
[Waktu kematian tersisa 3 hari 10 jam 46 menit]
Mempersiapkan pertempuran, para Dark Elf terlihat begitu bersemangat. kebencian mereka terhadap Jenglord yang telah merampas tanah mereka dan orang-orang yang mereka cintai, menumbuhkan semangat juang mereka untuk mendapatkan kemenangan.
"Delapan tahun yang lalu, kita dipaksa meninggalkan rumah, kita dipaksa melihat saudara-saudara kita dibantai dan kita tidak bisa melawan saat makhluk sialan itu mengambil anak-anak kita"
"Sekarang kita akan mengakhiri semua penderitaan itu, mengambil kembali apa yang menjadi hak kita dan mengembalikan senyum di wajah saudara-saudara kita.. Tak ada pilihan lain selain kemenangan, semuanya.. berikan semua yang kalian miliki untuk memenangkan pertempuran ini"
Berdiri paling depan, Hoofdlange Oren mengatakan semua itu dengan lantang dan semangat yang tinggi. Mengangkat pedangnya keatas, suara ramai dari seluruh Dark Elf yang ada disana terdengar bagaikan halilintar disiang bolong.
Valley of Misfortune sebenarnya berada di tengah-tengah wilayah Forest Long Ears, wilayah ini terbilang sangatlah unik. Seperti sebuah mangkuk, setelah memasuki wilayah ini, kita akan langsung dihadapkan dengan daratan yang mengarah kebawah.
Terdapat deretan tebing batu mengelilingi wilayah Valley of Misfortune, seperti sebuah pertahanan alami, orang-orang yang memasuki wilayah ini akan mendapatkan kesulitan untuk bisa sampai ke pusat wilayah. Setelah jalan menurun, apa yang ada disana adalah sebuah dataran yang cukup luas dengan pepohonan rendah tumbuh disana.
Ditengah wilayah Valley of Misfortune, terdapat sebuah pemukiman yang cukup ramai, dimana itu dulunya merupakan tempat tinggal para Dark Elf yang mereka sebut sebagai Benteng Bowl, tempat itu terbilang layaknya sebuah kota kecil, dengan bangunan-bangunan yang terlihat sangat kokoh, tempat itu juga dikelilingi pagar pembatas yang cukup tinggi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, rombongan pasukan Dark Elf akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Melihat tempat tinggal mereka yang dulu, membuat para Dark Elf semakin termotivasi untuk bisa mengambil kembali dan menempati tempat tersebut.
Dari kejauhan terlihat 3 sosok makhluk berdiri di depan pintu gerbang Benteng Bowl, ketiga makhluk tersebut terlihat memancarkan aura yang cukup kuat.
"Dark Elf yang malang.. kedatangan kalian membuatku sangat senang, apa yang kalian inginkan.. apa kalian ingin mengambil kembali tanah ini"
__ADS_1
Suara yang menggema itu terdengar begitu menyeramkan, suara yang dibalut dengan sihir itu, telah membuat mental beberapa Dark Elf yang ada disana menjadi lemah. Brain yang berada dibarisan paling belakang pasukan Dark Elf, kemudian mencoba mencari keberadaan dari Jenglord.
"Sepertinya kita akan langsung menghadapi monster sialan itu.. Support, cepat berikan sihir penguatan kalian" kata Hoofdlange Oren.
Mendapatkan sihir penguatan, Dark Elf yang sempat menerima serangan mental, kembali pulih. Tidak hanya itu, para Dark Elf yang memiliki kelas Support juga memberikan sihir peningkatan mental kepada seluruh pasukan yang ada.
"Dark Elf.. kalian yang tidak memberikan jawaban, aku anggap kalian telah bersiap untuk mati" kata Jenglord yang belum menampakkan wujudnya.
Seketika muncul pola sihir yang sangat besar di tanah yang memisahkan para prajurit Dark Elf dan Benteng Bowl, dari pola sihir itu kemudian memunculkan mayat hidup yang jumlahnya 3 kali lebih banyak dari jumlah Dark Elf. Melihat hal tersebut, Hoofdlange Oren langsung memberikan perintah untuk melakukan penyerangan.
Hujan panah menjatuhi para mayat hidup yang ada disana, semua anak panah yang dilepaskan kemudian meledak setelah mengenai targetnya. Ledakan demi ledakan yang tidak terlalu besar itu, mampu membuat pasukan mayat hidup berubah menjadi abu.
Menyadari itu, Jenglord kemudian langsung mengambil tindakan agar serangan panah dari Dark Elf, menjadi tidak begitu efektif. Iya lalu memerintahkan salah satu dari ketiga makhluk yang berdiri di depan pintu gerbang Benteng Bowl untuk mengahalau serangan panah yang dilesatkan oleh para Dark Elf.
Menggunakan sihir angin, semua anak panah yang dilepaskan oleh para Dark Elf menjadi sia-sia. Melihat hal tersebut, Lesteen sang Dark Elf perempuan yang sebelumnya mencegat Brain, kemudian meminta Hoofdlange Oren agar iya mau mengizinkannya melawan makhluk yang menggunakan sihir angin tersebut.
"Berhati-hatilah.. pastikan kau mendapatkan kemenangan" kata Hoofdlange Oren
Setelah memberikan izinnya, Hoofdlange Oren kemudian memerintahkan para Dark Elf Mage untuk melepaskan sihir mereka. Walaupun jumlah penyihir Dark Elf sangatlah sedikit, mereka mampu memberikan dampak yang sangat besar untuk jalannya pertempuran.
Menggunakan sihir api dan petir, pasukan Mage Dark Elf berhasil membuat pasukan mayat hidup Jenglord tersisa tidak lebih banyak dari pasukan Dark Elf yang ada. Namun karena sihir yang mereka gunakan menguras banyak sekali energi sihir, membuat mereka para Mage dari Dark Elf terpaksa harus ditarik mundur.
__ADS_1
Anak panah yang telah habis, kemampuan sihir yang telah terkuras, membuat jalannya pertempuran harus dilanjutkan dengan pertarungan jarak dekat. Mengangkat dan mengarahkan pedangnya kedepan, Hoofdlange Oren kemudian memimpin prajuritnya untuk memulai pertarungan.
Disini Brain masih belum melakukan pergerakan, berdiri paling belakang, iya terus memantau jalannya pertempuran. Brain melakukan semua itu karena permintaan dari Hoofdlange Oren, memintanya menyimpan tenaga untuk menghadapi Jenglord.
Melihat pertempuran yang pecah, fokus Brain kemudian tertuju pada pertarungan Lesteen dan kedua saudarinya melawan makhluk yang menggunakan sihir angin sebelumnya. Makhluk tersebut mengingatkan Brain dengan sosok monster Paneki yang pernah iya lawan (cpt.8).
Tiba-tiba pasukan mayat hidup terlihat berterbangan, seolah mereka telah dilempar oleh sesuatu yang terlihat mendekati kelompok Hoofdlange Oren. Brain yang penasaran kemudian melihat salah satu makhluk lainnya yang sebelumnya berdiri di depan pintu gerbang Benteng Bowl berada disana.
Makhluk itu adalah ras Centaur, iya memiliki tubuh yang cukup besar, dengan perbandingan 2 kali lebih besar dari kuda pada umumnya, terdapat tanduk di dahinya dan iya menggunakan kampak yang cukup besar sebagai senjatanya.
"Kapten.. biar kami yang menghadapi makhluk ini, kau fokuslah untuk maju kedepan" kata Zijoor sambil menahan serangan kampak Centaur.
Tanpa pikir panjang, Hoofdlange Oren kemudian menyerahkan makhluk itu kepada Zijoor dan 3 Dark Elf lainnya. Berlari kedepan Hoofdlange Oren akhirnya berhasil sampai didepan pintu gerbang Benteng Bowl.
"Akhirnya aku bisa berhadapan denganmu lagi" kata Hoofdlange Oren sambil melihat makhluk terakhir yang berdiri menjaga pintu gerbang.
"Oren.. lama tidak berjumpa saudaraku, sangat disayangkan, pertemuan kita ini akan menjadi akhir bagimu"
"Traitorar.. kau akan ku buat menyesali penghianatan mu.. sialan kau" kata Hoofdlange Oren sambil berlari mengangkat pedangnya, bersiap menyerang musuhnya.
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...
__ADS_1