
"Seandainya aku lebih kuat, maafkan aku Nic" kata Daria yang sekarang telah berada di salah satu rumah di distrik 9.
Setelah menggunakan Item Mirror Teleport, Daria dipindahkan ke distrik 9 tepatnya dirumah lama milik Nicholas. Menyadari iya dipindahkan ketempat tersebut, Daria dibuat frustasi.
Tidak ingin membuang-buang waktu, setelah menenangkan dirinya sejenak, Daria kemudian pergi dari tempat itu menuju distrik 4.
***
Di depan pintu gerbang distrik 4, Brain yang tidak melihat seorangpun pasukan pembebasan yang berjaga di pintu gerbang tersebut menjadi sedikit khawatir.
Memunculkan sayap kelelawar di punggungnya, Brain berencana memasuki distrik 4 melalui udara, namun belum sempat iya terbang, pintu gerbang tersebut terbuka.
"Brain, sejak kapan kau berada disana" kata Zhipheng yang kaget melihat keberadaan Brain.
"Baru saja.. tuan Zhip mau pergi kemana" kata Brain
"Aku angin pergi ke tempatmu, dimana Daria dan Nicholas"
Mendengar pertanyaan Zhipheng, membuat Brain sedikit bingung. Brain kemudian menjelaskan jika Daria dan Nicholas telah meninggalkan goa perlindungan sejak tadi malam. Mendengar informasi itu, ekspresi Zhipheng terlihat khawatir kemudian mengajak Brain menemui Hendry.
Di teriknya matahari yang begitu panas, suasana di distrik 4 terasa begitu tidak nyaman. Pepohonan yang tumbuh didalam distrik 4 telah hilang akibat ulah monster yang keluar dari Portal Dimensi Dungeon sebelumnya.
Berjalan mengikuti Zhipheng, Brain dibawah menuju ketempat dimana pasukan pembebasan sekarang bersembunyi.
Dari informasi yang diberikan oleh Zhipheng, diketahui setelah Hendry merasa akan adanya Penyusup didalam pasukan pembebasan, Hendry kemudian memutuskan untuk membuat suatu tempat perlindungan di bawah tanah di dalam distrik 4.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Brain dan Zhipheng telah sampai di tempat persembunyian tersebut. Untuk memasuki tempat itu, mereka berdua terlebih dahulu memasuki rumah yang terlihat hampir ambruk.
Tempat persembunyian bawah tanah itu terlihat cukup besar dan bisa menampung setidaknya 50 orang. Didalam tempat itu terdapat 1 ruangan yang dimana ruangan tersebut difungsikan sebagai tempat pertemuan. Setelah tiba di tempat itu Brain yang disambut Layla, langsung diajak menemui Hendry yang berada di ruangan pertemuan.
"Dimana Daria dan Nicholas"
Melihat kedatangan Brain, Hendry langsung menanyakan hal tersebut. Disini terlihat raut wajah Hendry seperti menyimpan kecurigaan terhadap Brain dan hal itu dapat jelas dirasakan oleh Brain.
"Aku tidak tahu, aku datang kesini sendirian" jawab Brain.
Mendengar perkataan tersebut Hendry hanya bisa terdiam, iya kemudian mengingat perkataan Nicholas yang mencurigai Brain sebagai mata-mata.
"Seharusnya paling lambat siang tadi mereka sampai disini" kata Hendry.
Sesaat setelah Hendry mengatakan hal tersebut, Daria kemudian datang. Disini Daria terlihat begitu lesuh dan nampak jelas beberapa kerusakan pada armor pelindung tubuhnya.
__ADS_1
"Hendry maafkan aku" kata Daria.
"Apa yang terjadi dengan mu, dimana Nicholas" tanya Hendry.
Belum sempat Daria menjelaskan semua kejadian yang menimpanya, tiba-tiba iya terjatuh dan pingsan. Melihat hal tersebut, Layla yang juga berada disana langsung memeriksa kondisinya dan menggunakan sihir penyembuh untuk memulihkan kondisi Daria.
"Sebaiknya kau tetap berada disini" kata Hendry kepada Brain.
Setelah mengatakan hal tersebut, Hendry kemudian mengajak Zhipheng keluar dari ruang itu.
***
Beberapa jam setelah Daria pingsan, iya akhirnya sadar. mengetahui hal itu, tanpa memperdulikan keadaan Daria, Hendry langsung memberikan beberapa pertanyaan.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan dimana Nicholas" tanya Hendry.
"Sebelum keluar dari hutan Pinusi, kami berdebat tentang masalah rute, Nicholas bersikeras ingin melewati distrik 9" kata Daria.
"Lalu apa masalahnya" lanjut Hendry bertanya.
"Kami bertemu dengan Vedova Distruttore ketua asosiasi Shield dan Nicholas mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku"
Suasana di ruangan tersebut tiba-tiba terasa sangat sepi, mereka sangat yakin jika Nicholas telah terbunuh oleh Vedova dan mereka semua sangat penasaran tentang seseorang yang telah membunuh Groot Zwaard ketua asosiasi Liberation.
"Tidak lama setelah Daria dan Nicholas meninggalkan goa perlindungan, kami diserang seseorang" kata Brain memecah keheningan diruangan tersebut.
"Siapa yang melakukannya, apakah Jerome mengetahui hal itu" kata Hendry.
"Orang itu tidak memberitahukan namanya, dan aku mengalahkan orang itu sendirian" kata Brain.
"Apakah orang itu berhasil lari, Bagaima ciri-cirinya" tanya Zhipheng.
"Aku membunuhnya dan ciri-cirinya, iya menggunakan Great Sword sebagai senjata" jawab Brain.
Setelah mengatakan hal tersebut, Brain diminta untuk menjelaskan bentuk Great Sword yang digunakan orang tersebut dan setelah Brain menjelaskannya, mereka semua sepakat jika orang yang telah Brain bunuh tidak lain adalah Groot Zwaard ketua asosiasi Liberation.
"Bagaimana kau bisa mengalahkan orang itu sendirian" tanya Layla.
Mendengar pertanyaan tersebut, Brain mencoba tidak menceritakan semuanya. Selama bersama dengan pasukan pembebasan, Brain mengaku jika iya memiliki kelas yang sama seperti Zhipheng dan iya memiliki beberapa sihir debuff sebagai kartu truff nya.
"Aku terus menyerangnya dengan sihir debuff, hanya itu saja yang aku lakukan" kata Brain"
__ADS_1
"Memang benar, untuk kelas Warior seperti Groot Zwaard yang bertarung sendiri, iya sangat lemah dengan sihir debuff" kata Daria.
Mendengar perkataan itu, Brain sangat bersyukur. didalam hatinya iya sangat berterimakasih kepada Daria.
"Hendry, izinkan aku pergi untuk memeriksa lokasi pertarungan Nicholas" kata Zhipheng.
"Pergilah, tapi kau harus kembali sebelum matahari terbit" kata Hendry.
Setelah Zhipheng meninggalkan tempat itu, mereka berempat Hendry, Daria, Layla dan Brain kemudian melanjutkan percakapan untuk membahas rencana penyerangan ke distrik central.
***
Terlihat 2 orang sedang bersujud dihadapan seseorang yang mengenakan pakaian layaknya seorang pastor. Jubah hitam dengan garis hiasan berwarna emas dan topeng berwarna putih tanpa ekspresi membuat orang tersebut terlihat sangat misterius.
Di kiri orang misterius itu terlihat pengawal wanita dengan memakai pakaian yang begitu menawan namun wajahnya tidak dapat terlihat sebab topeng yang iya gunakan dan iya memegang tongkat sihir yang cukup mencolok berwarna emas.
Di kanan orang misterius terlihat seorang pemuda, iya juga memakai topeng yang membuat wajahnya tidak dapat dikenali. Pemuda tersebut terus mengeluarkan aura yang sangat kuat dan iya memegang pedang samurai yang panjangnya melebihi tinggi badannya.
"Selamat datang tuan.. maafkan kami yang tidak bisa menyambut kedatangan anda dengan baik" kata Strega Cagna yang sedang bersujud dihadapan orang misterius.
"Apa kalian tahu fungsi utama wilayah ini" kata orang misterius.
"Wilayah ini, difungsikan sebagai pendukung dalam penyediaan bahan makanan dan pemasok logam sihir" jawab Strega Cagna
"Benar sekali yang kau katakan, lalu kenapa fungsi itu sudah tidak berjalan" kata orang misterius itu lagi.
"Untuk masalah bahan makanan itu dikarenakan cuaca di wilayah ini yang sudah tidak mendukung dan beberapa tambang logam sihir yang kami punya telah tertutup akibat gempa yang terjadi setahun yang lalu" kata Vedova Distruttore sambil bersujud dihadapan orang misterius.
"Kami sudah memberikan kesempatan untuk kalian dan kalian sudah mengecewakan kami, untuk itu kami memutuskan untuk tidak akan lagi memberikan bantuan ke wilayah ini dan kalian bebas melakukan apa saja" kata orang misterius.
"Maaf tuan, jika memang seperti itu, izinkan hamba kembali ke kota utama" kata Strega.
Mendengar perkataan Strega, orang misterius tidak langsung menjawabnya. iya kemudian memperhatikan keduanya dengan seksama.
"Maaf atas kelancangan murid hamba tuan, jika tuan tidak keberatan aku ingin Strega kembali ke satuan sihir" kata perempuan yang berdiri disamping kiri orang misterius.
"Baiklah, namun aku ingin kalian membereskan terlebih dahulu orang-orang pengganguran itu" kata orang misterius.
Setelah percakapan tersebut, tanpa membuang-buang waktu orang misterius dan dua orang ajudannya pergi dari tempat itu dengan menggunakan sihir teleportasi yang digunakan oleh sang ajudan perempuan.
...----------------...
__ADS_1