuatan itu juga dapat dilihat dengan sangat jelas, dimana Oren lebih banyak menerima serangan.

__ADS_1


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...


__ADS_2