Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 34 "Dua Kelas"


__ADS_3

Masih tidak menyangka akan apa yang iya lakukan, Brain yang telah membunuh Zhipheng merasa sangat kecewa dengan kenyataan yang iya hadapi. Marah dan kesedihan bercampur menjadi satu dibenaknya, menyadari kenyataan yang menantinya begitu sulit untuk ditebak.


Suara tawa Vedova menyadarkan Brain tentang musuh nyata yang ada didepannya. Seolah apa yang iya lakukan dan apa yang menimpa Zhipheng seperti sebuah lawakan yang wajib untuk ditertawakan.


"Jadi benar.. kau yang telah membunuh sahabatku" kata Vedova.


Sebuah pertanyaan yang keluar, membuat Brain menyadari betapa berbahayanya orang yang ada didepannya. Tidak hanya mengutarakan sebuah pertanyaan, Vedova juga mengeluarkan aura membunuh untuk mengintimidasi Brain.


Untuk pertama kalinya Brain merasakan takut dihatinya, namun pikirannya mengatakan jika rasa takut itu hanyalah sebuah rambu yang harus diperhatikan dan suara pelan yang berasal tidak jauh dibelakangnya, menyadarkan Brain untuk fokus dengan musuh yang ada dihadapannya.


"Akhirnya penghianat itu telah mati" kata Hendry sambil berdiri dengan tekadnya.


"Apa kau baik-baik saja" tanya Brain.


Berjalan mendekati Brain, Hendry dengan yakin mengatakan jika iya baik-baik saja. Hendry lalu menjelaskan ke Brain tentang informasi mengenai kemampuan yang dimiliki oleh Vedova. Mengetahui hal tersebut, Bukannya senang, Brain malah terlihat khawatir tentang apa yang Hendry katakan.


"Orang ini sangat berbahaya, aku tidak yakin bisa menghadapinya" kata Brain


"Tenanglah.. Aku yakin jika kita berdua melawannya, mengalahkannya itu tidaklah mustahil" kata Hendry.


Melihat kedua orang yang ada didepannya sibuk sendiri dengan obrolannya, membuat Vedova menjadi tersinggung. Seseorang kemudian datang mendekati Vedova, membawa kabar yang membuatnya menjadi semakin marah.


"Hey.. kau tidak bercanda kan, bagaimana mungkin perempuan itu bisa mati" kata Vedova dengan aura membunuh yang semakin meningkat.


Informasi apa yang didapatkan oleh Vedova tidak lain adalah kematian dari Strega Cagna. Kemarahannya yang sudah tidak terbendung lagi membuat keadaan disekitar Vedova terasa begitu berat.


"Kalian berdua.. tidak bisa dimaafkan" kata Vedova.


Tepat setelah ucapan tersebut, tanpa bisa disadari, Vedova telah berada dihadapan Brian dan Hendry. Melancarkan 2 pukulannya, membuat Brain dan Hendry terlempar kearah yang berbeda.


Aku tidak bisa melihat pergerakannya.. sial.


Dalam keadaan terlempar, Brain memikirkan hal tersebut dan sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Brain dengan sigap memposisikan badannya untuk mengurangi dampak yang mungkin bisa iya terima setelah badannya menyentuh tanah.

__ADS_1


Berbeda dengan Brain, Hendry yang juga terlempar tidak mampu memposisikan tubuhnya dengan baik dan hal itu membuatnya terlihat seperti sebuah bola rakbi yang jatuh ketanah. Walaupun begitu Hendry masih bisa berdiri kembali, seolah mengisyaratkan jika iya baik-baik saja.


"Man Of Steel, Gerbang Kedua"


Terlihat aura merah menyelimuti tubuh Vedova dan keadaan disekitarnya terasa sangat panas. Brain yang merasakan peningkatan kekuatan Vedova, berteriak kepada Hendry agar berhati-hati.


"Hey Simi.. apakah kau bisa menganalisa orang itu" tanya Brain ke Sistemnya dan kemudian iya dapat melihat status dari Vedova.


[Ras : Manusia / Level : 100 / Kelas : Fighter / Job : Monk / Title Jiwa : Diligent Man]


"Title Jiwa, apakah itu sama sepertimu"


(Menjawab. Benar dan sepertinya iya memilki kelas lainnya. Aku tidak bisa menganalisanya)


Mengetahui hal tersebut membuat Brain merasa khawatir tentang kekuatan dari Vedova yang sebenarnya. Ditengah pemikirannya, Brain kembali kehilangan keberadaan dari Vedova.


Cepat sekali.


Sekali lagi keberadaan Vedova tidak dapat terdeteksi oleh Brain dan ketika Vedova muncul, iya telah berada dibelakang Brain hendak memukulnya lagi.


Kali ini Brain berhasil menahan pukulan itu dengan sempurna, menggunakan sayap kelelawar nya, Brain membungkus dirinya sendiri untuk berlindung.


Melihat hal tersebut, Vedova kemudian melancarkan serangan kombo ke Brain dan berkat sayap kelelawar nya Brain dapat menahan semua serangan tersebut tanpa terluka sedikitpun.


"Pertahanan mu boleh juga" kata Vedova terus memukul Brain yang berlindung didalam dekapan sayap kelelawar nya.


"Steel Sword Shot"


Melihat Brain yang terdesak, Hendry melancarkan serangan jarak jauh. Serangan tersebut digambarkan seperti kumpulan energi sihir yang berbentuk pedang yang ditembakkan dari jarak jauh.


Serangan tersebut berhasil menggores kulit lengan Vedova dan hal itu membuat Vedova yang sedang melancarkan pukulan kombonya ke Brain berhenti seketika.


"Apa kau ingin dihabisi terlebih dahulu" kata Vedova terlihat marah. "Aku sangat membenci seseorang yang mengganggu pertarungan ku"

__ADS_1


Vedova kemudian menggunakan teknik penyegelan kepada Brain, dimana teknik tersebut terlihat seperti kurungan hewan liar yang ukurannya tidak terlalu besar dan setelah itu Vedova kemudian berjalan ke arah Hendry.


Saat Vedova menggunakan teknik penyegelan, Brain tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghindari teknik tersebut, itu semua dikarenakan, Vedova melakukan teknik penyegelan tersebut saat Brain masih didalam dekapan sayap kelelawar nya.


***


Hendry yang sudah sempat terluka akibat serangan yang dilancarkan Zhipheng sebelumnya, tidak membuatnya kehilangan banyak tenaga.


"Aku akan melakukan yang terbaik, aku akan mengalahkan orang ini" Kata Hendry bicara sendiri "Red Giant Sword"


Pedang besar Hendry kemudian terlihat dilapisi oleh energi sihir berwarna merah dan tidak hanya itu, pedang tersebut seolah menjadi semakin besar.


Hendry tiba-tiba kehilangan keberadaan dari Vedova, namun karena Hendry sudah beberapa kali melihat Vedova melakukan pergerakan seperti itu saat iya menyerang Brain, membuat Hendry terus mewaspadai sisi kiri kanannya dan bagian belakangnya.


"Great Swordsman's Perception"


Sambil mengayunkan pedangnya ke arah belakang, Hendry berhasil menggagalkan niat Vedova yang ingin menyerangnya dari belakang.


Pedang dan tangan saling beradu disana, awalnya Hendry merasa terkejut jika Vedova mampu mengadu tangan kosongnya dengan pedang milikinya. Ketika beberapa kali mereka berdua saling jual beli serangan, Hendry akhirnya sadar jika apa yang dilakukan Vedova tidak lain hanyalah mengalirkan energi sihir ke kedua tangannya.


Seolah tangan Vedova tidak menyentuh langsung pedang Hendry dan ditengah pertarungan mereka berdua, Hendry yang melihat celah, kemudian melakukan serangan tebasan dan hal itu membuat tangan kiri Vedova harus putus.


Bertarung menggunakan satu tangan tidak membuat Vedova terlihat kesulitan, bahkan tidak ada ekspresi kesakitan saat Hendry memutuskan tangannya. Vedova yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Hendry, kemudian menendang Hendry hingga terlempar kebelakang, walau begitu Hendry tidak terjatuh.


"Ha ha ha, Ini luar biasa.. untuk pertama kalinya ada orang yang mampu membuat kondisiku seperti ini" kata Vedova yang telah memiliki jarak dengan Hendry.


Tangan kiri Vedova yang putus tiba-tiba tumbuh kembali dan hal itu telah membuat Hendry merasa tidak percaya dengan apa yang iya lihat, sebab sebelum Vedova menumbuhkan tangannya, iya melihat Vedova menggunakan kemampuan kelas Cleric dengan job Priest.


Seperti Brain yang mendapatkan level 100 dari kelas Sistem Jiwa nya, dimana setelah pencapaian itu seseorang dapat membuka kelas lain sesuai keinginannya. Begitu juga dengan Vedova, iya juga memiliki 2 kelas yang berbeda, dimana kelas Fighter dengan Job Monk dan kelas Cleric dengan job Priest.


"Baiklah sekarang waktunya untuk mengahabisi mu.. Man Of Steel, Gerbang Ketiga"


...---SistemJiwaTerkutuk---...

__ADS_1


__ADS_2