Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 41 "Hubungan dan Tujuan Baru"


__ADS_3

Portal Dimensi Harta yang terbuka, dari sana Mooi Haar keluar untuk bertemu dengan Brain. Tiga hari setelah mereka terakhir kali mereka berdua bertemu, Brain yang melihat Mooi, kembali merasakan perbedaan yang cukup signifikan darinya.


Walaupun wajah buruk rupanya masih jelas terlihat, Perubahan yang Brain rasakan terletak pada status kekuatan Mooi yang kembali meningkat. Menyadari seseorang yang berada didekatnya terus bertambah kuat membuat Brain sedikit mengkhawatirkan tentang masa depan.


"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan"


Mendengar panggilan tuan dari Mooi membuat Brain merasa sangat aneh, sebenarnya Mooi sudah mengucapkan perkataan tersebut beberapa kali, namun hal itu tidak disadari oleh Brain.


"Aku ingin bertanya tentang makhluk yang telah mengutuk mu"


Terlihat jelas wajah Mooi memerah setelah mendengar perkataan tersebut, ekspresi marah itu juga diikuti oleh aura yang keluar dari tubuhnya. Menyadari hal tersebut, Brain langsung menyuruh Mooi untuk tenang.


"Maafkan aku tuan.. aku tidak bisa mengontrol emosiku"


"Tenanglah.. maaf atas pertanyaan ku barusan, kalau kau tidak ingin menjawabnya, itu tidak masalah"


"Tidak masalah tuan.. Jika tuan ingin mengetahui makhluk yang telah mengutukku.. dia bernama Jenglord"


Mendengar informasi itu, Brain kemudian kembali bertanya tentang keberadaan makhluk tersebut. Dengan wajah yang terlihat kecewa, Mooi kemudian menjawabnya dengan ketidakpastian.


"Maafkan aku tuan, semenjak makhluk itu menghancurkan tempat tinggal ku dan memberikan kutukan ini padaku, aku sudah tidak tahu lagi keberadaannya"


Dengan sangat menyesal Mooi mengatakan hal tersebut, beberapa saat setelah itu, Brain merasakan hawa beberapa orang yang mendekati mereka, karena tidak ingin membuat keributan dengan keberadaan Mooi disana, Brain dengan cepat membuka kembali Portal Dimensi Harta kemudian menyuruh Mooi untuk kembali masuk kedalamnya.


***


Tanpa mengetuk pintu, Daria masuk ke kamar Brain sambil membawa beberapa roti dan minuman. Tidak hanya Daria, dibelakangnya mengikuti Randalf dan seseorang yang asing buat Brain.


"Syukurlah kau sudah sadar.. ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu" kata Randalf.


Mendengar perkataan tersebut, Brain tidak langsung membalas perkataan dari Randalf, mata Brain terlihat mengarah ke seseorang yang datang bersama Randalf. Menyadari hal itu Randalf kemudian memperkenalkan orang tersebut.


"Perkenalkan, namanya Benjamin Bool.. dia salah satu anggota dari asosiasi Liberation dan sekarang iya mewakili seluruh anggota yang bergabung dalam ketiga asosiasi.. dia juga yang telah membantumu setelah pertarungan mu melawan Vedova"


Mengetahui hal itu, Brain langsung berterimakasih kepada Benjamin dan dengan sopan Benjamin membalas ucapan terimakasih itu dengan ucapan yang sama.


"Sebaiknya kau makan dulu" kata Daria memotong pembicaraan mereka.


Mendengar perkataan Daria, membuat Randalf dan Benjamin yang berada disana merasa tidak enak. Walaupun begitu mereka tetap berada disana sambil menunggu Brain menyelesaikan makanannya.

__ADS_1


Setelah Brain menyelesaikan makanannya, Randalf lalu meminta Daria untuk meninggalkan mereka bertiga dan dengan berat hati, Daria lalu pergi meninggalkan mereka.


"Sebelumnya aku minta maaf, seharusnya aku membiarkanmu beristirahat terlebih dahulu" kata Randalf.


"Tidak masalah, aku sudah baik-baik saja sekarang.. apa ada sesuatu yang sangat penting" kata Brain.


"Aku ingin tanya tentang sosok makhluk yang mungkin saja kau ketahui" kata Randalf.


Brain kemudian meminta penjelasan dari Randalf tentang makhluk yang iya maksud dan setelah Randalf menjelaskannya, ternyata makhluk yang iya maksud adalah Mooi Haar. Menurut penjelasan Randalf, Mooi merupakan makhluk yang berbahaya, sebab diketahui jika Mooi sangat terkenal akan kesenangannya dalam memburu manusia.


Tidak hanya Randalf, Benjamin yang saat itu juga melihat sosok Mooi saat pertarungan Brain melawan Vedova juga membenarkan perkataan dari Randalf.


Mendengar semua informasi itu, membuat Brain merasa sedikit khawatir tentang sifat asli Mooi, namun begitu, Brain tetap tidak bisa hanya mendengar perkataan dari sebelah pihak saja.


"Tenang saja, makhluk yang kalian maksud itu berada dibawah kendaliku" kata Brain.


Mengetahui hal tersebut membuat Randalf dan Benjamin merasa lega. Mereka bertiga kemudian melanjutkan diskusi lain mengenai keamanan wilayah Himaya. Apa yang menjadi kekhawatiran selanjutnya dari Randalf dan Benjamin adalah adanya kemungkinan pihak dari The Controller melakukan pergerakan setelah mengetahui kejadian di wilayah Himaya.


Kemungkinan terburuk yang bisa Randalf dan Benjamin pikirkan ialah The Controller yang tidak terima akan apa yang terjadi di wilayah Himaya menggerakkan pasukannya untuk melakukan pemusnahan.


Dari keterangan Benjamin yang sudah pernah beberapa kali pergi ke kota utama, jika The Controller memiliki banyak sekali pasukan dan terdapat beberapa pasukan elite yang anggotanya memiliki kekuatan yang bahkan melebihi Vedova.


"Kalau menurutku, jika memang itu akan terjadi, kita hanya memiliki 2 pilihan.. melawan atau meninggalkan tempat ini" kata Brain.


"Benar apa yang kau katakan.. jika Hendry masih hidup mungkin dia juga akan memikirkan hal yang sama" kata Randalf.


"Lalu bagaimana" kata Brain.


"Aku lebih baik mati dari pada meninggalkan tempat ini.. membangun koloni baru di kondisi dunia seperti ini, aku tidak bisa membayangkannya" kata Benjamin.


"Apa yang kau katakan memang benar.. tapi, jika kita memberitahukan kondisi ini ke semua orang, aku takut keadaan jadi tidak terkendali" kata Randalf.


Ditengah diskusi yang penuh perhitungan itu, semua rencana dan kemungkinan terbaik yang mereka pikirkan tidak ada yang benar-benar mudah untuk dilakukan.


"Jika kita ingin mempertahankan wilayah ini, tidak ada cara lain selain melawan.. apapun yang akan kita hadapi nantinya, itu masih belum bisa dipastikan, intinya kita hanya bisa bersiap" kata Brain.


"Kalau begitu aku akan menghidupkan kembali ketiga Asosiasi yang ada dan aku akan memberikan informasi ini ke mereka yang bergabung.. aku harap dengan itu kita bisa menyiapkan prajurit untuk menghadapi kemungkinan terburuk" kata Randalf.


Setelah menyepakati beberapa hal, diskusi mereka akhirnya berakhir. Dengan adanya bahaya baru yang mungkin akan mereka hadapi, persiapan yang sangat matang dibutuhkan untuk mendapatkan kedamaian.

__ADS_1


"Kalau begitu kami akan mulai bekerja dari sekarang" kata Benjamin.


"Brain.. Aku harap kua bisa membantu kami lagi" kata Randalf.


"Tentu saja.. tapi ada satu hal yang harus aku lakukan terlebih dahulu" kata Brain


"Apa itu.. apakah kami bisa membantu mu" kata Benjamin.


"Apa kalian pernah mendengar makhluk bernama Jenglord"


Mendengar nama itu disebut, terlihat Randalf dan Benjamin menunjukkan wajah ketakutan. Menyadari hal tersebut membuat Brain penasaran dan berharap semoga mereka berdua bisa memberikan informasi walau hanya sedikit.


"Itu adalah makhluk jahat yang suka memberikan kutukan, ada informasi yang kudengar, jika makhluk yang membantumu bertarung melawan Vedova merupakan bawahan dari makhluk yang bernama Jenglord itu" kata Randalf.


"Kalau boleh tahu, ada alasan apa kau menanyakan makhluk itu" kata Benjamin.


"Ada satu hal yang ingin aku pastikan tentang makhluk itu dan itu menyangkut kelas Sistem Jiwa yang aku miliki" kata Brain menyembunyikan tujuan sebenernya.


"Begitu yah.. aku punya informasi mengenai makhluk itu, tapi informasi ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya" kata Benjamin.


Mendengar hal itu Brain menjadi sangat bersemangat, iya lalu meminta Benjamin menjelaskan informasi yang iya maksud. Dari apa yang dikatakan Benjamin, makhluk yang bernama Jenglord itu memiliki julukan monster penguasa kutukan dan dikatakan makhluk itu telah menguasai daerah yang bernama Valley of Misfortune.


Benjamin juga menjelaskan jika wilayah tersebut berada di bagian Utara wilayah Himaya dan untuk menuju kesana dibutuhkan waktu kurang lebih 3-5 hari perjalanan dan itu tergantung ada tidaknya hambatan selama perjalanan. Dengan semua informasi itu tanpa berpikir panjang, Brain langsung mengatakan jika iya akan menuju ke wilayah itu.


"Apa kau yakin Brain akan pergi kesana" kata Randalf.


"Iya aku yakin.. ini terlalu penting untuk tidak aku lakukan dan aku berencana akan pergi secepatnya, mungkin hari ini"


"Tapi Brain, keadaan mu.." kata Randalf.


"Tidak apa-apa.. justru ini ku lakukan untuk membuat keadaan ku kembali lebih baik"


"Kalau begitu.. aku akan menyiapkan beberapa orang untuk menemani perjalanan mu" kata Benjamin.


"Tidak usah.. aku akan pergi sendiri" kata Brain.


Randalf dan Benjamin kemudian terus berusaha untuk membujuk Brian agar iya mau menerima bantuan mereka, namun setelah beberapa kali mencoba, Brain tetap dengan pendiriannya, iya akan pergi sendiri dengan tujuan sebenernya mencari kesempatan untuk menghilangkan kutukan kematian yang iya terima.


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...

__ADS_1


__ADS_2