
Setelah Brain berhasil mengalahkan Vedova, iya tidak sadarkan diri, namun sebelum Brain kehilangan kesadarannya iya masih sempat membuka Portal Dimensi Harta untuk Mooi Haar.
Dari pasukan pembebasan, yang berhasil selamat dari pertarungan itu tinggal 18 orang dan diantara mereka termasuk Daria, Layla dan Randalf.
Para anggota Asosiasi yang selamat masih sangatlah banyak, namun setelah Vedova berhasil dikalahkan, mereka yang sebelumnya menjadi musuh, kemudian menunjukkan sifat aslinya, dimana mereka ternyata hanya terpaksa bergabung didalam asosiasi untuk melindungi keluarganya.
Disaat Brain tidak sadarkan diri setelah berhasil mengalahkan Vedova, mereka yang bergabung didalam asosiasi yang berada di distrik central merasa sangat bersukacita, mereka juga membantu Brain untuk membawanya ketempat yang aman.
***
Tiga hari berlalu setelah kejadian di distrik central, keadaan diwilayah Himaya telah kembali kondusif. Krisis pangan yang sebelumnya terjadi juga telah diketahui penyebabnya, dimana hal itu ternyata disebabkan penimbunan bahan pangan yang dilakukan oleh Vedova dan para petinggi asosiasi lainnya.
Pasukan pembebasan yang tersisa dan para anggota asosiasi yang terpaksa mengikuti keinginan Vedova, mereka bersama-sama saling membantu untuk membuat wilayah Himaya kembali damai.
Banyak yang merasa senang atas jatuhnya kepemimpinan Vedova dan para petinggi asosiasi lainnya, namun ada juga yang merasa terganggu atas jatuhnya kepemimpinan tersebut. Mereka yang terganggu merupakan orang-orang yang melakukan kerjasama ilegal dengan para petinggi asosiasi.
Jual beli budak merupakan salah satu diantara pekerjaan ilegal yang mereka lakukan, budak yang mereka punya kebanyakan dijadikan sebagai pekerja paksa, ada juga yang dijadikan sebagai bahan taruhan dalam pertarungan kematian.
Semua budak yang mereka miliki merupakan makhluk yang berasal dari portal dimensi. beberapa diantara makhluk-makhluk tersebut memiliki kecerdasan layak manusia, dengan ras Elf dan Orc menjadi budak yang paling banyak dimiliki.
Dengan kematian Vedova, mereka yang melakukan kegiatan ilegal tersebut, pada akhirnya memutuskan untuk membebaskan semua budak yang mereka miliki. Alasan mereka membebaskan para budak tidak lain karena tuntutan dari pasukan pembebasan.
Di distrik luar, para manusia yang memiliki kelas pekerja di Sistem Jiwa nya, mereka yang sebelumnya terpisah dengan keluarganya akibat aturan kerja yang diberlakukan Vedova dan para petinggi asosiasi lainnya, akhirnya kembali bisa berkumpul dengan keluarganya masing-masing.
Para pasukan pembebasan juga menutup sementara 3 distrik luar yang menjadi wilayah pekerja (Industri dan Pertambangan) dan memberikan kesempatan kepada mereka yang berpengaruh dikalangan kelas Pekerja untuk mengatur distrik pekerja itu sendiri.
Randalf, Layla dan Daria mereka yang menjadi orang-orang penting terakhir di pasukan pembebasan memilih untuk mengindari masyarakat. Walaupun begitu mereka tetap melakukan pengawasan untuk menjaga alur perubahan yang terjadi di wilayah Himaya agar tidak kembali kejalan yang salah.
Randalf yang sempat mengalami luka yang cukup serius mampu pulih dengan sangat cepat, iya hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk kembali bisa beraktivitas dengan normal dan berkat Randalf pula, semua kegiatan pasca pertarungan diwilayah Himaya bisa berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Disisi lain, kondisi Brain masih belum sadarkan diri, iya sekarang berada di distrik central tepatnya di gedung mewah bekas kediaman Strega Cagna.
"Apa Brain suda sadar" Kata Layla yang baru saja masuk kedalam kamar tempat Brain berada.
Di ruangan tersebut juga ada Daria yang setia menemani Brain selama iya tidak sadarkan diri. Dari raut wajahnya nampak jelas kekhawatiran itu, tidak hanya menjaga Brain, Daria bahkan menggantikan pakaian dan membersihkan badan Brain.
"Aku harap dia cepat bangun" kata Daria.
"Aku juga sudah memaksimalkan kemampuan ku untuk menyadarkannya.. tapi itu tidak bekerja" kata Layla.
Mengobrol beberapa saat, Layla lalu pergi dari kamar itu. Iya juga mengatakan jika iya akan pergi ke goa tempat Jerome untuk menjemput mereka.
"Brain cepatlah sadar.. aku mohon" kata Daria sendri menemani Brain.
Gerakan jemari tangan dirasakan Daria sesaat setelah memegang tangan Brain. Beberapa detik setelah itu, Brain yang sudah 3 hari tidak sadarkan diri mulai membuka matanya.
"Akhirnya kau sadar juga" kata Daria sambil meneteskan air mata bahagia.
Dipeluk oleh seseorang yang usianya lebih tua, sentuhan buah kembar yang cukup besar sangat terasa empuk saat mengenai badan Brain. Seketika terlintas di benak nya tentang kejadian tempo hari dirumah Daria.
"Syukurlah.. aku juga sangat khawatir denganmu" kata Brain.
Melepaskan pelukannya, terlihat jelas air mata mengalir di pipi Daria. Melihat hal tersebut Brain yang masih dalam keadaan lemas, mencoba menenangkan Daria.
"Tenanglah, aku baik-baik saja" kata Brain
Sekali lagi Daria memeluk Brain, namun kali ini pelukan itu tidaklah selama seperti sebelumnya, walaupun begitu bagian dimana Brain merasakan sentuhan buah kembar, terasa begitu nyaman daripada sebelumnya.
"Aku akan mengambilkan mu makanan, aku juga akan memberitahukan ke yang lain.. kamu istirahat saja disini dulu" kata Daria.
__ADS_1
"Baiklah" jawab Brain.
Setelah Daria meninggalkannya sendiri, Brain kemudian mencoba berkomunikasi dengan Mooi. Ditengah komunikasinya dengan Mooi, Brain melihat sesuatu di penglihatannya dan terlihat 8 digit angka yang berjalan mundur. Penasaran dengan hal itu, Brain kemudian menanyakan hal tersebut kepada Simi sang Sistem.
"Simi.. apa kau bisa mendengar ku"
(Menjawab. Perkataan anda terdengar sangat jelas)
"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu, tapi sebelum itu.. bisakah kau memberitahuku maksud angka yang aku lihat ini"
(Menjawab. Angka tersebut menunjukan waktu yang berjalan mundur. Masa hidup anda akan berakhir setelah waktu tersebut habis)
"Apa katamu.. apa yang terjadi.. apakah ini resiko dari penggunaan sihir itu"
(Menjawab. Benar sekali. Waktu anda tersisa 6 hari 20 jam 10 detik lagi)
Mendengar informasi tersebut, membuat Brain tidak habis pikir tentang resiko kematian dari penggunaan sihir level 100 itu akan jadi seperti ini. Sebelum iya menggunakan sihir tersebut, Brain sebenarnya sudah mengerti tentang resiko kematian yang ada, namun iya tidak menyangka jika kematian yang dimaksud adalah mutlak.
"Simi.. apakah ada cara agar aku terhindar dari kutukan kematian ini"
(Menjawab. Jika anda berhasil membuat Title Jiwa Manusia Terkutuk berevolusi. Kemungkinan membatalkan kutukan kematian dari Bathara Kala bisa dilakukan)
"Begitu yah, jadi hanya kemungkinan saja"
Ditengah keadaan tersebut, Brain teringat akan Vedova yang belum juga membuat Title Jiwa nya berevolusi sampai akhir hayatnya. Dari apa yang selama ini iya jalani, semua persyaratan untuk evolusi itu, sama sekali iya dapatkan semata-mata hanya kebetulan saja.
"Apakah harus menyerah saja.. Tidak.. kisah ini terlalu singkat untuk diakhiri, aku harus mencari makhluk yang menjadi syarat evolusi itu"
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...
__ADS_1